Yayasan Ar Roudhoh

Yayasan Ar Roudhoh Yayasan Ar Roudhoh Bergerak dalam Bidang Pendidikan Dakwah Islam dan Pemberdayaan Yatim & Dhu'afa

Yayasan Ar Roudhoh bergerak dalam bidang pendidikan dan dakwah islam hal ini sudah dijalankan melalui TPQ dan Madrasah Diniyah dengan santri lebih dari 150 santri. serta kegiatan majelis ta'lim 2 kali seminggu


Yayasan Ar Roudhoh juga menjalankan program pemberdayaan anak yatim dan dhu'afa melalui program santunan

Khitanan massal ceria kolaborasi antara Yayasan Nurul Hayat, Yayasan Ar Roudhoh, NU & Muslimat ranting Tambak Kemerakan,...
24/01/2023

Khitanan massal ceria kolaborasi antara Yayasan Nurul Hayat, Yayasan Ar Roudhoh, NU & Muslimat ranting Tambak Kemerakan, KOmunitas KOC Krian.. yang telah dilaksanakan tanggal 15 Januari 2023 dengan diikuti 100 peserta khitan, semoga membawa berkah dan manfaat untuk semuanya

Sekarang sedekah jadi lebih mudah...bisa pake gopay ovo dana jenius shopeepay Linkaja dll..tinggal scan QRIS Ar Roudhoh ...
25/03/2021

Sekarang sedekah jadi lebih mudah...bisa pake gopay ovo dana jenius shopeepay Linkaja dll..tinggal scan QRIS Ar Roudhoh dan masukkan nominal sedekah anda.

Jumat berkah

06/10/2020

Jika teman teman ingin berbagi kelebihan rezeki untuk anak yatim dan dhuafa..atau ingin Investasi untuk kehidupan akhirat...temen2 bisa menyalurkannya pada Yayasan Ar Roudhoh..melewati Program Wakaf Ponpes Ar Roudhoh.. atau Program santunan yg lain.

Langsung bisa donasi online di

Santunan yatim piatu di Yayasan Ar Roudhoh dilanjut Hubbun Nabi..pembacaan sholawat dan Kajian kitab Adabul alim wal mut...
23/09/2018

Santunan yatim piatu di Yayasan Ar Roudhoh dilanjut Hubbun Nabi..pembacaan sholawat dan Kajian kitab Adabul alim wal mutaalim

Program Sahaya ( santunan hari raya ) Yayasan ar roudhoh 2 juli 2016
05/07/2016

Program Sahaya ( santunan hari raya ) Yayasan ar roudhoh 2 juli 2016

Berbagi kebahagiaan bersama yatim dan dhuafa, 2 Juli 2016
05/07/2016

Berbagi kebahagiaan bersama yatim dan dhuafa, 2 Juli 2016

12/04/2016

Sebuah Artikel yang sangat bermanfaat untuk menuju ketenangan, kedamaian, keikhlasan atas segala sesuatu.. salahsatu jalannya bisa melalui meditasi atau ada juga yg menyebut tafakur dan berbagai nama lain, namun dengan tujuan sama.

Meditasi Hening, Perjalanan Menuju Alam Suwung

Oleh : Billy Soemawisastra

Bila dalam meditasi itu Anda sudah tidak merasakan lagi kegelisahan, kekhawatiran, sakit hati, iri dan dengki, dan batin hanya dipenuhi dengan rasa terima kasih dan kepasrahan total kepada Tuhan, berarti Anda sudah sampai di dekat alam hening. Bila kondisi ini dapat Anda pelihara secara konstan, hanya dalam beberapa detik lagi Anda bisa sampai di alam hening, atau alam suwung.

Banyak orang yang mengklaim dirinya sebagai penemu Meditasi Hening. Tetapi sepanjang pengetahuan saya, Meditasi Hening ini pertama kali diperkenalkan oleh guru saya: Bapak Suratno Dharmo Harintha, pada sekitar tahun 1980-an. Meditasi Hening adalah suatu meditasi yang menggunakan metode dekonsentrasi. Dalam arti, Anda tidak perlu memusatkan pikiran ke suatu titik atau obyek tertentu ketika bermeditasi. Hanya saja, pikiran Anda tidak boleh dibiarkan menerawang atau mengembara ke berbagai tempat dan waktu, tetapi harus dialihkan secara bersangsur-angsur ke tempat dan waktu Anda bermeditasi.

