BSM Subur Cilacap

BSM Subur Cilacap Berbagi teknik composting, fermenting limbah dapur. Edukasi, training, mentoring (pendampingan) penge
(1)

Dari Sampah Jadi BerkahApa yang terlihat seperti sampah bagi sebagian orang, sebenarnya adalah bahan mentah berharga bag...
20/05/2025

Dari Sampah Jadi Berkah

Apa yang terlihat seperti sampah bagi sebagian orang, sebenarnya adalah bahan mentah berharga bagi tanah kita.
Dalam kolase ini, kami dokumentasikan proses lengkap pengolahan sampah organik menjadi pupuk pembenah tanah, mulai dari nol hingga siap pakai.

Tumpukan ranting, daun kering, dan serasah menjadi awal perjalanan.

Proses fermentasi dan dekomposisi alami mengubahnya menjadi kompos matang yang kaya unsur hara.

Dengan teknik pembakaran terkontrol, sebagian bahan diolah menjadi biochar — arang aktif yang membantu menyerap air dan nutrisi di tanah.

Ember fermentasi, jaring penampung, dan saringan menjadi alat bantu dalam metode seperti bokashi dan pengomposan anaerob.

Hasil akhirnya? Pupuk organik yang bukan hanya menyuburkan tanaman, tapi juga memperbaiki struktur dan kehidupan tanah.
Setiap daun gugur dan ranting yang dikumpulkan adalah investasi untuk masa depan bumi.

Yuk, olah sampah organik kita sendiri!
Karena perubahan besar dimulai dari rumah.

08/05/2025

Awal mula terdorong mengelola sampah organik.
Budaya membakar sampah di pagi hari dan sore hari, menimbulkan rasa tidak nyaman karena asap yang ditimbulkan.
Ada cekcok antar warga akibat penempatan sampah organik pangkasan pohon swcara sembarangan tanpa ijin.
Sore hari, beberapa warga cekcok karena jemuran bau sangit akibat asap pembakaran sampah.

Ide mengelola sampah organik dimulai dari sini.

Alhamdulillah sore ini mendapat kunjungan salah satu pendamping  Projek Pendampingan Kewirausahaan Unsoed beberapa tahun...
19/07/2024

Alhamdulillah sore ini mendapat kunjungan salah satu pendamping Projek Pendampingan Kewirausahaan Unsoed beberapa tahun lalu.
Ada pelajaran yang bisa dipetik terutama nilai inti model wirausaha sosial pengelolaan sampah organik yang sedang dirintis saat itu.
Ada beberapa hal yang bisa dipetik pada pertemuan sore ini. Saat itu dua hal yang menjadi ketertarikan adalah akuntansi keuangan dan marketing atau mengenalkan. Salah satu pemasaran gagasan dengan mengikuti krenova alhamdulillah sudah terlaksana.
Hal yang dikembangkan cukup menarik dan prospektif sehingga dua hal di atas yang menjadi fokus pendampingan.
Ada feedback menarik, beberapa waktu lalu ingin menanam, tanah yang tersedia jenis padas, kemudian order kompos di tempat kami. Ternyata tanaman bisa tumbuh hijau, setelah padas ditambah kompos order pertama.
Sore ini sembari silaturahim saling cerita keadaan pulang order empat kantong ukuran jumbo.
Saya bercerita, bahwa banyak sumbangan pemikiran diperoleh dan diterapkan sampai sekarang. Dengan pendekatan pentahelix pengembangan model wirausaha sosial pengolahan sampah organik yang sekarang diberi nama Wirus Tribio atau Wirausaha Sosial Trilogi Biomassa, mendapat banyak dukungan.
Lanjut bercerita sekaligus melaporkan progres terkini bahwa kita mendapatkan dukungan selain dari Unsoed yang dulu telah dilaksanakan, juga mendapatkan dukungan dari akademisi lain seperti Politeknik Negeri Cilacap, salah satu akademisi UGM Pak Nasih dengan gagasan trilogi biomassa, Bappeda Cilacap Bidang Riset dan Inovasi Daerah melalui Krenova dan Pameran, praktisi pertanian khususnya pengomposan dan pemilihan produk rakitan dekomposer, dan dukungan dunia usaha.
Kami masih hutang satu ide dari pendampingan yang lalu, yaitu membuat kemassan kompos yang dapat dijinjing.
Terima kasih kawan-kawan yang telah memberikan dukungan pemikiran, finansial, kebijakan, motivasi, peralatan, tempat, packing dan banyak hal lainnya.

Terima kasih Pak Agus, Mas Wawan, Mas Faisal, Prof. Wiwiek Unsoed.

