HMI UII

HMI UII Akun Resmi HMI Korkom UII Cabang Yogyakarta

03/01/2022

Part 2

Fullnya, masih yakin ga mau iyuran, wehehe

See You and ✌

30/11/2021

[Screening Test]

Manaaaa likeeeenyaaa nichhh

SEMOGA TIDAK BERCANDA LAGI---Dan juga lebih penting, semoga ALLAH meridhoi Kongres HMI ###I di Surabaya
21/02/2021

SEMOGA TIDAK BERCANDA LAGI
---
Dan juga lebih penting, semoga ALLAH meridhoi Kongres HMI ###I di Surabaya

KEMISKINAN YANG MENYEDIHKANSecara definisi yang tidak mutlak, cinta adalah perasaan senang terhadap "sesuatu", yang meng...
03/01/2021

KEMISKINAN YANG MENYEDIHKAN

Secara definisi yang tidak mutlak, cinta adalah perasaan senang terhadap "sesuatu", yang menghasilkan dampak dorongan berbuat positif, demi kepentingan "sesuatu" tersebut, tanpa berharap imbal balik (Prawiranegara, 2011: 37)

Allah SWT memberi kita pengetahuan bahwa ni'mat yang kita terima dari Nya, dapat berupa ni'mat lahiriah (material) dan ni'mat batiniyah (spiritual). Dalam konteks ni'mat batiniyah, CINTA dan KEADILAN adalah yang paling fundamen dan asasi bagi manusia.

Kemudian, ni'mat lahiriah itu dapat digunakan sebagai instrumen/alat untuk menimbulkan atau mewujudkan perasaan cinta. Akan tetapi, cinta tetap lebih tinggi derajatnya suatu wujud material apapun.

Ketika disebut cinta sebagai suatu perasaan senang atau bahagia yang positif, maka cinta identik dengan sifat-sifat ketuhanan yakni kasih dan sayang (rahman dan rahim). Artinya, implikasi cinta dalam bentuk batiniyah, adalah rahman dan rahim tsb.

Tetapi, mungkin masih ada falsafah dari beberapa kelompok bahwa kemiskinan adalah sumber kejahatan. Faktanya, tidak hanya orang miskin yang berbuat jahat, orang kaya pun juga demikian (lihat: koruptor di kalangan pejabat tinggi). Disini kita melihat, bukan kemiskinan yang melahirkan kejahatan, akan tetapi hawa nafsu dan keserakahan.

Bila ditarik dari nalar diatas, cinta adalah prasyarat demi terciptanya keadilan. Oleh karenanya, keadaan miskin yang paling menyedihkan, paling hina dina, adalah bukan kita tidak memiliki harta, tahta atau ta ta yang lain. Tetapi, miskin yang paling menyedihkan adalah ketika kita MISKIN AKAN CINTA, yang barangkali menjadi sebab kesengasaraan kehidupan manusia.
---

HATI NURANI---Definisi hati nurani adalah saksi tetap, akan semua moralitas perilaku kita. Hati nurani juga, ada pada ti...
02/01/2021

HATI NURANI
---
Definisi hati nurani adalah saksi tetap, akan semua moralitas perilaku kita. Hati nurani juga, ada pada tiap-tiap diri manusia. Disisi lain, hati nurani juga sering dijadikan dalih perbuatan jahat. Hati nurani bukanlah sesuatu yang selalu benar. Maka dari itu, hati nurani tidak bisa selalu diikuti keputusannya, dalam setiap tindak-tanduk kehidupan kita.

Hanya hati nurani yang terdidik, yang sering dapat kita ikuti keputusannya. Beberapa hasil dari pendidikan moral dan pendidikan formal kita, menghasilkan tipologi hati nurani, yaitu:
1. Ada yang halus dan tajam
2. Ada yang longgar, dan kurang teliti
3. Ada yang tumpul sama sekali

Jika dalam perjalanan pendidikannya, mereka yang mengkalim dirinya sebagai kaum terdidik dan tercerahkan itu, hati nuraninya tumpul sama sekali. Maka, itu adalah indikasi bahwa pendidikannya masuk dalam kategori gagal total.
---
Disadur dari karya: Prof. Kess Bertens dkk, Peng. Filsafat hlm 231
---

--- SERIAL JUM'ATPada era Khalifah Ustman bin Affan R.A, ketika Madinah berkembang menjadi peradaban kota yang besar, ad...
01/01/2021

--- SERIAL JUM'AT

Pada era Khalifah Ustman bin Affan R.A, ketika Madinah berkembang menjadi peradaban kota yang besar, adzan sholat Jum'at satu kali dirasa tidak cukup. Maka dari itu, untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa sholat akan dimulai, Khalifah memerintahkan untuk adzan satu kali lagi. Sehingga, berkembanglah sampai sekarang, adzan Jum'at sebanyak 2 kali.
---
Disadur dari karya: Prof. Dr. Nurcholish Madjid (Cak Nur), Pesan-Pesan Taqwa hlm. 1-2
---

--- INTROSPEKSI, REFLEKSI DAN EVALUASI AKHIR TAHUN 2020Setiap tahun baru Masehi, sebagian besar umat manusia mungkin mer...
30/12/2020

--- INTROSPEKSI, REFLEKSI DAN EVALUASI AKHIR TAHUN 2020

Setiap tahun baru Masehi, sebagian besar umat manusia mungkin merumuskan planning-planning mereka. Dengan akal budi yang ada padanya, umat manusia dapat merasionalkan perhitungan-perhitungan mereka sehingga melahirkan optimisme dalam kehidupan mereka.