Meditasi Hening, memang bukan satu-satunya meditasi yang menggunakan metode dekonsentrasi. Meditasi Reiki, Zen, Yoga, juga merupakan meditasi dekonsentrasi. Tetapi tidaklah berlebihan kiranya, jika dikatakan bahwa Meditasi Hening yang diperkenalkan laki-laki asal Wonogiri ini, merupakan meditasi yang paling sederhana tata-caranya. Anda tidak perlu duduk bersila dengan melipat kedua kaki Anda ketika bermeditasi. Anda juga tidak perlu menyilangkan tangan di dada dengan posisi tubuh yang tegak dan punggung lurus. Anda cukup duduk di kursi dengan posisi sesantai mungkin.

Mengapa disebut Meditasi Hening? Karena “terminal terakhir” dari perjalanan meditasi yang diajarkan Pak Harintha, Sang Guru, adalah Alam Hening. Bila Anda bermeditasi bersama Pak Harintha, dalam posisi duduk di kursi atau sofa, pertama kali beliau akan meminta Anda melepaskan segala beban pikiran, dan tidak membiarkan pikiran melanglangbuana. Seluruh pikiran harus dihadirkan di tempat mana sang pelaku meditasi berada. Tetapi tak perlu berkonsentrasi pada satu titik tertentu. Seluruh pendengaran harus tetap dibuka, sambil memelihara sikap waspada.

Bila Anda sudah terlihat bersikap relaks, Sang Guru akan meminta Anda untuk menutup mata perlahan. Otot-otot yang tegang di seluruh bagian tubuh secara berangsur harus dikendorkan. Nafas tidak perlu diatur, biarkan berjalan secara natural. Lalu imajinasikan diri Anda sedang mengalirkan segala beban pikiran atau stres dari kepala menuju dada. Simpan sejenak, lalu alirkan lagi secara perlahan menuju ujung kaki, seolah sedang membuang semua energi negatif melalui telapak kaki.

Sekali lagi, jangan biarkan pikiran Anda melalangbuana. Bila merasa kesulitan mengendalikan pikiran, resapi dan dengarkan saja nafas Anda yang keluar masuk tubuh Anda, sampai pada tahap nafas itu terasa semakin halus dan tidak terdengar lagi desahnya. Lalu rasakan dan dengarkan degup jantung Anda, hingga mencapai tahap Anda tidak lagi mendengar detak jantung.

“Loosss,” kata Sang Guru. “Jangan berpikir tentang masa lalu dan jangan pikirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Pikiran Anda hanya berada pada detik ini. Sadari detik demi detik. Batin dan pikiran hanya diisi dengan rasa terima kasih, rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan berbagai kenikmatan, seraya berserah diri secara total kepadaNya. Maturnuwun, Gusti. Sumonggo Kerso. Terima kasih, Tuhan. Apapun yang Kau berikan padaku, kuterima dengan ikhlas seikhlas-ikhlasnya.”

Jika Anda telah berada dalam kondisi penuh rasa terima kasih dan berserah diri secara total kepada Sang Pencipta, serta tidak terdengar lagi alunan nafas dan detak jantung, berarti Anda telah sampai di gelombang alpha. Pak Harintha yang telah sangat terlatih bermeditasi itu bisa mendeteksi, apakah muridnya sudah sampai pada gelombang alpha, atau masih di gelombang beta, atau justru meluncur ke gelombang delta (gelombang tidur). Tetapi para peserta setidaknya bisa menandai sendiri, sudah sampaikah dia ke alpha atau belum?

Bila dalam meditasi itu Anda sudah tidak merasakan lagi kegelisahan, kekhawatiran, sakit hati, iri dan dengki, dan batin hanya dipenuhi dengan rasa terima kasih dan kepasrahan total kepada Tuhan, berarti Anda sudah sampai di gelombang alpha. Bila kondisi ini dapat Anda pelihara secara konstan, hanya dalam beberapa detik lagi Anda bisa sampai di alam hening, atau alam suwung.

