04/07/2019
Bismillah
MAAFKAN SAJA, JANGAN BALAS CACI MAKI MEREKA
ODOL : One Day One Lesson, 27 / 2019
Oleh : Cahyadi Takariawan, Dewan Pembina LazisQu
Di zaman cyber saat ini, sangat banyak kita jumpai ketidakjelasan informasi. Saking mudahnya informasi didapatkan dan disebarkan, yang muncul justru banyak kesimpangsiuran.
Berita hoax, ujaran kebencian, kalimat tuduhan dan caci maki sangat mudah tersebar melalui aneka fitur dan media sosial. Suasana menjadi panas saat caci maki dibalas dengan caci maki, bahkan dengan balasan yang lebih keji lagi.
Hubungan sosial menjadi rusak, pertemanan menjadi bubar, persaudaraan bisa hancur, lantaran saling serang menyerang. Merasa harga diri direndahkan, merasa dihinakan, maka dibalas dengan pelecehan dan penghinaan p**a.
Mari kita simak kembali arahan Nabi mulia Saw dalam menyikapi keadaan seperti ini.
Suatu ketika beliau Saw memberikan nasehat kepada Jabir bin Sulaim Ra:
وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ
“Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.”
HR. Abu Dawud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih.
Subhanallah, sangat indah ajaran Islam dalam menjaga kebaikan hubungan sesama manusia, apalagi sesama muslim.
Tidak mudah untuk melaksanakan arahan Nabi Saw tersebut di zaman serba digital ini. Saat kita direndahkan, kita juga ingin membalas merendahkan. Saat kita dihina, kita juga ingin membalas menghina, dan begitu seterusnya.
Banyak manusia menjadi pendendam dan tak bisa memaafkan. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi semakin memudahkan untuk melampiaskan dendam.
Padahal Nabi Saw mengajarkan agar tidak membalas caci maki orang. Jika mereka mengejek dan menghina, itu urusan mereka dengan Allah. Kita tak perlu membalas dengan mengejek dan menghina p**a.
Saat kita tidak membalas ejekan orang, bukan berarti lemah dan tak bisa membalas. Justru itu menunjukkan kekuatan jiwa kita. Karena jika mau, kita juga bisa membalasnya.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah dalam kitab Syarh Riyadhis Shalihin menjelaskan:
“Hendaklah setiap orang memiliki sifat mudah memaafkan yang lain. Tidak semua isu yang sampai ke telinganya, ia terima mentah-mentah, lantas ia membenci orang yang menyuarakan isu yang tidak menyenangkan tersebut".
Lebih lanjut Syaikh Utsaimin menjelaskan, "Hendaklah setiap orang memiliki sifat pemaaf. Karena Allah sangat menyukai orang yang memiliki sifat mulia tersebut, yang mudah memaafkan yang lain. Lantaran itu, ia akan diberi ganjaran. Karena jika dibalas dengan saling mempermalukan dan menjatuhkan, pasti konflik yang terjadi tak kunjung usai. Permusuhan akan tetap terus ada. Jika malah dibalas dengan diam, maka rampunglah perselisihan yang sedang berkecamuk.”
Mari saling menjaga diri. Maafkan siapapun yang menghina dan mencaci maki pribadi kita. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang pemaaf. Jangan lupa, perbanyak sedekah untuk menggapai hidup yang lebih berkah.
Salurkan qurban dan sedekah anda melalui LAZISQU untuk berbagai aktivitas kebaikan yang sangat luas. Kirim donasi anda melalui Bank Syariah Mandiri 7224-7334-74 a.n. YAYASAN LAZISQU. Informasi LazisQu : +62895634610488. Web : www.lazisqu.or.id. Instagram : .