Persekutuan Doa Pondok Daud

Persekutuan Doa Pondok Daud Takut akan Tuhan adalah permulaan dan pengetahuan tetapi orang bodok menghina hikmat dan didikan.

03/07/2023

Bekerjalah Bagi Pekerjaan Yang Bernilai Kekal.

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan. " Roma 10:9-11

Selamat beraktivitas, tetap semangat sukses selalu bersama Yesus kita pasti bisa.๐Ÿ™

14/06/2022

Kesabaran di tengah masalah

Roma 12:12) Bersukacitalah dalam pengharapan, tabahlah dalam kesusahan, dan bertekunlah dalam doa!

Refleksi:
Kesabaran sangat mudah dilakukan pada saat segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana, tidak mengalami hambatan, atau semua berjalan tepat waktu. Sementara kita hidup di dalam suatu masa serba canggih yang mempermudah segala sesuatu dan mempercepat banyak hal... namun di sisi lain juga sebuah masa yang penuh dengan ketidaksabaran. Sehingga sangat sulit menemukan sifat sabar saat seseorang sedang mengalami penderitaan, kesesakan, dan masalah. Tidak sedikit orang yang mengalami hal tersebut akan berkata: "Sampai kapan saya harus bersabar?", "Sabar itu kan ada batasnya!"

Kebanyakan orang ingin melakukan segala sesuatu serba cepat, kadang-kadang tanpa dipertimbangkan dengan matang, bahkan cenderung terburu-buru. Karena itu Rasul Paulus menasihatkan: "...sabarlah dalam kesesakan..." (Roma 12:12). Sabar dalam kesesakan maksudnya untuk tidak bersungut-sungut atau mengeluh, tetapi justru mendekatkan diri dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan, sehingga kita mendapatkan kemampuan untuk menantikan waktu-Nya.

Yesus adalah teladan kita dalam segala hal termasuk kesabaran. Dia menunjukkan kesabaran dengan mengabaikan kehinaan, tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia.

Bagaimana kita menunjukkan kesabaran dengan meneladani Yesus?

1. Selalu bersyukur dan bersukacita dalam kehendak Allah. "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" (Filipi 4:4).

2. Selalu mengingat akan janji-Nya. Roma 8:28 berkata, bahwa "...Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Dengan sikap sabar seperti Yesus, kita akan melaluinya dengan kekuatan dari Roh Kudus, dan menikmati proses ini dengan yakin dan percaya bahwa Tuhan ijinkan situasi ini terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Meski saat ini kita belum tahu apakah "hal yang baik" itu, tapi selama kita tetap menjaga sikap dan hati dan meresponinya dengan baik, bersabar, maka kita pasti akan memahaminya nanti. Percayalah dan bersabarlah!

12/06/2022

Jangan lagi mencemarkan diri

"Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus." (1 Tesalonika 4:7)

Berada di zona nyaman (comfort zone) sering kali membuat seseorang menjadi lengah atau terlena. Jika tak waspada dan berjaga-jaga, cepat atau lambat, bisa membuatnya jatuh. Dunia saat ini benar-benar membuat nyaman secara daging karena dunia sedang gencar menawarkan segala kenikmatan dan kesenangan yang menggiurkan, sehingga banyak orang tergoda untuk merasakannya. Berhati-hatilah! Di balik kenyamanan, kenikmatan, dan kesenangan ini ada bahaya yang sedang mengancam kehidupan semua orang.

Yusuf dibawa ke Mesir sebagai budak oleh para saudagar-saudagar Midian yang membelinya dari saudara-saudaranya. Ketika Yusuf sudah lepas dari perbudakan dan pindah ke rumah Potifar, keadaan nampak makin membaik dan semakin nyaman. Tak pernah terbersit sedikit pun dalam benak Yusuf bahwa justru di rumah Potifar yang begitu nyaman itu ada bahaya yang sedang mengancam hidupnya. "Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: 'Marilah tidur dengan aku.'" (Kejadian 39:7). Ia menjadi incaran dari istri Potifar yang berusaha untuk menggoda dan membujuknya agar mau menuruti hasratnya.

