10/06/2026
Semarang kok siang panas, tapi malam sampai pagi terasa dingin? Ini disebut bediding, fenomena suhu dingin yang umum terjadi saat musim kemarau, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, NTB, dan NTT. BMKG menjelaskan bahwa suhu dingin ini berkaitan dengan periode kemarau dan aliran udara kering-dingin dari Australia.
Penyebab utamanya adalah Monsun Australia. Saat Australia sedang musim dingin, angin yang bergerak ke Indonesia membawa massa udara yang lebih kering dan relatif dingin. Dampaknya paling terasa di wilayah selatan khatulistiwa, termasuk Pulau Jawa.
Selain itu, saat kemarau langit cenderung lebih cerah dan minim awan. Pada malam hari, panas dari permukaan bumi lebih mudah lepas ke atmosfer karena tidak ada “selimut awan” yang menahan panas. Akibatnya, suhu dini hari sampai pagi terasa lebih dingin.
Jadi, meski pagi terasa dingin, siang hari tetap bisa panas karena sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak tertahan awan. Fenomena ini normal saat kemarau, bukan tanda cuaca ekstrem. Tetap jaga kondisi tubuh, pakai jaket saat keluar pagi/malam, dan pantau info resmi BMKG.
Source : BMKG