06/10/2026
"Golek uceng kelangan dheleg."
Peribahasa Jawa ini jadi pembuka kajian malam itu, mengejar yang kecil, kehilangan yang besar. Begitulah gambaran orang yang begitu semangat memburu amalan sunnah, sampai alpa pada kewajiban yang jauh lebih utama di hadapannya.
Kisah Juraij menjadi pelajaran yang disampaikan. Seorang ahli ibadah yang memilih melanjutkan shalat sunnahnya ketika sang ibu memanggil hingga tiga kali, sampai sang ibu murka dan mendoakan keburukan untuknya. Doa itu terkabul, Juraij difitnah berzina oleh seorang pelacur dan hampir dihukum massa, sebelum Allah menyelamatkannya lewat kesaksian sang bayi yang baru lahir. Juraij pun sadar, semua itu buah dari doa ibunya dan kekeliruannya sendiri yang mendahulukan sunnah di atas kewajiban menjawab panggilan ibu. Kisah ini diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Rasulullah ﷺ (HR. Bukhari no. 3436, Muslim no. 2550)
Menjawab panggilan orang tua dan berbakti kepada mereka berstatus wajib, sementara shalat sunnah tetap sunnah. Keliru dalam beragama sering kali bukan soal kurangnya semangat ibadah, melainkan belum pahamnya mana yang harus didahulukan. Di sinilah ilmu menempati posisi penting, melapisi setiap langkah amal agar tidak salah arah.
"Keutamaan orang berilmu di atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang." (HR. Abu Dawud)
Semoga Allah menganugerahkan kita ilmu yang mendalam, agar setiap amal yang kita kerjakan berjalan di atas pemahaman yang benar. Aamiin.
Barakallahu fiikum,
Masjid Pogung Dalangan