Aliansi Zero Waste Indonesia

Directions Website

Aliansi Zero Waste Indonesia Promoting & to

Sudah lolos uji emisi, tetapi apakah dioksinnya sudah diuji?Uji emisi biasa belum tentu mencakup dioksin. Dioksin diukur...
07/10/2026

Sudah lolos uji emisi, tetapi apakah dioksinnya sudah diuji?

Uji emisi biasa belum tentu mencakup dioksin. Dioksin diukur dalam skala nanogram, sejuta kali lebih kecil dari parameter emisi lainnya, sehingga memerlukan sampling khusus dan analisis laboratorium. Padahal zat ini larut dalam lemak dan sulit keluar dari tubuh. Menurut WHO, waktu paruhnya pada tubuh manusia diperkirakan 7-11 tahun.

Di sisi lain, Permen LHK No. 70/2016 hanya mewajibkan pengukuran dioksin pada fasilitas pengolahan sampah termal setiap lima tahun sekali.

Warga yang tinggal di sekitar PSEL/PLTSa berhak mengetahui kapan dioksin terakhir diuji, apa hasilnya, dan apakah hasil tersebut dipublikasikan. Keterbukaan informasi tidak boleh menjadi nomor dua.

Netizen +62 jago banget kalau soal cancel culture. 😅Tapi ada satu budaya yang harusnya udah lama di-cancel: THROWAWAY CU...
06/10/2026

Netizen +62 jago banget kalau soal cancel culture. 😅

Tapi ada satu budaya yang harusnya udah lama di-cancel: THROWAWAY CULTURE!. Pakai, buang, beli lagi.😤

Produksi plastik dunia naik 230 kali lipat dalam 70 tahun. Tapi bukan cuma konsumen yang harus tanggung jawab. Produsen dan pemerintah juga!

Jadi, setuju nggak throwaway culture waktunya kita cancel?

05/10/2026

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menyebut sampah organik sebagai pekerjaan rumah utama dalam pengelolaan sampah. Hal itu disampaikannya di sela 2nd Organics Congress, Jakarta, 23-25 September 2026.

Menurutnya, sampah organik tidak bisa menunggu karena harus dikumpulkan setiap hari. Pemerintah pun mencoba menyiapkan sistemnya dari hulu sampai hilir bersama komunitas masyarakat. Ia mencontohkan peternakan maggot yang ternyata sudah memiliki banyak pembeli, sebuah peluang yang bisa tumbuh lebih besar dengan dukungan sistem pengumpulan yang tepat.

Hari kedua Kongres Regional Kedua tentang Organik dan Perubahan Iklim di Jakarta menyoroti tantangan memperluas praktik ...
02/10/2026

Hari kedua Kongres Regional Kedua tentang Organik dan Perubahan Iklim di Jakarta menyoroti tantangan memperluas praktik pengelolaan sampah organik berbasis komunitas menjadi sistem pengelolaan sampah kota yang berkelanjutan.

Sejumlah pengalaman dari Asia Pasifik dibagikan, dari Siquijor, Filipina, yang berhasil mengalihkan hampir 70% dari sampah hariannya, hingga Tanzania, yang mereplikasi model pengelolaan sampah dari satu lokasi ke tujuh komunitas dan empat kota.

Pembicara menekankan, memperluas praktik ini membutuhkan kebijakan yang mendukung, kelembagaan yang kuat, kapasitas pengelola, dan pendanaan jangka panjang.

Delapan langkah, satu deklarasi, satu arah baru untuk Asia PasifikPemerintah, organisasi masyarakat sipil, pekerja sampa...
01/10/2026

Delapan langkah, satu deklarasi, satu arah baru untuk Asia Pasifik

Pemerintah, organisasi masyarakat sipil, pekerja sampah, peneliti, praktisi, dan komunitas Asia Pasifik mengesahkan Deklarasi Jakarta 2026 pada hari kedua Kongres Regional Kedua tentang Organik dan Perubahan Iklim.

