06/05/2026
Adrian adalah seorang remaja yatim piatu yang kini duduk di bangku SMP dan harus hidup sendiri di sebuah kost kecil di Bandung. Ia kehilangan Ibunya dua tahun lalu, lalu disusul Ayahnya setahun kemudian—membuatnya terpaksa belajar kuat di usia yang masih sangat muda.
Meski biaya sekolahnya sudah terbantu, Adrian tetap harus menanggung kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk sewa kost sebesar Rp500 ribu setiap bulan. Untuk makan, ia hanya mengandalkan bantuan dari MBG. Tak jarang, ia harus memilih menahan lapar demi bisa tetap memiliki tempat berteduh.
Sepulang sekolah, Adrian bekerja sebagai juru parkir di sebuah toko buku loak. Dari recehan itulah ia bertahan hidup. Bahkan, Adrian mengaku belum makan sejak kemarin karena tidak memiliki biaya sama sekali.
Di tengah keterbatasan, Adrian tetap rajin beribadah dan tidak menyerah. Ia bercita-cita ingin menjadi seorang tentara. Jika suatu hari Allah memberinya rezeki lebih, Adrian ingin memperbaiki makam sang Ayah yang kini sudah rusak. Ia terus bersekolah, karena ia percaya pendidikan adalah harapan untuk mengubah masa depannya.
Kini, di tengah perjuangannya, mulai hadir banyak orang-orang baik yang peduli dan mengulurkan bantuan untuk Adrian. Sedikit demi sedikit, harapan itu kembali tumbuh bahwa ia tidak lagi benar-benar sendiri.
Sumber: yt/abifatimahfahira
📌BERITA INI BERSIFAT MENGINFORMASIKAN DAN MENINGKATKAN KESADARAN