Indonesia Judicial Research Society - IJRS

Indonesia Judicial Research Society - IJRS IJRS bersifat independen dan profesional yang bergerak dalam bidang penelitian & advokasi

Indonesia Judicial Research Society (IJRS) adalah badan hukum yang berbentuk perkumpulan dan terdaftar di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Aditya Weriansyah, researcher of Indonesia Judicial Research Society (IJRS) was featured in an interview on the YouTube ...
15/07/2026

Aditya Weriansyah, researcher of Indonesia Judicial Research Society (IJRS) was featured in an interview on the YouTube channel -Division_Y, hosted by Jo Tein (Former of Head of the Division for Probation and Parole Services and Head of the Executive Department for Victim Protection at the Ministry of Justice of Schleswig-Holstein, Germany). In the interview, Aditya explored Indonesia's criminal justice reform agenda, the role of civil society organizations (NGOs), and and the development of probation and parole systems in Indonesia.

Watch the full interview via the following link: bit.ly/Probation-in-Indonesia

Pada 20-21 Mei 2026, Aisyah (Peneliti IJRS) mengikuti Pelatihan Fundraising dan Penulisan Proposal untuk Organisasi Masy...
02/07/2026

Pada 20-21 Mei 2026, Aisyah (Peneliti IJRS) mengikuti Pelatihan Fundraising dan Penulisan Proposal untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang diselenggarakan oleh Pojok Belajar CSO.

Tidak berhenti pada pelatihan, Aisyah kemudian membagikan dan mengembangkan kembali pengetahuan yang diperolehnya kepada anggota IJRS melalui sharing session pada 23 Juni 2026.

IJRS kembali menyelenggarakan sharing session internal pada Selasa, 2 Juni 2026. Sesi kali ini dipandu oleh Bunga (penel...
10/06/2026

IJRS kembali menyelenggarakan sharing session internal pada Selasa, 2 Juni 2026. Sesi kali ini dipandu oleh Bunga (peneliti IJRS) yang membawakan materi mengenai evaluasi dampak. Materi yang disampaikan merupakan pengembangan dari hasil pembelajaran Bunga saat mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh SMERU Research Institute pada tahun lalu. Melalui sesi ini, Bunga membagikan pemahaman dasar mengenai evaluasi dampak, mulai dari pengertian, tahapan pelaksanaan, hingga berbagai pendekatan yang dapat digunakan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian berbagi pengetahuan internal IJRS untuk mendorong pemerataan pengetahuan di internal organisasi.

Selamat Hari Raya Waisak. Semoga peringatan suci ini membawa kedamaian bagi kita semua.
31/05/2026

Selamat Hari Raya Waisak. Semoga peringatan suci ini membawa kedamaian bagi kita semua.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas internal dan memperluas pemahaman, IJRS menyelenggarakan sharing session ...
26/05/2026

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas internal dan memperluas pemahaman, IJRS menyelenggarakan sharing session internal mengenai mekanisme judicial review berdasarkan hasil workshop yang diikuti oleh Kak Siti Ismaya (peneliti IJRS).

Yuk simak liputan selengkapnya pada konten berikut ini!

Pada Selasa, 10 Maret 2026, IJRS kembali menghadirkan sesi sharing session internal sebagai upaya penguatan kapasitas da...
22/05/2026

Pada Selasa, 10 Maret 2026, IJRS kembali menghadirkan sesi sharing session internal sebagai upaya penguatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan di lingkungan organisasi. Pada kesempatan kali ini, sesi dipandu oleh asisten peneliti IJRS yaitu, Sidik Pramono.

Melalui sesi ini, Sidik membagikan refleksi tentang isu perempuan dalam putusan pengadilan. Materi ini merupakan hasil dari pembacaan disertasi .theodora yang berjudul “How are Indonesian Judges’ Attitudes Towards Women Reflected Through Their Judicial Discourse and Decision-Making?”.

Beberapa poin yang dibagikan antara lain:
Putusan pengadilan merupakan tindakan manusiawi seorang hakim yang dipengaruhi banyak faktor baik internal (emosi kognitif, nilai yang dipahami) dan eksternal (nilai sosial di masyarakat, habitus dan legal culture kelembagaan). Putusan pengadilan terhadap perempuan memiliki pola pemidanaan yang bervariasi yang dipengaruhi oleh keadaan khusus perkara, ekspektasi hakim atas perilaku yang dianggap pantas dengan standar hukum dan sosial-keagamaan.

Selama 15 tahun keterlibatan Indonesia dalam Open Government Partnership (OGP), agenda akses keadilan telah menjadi bagi...
20/05/2026

Selama 15 tahun keterlibatan Indonesia dalam Open Government Partnership (OGP), agenda akses keadilan telah menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang terbuka, inklusif, dan responsif.

Berbagai capaian telah dihasilkan, mulai dari perluasan akses bantuan hukum, akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas dalam proses peradilan, hingga dorongan terhadap pemulihan korban tindak pidana.

