Kerajaan TUMAPEL - Singasari

Kerajaan TUMAPEL - Singasari Kerajaan Hindu/Budha di Jawa Timur pada th.1222-1292 yang beribukota di Singasari.
=> https://www.facebook.com/dahanapura Versi Kitab Pararaton adalah:
1.
(5)

Kerajaan TUMAPEL - Singasari

Atau sering p**a ditulis Singhasari atau Singosari, adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari, Malang. Berdasarkan prasasti Kudadu, nama resmi Kerajaan Singasari yang sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Menurut Nagarakretagama, ketika pertama kali didirikan t

ahun 1222, ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja. Nama Tumapel juga muncul dalam kronik Cina dari Dinasti Yuan dengan ejaan Tu-ma-pan. Pada tahun 1253, Raja Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanagara sebagai "yuwaraja" dan mengganti nama ibu kota menjadi Singasari. Nama Singasari yang merupakan nama ibu kota kemudian justru lebih terkenal daripada nama Tumapel. Maka, Kerajaan Tumapel pun terkenal p**a dengan nama Kerajaan Sin

Menurut Kitab Pararaton, Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kediri. Yang menjabat sebagai akuwu (setara camat) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Ia mati dibunuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok, yang kemudian menjadi akuwu baru. Ken Arok juga mengawini istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. Ken Arok kemudian berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kerajaan Kediri. Pada tahun 1254 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kerajaan Kediri melawan kaum brahmana. Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi raja pertama Tumapel bergelar "Sri Rajasa Sang Amurwabhumi". Perang melawan Kerajaan Kediri meletus di desa Ganter yang dimenangkan oleh pihak Tumapel. Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama untuk pendirian Kerajaan Tumapel, namun tidak menyebutkan adanya nama Ken Arok. Dalam naskah itu, pendiri kerajaan Tumapel bernama "Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra" yang berhasil mengalahkan Kertajaya raja Kerajaan Kediri. Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255, menyebutkan kalau pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa. Mungkin nama ini adalah gelar anumerta dari Ranggah Rajasa, karena dalam Nagarakretagama arwah pendiri kerajaan Tumapel tersebut dipuja sebagai Siwa. Selain itu, Kitab Pararaton juga menyebutkan bahwa, sebelum maju perang melawan Kerajaan Kediri, Ken Arok lebih dulu menggunakan julukan "Bhatara Siwa". Ken Arok lalu mendirikan Wangsa Rajasa. Keluarga kerajaan ini menjadi penguasa Kerajaaan Singasari, dan berlanjut pada Kerajaan Majapahit. Terdapat perbedaan antara Kitab Pararaton dan Kitab Nagarakretagama dalam menyebutkan urutan raja-raja Singhasari. Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222 - 1247)
2. Anusapati (1247 - 1249)
3. Tohjaya (1249 - 1250)
4. Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250 - 1272)
5. Kertanagara (1272 - 1292)

Versi Kitab Nagarakretagama adalah:
1. Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222 - 1227)
2. Anusapati (1227 - 1248)
3. Wisnuwardhana (1248 - 1254)
4. Kertanagara (1254 - 1292)

