Dukungan keluarga merupakan inti dari semua yang kami lakukan. https://www.youtube.com/live/szhFHWDnU24?si=yb75bT7oHEXW3A1g Pertama kali ditemukan oleh seorang profesor dari Amsterdam yaitu Cornelia de Lange. Pada tahun 1933 dia menemukan 2 orang anak yang baru lahir mengalami defisiensi mental dan tanda-tanda lainnya yang ahirnya disebut dengan Cornelia de Lange Syndrome. Selain nama tersebut kel
ainan ini juga disebut dengan Bachmann-de Lange Syndrome, hal ini dikarenakan pada tahun 1963 buku karya dari Dr.W Bachmann juga menuliskan mengenai syndrome ini. Mungkin banyak diantara anda yang belum mengetahui jenis kelainan yang mengancam pada bayi baru lahir ini. Kelainan ini memang termasuk kasus yang langka, yang mungkin namanya pun terdengar asing bagi kebanyakan orang. Meskipun begitu jenis kelainan ini memang ada dan diperkirakan mengancam 1 dari 10.000-30.000 bayi yang baru lahir. Cornelia de Lange Syndrome (CdLS) dapat mengakibatkan keterlambatan tumbuh kembang kembang bayi, bahkan dapat disertai p**a dengan adanya retardasi ( gangguan perkembangan ) mental ringan hinga ke level yang berat. Jenis kelainan ini memang langka, namum kasus ini terjadi juga di Indonesia. CdLS atau Banchmann de Lange Syndrome adalah sindrom dengan kelainan bentuk wajah yang khas pada bayi yang baru lahir yaitu berupa alis mata yang tebal, melengkung dan bertemu ditengah, bulu mata lentik, hidung mencuat keatas, sudut mulut rendah dengan bibir tipis, bulu badan lebat, ukuran kepala kecil dan lain-lain. Kelainan ini diduga disebabkan oleh kelainan gen pada kromosom 5. Bayi-bayi yang mengalami kelainan ini biasanya lahir secara prematur atau berat badan lahirnya rendah (