Dewan Da'wah Jawa Tengah

Dewan Da'wah Jawa Tengah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia didirikan pada 26 Februari 1967.

Pada kepengurusan Dewan Da’wah masa khidmat 2020-2025 dibentuk 3 bidang khusus yang menangani tiga poros dakwah, yaitu masjid, kampus, dan pondok pesantren

Serial Dakwah Kebudayaan Ramadhan 1445 HPart 6*Strategi Dakwah Kebudayaan Buya Hamka*Narasumber*Arif Wibowo, M. PI.*Pend...
02/04/2024

Serial Dakwah Kebudayaan Ramadhan 1445 H

Part 6
*Strategi Dakwah Kebudayaan Buya Hamka*

Narasumber
*Arif Wibowo, M. PI.*
Pendiri Laboratorium Dakwah Ki Ageng Henis, Direktur Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI)

Moderator
*Mohammad Hagie*
Redaktur langgar.co

📆 *Selasa, 2 April 2024/23 Ramadhan 1445 H*
⏰ *Pukul 15.45-17.45*

Via Zoom Meeting

Daftar => https://bit.ly/PekanSejarahdanKebudayaan2024

*Pengantar*

Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) adalah sosok multitalenta. Iya tidak hanya dikenal sebagai ulama besar, namun juga dikenal sebagai sejarawan, politikus, budayawan dan sastrawan. Bagi Hamka semua itu adalah medan dakwah.

Hamka memberikan perhatian terhadap perkembangan sejarah dan budaya. Ia terlibat dan aktif dalam seminar sejarah masuknya Islam ke Indonesia tahun 1963, serta terlibat aktif dalam kongres kebudayaan nasional.

Salah satu perhatian serius Hamka adalah perkembangan bahasa. Hamka menyadari bahasa merupakan bagian dari budaya dan menunjukan akar sejarah bangsa.

Menurut Hamka, bahasa Melayu tidak hanya menjadi induk dari bahasa Indonesia. Baginya bahasa Melayu merupakan bahasa yang memiliki pengaruh Islam yang sangat dominan dalam kehidupan dan sastra Melayu.

Oleh karena itu, ia melontarkan kritik tajam terhadap pendongkelan bahasa Melayu dan aksara Jawi. Menurut Hamka, politik bahasa yang terjadi merupakan jalan melingkar untuk menghilangkan pengaruh Islam dari kebudayaan bangsa Indonesia dan menggesernya dengan kebudayaan Barat.

Minat Hamka pada sejarah dan kesusasteraan dapat kita lihat dari karya-karyanya yang sarat nilai-nilai Islam. Hidup pada paruh akhir abad 20 M, menghadapkan Hamka pada pergulatan pembaharuan Islam. Terkadang dalam karya-karyanya secara halus Hamka melontarkan kritik terhadap adat yang tidak selaras dengan ajaran Islam.

Penyelenggara:
• Laboratorium Dakwah Ki Ageng Henis
• SWI College
• DDII Jawa Tengah

Narahubung:
• Muzakki (08543094245)
• Faizurrahman (082137797295)

Follow IG:

Website:
swicollege.com
labda.id

Subscribe YouTube:
LABDA ID

Part 5
01/04/2024

Part 5

Bagi yang longgar waktunya, nanti sore kita cangkrukan lagi.

Serial Dakwah Kebudayaan Ramadhan 1445 H

Part 6
*Strategi Dakwah Kebudayaan Buya Hamka*

Narasumber
*Arif Wibowo, M. PI.*
Pendiri Laboratorium Dakwah Ki Ageng Henis, Direktur Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI)

Moderator
*Mohammad Hagie*
Redaktur langgar.co

📆 *Selasa, 2 April 2024/23 Ramadhan 1445 H*
⏰ *Pukul 15.45-17.45*

Via Zoom Meeting

Daftar => https://bit.ly/PekanSejarahdanKebudayaan2024

*Pengantar*

Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) adalah sosok multitalenta. Iya tidak hanya dikenal sebagai ulama besar, namun juga dikenal sebagai sejarawan, politikus, budayawan dan sastrawan. Bagi Hamka semua itu adalah medan dakwah.

Hamka memberikan perhatian terhadap perkembangan sejarah dan budaya. Ia terlibat dan aktif dalam seminar sejarah masuknya Islam ke Indonesia tahun 1963, serta terlibat aktif dalam kongres kebudayaan nasional.

