Rumah Sara

Call Directions Contact the organization

Rumah Sara Halaman Facebook Komunitas Rumah SARA

Hallo teman-teman Rumah Sara sehat selalu ya. Salam sayang ke kebun, salam ke tempat acara adat, ke tempat duka,  ke sek...
02/10/2026

Hallo teman-teman Rumah Sara sehat selalu ya. Salam sayang ke kebun, salam ke tempat acara adat, ke tempat duka, ke sekolah, ke segala tempat yang menjadi rumah.

Tiga hari lalu kami dihubungi oleh Pro 4 RRI Kupang untuk berbagi mengenai latar belakang penyematan sebuah tempat yang mengasosiasikan air, batu, kayu, peristiwa sejarah, atau nama tokoh di Banam (Amanuban).

Lalu, dalam riset kami (Komunitas Rumah Sara) di Nonomeo, Desa Napi, Kecamatan Kie, TTS menemukan beberapa hal menarik, bahwa sangat jarang ada nama tempat yang menyebut satu kata tunggal, namun menyebut beberapa kata dasar. Seperti halnya Nonomeo, diambil dari kata kerja Nono dan Meo. Adapula contoh lain seperti Kobenikis, diambil dari dua kata dasar yaitu Kobe (kata sifat) dan Nikis (nama pohon: trengguli). Maknanya bisa ditonton di link YouTube.

Bersama Presenter: Kaka Daten Radja Haba yang mengusung tema “Nama Tempat: Sumber Pengetahuan Sejarah Lokal di Amanuban” rupanya sangat mengena. Riset kami, tidak ada satu pun tempat yang diberi nama hanya untuk penanda atau naviga semata, melainkan melalui formulasi kosmologi alamiah yang sangat sarat dengan kearifan lokal Suku Atoni Meto.

Selebihnya tentang peran semua elemen, upaya konservasi, peta Rumah Sara, kegelisahan tetua adat, dst dapat ditonton langsung melalui tautan: https://www.youtube.com/live/V6Ulezr3Eaw?si=R2vCGNHQIX-fljTj

Terima kasih.

Shalom,Salam ke rumah. Semangat bagi marga/suku yang sedang tebas ladang, yang persiapan untuk acara pernikahan, acara a...
28/09/2026

Shalom,
Salam ke rumah. Semangat bagi marga/suku yang sedang tebas ladang, yang persiapan untuk acara pernikahan, acara adat, duka, dll.

Beberapa hari yang lalu, Rumah Sara di Napi, Kie, TTS menulis tentang air di kampung kami. Kami menulis tentang bagaimana Suku Atoni Meto memilih sebuah nama dari pohon, batu, atau peristiwa maupun bentuk geografis.

Salam ke kawan-kawan komunitas lain di dan luar Pah Meto.

Hallo teman-teman, salam ke kampung masing-masing, salam ke semua marga/fam/suku.Semoga teruslah sehat.Pekan kemarin, ka...
09/09/2026

Hallo teman-teman, salam ke kampung masing-masing, salam ke semua marga/fam/suku.
Semoga teruslah sehat.

Pekan kemarin, kami melanjutkan riset mengenai “Kuna La'at” di Nonomeo, Desa Napi, Kie. Kami menulis seputar ingatan masa kecil kami.

Rumah-rumah di Nonomeo, khususnya keluarga Sae yang berbatasan dengan Desa Falas pasti tidak asing dengan tunggul trengguli ini. Kami di Nonomeo bilang “tuklua ’nikis/niksa 'tuklua”.

Disini, kami bermain ayunan, naik ke pohon beringin, berburu burung, atau sekedar bersembunyi dan bermain.

Setelah dewasa kami jadi tahu, bahwa semua yang ada di kampung memiliki cerita, sejarah, bahkan peristiwa perang. Narasi lisan terus ada, namun anak-anak jarang menulis atau sekedar mencatatnya.

Jika orang tua dulu dapat menciptakan nama yang hidup sampai hari ini, maka kita juga bisa mewarisinya sebagai kekayaan bersama.

Salam hangat untuk teman-teman semua, dimanapun kamu berada. Teman, kita berbagi dulu mengenai aktivitas menenun ya.Masi...
11/08/2026

Salam hangat untuk teman-teman semua, dimanapun kamu berada. Teman, kita berbagi dulu mengenai aktivitas menenun ya.

Masih dapat melihat perempuan menenun? Masih dengar cerita tentang posisi perempuan dalam kontek budaya, khususnya aktivitas tenun? Apa kamu tahu, alasan perempuan sekarang (dominan) tidak bisa menenun? Mengapa pewarna alami perlahan digantikan oleh pewarna toko? Apa filosofi warna dan motif dalam kain tenun? Masihkah kamu tertarik membahas topik-topik seperti ini? Dst.

Apapun pertanyaan refleksinya, kita perlu dan sepantasnya tahu identitas kita, baik yang tinggal di kota apalagi di desa, yang bersekolah maupun yang tidak berkesempatan untuk sekolah, laki-laki dan perempuan, kita semua sama dalam kontek menjaga, merawat, menjalankan, dan mewarisi.

Semangat terus dan tetap saling support. Salam dari Rumah Sara di Amanuban.

Salam kasih ke rumah kawan-kawan, kakak, adik, dan semua marga/fam. Sehat selalu.Tema Tetus terus kami lakukan risetnya,...
08/08/2026

Salam kasih ke rumah kawan-kawan, kakak, adik, dan semua marga/fam. Sehat selalu.

