09/09/2024
DEMO PEMBUATAN TUMPENG
Kamis, 5 September 2024
Ruang Rapat Kantor Bappeda Kab Siak Lantai II
Tumpeng: Simbol Keharmonisan dan Keberkahan
Pertemuan rutin pada bulan September kali ini DWP UP Bappeda mengadakan “Demo Pembuatan Tumpeng” oleh Ibu Rica Sosyeti, SE.
Tumpeng adalah sajian nasi berbentuk kerucut yang dikelilingi oleh berbagai lauk-pauk, lazimnya disajikan dalam tradisi dan upacara masyarakat Jawa dan Indonesia. Nasi tumpeng, yang biasanya dibuat dari nasi kuning, nasi putih, atau nasi uduk, memiliki bentuk menyerupai gunung. Bentuk ini tidak hanya estetis, namun juga sarat akan makna filosofis yang mendalam sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibu Christina Dwi Ratnani Budhi selaku Ketua DWP UP Bappeda.
Dalam kepercayaan Jawa kuno, gunung diyakini sebagai tempat bersemayamnya para dewa dan leluhur. Oleh karena itu, bentuk kerucut nasi tumpeng melambangkan hubungan spiritual antara manusia dan Sang Pencipta. Nasi yang berbentuk kerucut, makin ke atas makin mengecil, melambangkan perjalanan manusia yang terus mendekatkan diri kepada Tuhan, mencari pencerahan dan makna hidup yang lebih tinggi.
Tumpeng sering dihidangkan dalam acara-acara syukuran, seperti ulang tahun, selamatan, atau peringatan hari besar. Tradisi ini mencerminkan rasa syukur atas berkah yang telah diterima serta doa agar kehidupan ke depan selalu dilimpahi keberkahan dan kesejahteraan. Pemotongan puncak tumpeng biasanya dilakukan oleh orang yang dihormati dalam acara tersebut, sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur yang mendalam.
Dengan segala makna yang terkandung di dalamnya, tumpeng bukan sekadar sajian kuliner, tetapi juga simbol kehidupan yang kaya akan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan kesejahteraan.