07/07/2026
PENTINGNYA PERSPEKTIF YANG BERPUSAT PADA KORBAN DAN PENDEKATAN TRAUMA-INFORMED DALAM PENANGANAN KASUS PMI
Penanganan kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak cukup hanya berfokus pada penyelesaian perkara, tetapi juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan, rasa aman, dan kesempatan untuk pulih. Oleh karena itu, penerapan perspektif yang berpusat pada korban (victim-centered approach) dan pendekatan trauma-informed menjadi fondasi penting dalam setiap tahapan penanganan kasus.
Perspektif yang berpusat pada korban menempatkan kebutuhan, hak, keselamatan, dan martabat korban sebagai prioritas utama. Korban dipandang sebagai individu yang memiliki hak untuk didengar, dihormati, serta dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan dirinya. Pendekatan ini juga memastikan setiap tindakan yang dilakukan tidak menimbulkan trauma baru (reviktimisasi).
Sementara itu, pendekatan trauma-informed mengedepankan pemahaman bahwa pengalaman kekerasan, eksploitasi, atau pelanggaran hak dapat meninggalkan dampak psikologis yang mendalam. Oleh karena itu, setiap proses identifikasi, wawancara, pendampingan, hingga pemulihan perlu dilakukan secara empatik, sensitif terhadap kondisi korban, dan mengutamakan rasa aman, kepercayaan, kolaborasi, serta pemberdayaan korban.
Melalui penerapan kedua pendekatan tersebut, penanganan kasus PMI tidak hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga mendukung proses pemulihan korban secara menyeluruh, memperkuat akses terhadap keadilan, serta membangun sistem perlindungan yang lebih manusiawi dan berkeadilan.
Karena setiap korban berhak diperlakukan dengan hormat, didengar tanpa dihakimi, dan didampingi menuju pemulihan yang bermartabat.
PerlindunganPekerjaMigran