24/02/2026
I Goesti Bagoes Soerja sebagai Punggawa Buleleng menjabat sejak 1915 - 1922, beliau sangat mencintai seni oleh sebab itu di zaman beliau memerintah Tabuh Gong Kebyar lahir dan menjadi Populer sebagai kesenian khas Boeleleng.
Tatanan Desa Adat Buleleng mulai di tata kembali, Upacara-upacara di Pura Kayangan Tiga mulai di tata ulang kembali dengan berpatokan pada "Sima Boeleleng" ,, mengangkat dan mewisuda Krama Tridatu yang berfungsi sebagai penyambung informasi adat istiadat yg sudah di putuskan bersama (Puri) kepada seluruh lapisan masyarakat Boeleleng.
I Goesti Bagoes Soeria wafat dan di pelebon dengan upacara besar tahun 1922 di Puri Kanginan Buleleng.