21/11/2025
"Kampus Alam Serbanaman Sibaulangit"
Lokasinya kira kira tiga setengah KM sebelah Barat Bumi Perkemahan Pramuka, Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit.
Dahulu wilayah ini termasuk Urung Serbanaman, sehingga, kami menamai lokasi ini "Kampus Alam Serbanaman".
Kami bersama sekelompok Relawan telah merawat dan menjaga Kampus Alam ini sejak tahun 2004, lebih dari dua puluh tahun silam.
Kami namakan Kampus Alam Serbanaman, karena kawasan ini dipenuhi dengan aneka ragam hayati. Dialiri beberapa anak sungai, antara lain: Lau Gara sebelah Timur, Lau Belawan di sebelah Barat. Dan ditengahnya ada Lau Bukum, Lau Buluh dan Lau Itik.
Sejak dua puluh satu tahun lampau kami telah menanam ribuan pohon seperti: Asam Gelugur, Aren, Bambu China, Sungkai (Nungke), Durian, Manggis dan tanaman buah lainnya. Sebagian pohon telah berbuah seperti manggis. Sayang buahnya masih jadi rebutan satwa pemangsa buah-buahan seperti tupai terbang (mbeluk) dan juga monyet alias bengkala.
Berbagai tumbuhan tropis hidup subur disini. Baik perdu-perduan, pakis-pakisan, aneka jenis palma, Gambir hutan, Kemenyan, Pohon Meranti, Jelutung dan Jelatang, aneka jenis rotan dan berbagai jenis bambu. Juga tumbuhan bersepora, peldang-peldang, Anggrek hutan, juga berbagai jenis lumut-lumut.
Kemungkinan di masa sekarang ini sulit ditemukan keragaman hayati berupa flora dan vegetasi yang selengkap di Kampus Alam Sibaulangit ini.
Termasuk tanaman Herbal Tradisional (pulungen tawar) yang merupakan apotik hidup sejak turun temurun.
Maksudnya, sejak dahulu kala, para praktisi pengumpul Ramuan Karo telah mengembara ke kawasan ini untuk mengumpulkan bahan herbal (tawar) untuk melengkapi ramuan tradisional warisan nenek moyang orang Karo.
Sejak abad lampau kawasan Ujung Deleng, Pikpik alias Lau Simalem, Perteguhen, dan Durin Sirugun, sudah dikenal sebagai petani dan pengrajin Gambir. Gambir Sibaulangit yang menurut Ahli Gambir dari India, merupakan Gambir terbaik di dunia.
Itulah alasan kami bersama kelompok relawan memelihara dan menjaga Kampus Alam ini dari perusakan oleh pihak pihak yang tidak mengerti kekayaan alam setempat.
Dengan senang hati kami mengundang para peneliti atau mahasiswa bidang biologi, farmakologi, dan bidang terkait lainnya untuk melakukan penelitian mendalam di Kampus Alam ini.
Kami sudah membaktikan diri dengan berbagai cara untuk merawat dan menjaga kelestarian lingkungan di sekeping pojok bumi yang harganya tak ternilai ini.
Siapa yang perduli??? Kami sudah mengabdi selama dua puluh satu tahun ini. Tidak hanya dengan kata kata semata. Juga dengan keringat dan biaya nyata.
Mejuah-juah, Salam Sehat dan Lestari.
(Robin Sitepu 211125)