21/08/2026
Di Dusun Panutungan, Sulawesi Barat, ada tradisi unik bernama Sayyang Pattu’du. Anak-anak yang berhasil khatam Al Qur'an akan diarak keliling kampung dengan menunggangi kuda hias sebagai bentuk kebanggaan masyarakat.
Sayangnya, di balik tradisi itu, fasilitas mengaji di sana sangat minim. Anak-anak harus bergantian memakai Al Qur'an yang sudah usang. Di tengah keterbatasan ini, Ustadz Danial menjadi pelita bagi mereka. Tanpa bayaran, beliau dengan sabar dan ikhlas terus mengajar ngaji demi menjaga semangat anak-anak dusun menjadi generasi Qur'ani.
Kita ingin tradisi ini terus hidup, dan anak-anak di pelosok Sulbar bisa belajar dengan mushaf yang layak.
Yuk, jadi bagian dari lahirnya penghafal Qur'an dari Sulawesi Barat dengan berwakaf. Salurkan melalui: wakafquran.org/SulawesiBarat (link di bio)