24/04/2026
Tiga tahun berjalan, langkah kecil ini masih terus kami rawat. Sebuah usaha ngopi bareng namun tidak sering terlihat berkumpul, tetapi selalu menemukan cara untuk tetap bergerak, karena kami percaya, dampak besar tidak selalu lahir dari keramaian, melainkan dari konsistensi (semoga, aamiin). Dalam perjalanan ini, kami, SwaraOwa dengan Owa Coffee , Katamata dengan Kopi Codot, dan kami bersama K-Coffee .id , tiga inisiatif yang berangkat dari keresahan yang sama, yaitu bagaimana kopi bisa tumbuh selaras dengan alam, bukan menggantikannya.
Kali ini, kami mendapat kesempatan berharga untuk belajar dan berbagi bersama SwaraOwa, berdialog langsung dengan masyarakat Petungkriyono dan sekitarnya. Obrolan tentang kopi di bawah naungan bukan sekadar soal teknik budidaya, tetapi tentang cara pandang bahwa kebun kopi bisa menjadi ruang hidup bersama, bagi manusia, satwa luar, dan ekosistem hutan. Kami semakin sadar, kampanye kopi konservasi tidak akan pernah cukup jika hanya berhenti di media sosial (ya setidaknya ini yang paling mudah). Melainkan harus tumbuh dari tapak, dari petani, dari kebun, dari praktik sehari-hari yang perlahan membentuk ekosistem yang lebih lestari. Di sanalah harapan itu benar-benar berakar. Langkah ini mungkin masih kecil. Tapi selama terus berjalan, maka yakin usaha sampai.