Delapan seruannya mencakup pencegahan sampah pangan, pengurangan sampah organik yang masuk ke TPA, penghentian pembakaran terbuka, perlindungan pekerja sampah, hingga peningkatan pembiayaan iklim.

Kongres Regional berikutnya akan digelar di Filipina, dilanjutkan dengan International Zero Waste Month pada Januari 2027.

53,7% sampah Indonesia adalah sampah organik, dan sekitar 40% di antaranya adalah sampah pangan.Wakil Menteri Lingkungan...
30/09/2026

53,7% sampah Indonesia adalah sampah organik, dan sekitar 40% di antaranya adalah sampah pangan.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala BPLH, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menegaskan pemilahan sampah dari sumber sebagai kunci sistem pengelolaan sampah yang efektif, dalam Kongres Regional Kedua tentang Organik dan Perubahan Iklim di Jakarta, 23-24 September 2026.

Sejumlah daerah sudah membuktikannya, dari Desa Gulingan di Badung hingga Desa Gedangan di Boyolali. Target selanjutnya: 100% sampah terkelola pada 2029, didukung roadmap dan penguatan anggaran di tingkat daerah.

Menjelang COP31, kota-kota didorong menandatangani Cities Methane Pledge, komitmen mempercepat sistem yang mencegah samp...
29/09/2026

Menjelang COP31, kota-kota didorong menandatangani Cities Methane Pledge, komitmen mempercepat sistem yang mencegah sampah, memilah dari sumber, dan mengolah organik sedekat mungkin dari sumbernya.

Hal ini menjadi salah satu sorotan dalam Kongres Regional Kedua tentang Organik dan Perubahan Iklim di Jakarta, 23-24 September 2026, yang diselenggarakan oleh Dietplastik Indonesia, Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI), dan GAIA Asia Pacific.

Solusi berbasis komunitas sudah terbukti berjalan di berbagai wilayah. Yang masih perlu diperkuat adalah pendanaannya, agar lebih banyak solusi seperti ini bisa direplikasi dan diperluas.

Lebih dari 90% pendanaan metana untuk sektor sampah mengalir ke proyek waste to energy (WtE). Pengelolaan sampah organik...
28/09/2026

Lebih dari 90% pendanaan metana untuk sektor sampah mengalir ke proyek waste to energy (WtE). Pengelolaan sampah organik hanya menerima sekitar 1%.

Hal ini disorot dalam Kongres Regional Kedua tentang Organik dan Perubahan Iklim di Jakarta, 23-24 September 2026, yang diselenggarakan oleh Dietplastik Indonesia, Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI), dan GAIA Asia Pacific.

Ketika sampah organik tercampur dan dibawa ke TPA, material tersebut terurai tanpa oksigen dan menghasilkan metana. Karena itu, pencegahan, pemilahan dari sumber, dan pengolahan organik di tingkat komunitas menjadi bagian penting dari strategi pengurangan metana.

Solusinya sudah berjalan, dari Barangay Potrero di Filipina hingga Banjar Tegeh Sari di Denpasar. Yang dibutuhkan kini adalah pembiayaan untuk memperluas sistem, bukan hanya proyek percontohan.

Menurutmu, ke mana dana iklim seharusnya diarahkan?

25/09/2026

What does Japan have to learn from Indonesia when it comes to organic waste?

At the recent Organic Congress in Jakarta, we spoke with Keito from Zero Waste Japan about his takeaways from the discussions, the challenges of managing organic waste, and why organic waste deserves more attention in the transition toward zero waste.

From Indonesia to Japan, the challenges may look different, but there are lessons that can be shared across countries.

So, what stood out to Keito during the Congress? And what can we learn from Japan’s experience?

🎥 Watch the full interview and hear it directly from Keito.

Compost WasteManagement ClimateAction

Address

Gedung Arva Lt. 3 Jalan RP. Soeroso No. 40BC, Kel. Gondangdia, Kec. Menteng
South Jakarta
10350

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aliansi Zero Waste Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share