20/09/2026
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten menekankan pentingnya penguasaan keterampilan teknis dan bahasa asing bagi generasi muda yang berminat meniti karier di pasar kerja internasional. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Edukasi Pelindungan dan Migrasi Aman Dalam Rangka SMK Go Global yang berlangsung di Teras Meeting Room & Restaurant, Serang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 200 peserta dari unsur siswa/i serta pengurus Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Kota Serang ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, H. Tubagus Haerul Jaman, serta Perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Serang, Ratu Ani Nuraeni.
Dalam paparannya, Penyuluh Hukum Ahli Muda BP3MI Banten, Ekasari Wijayanti, menyampaikan bahwa persaingan kerja di tingkat global membutuhkan kesiapan yang matang, bukan sekadar keberanian untuk berangkat. Menurutnya, penguasaan kompetensi sesuai standar negara tujuan serta legalitas dokumen menjadi fondasi utama pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Guna mendukung hal tersebut, BP3MI Banten turut mensosialisasikan Program Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sebagai bagian dari Gerakan Nasional Migran Aman. Program ini dirancang untuk membekali calon pekerja melalui pelatihan keterampilan teknis di berbagai sektor—seperti kesehatan, hospitality, pertanian, konstruksi, operator, hingga pengelas (welder)—sekaligus peningkatan kemampuan bahasa asing.
Selama masa pelatihan kompetensi tersebut, seluruh biaya akomodasi dan konsumsi peserta ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Usai menyelesaikan pelatihan, para peserta akan didampingi dan diarahkan mengikuti proses penempatan kerja sesuai dengan job order dari perusahaan pengguna di negara tujuan.
Melalui sosialisasi ini, BP3MI Banten berharap para lulusan SMK di wilayah Banten semakin terdorong untuk menempuh jalur kerja luar negeri yang resmi, terlindungi, dan terampil.