Salah satu perhatian serius Hamka adalah perkembangan bahasa. Hamka menyadari bahasa merupakan bagian dari budaya dan menunjukan akar sejarah bangsa.

Menurut Hamka, bahasa Melayu tidak hanya menjadi induk dari bahasa Indonesia. Baginya bahasa Melayu merupakan bahasa yang memiliki pengaruh Islam yang sangat dominan dalam kehidupan dan sastra Melayu.

Oleh karena itu, ia melontarkan kritik tajam terhadap pendongkelan bahasa Melayu dan aksara Jawi. Menurut Hamka, politik bahasa yang terjadi merupakan jalan melingkar untuk menghilangkan pengaruh Islam dari kebudayaan bangsa Indonesia dan menggesernya dengan kebudayaan Barat.

Minat Hamka pada sejarah dan kesusasteraan dapat kita lihat dari karya-karyanya yang sarat nilai-nilai Islam. Hidup pada paruh akhir abad 20 M, menghadapkan Hamka pada pergulatan pembaharuan Islam. Terkadang dalam karya-karyanya secara halus Hamka melontarkan kritik terhadap adat yang tidak selaras dengan ajaran Islam.

Penyelenggara:
• Laboratorium Dakwah Ki Ageng Henis
• SWI College
• DDII Jawa Tengah

Narahubung:
• Muzakki (08543094245)
• Faizurrahman (082137797295)

Follow IG:

Website:
swicollege.com
labda.id

Subscribe YouTube:
LABDA ID

Bagi yang longgar waktunya, nanti sore kita cangkrukan lagi.Serial Dakwah Kebudayaan Ramadhan 1445 HPart 6*Strategi Dakw...
01/04/2024

Bagi yang longgar waktunya, nanti sore kita cangkrukan lagi.

Serial Dakwah Kebudayaan Ramadhan 1445 H

Part 6
*Strategi Dakwah Kebudayaan Buya Hamka*

Narasumber
*Arif Wibowo, M. PI.*
Pendiri Laboratorium Dakwah Ki Ageng Henis, Direktur Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI)

Moderator
*Mohammad Hagie*
Redaktur langgar.co

📆 *Selasa, 2 April 2024/23 Ramadhan 1445 H*
⏰ *Pukul 15.45-17.45*

Via Zoom Meeting

Daftar => https://bit.ly/PekanSejarahdanKebudayaan2024

*Pengantar*

Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) adalah sosok multitalenta. Iya tidak hanya dikenal sebagai ulama besar, namun juga dikenal sebagai sejarawan, politikus, budayawan dan sastrawan. Bagi Hamka semua itu adalah medan dakwah.

Hamka memberikan perhatian terhadap perkembangan sejarah dan budaya. Ia terlibat dan aktif dalam seminar sejarah masuknya Islam ke Indonesia tahun 1963, serta terlibat aktif dalam kongres kebudayaan nasional.

Salah satu perhatian serius Hamka adalah perkembangan bahasa. Hamka menyadari bahasa merupakan bagian dari budaya dan menunjukan akar sejarah bangsa.

Menurut Hamka, bahasa Melayu tidak hanya menjadi induk dari bahasa Indonesia. Baginya bahasa Melayu merupakan bahasa yang memiliki pengaruh Islam yang sangat dominan dalam kehidupan dan sastra Melayu.

Oleh karena itu, ia melontarkan kritik tajam terhadap pendongkelan bahasa Melayu dan aksara Jawi. Menurut Hamka, politik bahasa yang terjadi merupakan jalan melingkar untuk menghilangkan pengaruh Islam dari kebudayaan bangsa Indonesia dan menggesernya dengan kebudayaan Barat.

Minat Hamka pada sejarah dan kesusasteraan dapat kita lihat dari karya-karyanya yang sarat nilai-nilai Islam. Hidup pada paruh akhir abad 20 M, menghadapkan Hamka pada pergulatan pembaharuan Islam. Terkadang dalam karya-karyanya secara halus Hamka melontarkan kritik terhadap adat yang tidak selaras dengan ajaran Islam.