Reaksi Yusuf sungguh di luar dugaan! Yusuf secara tegas menolak permintaan istri tuannya itu dan memilih untuk lari dan menjauh demi mempertahankan kesucian hidupnya. Itu artinya Yusuf tidak mau berkompromi atau mencemarkan diri dengan hal-hal yang cemar, padahal ia punya kesempatan besar untuk melakukan, karena tidak ada orang yang melihatnya. Ini adalah bukti bahwa Yusuf lebih memilih untuk takut akan Tuhan daripada takut kepada manusia. Kualitas hidup Yusuf benar-benar teruji, baik itu di hadapan manusia maupun di hadapan Tuhan.

Orang percaya harus bersikap tegas dan tidak melakukan kompromi sedikit pun dengan segala bentuk kecemaran dunia!

08/06/2022

Hidup bergaul dengan Allah

"Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah." (Kejadian 5:24)

Manusia tidak dapat memilih waktu kelahirannya dan akan lahir dari siapa serta di mana akan lahir. Itu rahasia ilahi melalui proses alami.

Dengan kuasa-Nya, Allah menempatkan setiap orang dari ketiadaan menjadi keberadaan di alam semesta menurut rencana-Nya sendiri.

Manusia yang berasal dari ketiadaan menjalani kehidupannya dalam berkat dan pertolongan Tuhan. Manusia bisa mengupayakan yang terbaik untuk mencapai hidup yang terbaik tetapi nilai hidup itu ditentukan oleh Allah sendiri.

Hidup bergaul dengan Allah adalah kualitas hidup yang terbaik yang pernah dicapai oleh manusia sebab itu membawanya untuk melihat rencana Allah yang sepenuhnya atas hidupnya.

Henokh tidak adalagi sebab ia telah diangkat oleh Allah; tanpa kematian. Sebagai makhluk yang fana, manusia dibayang-bayangi oleh kematian. Tetapi tidak mengapa sebab pada akhirnya setiap orang akan diangkat oleh Allah bahkan dari dunia orang mati pun; karena ia bergaul dengan Allah dalam seantero hidupnya.

"Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." (Yohanes 14:2)

12/05/2022

Tema: Kesalean Sejati
Nas: (Ayub 1:1)
"Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."

Refleksi:
Tetapi kesetiaan dan kesalehan Ayub ternyata tidak membuat dirinya bebas dari ujian hidup. Setelah kehilangan ternak, harta benda, kesepuluh anaknya, disuruh mati oleh istrinya, dan disalahpahami para sahabatnya, Ayub dapat melewati ujian itu. Ia pun mengalami pemulihan dan Allah mengembalikan miliknya sebanyak dua kali lipat.
Kesalehan tanpa adanya ujian adalah kesalehan yang belum teruji. Jika saat ini iman kita sedang diuji, tetaplah berpegang teguh pada Allah. Jalanilah ujian kesalehan itu dengan kekuatan dari-Nya. Dia yang membangkitkan iman kita, Dia p**a yang akan memelihara dan menyempurnakannya. Amin.๐Ÿ™๐Ÿผโ˜ฆ๏ธ

24/04/2022

Renungan

Tema: Menemukan Damai Melalu Yesus
Nas: Roma 5:1
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus."

Refleksi:
Jutaan orang di dunia selalu mencari damai sejahtera tetapi tidak bisa menemukan, harta, kekayaan itu bukan suatu ukuran kedamaian yang sesungguh tetapi itu dunia berikan kepada kita untuk memperolehnya tetapi bersifat sementara. dan kita dibenarkan hanya karena percaya dan temukan damai sejatehra sesungguhnya didalam Yesus kristus yang telah mati untuk menebus dosa kita.

Ingat tidak ada damai sejatehra didalam siapapun hanya ada didalam Yesus percaya dan menerima Dia Sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.
God Bless You๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ™๐Ÿผโ˜ฆ๏ธ

21/04/2022

Tema: Mengasihi dan mengampuni orang yang menyakiti kita

Nas: 2 Samuel 21:12 (TB)
maka pergilah Daud mengambil tulang-tulang Saul dan tulang-tulang Yonatan, anaknya, dari warga-warga kota Yabesh-Gilead, yang telah mencuri tulang-tulang itu dari tanah lapang di Bet-San, tempat orang Filistin menggantung mereka, ketika orang Filistin memukul Saul kalah di Gilboa.

