13/07/2026
"Karomah Rabiโatul โAdawiyah dan Pencuri di Rumahnya"
Terdapat sebuah kisah menarik yang masyhur dalam literatur tasawuf tentang karomah Rabiโatul โAdawiyah rahimahullah, seorang wali Allah yang dikenal karena kezuhudan, ketulusan cinta, dan ketekunannya dalam beribadah kepada Allah Ta'ala.
Rabiโatul โAdawiyah menghabiskan malam-malamnya dengan shalat, munajat, dan dzikir yang panjang. Suatu malam, karena kelelahan yang luar biasa setelah lama beribadah, tubuhnya terasa sangat lemah. Ia pun terjatuh dan tertidur di tempat ibadahnya.
Karena tertidur dalam keadaan sangat lelah, Rabiโah tidak menyadari bahwa tikar kasar yang digunakannya menusuk matanya hingga mengeluarkan darah. Namun ia tetap terlelap, seolah dunia telah sirna dari perhatiannya.
Pada saat itulah, seorang pencuri masuk ke rumah Rabiโatul โAdawiyah. Ia berharap menemukan barang berharga di rumah seorang perempuan yang terkenal namanya itu. Di tengah pencariannya, pandangannya tertuju pada sebuah selendang antik milik Rabiโah yang tampak bernilai. Tanpa ragu, ia pun mengambil selendang tersebut dan bergegas menuju pintu keluar.
Namun betapa terkejutnya pencuri itu. Pintu yang tadi ia lewati untuk masuk, kini tidak terlihat sama sekali.
Kebingungan dan ketakutan mulai menyelimuti hatinya. Akhirnya, ia meletakkan kembali selendang itu ke tempat semula. Ajaibnya, setelah selendang itu diletakkan, pintu pun kembali terlihat terbuka.
Merasa heran, pencuri itu kembali mencoba peruntungannya. Ia mengambil lagi selendang tersebut dan berusaha keluar. Namun kejadian yang sama terulang. Pintu itu kembali menghilang.
Setiap kali ia mengambil selendang Rabiโatul โAdawiyah, pintu keluar menghilang. Dan setiap kali ia mengembalikannya, pintu itu kembali tampak jelas.
Peristiwa itu tidak terjadi sekali atau dua kali. Melainkan berulang hingga tujuh puluh kali.
Akhirnya, terdengarlah sebuah suara dari sudut tempat ibadah Rabiโatul โAdawiyah yang berkata:
โWahai laki-laki, sampai kapan engkau akan menyusahkan dirimu sendiri? Sesungguhnya perempuan ini telah menyerahkan dirinya kepada Kami sejak bertahun-tahun yang lalu.โ
Suara itu melanjutkan:
โJangankan engkau, wahai pencuri. Bahkan Iblis pun tidak memiliki keberanian untuk mendekati Rabiโatul โAdawiyah. Maka berhentilah membuat dirimu lelah. Ketahuilah, jika seorang kekasih sedang tertidur, maka kekasihnya yang lain akan senantiasa menjaga dan melindunginya.โ
Mendengar hal itu, pencuri tersebut pun gemetar ketakutan. Ia meninggalkan rumah Rabiโatul โAdawiyah tanpa membawa apa pun, dengan hati yang penuh penyesalan.
Kisah ini disebutkan dalam kitab Tadzkiratul Auliyaโ karya Fariduddin al-โAthar, sebagai salah satu karomah Rabiโatul โAdawiyah โbukti penjagaan Allah Ta'ala terhadap hamba-Nya yang ikhlas, mencintai-Nya sepenuh jiwa, dan menyerahkan hidupnya hanya untuk-Nya. Wallฤhu a'lam
ุงูููููู
ูู ุตูููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ููุนูููู ุขูู ุณููููุฏูููุง ู
ูุญูู
ููุฏู
_______
Download Aplikasi Pejalan Ruhani: https://pejalanruhani.com/app
iOS/Browser: https://pejalanruhani.com/
Semoga bermanfaat ๐