13/01/2025
-JERO GEDE- Dalam kehidupan masyarakat Bali istilah “Jero Gede” adalah sebuah sebutan yang sudah tak asing lagi di telinga. Hampir di setiap wilayah di pulau dewata ini memiliki berbagai macam interpretasi terkait nama dan istilah tersebut. Namun dari sekian pengertian yang ada, seluruhnya adalah bentuk pemberian gelar kehormatan kepada aspek yang dimaksud. Secara harfiah “jero” berarti yang dihormati dan “gede berarti besar, berarti agung, berarti terhormat, dan masih banyak lagi. Di beberapa tempat, Jero Gede diartikan sebagai seorang pemuka, pemimpin, panutan, dan pengayom suatu wilayah Sehingga sebutan ini dapat ditujukan kepada seorang pemimpin adat. Seorang Jero Gede dianggap berada dalam hirearki tertinggi dalam tatanan adat dan kehidupan masyarakat. Namun definisi lain hadir dari wilayah Bali bagian Utara tepatnya di Kabupaten Buleleng, sebutan “Jero Gede” mengacu pada ranah spritual atau yang kerap disebut niskala . Istilah ini diberikan kepada sebuah pelinggih atau bangunan suci yang dianggap sebagai penjaga sebuah tempat maupun pekarangan rumah. Menurut pustaka suci Lontar Asta Kosala-Kosali dan Lontar Asta Bhumi, setiap rumah masyarakat Bali wajib memilki sebuah “palinggih panunggun karang” yang oleh masyarakat setempat diberikan gelar “Jero Gede” Lebih lanjut diuraikan, apabila sang penghuni rumah eling dan bakti kepada “Jero Gede” yang dalam hal ini dimaksudkan pada “Jero Gede Panunggun Karang” maka rumah berserta isinya akan mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan sebab beliau memiliki wewenang untuk menolak atau bahkan mengizinkan hal-hal negatif untuk masuk kedalam rumah. Sebaliknya, jika penghuni rumah lalai, atau langgana akan keberadaan “Jero Gede” maka bahayalah akan menimpa rumah itu beserta penghuninya. Berdasarkan uraian diatas pada hakikatnya "Jero Gede" menjadi lambang dari kedalaman spiritual dan peran sentral yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia gaib, menjaga kelestarian nilai-nilai luhur yang terpatri dalam setiap jengkal tanah Bali.Coming soon