Tema Tetus terus kami lakukan risetnya, kali ini bertempat di Oe Ua, sebuah tempat yang menghidupi manusia, hewan, dan tumbuhan.

Berlokasi di RT 11, RW 03, Dusun B, Desa Napi, Kecamatan Ki'e, TTS. Riset tentang Tetus tidak akan selesai.

Tidak semua hasil riset kami rincikan dalam gambar-gambar di bawah, namun satu temuan yang membuat kami sakit hati, yaitu Kepala Resort Kehutanan Kec. Ki'e tahun 1990-an adalah orang yang lancar melakukan perburuan liar di tanah ukayat. Miris!

Mari saling mendukung, memberi edukasi untuk menjaga, menghidupkan narasi budaya, dan identitas kita.

Salam dari Amanuban.

Salam sayang ke rumah, teman-teman Rumah Sara. Sehat dan sukses ya.Kami mengusung tema “Lanan Monit” mengenai riset-rise...
04/08/2026

Salam sayang ke rumah, teman-teman Rumah Sara. Sehat dan sukses ya.

Kami mengusung tema “Lanan Monit” mengenai riset-riset siklus hidup manusia, mulai dari kelahiran, pernikahan, kematian, dll. Tentang siklus manusia sejak keluar dari rahim ibunya sampai menutup usia secara adat dan budaya Suku Atoni di Amanuban.

Postingan kami di bawah ini adalah riset mengenai pernikahan, bisa saja berbeda dengan tempat-tempat lain. Data ini kami mewawancarai tokoh adat dan juga juru bicara (atonis) dalam berbagai ritual adat di Kabupaten Timor Tengah Selatan, namanya Bapak Marten Sae.

Masih banyak hal yang perlu dirincikan dalam setiap rangkaian adat, mulai dari “maka hinen nekaf ma tmamam tasbo'” sampai rangkaian terakhir yakni “kae/talan”.

Kami akan terus berupaya mengarsipkan hal-hal mengenai kampung kami, adat kami, bahasa, kebiasaan positif, dll untuk terus dijaga, dirawat, dan dihidupi oleh generasi-generasi yang akan datang.

Salam!💐

Bagaimana ketersediaan air di kampungnya teman-teman? Atau debitnya sangat banyak sampai terjadi banjir, longsor, dan be...
25/07/2026

Bagaimana ketersediaan air di kampungnya teman-teman? Atau debitnya sangat banyak sampai terjadi banjir, longsor, dan bencana alam lainnya? Bagaimana cara teman-teman merawat atau melakukan konservasi air jangka panjang? Jika terjadi bencana, apa yang teman-teman cegah dan/atau menyelesaikannya?

Berbicara mengenai air tidak akan habis-habis, Rumah Sara di Desa Napi, Kecamatan Ki’e berupaya menghidupkan dan mengarsipkan filosofi air, nama-nama air, sejarah, histori, dan pemanfaatannya.

Semoga kita semua bijaksana dalam hal konservasi air, mencegah bencana, memanfaatkan air dengan bijak.

Oya, beberapa nama yang kami tulis di slite kedua, kami sertakan nama agama Suku Atoni, sedangkan nama dalam kurung adalah nama setelah baptisan (setelah masuk Kristen).

Sejak dahulu kala, di semua tempat dan waktu telah lahir dan perkembangannya pengetahuan kemudian disebutnya sebagai ide...
20/07/2026

Sejak dahulu kala, di semua tempat dan waktu telah lahir dan perkembangannya pengetahuan kemudian disebutnya sebagai identitas diri, kelompok, maupun antar kelompok.

Pengetahuan ini sangat maju jika melihatnya dari sudut pandang pelaku itu sendiri, pelaku peristiwa, pelaku budaya, pelaku sejarah, dll.

Seringkali, standar ganda diterapkan dari luar daerah untuk mengerdilkan peradaban, identitas, dan kerja kolektif sebuah kelompok.

Per hari ini, kita masih bisa melihat kembali dan merawatnya dari warisan-warisan tutur, motif, makna warna, peninggalan batu-batu di kampung-kampung tua, dst.

Hampir setiap hari jurang yang memisahkan kita makin melebar, sebelahnya ada identitas sebagai jati diri kita, sebelahny...
16/07/2026

Hampir setiap hari jurang yang memisahkan kita makin melebar, sebelahnya ada identitas sebagai jati diri kita, sebelahnya adalah hasil produk perkembangan zaman.

Salah satu sifat dasar manusia adalah pemberontakan, ia ingin bebas, bebas memilih. Di titik inilah, mayoritas kita menjatuhkan pilihannya terhadap kuktur luar lalu perlahan meninggalkan identitas, budaya, dan bahasa.

Sangat banyak orang tidak memahami bahasa ibu, sejarah, budaya, pangan, dan budaya kolektif yang harus dimaknai sebagai sebuah kekayaan tiada batas. Seharusnya kita jiwai dan hidupkan.

Sejak 2021, kami hanya fokus pada literasi. Tahun ini, kami mewujudkan mimpi kami untuk aktif dalam riset-riset mengenai...
14/07/2026

Sejak 2021, kami hanya fokus pada literasi. Tahun ini, kami mewujudkan mimpi kami untuk aktif dalam riset-riset mengenai identitas Suku Atoni, khususnya di Desa Napi, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Address

Nonomeo, Desa Napi, Kec. Ki'e, Kab. Timor Tengah Selatan
Soe

Telephone

+6281933888057

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Sara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Rumah Sara:

Shortcuts

Share