Namun, tantangan implementasi masih besar, seperti ketimpangan akses antarwilayah, terbatasnya cakupan penerima manfaat, serta belum optimalnya pelaksanaan restitusi dan pemulihan korban.

Untuk merefleksikan capaian tersebut sekaligus mendiskusikan arah penguatan komitmen ke depan, IJRS bersama Asosiasi LBH APIK Indonesia akan menyelenggarakan webinar bertajuk *“15 Tahun OGP: Refleksi dan Tantangan Akses Keadilan dalam Open Government Indonesia”.*

📌 CATAT JADWALNYA:
Hari, tanggal: Kamis, 21 Mei 2026
Waktu: 10.00 - 12.00 WIB
Tempat: Online via Zoom: bit.ly/IJRSOGWEEK

📢 IJRS hadir dalam rangkaian  !Plt. Direktur Eksekutif IJRS, Muhammad Rizaldi, mendapatkan kesempatan menjadi narasumber...
20/05/2026

📢 IJRS hadir dalam rangkaian !

Plt. Direktur Eksekutif IJRS, Muhammad Rizaldi, mendapatkan kesempatan menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Mobilizing 15 Years of Open Government for Systemic Change: Peluang, Tantangan, dan Masa Depan Digitalisasi Peradilan” yang diadakan pada Senin, 18 Mei 2026.

Diskusi ini akan membahas perkembangan digitalisasi peradilan, tantangan implementasi, hingga peluang kolaborasi untuk mendorong sistem peradilan yang lebih terbuka, akuntabel, dan inklusif di Indonesia. Beberapa poin pembahasan dalam diskusi tersebut diantaranya:
1. Mahkamah Agung (MA) menyampaikan bahwa transformasi digital di MA sudah dimulai sejak 2003 melalui cetak biru pembaruan peradilan dan telah menghasilkan beberapa inovasi seperti direktori putusan, e-court, e-berpadu, dll.

2. IJRS menyampaikan pentingnya transformasi digital di sektor peradilan tidak hanya mengubah dari manual menjadi digital, tapi juga harus menjawab kebutuhan warga (people centered justice). Selain itu, MA juga perlu bersinergi dengan platform dari K/L lain agar dapat membangun ekosistem digital yg lebih terintegrasi.

3. STHI Jentera menyampaikan pentingnya pemanfaatan AI dalam kerja-kerja peradilan di masa depan. Oleh karena itu, MA perlu menyiapkan data yg terstruktur agar dapat diolah menggunakan AI secara lebih akurat.

Tahukah kamu?1. Dana Abadi Pemulihan Korban Tindak Pidana adalah model pendanaan inovatif di luar APBN untuk mendukung p...
19/05/2026

Tahukah kamu?
1. Dana Abadi Pemulihan Korban Tindak Pidana adalah model pendanaan inovatif di luar APBN untuk mendukung program perlindungan dan pemulihan korban tindak pidana agar memperoleh pemulihan yang segera (prompt) memadai (adequate), efektif (effective) dan berkeadilan.
2. Dana Abadi Pemulihan Korban Tindak Pidana tidak hanya dirancang sebagai instrumen keuangan, melainkan juga sebagai instrumen kebijakan yang terhubung erat dengan asesmen, data, dan kualitas layanan kebutuhan pemulihan korban.
3. Melalui prinsip victim-centered justice dan tata kelola yang transparan dan akuntabel, Dana Abadi Pemulihan Korban Tindak Pidana menjadi fondasi baru bagi sistem pemulihan korban di Indonesia.
4. Peta Jalan Dana Abadi Pemulihan Korban Tindak Pidana dirancang sebagai transformasi bertahap untuk memastikan korban memperoleh pemulihan yang berkelanjutan.
5. Dana Abadi untuk Pemulihan Korban Tindak Pidana, selain mandat dari KUHAP yang baru, juga merupakan mandat dari UU Perlindungan Saksi dan Korban, yang baru saja disepakati DPR dan Pemerintah pada April 2026 lalu untuk disahkan.

Seperti apa arah peta jalan Dana Abadi Pemulihan Korban Tindak Pidana selengkapnya? Simak di bit.ly/Dana-Abadi-Korban

Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, Mohon maaf lahir dan batin.Semoga hari kemenangan ini membawa kedamaian bagi kita se...
21/03/2026

Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, Mohon maaf lahir dan batin.
Semoga hari kemenangan ini membawa kedamaian bagi kita semua dan menjadi sumber semangat baru untuk terus mengupayakan perlindungan, pemulihan, dan keadilan bagi masyarakat.

Address

Komplek Pertanian, Jalan Palapa Timur No. 6, RW. 5, Ps. Minggu, Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
South Jakarta
12520

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Indonesia Judicial Research Society - IJRS posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Indonesia Judicial Research Society - IJRS:

Shortcuts

Share