Chatting - Ngobrol = Apa yang dimaksud eco friendly dan hubungannya dengan menempatan daun, pengolahan daun, dan biochar...
09/06/2024

Chatting - Ngobrol

= Apa yang dimaksud eco friendly dan hubungannya dengan menempatan daun, pengolahan daun, dan biochar?
+ "Eco friendly" adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan produk, aktivitas, atau kebijakan yang dirancang untuk memiliki dampak minimal terhadap lingkungan. Secara umum, konsep ini mencakup praktik-praktik yang mendukung keberlanjutan lingkungan, penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab, dan pengurangan jejak karbon.
+ Dalam konteks penempatan daun, pengolahan daun, dan biochar, eco friendly bisa diinterpretasikan sebagai berikut:
Penempatan Daun: Mengacu pada pengelolaan limbah daun secara bijaksana. Daripada membiarkan daun-daun tersebut membusuk di tempat pembuangan sampah atau di tempat pembakaran, penempatan daun yang ramah lingkungan bisa mencakup daur ulang daun menjadi kompos. Proses ini tidak hanya mengurangi volume limbah yang masuk ke tempat pembuangan sampah, tetapi juga menghasilkan pupuk organik yang berguna untuk tanaman.
Pengolahan Daun: Ini bisa merujuk pada berbagai metode pengolahan daun untuk menciptakan produk yang lebih berharga daripada sekadar limbah organik. Salah satu contoh pengolahan daun yang ramah lingkungan adalah pembuatan kertas daur ulang. Dengan memanfaatkan daun-daun bekas, kita dapat mengurangi penebangan pohon yang tidak terkendali untuk pembuatan kertas.
Biochar: Biochar adalah produk yang dihasilkan dari pembakaran biomassa dalam kondisi tanpa oksigen (pirolisis). Biochar adalah sejenis arang yang digunakan sebagai pembenah tanah. Penggunaan biochar secara luas dianggap ramah lingkungan karena tidak hanya mengurangi limbah biomassa yang dihasilkan oleh aktivitas manusia (seperti pertanian dan kehutanan), tetapi juga meningkatkan kesuburan tanah dan menyimpan karbon tanah untuk jangka panjang, membantu dalam mitigasi perubahan iklim.
Hubungan antara ketiga konsep di atas adalah bahwa mereka semua berkontribusi pada pengelolaan limbah organik secara bijaksana, pengurangan jejak karbon, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Dengan mempraktikkan praktik-praktik ini secara bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi masa depan.

16/05/2024

Tadi sore saat di sebelah Kali Bleder Jalan Semangka Tambakreja Cilacap Selatan, seorang anak bertanya: "Yah, cara mengompos kohe sapi bagaimana? Tadi ada teman yang dulu sama-sama berada di Pati, sekarang di Yogyakarta." Selanjutnya Ayah menjawab: "Tambahkan arang 20%, ya gampangnya kohe sapi sebanyak empat bagian, tambahan arang satu bagian. Campur dan lembakan merata. Melembabkan merata artinya ditambah air. Jika menggunakan dekomposer komersial, ikuti aturan pakai yang tertera pada botolnya. Nanti antara kohe sapi, arang, air, dan sumber mikrobia dicampur secara merata dalam keadaan lembab merata. Setelah itu tumpuk dengan ketinggian delapan puluh sentimeter, kemudian tutup dengan terpal."
Ayah melanjutkan: "Itulah pentingnya Mas, Ayah mengajakmu minimal tahu prosesnya, tahu pengetahuan dasar pengomposan. Lebih baik mempersiapkan diri. Memang pengomposan itu hal mudah dan sederhana, terkadang dianggap penting bagi yang membutuhkan. Itu akan menjadi ladang amal kebaikan. Ohya berikan nomor ayah barangkali dibutuhkan. Ada banyak cara yang telah diunggah di Youtube. Coba cari di Youtube dengan mengetikkan "Pengomposan super cepat tiga hari jadi" sepertinya ayah pernah melihat video dan mempraktikkannya."
Setelah pulang ke rumah beberapa jam kemudia, Ayah bertanya kepada Anak: "Bagaimana Mas, sudah ketemu videonya?"
Sang anak hanya diam sesaat sembari mengetikkan baris kata di Youtube. Beberapa saat kemudian muncul banyak sekali video pengomposan. "yang ini ya Yah?", sambil melihat layar hape yang dipegang sang Anak, Ayah menunjuk, dan berkata: "Nah itu yang kedua, walapun itu pengomposan kohe kambing, tapi bisa diadopsi untuk pengomoposan kohe sapi. Caranya sama seperti itu."
Setelah berjalan beberapa waktu video ditonton, ketika ada tulisan dan angka-angka, kemudian Anak berkata: "Oh iya Yah, ada tambahan arang 20%, disiram air yang dicampur dekomposer."
Ayah kemudian berkata: "Begitulah caranya, tonton sampai selesai, perhatikan cara mencampur dan melembabkannya dengan cara diaduk dengan skop atau cangkul, lihat sendiri di video. Nanti link-nya kirim ke temanmu Pati yang kini di Yogyakarta. Jika perlu kirim nomor ayah, bila butuh sharing."
Ayah berjalan ke depan membuka pintu. Terdengar suara Anak saat sedang membuka pintu: "Terima kasih Ayah.", kemudian sambil menurunkan kaki dari pintu ke arah depan, Ayah menyahut: "Oke".

