AWAL MULA BERDIRINYA KOMUNITAS “PENJUAL SAYUR KELILING MENDIRIKAN PONDOK QUR’AN DAN PANTI ASUHAN”
Awal mulanya kami sebagai Relawan melakukan survey ke keluarga yang tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan dan Bersalin Gratis dari Rumah Zakat. Mohammad Syukri karena saat itu istrinya baru hamil. Nah sebagai Surveyor kami harus menggali sedalam-dalamnya informasi baik data yang kami butu
hkan maupun informasi yang mendukung data. Nah disaat itu di Rumah yang berdindingkan kayu tua berlantaikan tanah yang tidak rata karena setiap hujan besar air masuk kedalam rumah, iseng kami tanya: “buat apa papan tulis besar itu?”
Istri Bp.Syukri menjawab "itu buat ngajari ngaji anak-anak sekitar sini. Oh, begitu, kami pun kembali bertanya: berapa orang yang ngaji disi? Ibu itu menjawab kembali: “ada, sekitar 80-an anak”. Mendengar itu kami kaget merasa iri dan kembali bertanya: Subhanallah, kok banyak banget Bu. Memang ngaji apa? Apa cukup tempat segini untuk 80-an anak? Ibu Syukri jawab: “Cukup mas kan hanya anak-anak kecil dan kebetulan memang rumah ini merupakan TPQ satu-satunya di Dukuh Tampirejo ini. Selain itu kalau malam juga digunakan untuk ngaji kitab kuning dan belajar bahasa Arab untuk anak-anak yang sudah remaja”. Mendengar cerita itu kami heran dan terkagum-kagum tidak bisa membayangkan padahal beliau ini orang biasa, tidak punya gelar, cuma lulusan SD dan juga merupakan penduduk pendatang. Eh tidak lama kemudian ada anak p**ang dari sekolah masuk ke Rmh tersebut dan mencium tangan istrinya bapak Syukri. Lalu kami kembali bertanya: “Siapa anak-anak itu bu, keponakan?”
Beliau menjawab: “Tidak, itu anak-anak yang tinggal di Rumah ini”. Kami semakin penasaran dan kami tanya lagi: “Tidak keponakan kok tinggal disini?”
Ibu Syikri menjawab: “Anak itu sudah tidak punya Bapak, dan ibunya juga sudah tidak bekerja, dan keluarganya mempercayakan pada kami untuk merawatnya. Kalau yang satu juga sama tetapi orang tuanya tidak jelas keberadaannya dah bertahun-tahun tidak p**ang, maka ia dititipkan disini biar bisa ngaji”. Rasanya hati semakin pilu dan iba mendengar cerita seperti itu, lalu kami tanya lagi: “Lah kenapa Pak Syukri kok mau menerimanya dititipin anak tsb, tapi keluarganya juga ikut mebantu biaya makan dan sekolahnya kan? Eh beliau menjawab: “Tidak mas, tapi kadang-kadang keluarganya datang bawakan sembako tapi jarang-jarang banget bahkan ada yang berbulan-bulan tidak dijenguk atau ngasih biaya hidup. Akan tetapi ini sudah kami niati, dan alhamdulillah kalau soal makan insya Allah selalu tercukupi walau Cuma berpendapatan Rp 50.000-,/hari. Dan untuk biaya sekolah alhamdulilah juga terpenuhi walau terkadang nunggak, yang penting akhir tahun kenaikan bisa dibayar. Kalau terkait diterima dan tidak ya harus diterima mas, sebab sudah menjadi niatan Bapak. Masak dah jauh-jauh datang kesini di tolak. Apa lagi harapan keluarganya menginginkan supaya anaknya bisa ngaji, tertib sholatnya dan bisa menghafal al-Qur’an”. Subhanallah ternyata Bp. Syukri adalah seorang Hafidz. Lalu kami tanya lagi: “ada berapa anak yang tinggal dititipkan disini. Ibu Syukri jawab: “ada 9 anak mas, ada yang dari Kendal, Purwodadi, Semarang, Demak, Boyolali dan Jawa Timur”. Subhanallah, kami kira Cuma ada 2 anak tapi ternyata lebih dan itu dari berbagai daerah, dan dari anak tersebut sudah ada yang hafal 3 Juz diusia 11 tahun. Ternyata, Niatan bapak Muhammad Syukri tidak hanya sampai disitu, beliau berencana besar yaitu mendirikan Pondok