27/07/2026
🌞 KEMARAU 2026 MULAI MENCAPAI PUNCAK. APAKAH DAERAHMU TERMASUK?
BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan lebih kering dan berdurasi lebih panjang dari kondisi normal. Berdasarkan pemutakhiran Juni 2026, sebanyak 482 Zona Musim (56,18% wilayah Indonesia) diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal, sementara puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 di sekitar 369 Zona Musim (48,84% wilayah Indonesia).
Wilayah yang berpotensi mengalami dampak kekeringan meningkat secara bertahap dari Juli hingga September 2026, meliputi sebagian Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Kondisi ini dipengaruhi oleh peluang El Niño yang menurut BMKG berpotensi berkembang pada 2026, sehingga meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, gangguan pertanian, kebakaran hutan dan lahan, serta dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, kita perlu meningkatkan kesiapsiagaan dengan menghemat penggunaan air, menjaga sumber mata air, serta memperkuat kepedulian kepada saudara-saudara di wilayah yang mengalami krisis air. Setiap langkah kecil hari ini dapat membantu mengurangi dampak kemarau bagi mereka yang paling membutuhkan.
💧 Air adalah kebutuhan dasar, namun bagi sebagian saudara kita, air bersih masih menjadi perjuangan setiap hari. Mari bersama hadirkan manfaat melalui ikhtiar terbaik untuk menjaga akses air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Source : BMKG