Kisah suksesi raja-raja Tumapel versi Kitab Pararaton diwarnai pertumpahan darah yang dilatari balas dendam. Ken Arok mati dibunuh Anusapati (anak tirinya). Anusapati mati dibunuh Tohjaya (anak Ken Arok dari selir). Tohjaya mati akibat pemberontakan Ranggawuni (anak Anusapati). Hanya Ranggawuni yang digantikan Kertanagara (putranya) brlabgsung secara damai. Sementara itu versi Kitab Nagarakretagama tidak menyebutkan adanya pembunuhan antara raja pengganti terhadap raja sebelumnya. Hal ini dapat dimaklumi karena Kitab Nagarakretagama adalah kitab pujian untuk Hayam Wuruk raja Majapahit. Peristiwa berdarah yang menimpa leluhur Hayam Wuruk tersebut dianggap sebagai aib. Di antara para raja di atas hanya Wisnuwardhana dan Kertanagara saja yang didapati menerbitkan prasasti sebagai bukti kesejarahan mereka. Dalam Prasasti Mula Malurung (yang dikeluarkan Kertanagara atas perintah Wisnuwardhana) ternyata menyebut Tohjaya sebagai raja Kediri, bukan raja Tumapel. Hal ini memperkuat kebenaran berita dalam Kitab Nagarakretagama. Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Kertanagara tahun 1255 selaku "raja bawahan" di Kediri. Dengan demikian, pemberitaan kalau Kertanagara naik takhta tahun 1254 dapat diperdebatkan. Kemungkinannya adalah bahwa Kertanagara menjadi raja muda di Kediri dahulu, baru pada tahun 1268 ia bertakhta di Singasari. Penemuan prasasti Mula Malurung memberikan pandangan lain yang berbeda dengan versi Kitab Pararaton yang selama ini dikenal berisi mengenai sejarah Tumapel. Kerajaan Tumapel disebutkan didirikan oleh Rajasa yang dijuluki "Bhatara Siwa", setelah menaklukkan Kerajaan Kediri. Sepeninggalnya, kerajaan terpecah menjadi dua, Tumapel dipimpin Anusapati sedangkan Kediri dipimpin Bhatara Parameswara (alias Mahisa Wonga Teleng). Parameswara digantikan oleh Guningbhaya, kemudian Tohjaya. Sementara itu, Anusapati digantikan oleh "Seminingrat" yang bergelar Wisnuwardhana. Prasasti Mula Malurung juga menyebutkan bahwa sepeninggal Tohjaya, Kerajaan Tumapel dan Kerajaan Kediri dipersatukan kembali oleh Seminingrat. Kediri kemudian menjadi "kerajaan bawahan" yang dipimpin oleh putranya, yaitu Kertanagara. Kitab Pararaton dan Kitab Nagarakretagama menyebutkan adanya pemerintahan bersama antara Wisnuwardhana dan Narasingamurti. Dalam Pararaton disebutkan nama asli Narasingamurti adalah Mahisa Campaka. Apabila kisah kudeta berdarah dalam Kitab Pararaton benar-benar terjadi, maka dapat dipahami maksud dari pemerintahan bersama ini adalah suatu upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok yang bersaing. Wisnuwardhana merupakan cucu Tunggul Ametung sedangkan Narasingamurti adalah cucu Ken Arok. Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Kerajaan Singasari (1272 - 1292). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan "Ekspedisi Pamalayu" untuk menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. Saat itu penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya (kelanjutan dari Kerajaan Malayu). Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan, dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa yang dari Kertanagara, sebagai tanda persahabatan kedua negara. Dan pada tahun 1284, Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkan Bali. Tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Kerajaan Singasari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Namun permintaan itu ditolak tegas oleh Kertanagara, bahkan konon Kertanegara melecehkan utusan dari Mongol dengan meludahi dan memotong salah satu telinganya. Kitab Nagarakretagama menyebutkan daerah-daerah bawahan Kerajaan Singasari di luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain: Melayu, Bali, Pahang, Gurun, dan Bakulapura. Kerajaan Singasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa hingga akhirnya mengalami keropos/lemah di bagian dalam. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelanggelang, yang merupakan sepupu, sekaligus ipar, sekaligus besan dari Kertanagara sendiri. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh. Setelah runtuhnya Singasari, Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kediri. Riwayat Kerajaan Tumapel - Singasari pun berakhir. Kitab Pararaton, Kitab Nagarakretagama, dan Prasasti Kudadu, mengisahkan Raden Wijaya cucu Narasingamurti yang menjadi menantu Kertanagara lolos dari maut. Berkat bantuan Aria Wiraraja (penentang politik Kertanagara dari Sumenep - Madura), ia kemudian diampuni oleh Jayakatwang dan diberi hak mendirikan desa Majapahit. Pada tahun 1293 datang pasukan Mongol yang dipimpin "Ike Mese" untuk menaklukkan Jawa. Mereka dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengalahkan Jayakatwang di Kadiri. Setelah Kerajaan Kediri runtuh, Raden Wijaya dengan siasat cerdik ganti mengusir tentara Mongol keluar dari tanah Jawa. Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit sebagai kelanjutan Kerajaan Singasari, dan menyatakan dirinya sebagai anggota Wangsa Rajasa, yaitu dinasti yang didirikan oleh Ken Arok.

Address

Singosari
Singosari
65153

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kerajaan TUMAPEL - Singasari posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share