Kompos dan PengomposanMengompos itu mudah, jika dilakukan.Ketilka pertama kali mengompos daun pangkasan pohon, sepertiny...
29/04/2024

Kompos dan Pengomposan

Mengompos itu mudah, jika dilakukan.
Ketilka pertama kali mengompos daun pangkasan pohon, sepertinya dulu begitu sabar dan ulet.
Seiring berjalannya waktu, lama-lama ada rasa malas. Rasa malas menumbuhkan kreativitas. sepertinya sudah lupa bagaimana kesabaran yang dulu ada. Bagi yang merasa malas, maka kudu dibuktikan dengan cara kreatif.
Hal mendasar terkait pengomposan daun dan ranting pangkasan pohon dengan berfokus pada cara melembabkan bahan.
Selanjutnya menemukan cara mudah merontokkan daun dan memisahkan rantingnya. Ranting dan kayu dijadikan arang.
Berikutnya yang menjadi tantangan adalah cara melembabkan daun segar, sedangkan pori-porinya sukar ditembus air, sehingga hanya basah dipermukaan saja.
Hal lainnya membaca petunjuk pakai beberapa produk rakitan sumber dekomposer komersial.
Ada beberapa kunci pengomposan cepat yang harus dimengerti., seperti kelembaban, campuran bahan, C/N rasio, sumber mikrobia, penambahan enzim, memperkecil ukuran, pengadukan, menambahkan oksigen, menjaga suhu. Pengetahuan tentang ini sudah populer dan mudah diakses.
Hanya saja ada masalah, bagaimana jika yang dikomposkan adalah bahan tunggal yang hampir seragam sifatnya, seperti pangkasan pohon ayoman yang dominan daun pohon mangga?
Mungkin sebagian orang ada yang sudah membaca atau telah memanfaatkan ember tumpuk Pak Nasih, yang digunakan untuk membuat POC pucuk daun muda. Ada prinsip kerjanya yang bisa diadopsi untuk menembus pori-pori daun segar utuh yang akan dikomposkan, kata kunci yang didapat dari transfer cara dari teknologi ember tumpuk pada pembuatan POC pucuk daun ke pengomposan daun utuh dan segar adalah 'ngelindi'.
Teknik ini baru-baru saja saya gunakan, dan tadi sore, hasil pengomposan daun utuh yang cara melembabkannya dengan cara ini cukup efektif. Daun utuh segar yang telah 'ngelindi' dicampur arang secara merata, diperam di dalam wadah weetmad dengan kapasitas volume 1,5 m3, awalnya mengalami kenaikan suhu, lambat laun suhunya cukup tinggi dan bertahan lama. Seiring berjalannya waktu, suhu turun, warna daun menjadi gelap, diremas mudah hancur, kadar air berkurang drastis. Sore tadi dimasukkan ke dalam mesin chooper dengan pisau tumpul, dan keluar cukuo halus, dengan diameter terbesar sekitar 10 mm, lebih banyak yang halus.

Sumber gambar: Foto Ketika awal mengompos (dulu), dan tangkapan layar wikipedia - kompos

Mesin chooper dalam gambar waktu ekonomis 10% (tidak bisa digunakan lagi).

Keterangan, ada beberapa kata kunci dari artikel wikipedia terkait kompos dan pengomposan pada awal halaman, bolehlah ditulis di dalam pikiran.

Di balik hal sederhanaDalam hal pengomposanUmumnya sesuatu yang sederhana itu diremehkan.Tetapi tidak banyak yang tahu, ...
12/02/2024

Di balik hal sederhana

Dalam hal pengomposan

Umumnya sesuatu yang sederhana itu diremehkan.
Tetapi tidak banyak yang tahu, untuk bisa menyederhanakan hal yang rumit tidak mudah.