Sulit menggambarkan seperti apa itu alam suwung atau alam hening, karena kondisi alamnya tak berbentuk, tak berwarna, tak berupa. Hanya saja bisa ditandai dengan rasa sejuk yang luar biasa mengaliri seluruh tubuh. Rasa sejuk itu sendiri berasal dari dalam tubuh. Dan, pada saat itu, si pelaku meditasi benar-benar berada dalam kondisi “tidak mempunyai keinginan apapun”.

Biasanya hanya beberapa detik saja si pelaku berada di alam suwung. Sang Guru akan meminta peserta untuk menandai kondisi tersebut, dan membuka mata secara perlahan. Kembali pada kondisi pra-meditasi. Tetapi keheningan yang sudah berhasil diraih dalam meditasi, harus terus dipelihara.

Tidak semua peserta meditasi berhasil dengan cepat berpijak di alam suwung, ataupun sampai ke gelombang alpha. Ada yang berbulan-bulan bahkan tak sampai-sampai ke alpha. Tetapi ada juga yang dengan segera menemukan hening. Tahap-tahap keberhasilan meditasi ini sangat bergantung pada pribadi setiap orang. Kuncinya, sekali lagi, adalah kepasrahan total kepada Sang Pencipta, dan rasa syukur yang tak pernah henti, atas sekecil apapun karunia (baik berupa anugrah maupun musibah) yang diberikan Tuhan.

Itu sebabnya, dalam persiapan menjelang meditasi, terlebih dulu Pak Harintha akan memberikan conditioning, dengan bercerita tentang nikmat-nikmat Tuhan yang diberikan kepada manusia. Tentang perlunya mengendalikan berbagai keinginan, dan mengeliminasi rasa iri dan dengki. Mengusir segala kekhawatiran dan membangkitkan optimisme.

Meditasi dalam Keseharian.

Yang ingin dicapai Meditasi Hening-nya Pak Harintha, bukan meditasinya itu sendiri. Meditasi hanyalah alat untuk melatih pengendalian diri. Bila Sang Guru menilai Anda sudah trampil bermeditasi dengan mata tertutup, pada hari-hari berikutnya beliau akan mengajak Anda bermeditasi dengan mata terbuka. Bermeditasi sambil berbincang-bincang mengenai makna kehidupan, dan tentang berbagai tugas yang kita emban sebagai manusia di atas bumi.

Tahap-tahap yang berhasil dicapai dan dirasakan dalam praktek meditasi, baik dalam kondisi mata tertutup maupun terbuka, sebaiknya dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika dalam keseharian kita dilanda kegelisahan, usir segera kegelisahan itu dan menggantinya dengan kepasrahan. Tetapi bukan pasrah tanpa usaha. Melainkan pasrah dalam arti berserah diri kepadaNya. Pasrah pada apapun (bencana maupun keberuntungan) yang sedang kita alami detik demi detik, sambil berusaha dan berdo’a meminta kekuatanNya.

Jika dalam keseharian kita bisa menghilangkan rasa iri dan dengki ataupun kekhawatiran dan rasa sakit hati, maka perjalanan hidup pun bisa dinikmati dengan tenang. Apalagi bila kita mampu mengendalikan berbagai keinginan alias nafsu yang mengganggu.

Ajaran Meditasi Hening-nya Pak Harintha, nyaris tidak ada bedanya dengan ajaran Tasawuf dalam Islam ataupun ajaran Teosofi di kalangan Kristiani. Pun, sejalan dengan ajaran Buddhisme. Dan, seperti meditasi pada umumnya, Meditasi Hening merupakan ritual lintas-agama. Beberapa anggota Lions Club Jakarta, yang kebetulan beragama Islam dan pernah dilatih meditasi oleh Pak Harintha, sempat mengaku, sholat mereka menjadi semakin khusyu setelah berlatih Meditasi Hening.