Mungkin kita adalah bagian dari fenomena ini. Bagi yang tidak mengalami kesenjangan antara ekspektasi dan realitanya, mereka akan sangat bahagia, bersyukur atau bahkan lupa dengan Sang Pencipta. Bagi yang sebalilnya, barangkali mereka bisa cukup lapang dada, terus berupaya atau bahkan membenci Sang Pencipta.

Namun, dari segenap kecerdasan kita, kemampuan kita, pengalama kita, capaian kita maupun kegagalan kita sepanjang tahun 2020, adalah laboratorium pembelajaran terbesar yang dihadiahkan Allah SWT kepada kita. Berkat riset dari laboratorium sejarah 2020 bagi diri masing-masing, kita dapat menyimpulkan bahwa hidup di dunia ini belum selesai, perjuangan masih panjang, gagal bukanlah akhir, sukses bukan pemberhentian, pembelajaran terus bergulir. Kadang naik, kadang juga turun. Kadang kita disambut, kadang juga diacuhkan bak knalpot butut. Hari ini ada teman-teman ramai berkumpul di kosan, besok kita sendiri lagi. Kemarin bersinar, sekarang sekarang pudar. Dan segala kontradiksi kehidupan ini, selalu ada dalam setiap jengkal hidup kita. Namun, ada satu hal yang tak berubah sama sekali. Dia adalah substansi, awal dan akhir segala realitas ini. Dia adalah Allah SWT. Sang Tuhan, Sang Sumber, Sang Pencipta dan Sang-Sang yang melekat pada-Nya.

Maka, sia-sia dan toxic sekali, jika di tahun 2021 nanti, segala langkah, planning kita dsb, tidak diorientasikan kepada Zat yang konsisten. Tidak mengecewakan. Tidak kontradiktif. Yakni, dengan cara meniatkan hidup ini hanya untuk 2 hal, mengabdi kepadanya dan menjadi representasi-Nya di muka bumi, agar bumi ini senantiasa diwarnai keadilan dan kesejahteraan diatas jalan ridho-Nya.

YAKIN | USAHA | SAMPAI
---

--- INTROSPEKSI, REFLEKSI DAN EVALUASI AKHIR TAHUN 2020Setiap tahun baru Masehi, sebagian besar umat manusia mungkin mer...
30/12/2020

--- INTROSPEKSI, REFLEKSI DAN EVALUASI AKHIR TAHUN 2020

Setiap tahun baru Masehi, sebagian besar umat manusia mungkin merumuskan planning-planning mereka. Dengan akal budi yang ada padanya, umat manusia dapat merasionalkan perhitungan-perhitungan mereka sehingga melahirkan optimisme dalam kehidupan mereka.

Mungkin kita adalah bagian dari fenomena ini. Bagi yang tidak mengalami kesenjangan antara ekspektasi dan realitanya, mereka akan sangat bahagia, bersyukur atau bahkan lupa dengan Sang Pencipta. Bagi yang sebalilnya, barangkali mereka bisa cukup lapang dada, terus berupaya atau bahkan membenci Sang Pencipta.

Namun, dari segenap kecerdasan kita, kemampuan kita, pengalama kita, capaian kita maupun kegagalan kita selama sepanjang tahun 2020, adalah laboratorium pembelajaran terbesar yang dihadiahkan Allah SWT kepada kita. Berkat riset dari laboratorium sejarah 2020 bagi diri masing-masing, kita dapat menyimpulkan bahwa hidup di dunia ini belum selesai, perjuangan masih panjang, gagal bukanlah akhir, sukses bukan pemberhentian, pembelajaran terus bergulir. Kadang naik, kadang juga turun. Kadang kita disambut, kadang juga diacuhkan bak knalpot butut. Hari ini ada teman-teman ramai berkumpul di kosan, besok kita sendiri lagi. Kemarin bersinar, sekarang sekarang pudar. Dan segala kontradiksi kehidupan ini, selalu ada dalam setiap jengkal hidup kita. Namun, ada satu hal yang tak berubah sama sekali. Dia adalah substansi, awal dan akhir segala realitas ini. Dia adalah Allah SWT. Sang Tuhan, Sang Sumber, Sang Pencipta dan Sang-Sang yang melekat pada-Nya.

Maka, sia-sia dan toxic sekali, jika di tahun 2021 nanti, segala langkah, planning kita dsb, tidak diorientasikan kepada Zat yang konsisten. Tidak mengecewakan. Tidak kontradiktif. Yakni, dengan cara meniatkan hidup ini hanya untuk 2 hal, mengabdi kepadanya dan menjadi representasi-Nya di muka bumi, agar bumi ini senantiasa diwarnai keadilan dan kesejahteraan diatas jalan ridho-Nya.

YAKIN | USAHA | SAMPAI
---

17/09/2020

KOHATI adalah tiang himpunan, KAHMI adalah atap himpunan.---Jayalah selalu---
17/09/2020

KOHATI adalah tiang himpunan, KAHMI adalah atap himpunan.
---
Jayalah selalu
---

Address

Jalan Kaliurang KM 14, 5
Sleman

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HMI UII posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share