Umumnya yang rumit selalu menarik, karena ada hal baru dan memacu rasa ingin tahu.
Tetapi tidak semua yang tahu itu mau melakukan.

Dari postingan sebelumnya, dalam pengomposan daun pamngkasan pohon ayoman baik ayomah rumah warga dan ayoma jalan, bisa menggabungkan cara-cara yang kelihatan berbeda dan tidak nyambung, nyatanya ketika bisa memanfaatkan, mengerti, dan menggabungkan itu asik, mudah dan menyenangkan.
Pada pengomposan, apa peran bokashi cair, lindi ember tumpuk, poc aerob, leafmold lumbung biomassa, arang kayu, bokashi padat, padatan ember tumpuk, dan daun yang akan dikomposkan. Sepertinya rumit. ahh tidak. sederhana dan mudah dilakukan kok.

Ternyata ini gambar tekniknya, sudah dipraktekkan beberapa waktu lalu. Tambah asik, bisa diualang lagi.
06/02/2024

Ternyata ini gambar tekniknya, sudah dipraktekkan beberapa waktu lalu. Tambah asik, bisa diualang lagi.

30/01/2024

Dalam percakapan group WA bank Sampah, saya memposting banyaknya sampah organik daun dan ranting.
Salah satu kawan bertanya:
mhn infornasinya bgmn potensi pasarnya dan hasil produksinya ,he he
Siap Ndak pakde?
Jawab:
belajar ilmu marketing dulu Pak, jika melihat sudut pandang bisnisnya miriplah kayak sayur hidroponik.
Begini:
Sedikit berbagi pengetahuan,
1. Produksi meliputi: mendesain, mengolah dan memproduksi.
2. Marketing, memindahkan produk ke pasar
3. Branding, menempatkan produk di benak pelanggan...
Agar memiliki daya tarik dan memenangkan pasar Berikut hal yang perlu dijadikan pertimbangan:
1. Produk kita satu-satunya, tentu praktis tidak ada pesaing fleksibel Melakukan penetrasi pasar... Jika tidak bisa begitu maka
2. Memiliki 3 ter, .. jika tidak bisa begitu
3. setidaknya memiliki 5 kelebihan di banding competitor...

Dalam hal selling atau penjualan, perlu juga adanya pendongkrak pasar, misalnya kita bermitra dengan DLH, CSR jadi ketika cukup banyak stok dan belum terjual dengan permintaan banyak dari Dinas misalnya DLH atau mitra CSR, penjualan atau pemasaran produk kita akan laris manis, bahkan bisa dapet uang segepok atau setenggok.
===

Catatan penting, setiap produk memiliki segmentasi pasar tersendiri, carilah pasar atau pengguna yang akan kita bidik untuk produk kita.

But The Way alias BTW, kami kemas kegiatan pengolahan sampah menjadi komposit pupuk dan pembenah tanah dalam model Wirausah Sosial, dan kami beri nama Wirus Tribio kepanjangan dari Wirausaha Sosial Trilogi Biomassa. Wirausaha social biasanya terkait dengan masalah lingkungan dan social. Kami pilih masalah lingkungan adalah pengolahan sampah organik untuk mengurangi timbulan sampah organik. Hal terkait pengolahan sampah organik ini, misalnya mengurangi sampah yang dikirim ke TPA, mengurangi emisi karbon dari proses penganglkutan sumber sampah ke TPA, mengurangi emisi karbon karena proses penguraian alami bahan organik, mengurangi biaya penanganan sampah yang biasanya dibiayai oleh masyarakat dan pemda.
Masalah social yang kita pilih adalah social Pendidikan, yaitu melakukan transfer pengetahuan (edukasi cara penangan sampah organik menjadi pupuk dan pembenah tanah), pelatihan skill (keterampilan) yaitu memberikan pelatihan yang harus dikuasai cara mengelola sampah organik, composting, dan hal terkait dengan itu (Training, outputnya skill/keterampilan), dan mentoring atau pendampingan pengomposan yaitu gabungan kedua hal di atas, dari nol sampai bisa menghasilkan produk.
Ini bentuk kepedulian kami mengambil peran berdasarkan pendekatan pentahelix, kami komponen masyarakat ikut serta menyumbangkan pemikiran, dan kinerja untuk sedikit menangani sampah yang ada di sekitar kami. Kami juga bekerja sama dengan kawan peternak, jika ada bahan yang layak untuk dijadikan pakan ternak, maka akan diambil kawan peternak.

26/10/2022

Sekilat info

Diagram teknik modelling
26/10/2022

Diagram teknik modelling

Address

Secang

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 08:00 - 11:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

+628816611281

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BSM Subur Cilacap posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to BSM Subur Cilacap:

Share