Source : http://jagatalit.com/…/sd-harintha-pencetus-meditasi-hening/

28/02/2016

Suara emas anak2 afrika melantunkan pujian kepada Rasulullah SAW, menyayat hati memendam kerinduan kepada baginda Nabi, bukan hanya di Indonesia, tapi hampir seluruh penjuru dunia, muslim ahlu sunnah wal jama'ah juga memperingati maulid Nabi Muhammad SAW

Nenek ini mencari sayur liar yang tumbuh di pekarangan rumah-rumah penduduk di sekitar pasar pujon , dan kemudian di jua...
06/02/2016

Nenek ini mencari sayur liar yang tumbuh di pekarangan rumah-rumah penduduk di sekitar pasar pujon , dan kemudian di jual .
Hasil penjualan sayur tersebut beliau Masukan semuanya kedalam kotak amal , dan hal ini beliau lakukan setiap hari .

Adakah kita merasa lebih kaya atau lebih miskin dari beliau ??

Semoga beliau di beri kesehatan dan balasan surga
Aamiin yaa Rabb..

==================================================
Mari Mendekat yang ingin Investasi Akherat, Sekarang saat dan kesempatannya

Sedekah Jariyah untuk Pembangunan Madrasah diniyah dan Ponpes Ar Roudhoh, membahagiakan anak yatim dan fakir miskin, mendidiknya untuk menghidupkan bacaan al qur'an selama 24 jam terus menerus, memakmurkan masjid dan pondok pesantren, sehingga mendapat keberkahan

Rekening Yayasan Ar Roudhoh

Bank Mandiri Syariah No 7091699798

Konfirmasi donasi :
SMS / Wa : 085 606 285 558 - 085 648 273 756

KEBERKAHAN DALAM HIDUP=========================Mari kita mohonkan keberkahan hidup kepada Allah ta'ala. Apalah arti hidu...
02/02/2016

KEBERKAHAN DALAM HIDUP
=========================

Mari kita mohonkan keberkahan hidup kepada Allah ta'ala. Apalah arti hidup seseorang jika tak ada keberkahan di dalamnya. Semuanya hanya akan sia sia dan tak kan berarti."

Berkahnya umur adalah dengan iman dan ketaqwaan. Amal sholih dan ketaatan adalah pembuktiannya.

Berkahnya rezeki harta adalah dengan infaq yang tak terputus dan terus menerus. Diantaranya lewat zakat, shodaqoh dan wakaf.

Berkahnya ilmu adalah dengan diamalkan dan diajarkan. Inilah investasi ladang pahala akherat, sebagaimana halnya infaq di jalan Allah ta'ala yang dijiwai dengan ikhlas mengharap ridho-Nya.

Semoga kita mendapatkan keberkahan pada tiga hal ini. Yaitu keberkahan dalam umur, harta dan ilmu yang kita miliki.

Doa yg sering kita panjatkan:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Artinya:

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima.”

Aamiin yaa Rabbaalaamiin

==================================================
Mari Mendekat yang ingin Investasi Akherat, Sekarang saat dan kesempatannya

Sedekah Jariyah untuk Pembangunan Madrasah diniyah dan Ponpes Ar Roudhoh, membahagiakan anak yatim dan fakir miskin, mendidiknya untuk menghidupkan bacaan al qur'an selama 24 jam terus menerus, memakmurkan masjid dan pondok pesantren, sehingga mendapat keberkahan

Rekening Yayasan Ar Roudhoh

Bank Mandiri Syariah No 7091699798

Konfirmasi donasi :
SMS / Wa : 085 606 285 558 - 085 648 273 756

21/01/2016

Pesantren The ONE INDONESIAN GREAT TRADITION.

Dunia pendidikan Indonesia berutang besar pada pesantren
sebab jauh sebelum ada sistem pendidikan formal yang sekarang kita kenal
pesantren telah menjadi lembaga pendidikan yang diterapkan luas di Indonesia
pada umumnya pesantren berawal dan berpusat pada sosok kyai, yang memiliki ilmu untuk dibagi, para santri datang untuk mengaji bahkan sebagian mondok disana, karena itu tempat itu disebut pondok pesantrian atau Pondok Pesantren
Dulu dipesantren para santri hanya belajar ilmu ilmu agama seperti tafsir, hadits, fiqih, nahwu shorof dan lain - lain.

