06/09/2025
Beberapa Sanggar Belajar dalam komunitas anak Sumbu Pakarti berusaha merespon cepat situasi kebangsaan saat ini. Berikut beberapa diantara mereka yang terdokumentasikan.
Sanggar SD Bopkri Wonosari 30082025
Kemarin dan hari ini kita semua melihat berita dan situasi di sekitar kita. Ada demonstrasi yang sedang terjadi, kita sudah mendengar atau melihatnya dari televisi, media sosial, atau cerita orang-orang di sekitar. Melihat hal tersebut kami mengajak anak-anak berdialog, supaya bisa memahami bersama-sama apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Pertama-tama, guru/fasilitator meminta anak-anak menceritakan: apa yang didengar, dilihat, atau dibaca tentang demonstrasi? Lalu, bagaimana perasaan anak-anak setelah mengetahuinya? Apakah merasa bingung, takut, marah, atau justru penasaran? Semua perasaan itu wajar dan boleh dibagikan.
Guru mendengarkan pendapat anak-anak dengan baik, karena suara anak-anak penting. Setelah itu, mengajak memikirkan bersama: apa arti keberanian yang damai? Apakah berani itu harus marah-marah dan menyakiti? Atau justru berani itu mampu menyuarakan pendapat dengan tenang tanpa melukai orang lain? Perlu diingat, kekerasan selalu merugikan. Bukan hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi diri sendiri dan masa depan bangsa.
Di tengah banyaknya informasi yang beredar, kita juga harus berhati-hati. Ada berita fakta yang benar, tetapi ada juga berita hoaks yang sengaja dibuat untuk menyesatkan atau memprovokasi. Anak-anak diajak untuk belajar memilah informasi, supaya tidak mudah terhasut.
Ingat bahwa demokrasi berarti hak untuk bersuara, bukan hak untuk melakukan kekerasan. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi cara menyampaikannya harus dengan bijak, damai, dan bertanggung jawab.
Sebagai penutup dialog ini, fasil mengajak menuliskan satu kalimat harapan untuk negeri Indonesia. Anak-anak menulis di kertas dengan kalimat: *“Aku ingin Indonesia…”* (dilanjutkan dengan harapan masing-masing).
Kertas itu bisa kita tempel di sekolah agar menjadi pengingat bersama, atau bisa juga dibawa pulang dan tempel di rumah, supaya setiap hari kita ingat harapan baik untuk Indonesia.