Penyelenggara:
• Laboratorium Dakwah Ki Ageng Henis
• SWI College
• DDII Jawa Tengah

Narahubung:
• Muzakki (08543094245)
• Faizurrahman (082137797295)

Follow IG:

Website:
swicollege.com
labda.id

Subscribe YouTube:
LABDA ID

Serial Dakwah Kebudayaan Ramadhan 1445 HPart 5*Nativisasi Kebudayaan Islam Masa Kolonial Hingga Orde Baru*Narasumber*Ari...
27/03/2024

Serial Dakwah Kebudayaan Ramadhan 1445 H

Part 5
*Nativisasi Kebudayaan Islam Masa Kolonial Hingga Orde Baru*

Narasumber
*Arif Wibowo, M. PI.*
Pendiri Laboratorium Dakwah Ki Ageng Henis, Direktur Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI)

Moderator
*Amin Huda*
Pegiat Muqaddimah Institute

📆 *Kamis, 28 Maret 2024/19 Ramadhan 1445 H*
⏰ *Pukul 15.45-17.45*

Via Zoom Meeting

Daftar => https://bit.ly/PekanSejarahdanKebudayaan2024

*Pengantar*

Tidak dapat dipungkiri pergulatan Islam dengan kelompok anti Islam terus berlangsung dalam beragam bentuk. Mulai dari ekspresi verbal hingga beraneka rupa kebijakan. Padahal Islam merupakan proto nasionalisme Indonesia.

Jika ditengok ke belakang, de-Islamisasi dan nativisasi Indonesia ini telah ditanam sejak masa kolonial Belanda. Projek tersebut digarap secara sistematis. Mulai dari beragam kebijakan yang menghambat laju perkembangan Islam, seperti kebijakan ordonansi sekolah, ordonansi guru, aturan haji hingga pendekatan kebudayaan.

Bukan tanpa alasan, eksistensi Islam dinilai mengancam pemerintah kolonial Belanda. Sebagaimana pengakuan para sarjana barat Alb C Kruyt (tokoh Nederlands bijbelgenootschap) dan OJH Graaf van Limburg Stirum, yang dikutip Dr. Aqib Suminto “Bagaimanapun Islam harus dihadapi karena semua yang menguntungkan Islam di kepulauan ini akan merugikan kekuasaan pemerintah Hindia Belanda.” (Aqib Suminto, Politik Islam Hindia Belanda (Jakarta: LP3ES, 1985).

Para orientalis Belanda berusaha menghambat laju Islamisasi. Membenturkan Islam dengan budaya lokal. Citra Islam didudukkan sebagi agama asing. Dikatakan bahwa bahwa Islam itu tidak meresap ke dalam struktur masyarakat Melayu-Indonesia dan hanya sedikit jejaknya di atas jasad Melayu. Ibarat pelitur di atas kayu, jika dikorek sedikit saja akan nampak wajah aslinya, yakni kehinduan, kebuddhaan dan animisme.

Seperti membangkitkan zombie, kaum nativis kebudayaan lama yang telah terkubur dan mati dalam masyarakat untuk menyingkirkan peran Islam. Sastra-sastra anonim bernuansa sentimen anti-Islam dimunculkan. Seperti; Babad Kedhiri, Suluk Gatolocho, dan Serat Dharmogandhul.

Politik pecah belah Belanda juga dimainkan dalam merusak struktur sosial masyarakat. Hubungan ideologis kaum santri dan priyayi dicerai-beraikan. Segolongan priyayi yang menikmati previlege pemerintah kolonial Belanda termakan sekulerisme. Di saat kaum kaum santri menyempurnakan anasir-anasir fiqhiyah dalam Islamisasi kebudayaan, segolongan priyayi itu cenderung menggambarkan Jawa dan masa lalu nusantara sebagai zaman klasik pra-Islam yang menjadi merupakan jatidiri bangsa.