Tapi kini pesantren pada umumnya telah menerapkan program terpadu pendidikan agama dan umum seperti science, sosial hingga ilmu kejuruan, maka tak heran jika kini lulusan pesantren memiliki kesempatan yang sama dengan sekolah umum, banyak lulusan pesantren yang kuliah di perguruan tinggi umum seperti ITB, UI, UGM dll.

Lulusan pesantren selain tersebar di Mesir Timur tengah, juga tak sedikit yang kuliah di eropa dan amerika. Alumni pesantren bukan hanya jadi da'i dan ulama, tak sedikit yang menjadi pengusaha, pejabat bahkan Presiden.

Metode pembelajaran pesantren awalnya bersifat personal dan informal yang disebut dengan sorogan, kyai mengajarkan ilmu sesuai dengan capaian dan kemampuan si santri, tapi kini pada umumnya pesantren telah menerapkan metode pengajaran klasikal seperti sekolah pada umumnya.

Sekolah asrama atau boarding school memang bukan hanya milik pesantren, tapi konsep modok di pesantren sangat khas, bukan hanya melatih kemandirian, tapi juga melatih kedisiplinan ibadah ritual dan pembentukan spiritual.

pendidikan karakter yang sekarang menjadi tema sentral dalam pendidikan modern, telah menjadi inti dan ruh pendidikan pesantren selama berabad abad.

Adab sebelum ilmu, character before knowledge adalah prinsip pendidikan pesantren. bukan hal yang aneh jika seorang santri harus berkhidmat kepada kyai selama bertahun-tahun tanpa diajarkan satu kitabpun.

Kyai bertujuan membentuk adab dan karakter sang santri sampai betul-betul siap menerima ilmu, karena tujuan pendidikan bukan cuma ta'lim ( pengajaran ) tapi juga Ta'dib ( pembentukan karakter ).

Jika sekolah modern kini tengah ramai-ramai back to nature dengan konsep sekolah alam, maka pesantren sejak dulu telah bersatu dengan alam, pesantren bukan tenpat yang terisolasi dari alam sekitar.

Masjid, asrama, sawah dan kebun selalu menjadi kesatuan yang tak terpisahkan membentuk lingkungan pesantren, kegiatan belajar tidak terbatas pada mengaji di surau, tapi juga menggarap lahan, memelihara lingkungan adalah bagian pembelajaran di pesantren.

Di tengah komersialisasi pendidikan yang menempatkan sekolah sebagai wilayah elit yang tak peka sosial, pesantren menunjukkan sebaliknya, tak ada benteng yang memisahkan pesantren dari lingkungan sekitar.

Pesantren selalu menjadi bagian dari masyarakat, aktif dalam pemberdayaan ekonomi dan melestarikan budaya lokal.

Santri-santri disebar ke masyarakat bukan hanya untuk berceramah tapi juga untuk mengabdi, Pesantren mengajarkan islam hingga intinya, yaitu sebagai agama rahmatan lil 'alamin, memperjuangkan kemanusian, menghormati perbedaan, menumbuhkan cinta tanah air.

Sejarah membuktikan para kyai dan santri berada di barisan terdepan membela Republik ini bersama semua elemen bangsa tanpa membuat perbedaan.

Perbedaan dipandang sebagai rahmat bukan laknat, karena itu intoleransi, takfirisme, radikalisme tak mendapat tempat dalam tradisi pesantren.

Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan tapi juga tempat merawat budaya bangsa, tak berlebihan jika Martin van Bruinessen menyebut pesantren sebagai ONE INDONESIAN GREAT TRADITION.
Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren
Kemenag RI

Harta Kita Yang SesungguhnyaSeorang Kaya Milyarder ketika di Akhir usianya ditanya :"Berapa Total Harta yang Engkau mili...
18/01/2016

Harta Kita Yang Sesungguhnya

Seorang Kaya Milyarder ketika di Akhir usianya ditanya :

"Berapa Total Harta yang Engkau miliki . . . . ?"

Sang Milyarder Menjawab :

"Total Harta yang saya miliki tidak lebih dari 25 Juta saja . . . !!!"

