11/04/2022
Renungan Harian :
BERSEKUTU DENGAN BAPA
(Markus 6:31 ) Lalu Ia berkata kepada mereka: โMarilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!โ Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
Setiap kita memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan sesuatu. Seorang ayah perlu bekerja untuk membiayai keperluan rumah tangganya, seorang ibu perlu bekerja melayani suami dan anak-anaknya, seorang karyawan perlu bekerja untuk masa depan, dan seorang pelajar perlu sekolah dan belajar untuk meraih cita-citanya. Tidak ada yang salah dengan memiliki kesibukan. Namun, jangan sampai kesibukan itu membuat kita lupa untuk beristirahat.
1. Sama seperti kita, Yesuspun memiliki kesibukan. Dia harus menyembuhkan yang sakit, mencari yang terhilang, mengusir setan, menceritakan kabar baik, dan lain sebagainya. Yesus memiliki tanggung jawab yang sangat besar di dunia ini, sementara, waktu yang dimiliki-Nya terbatas. Meski demikian, Yesus masih sempat beristirahat.
2. Beristirahat, bukanlah bermalasan-malasan, melainkan memiliki waktu khusus untuk memuji dan menyembah Tuhan, serta membaca dan merenungkan Firman-Nya.
3. Di tengah jadwal pelayanan-Nya yang sangat padat, Yesus selalu memiliki waktu khusus untuk beristirahat, atau dengan kata lain, waktu untuk bersekutu dengan Bapa. Persekutuan dengan Bapa menyegarkan jiwa Yesus. Di tengah tekanan dan pergumulan yang Yesus hadapi setiap hari, Yesus senantiasa mendengar Bapa meneguhkan dan mengingatkan bahwa Dia tidak sendirian menghadapi semuanya itu.
4. Roh, jiwa dan tubuh kitapun perlu disegarkan. Kesibukan dapat membuat kita lupa bahwa kita memiliki Tuhan yang besar. Masalah dan tekanan yang berlarut-larut dapat menyebabkan kita takut dan kuatir. Padahal faktanya, kita tidak pernah sendirian, kita memiliki Tuhan yang hebat dan dahsyat, dan kita telah dikaruniakan janji-janji yang kekal.
5. Jika kesibukan telah โmerusakโ kita hari ini, beristirahatlah sejenak. Luangkan waktu untuk pergi ke gereja, persekutuan, atau menyendiri, di mana kita dapat memuji dan menyembah Tuhan, juga membaca dan merenungkan Firman-Nya, tanpa perlu memikirkan pekerjaan dan segala permasalahannya. Istirahatkan sejenak dari kesibukan yang mendera, dan biarkan kasih dan kebenaran Tuhan menyegarkan kita yang letih lesu dan berbeban berat.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
๐๐