Eksistensi priyayi 'sekuler' tersebut terus berlanjut bahkan mendapatkan panggung dalam proses berdirinya republik. Keberadaan mereka sebagai kelanjutan 'pikiran' barat turut melanggengkan sekulerisme dan gerakan nativisasi. Di era orde lama hingga orde baru mereka tidak segan segan mendorong munculnya kebijakan-kebijakan yang menghantam Islam. Mulai dari pembubara partai dan organisasi Islam, penerapan asas tunggal, larangan jilbab, penertiban kesusasteraan melayu dan lain sebagainya

Penyelenggara:
• Laboratorium Dakwah Ki Ageng Henis
• SWI College
• DDII Jawa Tengah

Narahubung:
• Muzakki (08543094245)
• Faizurrahman (082137797295)

Follow IG:

Website:
swicollege.com
labda.id

Subscribe YouTube:
LABDA ID

Serial Dakwah Kebudayaan Ramadhan 1445 HPart 4*Strategi Dakwah Politik dan Kebudayaan Pakubuwono X di Kasunanan Surakart...
25/03/2024

Serial Dakwah Kebudayaan Ramadhan 1445 H

Part 4
*Strategi Dakwah Politik dan Kebudayaan Pakubuwono X di Kasunanan Surakarta*

Narasumber
*Dr. Mulyanto Abdullah Khoir*
• Dosen Institut Islam Mamba'ul Ulum (IIM) Surakarta
• Pengkaji Dakwah dan Pendidikan Islam

Moderator
*Andi Dwi Saputro
Pegiat Studi Wawasan Islam

📆 *Selasa, 26 Maret 2024/15 Ramadhan 1445 H*
⏰ *Pukul 15.45-17.45 WIB*

Via Zoom Meeting

Daftar => https://bit.ly/PekanSejarahdanKebudayaan2024

*Pengantar*

Sunan Paku Buwono X bertahta di Surakarta Hadiningrat pada 12 Ramadhan 1310 H bertepatan dengan tanggal 30 Maret 1893. Nama kecilnya adalah Bendara Raden Mas Gusti Sayiddin Malikul Husna.

Beliau putra Paku Buwono IX sekaligus cucu dari Paku Buwono VI yang dibuang Belanda ke Ambon tahun 1931 karena gigih membantu perjuangan Pangeran Diponegoro.

Dalam penobatannya sebagai raja, beliau dianugerahi gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Paku Buwono Senopati Ing Ngalaga Ngabdurahman Sayidin Panatagama Hingkang Kaping X. Beliau juga dikenal sebagai Sultan Abdurahman al-Asyir. Sederet gelar tersebut menandakan perannya sebagai pemimpin negara.

Kanjeng Susuhunan Paku Buwono X dikenal sangat dekat dengan kalangan ulama. Di iklim penjajahan kolonial, Paku Buwono X meramu sejumlah strategi dakwah untuk memajukan Islam di Surakarta dengan memacu tumbuhnya 'kesadaran rakyat' dan gerakan “pemberdayaan masyarakat” dalam rangka membangun kekuatan politik masyarakat (machtsvorming) untuk melawan kekuatan kolonial Belanda.

Di antaranya: 1) modernisasi pendidikan Islam dengan didikannya Mambaul Ulum 1905, HIS Kasatryan 1914, HIS Parmadi Putri dan Taman Kanak-Kanak Parmadi Siwi 1914. 2) Selain itu, ia juga turut memberikan dukungan dari balik layar pada gerakan anti kolonial, Salah satunya Sarekat Dagang Islam 1909, Sarekat Islam 1912, Budi Oetomo 1914, dengan memacu para elit istana untuk terjun dalam dunia politik, serta Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM). 3) Memberi Subsidi rutin bagi Muhammadiyah Surakarta dalam perluasan Pendidikan Islam 4) Merenovasi Masjid-Masjid dibawah yuridiksi Keraton Surakarta 5) Mendirikan Lembaga Pendidikan pedalangan, dan Lembaga Pendidikan pertukangan 1923 6)Membangun rumah singgah Wangkoeng untuk peningkatan keterampilan para buruh migran 7)Mendirikan Kebon Rojo (Sriwedari) 1902, untuk memperkuat ekonomi wong cilik 8) Mendirikan Rumah Sakit Panti Rogo (Kadipolo) dan Apotik Pantihusada 1918. 9)Pemindahan Paheman Radya Pustaka ke ruang publik 1910 10) membangun Jembatan Jurug 1913, Baem 1915, Mojo 1916 hingga renovasi pasar Gedhe Harjonegoro (1930) 11) memfasilitasi Kongres Budaya di Surakarta 1918 12) dan mendirikan rijksstudiefonds 1900 dan Bank Bandhalukmaksa