Sang penanya terheran-heran dengan jawaban Sang Milyarder tersebut :

"Bagaimana Bapak bisa berkata seperti itu ? Sedangkan Simpanan bapak di Bank Ada milyaran Rupiah . . . Belum lagi Aset Properti bapak, beberapa Rumah mewah, beberapa Vila dan tanah Bapak yang berhektar-hektar itu . . . tentu Nilainya diatas 25juta kan . . . ? "

Sang Milyarder yang baru mengenal tentang Hakikat kehidupan itu menjawab :

"Iya benar sekali apa yang Engkau katakan, itu semua milik saya . . . Namun selama saya hidup saya terlalu sibuk mengumpulkan harta dan kalau saya hitung-hitung, saya baru bersedekah sebesar 25 Juta saja . . . itu Artinya Harta yang benar-benar menjadi milik saya dan akan menemani saya di Akhirat nanti hanya 25 Juta saja . . . . sedang milyaran yang lain itu belum tentu menjadi milik saya . . . Kalau saya meninggal nanti harta itu sudah bukan menjadi milik saya lagi, tapi milik Ahli waris saya . . . Milik saya hanya 25 Juta itu saja !!! "

==========================================

Pada Hakikatnya Rezeki itu hanya ada tiga saja :

1. Yang dimakan dan menjadi kotoran;
2. Yang dikenakan dan menjadi usang;
3. Yang dinafkahkan di jalan Allah.

Selebihnya kita hanya "mengaku-aku" saja, Bukan Milik Kita !!!

Sebagaimana Sabda Rasulullah s.a.w :
"Seorang hamba berkata . . . . “Hartaku! hartaku!” . . .Padahal ia hanya mendapatkan tiga perkara dari hartanya:

(1) apa yang ia makan, kemudian ia habiskan,
(2) apa yang ia pakai, lalu ia menjadikannya usang,
(3) atau apa yang ia sedekahkan, maka akan mengalirkan pahala.

Sedangkan yang lain itu, maka hilang dan ditinggalkan untuk orang lain (Ahli warisnya)" - HR. Muslim -

Kejarlah Dunia . . . Carilah Pundi-Pundi Dunia sebanyak-banyaknya . . . Namun jangan Engkau jadikan Dunia sebagai Tujuan utama . . . Jadikanlah Dunia sebagai Sarana kita Untuk mendekatkan diri kepada Allah . . . Dengan memanfaatkan Harta kita dijalan-Nya yaitu untuk membantu sebanyak mungkin Hamba-hamba Allah yang lain . . . Diantaranya dengan membahagiakan keluarga kita tercinta, hususnya Ayah dan Ibu kita.

Membahagiakan anak-anak yatim dan fakir miskin dengan membangun sarana pendidikan untuk mereka, Agar mereka memiliki masa depan yang lebih cerah serta mengenalkan Allah dan Rasul-Nya agar mereka tidak hanya sukses d dunia namun juga sukses di Akhirat nanti . .

Rasulullah SAW Bersabda :

"Barangsiapa Akhirat menjadi Tujuannya . . . . maka Allah akan melancarkan semua urusannya . . . Menjadikan hatinya kaya dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaaan tunduk . . . namun Barangsiapa Dunia menjadi Tujuan Utamanya . . . Maka Alloh akan mengacau balaukan semua urusannya . . . . membayang-bayanginya dengan kemiskinan dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sebatas yang di taqdirkan saja"

==================================================
Mari Bersedekah untuk Investasi akherat anda

Sedekah Jariyah untuk Pembangunan Madrasah diniyah dan Ponpes Ar Roudhoh, membahagiakan anak yatim dan fakir miskin, mendidiknya untuk menghidupkan bacaan al qur'an selama 24 jam terus menerus, memakmurkan masjid dan pondok pesantren, sehingga mendapat keberkahan

Rekening Yayasan Ar Roudhoh

Bank Mandiri Syariah No 7091699798

Konfirmasi donasi :
SMS / Wa : 085 606 285 558 - 085 648 273 756

Address

Kelurahan Tambak Kemerakan RT 1 RW 1/Krian
Sidoarjo
61262

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Ar Roudhoh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share