Biasanya orang akan merasa senang kalau musuh atau orang yang selalu menyakitinya tertimpa kemalangan. Tetapi kita bisa belajar dari satu tokoh Alkitab yang bukannya bersukacita sewaktu mendengar orang yang selalu bersikap jahat kepadanya mati, tetapi malah menangis dan meratapinya. Tokoh Alkitab tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Daud.

Suatu hari seorang tentara Saul dengan pakaian terkoyak dan tanah di atas kepalanya datang kepada Daud. Tentara itu menyampaikan kabar bahwa Saul dan Yonatan, anaknya, sudah mati. Begitu mendengar kabar tersebut, Daud lalu mengoyakkan pakaiannya, meratap, serta menangisi kematian mereka.

Mungkin kita berpikir adalah sebuah hal yang wajar bagi Daud untuk meratapi Yonatan karena Yonatan adalah sahabatnya. Tetapi meratap bagi Saul tampak seperti suatu keganjilan. Bagaimana mungkin Daud bersedih untuk seseorang yang selalu mengejar dan ingin membunuhnya karena takut posisinya sebagai raja diambil oleh Daud?

Di sinilah kita bisa belajar dari seorang Daud. Dia tidak membalas kepada Saul setimpal dengan kejahatannya. Tindakan Daud memberikan teladan tentang kasih dan pengampunan.

Seperti Daud, kita tidak perlu memikirkan bagaimana cara membalas dendam. Mengapa? Sebab kita memiliki Allah sebagai pembela, yang akan menyatakan keadilan tepat pada waktu-Nya. Bagian kita hanyalah belajar menaati perintah Yesus yakni mengasihi musuh kita dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita. "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (Matius 5:44).

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin๐Ÿ™๐Ÿผโ˜ฆ๏ธ

11/04/2022

Renungan Harian :

BERSEKUTU DENGAN BAPA

(Markus 6:31 ) Lalu Ia berkata kepada mereka: โ€œMarilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!โ€ Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
Setiap kita memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan sesuatu. Seorang ayah perlu bekerja untuk membiayai keperluan rumah tangganya, seorang ibu perlu bekerja melayani suami dan anak-anaknya, seorang karyawan perlu bekerja untuk masa depan, dan seorang pelajar perlu sekolah dan belajar untuk meraih cita-citanya. Tidak ada yang salah dengan memiliki kesibukan. Namun, jangan sampai kesibukan itu membuat kita lupa untuk beristirahat.

1. Sama seperti kita, Yesuspun memiliki kesibukan. Dia harus menyembuhkan yang sakit, mencari yang terhilang, mengusir setan, menceritakan kabar baik, dan lain sebagainya. Yesus memiliki tanggung jawab yang sangat besar di dunia ini, sementara, waktu yang dimiliki-Nya terbatas. Meski demikian, Yesus masih sempat beristirahat.

2. Beristirahat, bukanlah bermalasan-malasan, melainkan memiliki waktu khusus untuk memuji dan menyembah Tuhan, serta membaca dan merenungkan Firman-Nya.

3. Di tengah jadwal pelayanan-Nya yang sangat padat, Yesus selalu memiliki waktu khusus untuk beristirahat, atau dengan kata lain, waktu untuk bersekutu dengan Bapa. Persekutuan dengan Bapa menyegarkan jiwa Yesus. Di tengah tekanan dan pergumulan yang Yesus hadapi setiap hari, Yesus senantiasa mendengar Bapa meneguhkan dan mengingatkan bahwa Dia tidak sendirian menghadapi semuanya itu.

4. Roh, jiwa dan tubuh kitapun perlu disegarkan. Kesibukan dapat membuat kita lupa bahwa kita memiliki Tuhan yang besar. Masalah dan tekanan yang berlarut-larut dapat menyebabkan kita takut dan kuatir. Padahal faktanya, kita tidak pernah sendirian, kita memiliki Tuhan yang hebat dan dahsyat, dan kita telah dikaruniakan janji-janji yang kekal.