Upaya pemberdayaan kekuatan masyarakat oleh PB X juga turut dibarengi dengan mensinergikan jejaring-jejaring asosiasi sosial dan politik yakni 1)Kekuatan politik Kasunanan (PB X, Putera, dan kerabat) 2)Kaum Intelektual & Aktivis Pergerakan 3)Pengusaha & Pedagang Muslim. Selain itu PB X juga berperan sangat aktif dalam membangun kekuatan politik lokal yang di-propagandakannya melalui Lawatan Politik (perjalanan incognito) di berbagai daerah dan wilayah di Jawa, Sumatera, Bali hingga Nusa Tenggara Barat. Lawatan politik ini memompa pesan-pesan simbolik sebagai landasan perjuangan dalam Gerakan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.

Penyelenggara:
• Laboratorium Dakwah Ki Ageng Henis
• SWI College
• DDII Jawa Tengah

Narahubung:
• Muzakki (08543094245)
• Faizurrahman (082137797295)

Follow IG:

Website:
swicollege.com
labda.id

Subscribe YouTube:
LABDA ID

Serial Dakwah Kebudayaan 1445 HPart 2*Islamisasi Kebudayaan & Politik Dakwah Sultan Agung Hanyokrokusumo*Selasa 19 Maret...
18/03/2024

Serial Dakwah Kebudayaan 1445 H
Part 2

*Islamisasi Kebudayaan & Politik Dakwah Sultan Agung Hanyokrokusumo*

Selasa 19 Maret 2024

Narasumber
*Dr. Susiyanto* (Pakar Islam dan Kebudayaan Jawa, Pengkaji Manuskrip Jawa)

Moderator

*Andi Dwi Saputro*
Pegiat Studi Wawasan Islam (SWI)

📆 Selasa, 19 Maret 2024/8 Ramadhan 1445 H
⏰ 15.45 - 17.45 WIB

Via Zoom Meeting

Daftar --> https://bit.ly/PekanSejarahdanKebudayaan2024

Pengantar:

Islamisasi Jawa bukanlah sesuatu yang berlangsung secara instan, melainkan melalui proses ketekunan dan kejeniusan para Ulama dan Umaro dalam waktu yang panjang.

Dalam catatan sejarah, Islamisasi Jawa nampak sekali pada masa kerajaan Mataram Islam, terutama pada masa Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Titah-titah Sultan Agung tampak berangkat dari ajaran Islam. Di antaranya misi jihad perluasan wilayah Mataram Islam. Kemudian penataan masjid-masjid dari tingkat desa, kawedanan, hingga Masjid Gedhe sebagai ujung tombak dakwah dan jantung ilmu Kesultanan Mataram.

Tidak hanya dalam bidang politik, strategi dakwah dan Islamisasi Sultan Agung juga menyentuh ruang-ruang kebudayaan.

Di antara peninggalannya seperti mulai dari Garebeg Mulud, Kitab Sastra Gendhing hingga memasukan pengaruh Islam dalam kalender Jawa yang sebelumnya dipengaruhi kebudayaan Hindu.

Pada Serial Diskusi Ramadhan 1445 H akan kita bahas lebih mendalam bentuk-bentuj Islamisasi Kebudayaan dan Politik Dakwah Sultan Agung Hanyokrokusumo tersebut dalam tradisi masyarakat Jawa.

Penyelenggara:
• Laboratorium Dakwah Ki Ageng Henis
• SWI College
• DDII Jawa Tengah

Narahubung:
• Muzakki (08543094245)
• Faizurrahman (082137797295)

Follow IG:

Website:
swicollege.com
labda.id

Subscribe YouTube:
LABDA ID

Kajian awal. Mari ramaikan. Free
12/03/2024

Kajian awal. Mari ramaikan. Free

03/03/2024

Alhamdulillah peresmian kantor Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Provinsi Jawa Tengah berjalan dengan baik. Insya Allah resni menempati kantor di Cordova Edupartment, Tembalang Semarang. Semoga upaya mewujudkan pendidikan dan dakwah peradaban semakin sukses.

KH. Didin Hafidhuddin adalah Ketua Pembina Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Pusat
02/03/2024

KH. Didin Hafidhuddin adalah Ketua Pembina Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Pusat

Address

Semarang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dewan Da'wah Jawa Tengah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share