02/10/2026
Hallo teman-teman Rumah Sara sehat selalu ya. Salam sayang ke kebun, salam ke tempat acara adat, ke tempat duka, ke sekolah, ke segala tempat yang menjadi rumah.
Tiga hari lalu kami dihubungi oleh Pro 4 RRI Kupang untuk berbagi mengenai latar belakang penyematan sebuah tempat yang mengasosiasikan air, batu, kayu, peristiwa sejarah, atau nama tokoh di Banam (Amanuban).
Lalu, dalam riset kami (Komunitas Rumah Sara) di Nonomeo, Desa Napi, Kecamatan Kie, TTS menemukan beberapa hal menarik, bahwa sangat jarang ada nama tempat yang menyebut satu kata tunggal, namun menyebut beberapa kata dasar. Seperti halnya Nonomeo, diambil dari kata kerja Nono dan Meo. Adapula contoh lain seperti Kobenikis, diambil dari dua kata dasar yaitu Kobe (kata sifat) dan Nikis (nama pohon: trengguli). Maknanya bisa ditonton di link YouTube.
Bersama Presenter: Kaka Daten Radja Haba yang mengusung tema “Nama Tempat: Sumber Pengetahuan Sejarah Lokal di Amanuban” rupanya sangat mengena. Riset kami, tidak ada satu pun tempat yang diberi nama hanya untuk penanda atau naviga semata, melainkan melalui formulasi kosmologi alamiah yang sangat sarat dengan kearifan lokal Suku Atoni Meto.
Selebihnya tentang peran semua elemen, upaya konservasi, peta Rumah Sara, kegelisahan tetua adat, dst dapat ditonton langsung melalui tautan: https://www.youtube.com/live/V6Ulezr3Eaw?si=R2vCGNHQIX-fljTj
Terima kasih.