5. Jika kesibukan telah โ€œmerusakโ€ kita hari ini, beristirahatlah sejenak. Luangkan waktu untuk pergi ke gereja, persekutuan, atau menyendiri, di mana kita dapat memuji dan menyembah Tuhan, juga membaca dan merenungkan Firman-Nya, tanpa perlu memikirkan pekerjaan dan segala permasalahannya. Istirahatkan sejenak dari kesibukan yang mendera, dan biarkan kasih dan kebenaran Tuhan menyegarkan kita yang letih lesu dan berbeban berat.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.
๐Ÿ™๐Ÿ™

Amin ๐Ÿ™
04/04/2022

Amin ๐Ÿ™

28/03/2022

Renungan hari ini

Nast: Ulangan (8:1)

Tema: Tetap Setia didalam Tuhan

Selama 40 tahun TUHAN membiarkan bangsa Israel di padang gurun merasakan segala cobaan, ketakutan, dan kekuatiran. Rasa lapar, haus, dan ketiadaan hal yang dapat diandalkan menjadi kesempatan perendahan hati yang sangat baik di hadapan Tuhan. Di tengah segala kondisi yang sulit dan ancaman dari segala bangsa itu, Tuhan menyediakan makanan, pakaian yang tidak memburuk, dan segala keperluan mereka sampai memasuki ke tanah perjanjian.

Kita sebagai orang percaya juga harus ingat, bahwa di tengah" Covid-19 yang begitu melandah dan sangat mengerikan banyak orang yang meninggal hanya alasannya karena positif corona banyak juga yang masuk rumah sakit hanya alasannya karena positif corona dan hidup di tengah" kebohongan dunia saat ini bukan berarti Tuhan membiarkan kita tidak tetapi satu hal harus kita ingat bahwa di tengah" kondisi seperti ini kita harus belajar kerendahan hati dan tetap setia didalam Tuhan maka Dia akan memberikan kekuatan, kesehatan, dan damai sejaterah melimpahkan kepada orang tetap berpegang teguh dan setia pada janji-Nya Tuhan...

Tuhan ingin agar dalam segala kondisi mengingat dan menyembah Tuhan. Ketika lapar, kesulitan; bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika kenyang, berkelimpahan; puji Tuhan dan ingat segala perbuatan-Nya. ....
Amin๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ™๐Ÿผ

God Bless You๐Ÿ™๐Ÿผ

25/03/2022

Renungan kita hari ini.
KERENDAHAN HATI MAKSIMAL

1 Korintus 4:9, 13 (TB)
Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. .......
kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

REFLEKSI
Manusia cenderung untuk berusaha akrab dengan mereka yang secara sosial sejajar, atau kalau mungkin, lebih tinggi. Biasanya, pertemanan akrab dengan mereka yang secara sosial lebih "rendah", apalagi "sampah", dihindari karena berisiko menjatuhkan pamor.
Paulus mengkoreksi pandangan yang salah ini dengan ironi yang menyindir: mereka mulia sementara Paulus dan rekan-rekannya hina, dan seterusnya (ayat 8-10). Dalam keadaan seperti yang Paulus alami, justru nyata kebenaran bahwa sungguh- sungguh hikmat dan karya Allah adalah kebodohan bagi dunia.
Teguran Paulus kepada jemaat Korintus jadi teguran juga bagi kita. Kita bisa saja membanggakan diri karena jadi anggota suatu gereja besar atau bila gereja kita dipimpin oleh pendeta besar yang terkenal. Kebanggaan itu membuat kita jadi merasa seolah-olah kita sama besarnya dengan pendeta tersebut. Atau kita telah memilih jalan yang benar dengan menjadi anggota gereja tersebut. Kebanggaan seperti ini dapat melahirkan perasaan superioritas yang tidak pada tempatnya serta dapat membuat kita merendahkan gereja-gereja yang beranggotakan orang-orang yang berstatus ekonomi rendah. Ingatlah bahwa esensi iman kita adalah memikul salib dan mengikut Kristus bukan mencari hormat.

Address

Semarang
50241

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Persekutuan Doa Pondok Daud posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share