Pesantren Tahfiz Qur’an dan Panti Asuhan MUSYTAMIRUL FURQON yang lebih layak huni dan nyaman di belakang rumahnya. Beliau memahami bahwa kondisi rumahnya yang hanya berdinding kayu tua terpancar cahaya matahari lewat celah-celah dinding rumah yang sudah aus, lantai rumah yang masih tanah, atap rumah yang masih sering bocor saat hujan, dapur masak yang hanya mengandalkan kayu bakar, ruangan yang sempit, dan 1 (satu) toilet / WC untuk keluarga dan anak didik yang masih jauh dari kenyamanan menjadikan kosentrasi belajar anak-anak terganggu. Alhamdulillah impian dan cita-cita Bpk Sukri saat ini sudah mulai ditampakkan Allah. Bulan September 2012 kemarin beliau beserta anak-anak binaannya memulai pembangunan Pondok tersebut, akan tetapi karena kekurangan dana sampai saat ini kegiatan pembangunan terhenti. Berhubung sudah tidak ada biaya lagi beliau seijin istrinya NEKAT menjual tanah sawah ladang pemberian mertuanya untuk melanjutkan pembanguan pondok, karena sekarang santrinya makin bertambah dan bertambah p**a penghuni santri putri. Total santri yang menghuni sampai bulan Nopember 2013 ada 17 anak. Maka dengan terpaksa dan sudah menjadi niatan beliau membangun rumah kecil sisa-sisa / puing-puing bangunan pondok untuk beliau huni dan berfungsi sebagai kesekretariatan dan tempat belajar mengajar sementara santri putra, selain itu juga berfungsi sebagai sekat atau batas pondok putra dengan putri. Adapun rumah yang lama beliau jadikan pondok putri dan untuk kegiatan belajar mengajar santri putri. Nah di akhir bulan Nopember 2012
KAMI DARI BERBAGAI UNSUR MASYARAKAT YANG PEDULI AKAN KONDISI TERSEBUT SEPAKAT BERNIAT MENJADI RELAWAN, MEMBANTU SEMAMPU KAMI UNTUK MEWUJUDKAN CITA-CITA BAPAK MOCHAMMAD SYUKRI DENGAN MEMBUAT KOMUNITAS
“PENJUAL SAYUR KELILING MENDIRIKAN PONDOK QUR'AN DAN PANTI ASUHAN”
Dan Alhamdulillah dari Komunitas ini kami sering mendapat kepercayaan menyalurkan bantuan bentuk apa pun dari para donatur untuk kebutuhan pondok tersebut. Dan Insya Allah kami akan selalu amanah karena kami akan selalu memegang dalil dibawah ini. al-Qur`an: “Dan janganlah kamu makan harta sesama kamu dengan cara yang batil”. (al-Baqarah 188, dan An-Nisa`: 29). Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadits yang berasal dari ‘Addiy bin ‘Umairah al-Kindy sebagai berikut, “Hai kaum muslim, siapa saja di antara kalian yang melakukan pekerjaan untuk kami (menjadi pejabat/pegawai negara), kemudian ia menyembunyikan sesuatu terhadap kami walaupun sekecil jarum, berarti ia telah berbuat curang. Lalu, kecurangannya itu akan ia bawa pada hari kiamat nanti. Siapa yang kami beri tugas hendaknya ia menyampaikan hasilnya, sedikit atau banyak. Apa yang diberikan kepadanya dari hasil itu hendaknya ia terima, dan apa yang tidak diberikan janganlah diambil.” Sabdanya lagi, “Siapa saja yang mengambil harta saudaranya (tanpa izin) dengan tangan kanannya (kekuasaan), ia akan dimasukkan ke dalam neraka, dan diharamkan masuk surga.” Seorang sahabat bertanya,“Wahai Rasul, bagaimana kalau hanya sedikit saja?’ Rasulullah saw. menjawab, “Walaupun sekecil kayu siwak” (HR Muslim, an-Nasai, dan Imam Malik dalam al-Muwwatha). Abu al-Yaman menceritakan kepada kami, Syu’aib memberitakan kepada kami, dari al-Zuhriy dia berkata : ‘Urwah memberitakan kepadaku, dari Abi Humaid al-Saidiy, dia telah memberitakannya, sesungguhnya Rasulullah Saw. mengangkat seorang AMIL untuk menertima sedekah/zakat. Kemudian setelah selesai dari pekerjaannya dia datang kepada Rasulullah Saw. dan berkata: Ini untukmu dan yang ini hadiah yang di berikan orang kepadaku. Maka Rasulullah Saw. bersabda kepadanya: Mengapakah anda tidak duduk saja di rumah bapak atau ibumu untuk melihat apakah di beri hadiah atau tidak. Kemudian sesudah shalat Rasulullah Saw. berdiri setelah tasyahud dan memuji Allah selayaknya lalu bersabda: Amma ba’du, mengapakah seorang ‘amil yang di serahi mengurus pekerjaannya, kemudian ia datang lalu berkata, ini hasil untuk kamu dan ini aku di beri hadiyah, mengapa ia tidak duduk-duduk saja di rumah bapak atau ibunya untuk mengetahui apakah di beri hadiah atau tidak. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya. Tiada seorang yang menyembunyikan sesuatu untuk di ambil hasilnya (korupsi), melainkan ia akan menghadap di hari kiamat nanti memikul di atas lehernya, jika berupa onta akan bersuara, jika berupa lembu akan menguak, dan jika berupa kambing akan mengembik. Maka sungguh aku telah menyampaikan ; Abu Humaid berkata: Kemudian Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya, hingga aku dapat melihat putih kedua ketiaknya seraya berkata “ Yaa Allah apakah telah ku sampaikan pandangan mataku dan pendengaran telingaku “. Berkata p**a Abu Humaid, sungguh hal itu telah mendengar bersamaku Zaid ibn Sabit dari Nabi Saw. Niatan kami ini tulus tanpa ada diniati kepentingan tertentu selain ikhlas untuk berdakwah untuk ummat islam, kami pun tidak mengambil atau mengurangi donasi dari akad yang disampaikan, selain itu kami tidak ada maksud merendahkan profesi Bp. Bagi saudara-saudaraku seiman yang berkehendak untuk memberikan donasi atau sumbangan bisa dikirimkan langsung ke lokasi dengan alamat :
Yayasan Musytamirul Furqon Jl. Sendang Welut No.1 Dk. Tampirejo Rt.02 Rw.05 Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang Kota Semarang 50279. Telp. 081228582584
Atau transfer ke rekeneing
BRI No. Rek: 3045.01.033372.53.0 a.n Yayasan Musytamirul Furqon
BRI Syariah No. Rek: 1002772384 a.n. Ahmad Fadholi
BSM No.Rek 7036832929 a.n Novita Miladia
BNI No.Rek 0207782765 a.n Hassa Dyma
BNI No.Rek: 0077366455 a.n. Sdr Kharis Setiawan
BCA No.Rek: 4620242573 a.n Sri Widy Hastuti
Untuk menjaga biar tidak timbul fitnah mohon setiap berdonasi baik itu uang atau barang untuk selalu dikonfirmasikan salah satu dari kami. Contac Person Relawan di bawah ini :
Affan Ahmad Fadholi Call/SMS 085640074055 / 085292874957 (Koordinator)
Kharis Setiawan Call/SMS 08995935041
Hassa Dyma Call/SMS 083838982732 / 085713033303
Novita Miladia Call/SMS 08995941232 / 085640432680
Endah Tri Widyarini Call/SMS 085327764062
Angga Call/SMS 085875470883
Sri Widy Hastuti Call/SMS 08882571979 / 024 40001525 / pin BB 29D20376
Widodo Call/SMS 085290115877 / 085741555479
Tri Sugiarto Call/SMS 081329462420
“Dan infaqkanlah sebagaimana dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang dianatara kamu : lalu ia berkata (menyesali) : “ya Rabb-ku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang sholeh?” (QS. Al Munafiqun : 10)
"Perumpamaan orang yang menginfaqkan hartanya dijalan Alloh seperti sebutir biji yang menumbuhkan 7 (tujuh) tangkai, pada setiap tangkai ada 100 (seratus) biji. Alloh melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Alloh Maha Luas, Maha Mengetahui" (QS.al-Baqoroh 261)
Mohon Informasi ini disebarluaskanan ke Keluarga, Saudara, Kerabat dan Teman-teman
Insya Allah haya dengan memforward informasi ini, Allah akan mecatat nilai kebaikan Anda. Jazakumullah Khoiran katsir
Matur Nuwun
By Admin