29/04/2024
Kompos dan Pengomposan
Mengompos itu mudah, jika dilakukan.
Ketilka pertama kali mengompos daun pangkasan pohon, sepertinya dulu begitu sabar dan ulet.
Seiring berjalannya waktu, lama-lama ada rasa malas. Rasa malas menumbuhkan kreativitas. sepertinya sudah lupa bagaimana kesabaran yang dulu ada. Bagi yang merasa malas, maka kudu dibuktikan dengan cara kreatif.
Hal mendasar terkait pengomposan daun dan ranting pangkasan pohon dengan berfokus pada cara melembabkan bahan.
Selanjutnya menemukan cara mudah merontokkan daun dan memisahkan rantingnya. Ranting dan kayu dijadikan arang.
Berikutnya yang menjadi tantangan adalah cara melembabkan daun segar, sedangkan pori-porinya sukar ditembus air, sehingga hanya basah dipermukaan saja.
Hal lainnya membaca petunjuk pakai beberapa produk rakitan sumber dekomposer komersial.
Ada beberapa kunci pengomposan cepat yang harus dimengerti., seperti kelembaban, campuran bahan, C/N rasio, sumber mikrobia, penambahan enzim, memperkecil ukuran, pengadukan, menambahkan oksigen, menjaga suhu. Pengetahuan tentang ini sudah populer dan mudah diakses.
Hanya saja ada masalah, bagaimana jika yang dikomposkan adalah bahan tunggal yang hampir seragam sifatnya, seperti pangkasan pohon ayoman yang dominan daun pohon mangga?
Mungkin sebagian orang ada yang sudah membaca atau telah memanfaatkan ember tumpuk Pak Nasih, yang digunakan untuk membuat POC pucuk daun muda. Ada prinsip kerjanya yang bisa diadopsi untuk menembus pori-pori daun segar utuh yang akan dikomposkan, kata kunci yang didapat dari transfer cara dari teknologi ember tumpuk pada pembuatan POC pucuk daun ke pengomposan daun utuh dan segar adalah 'ngelindi'.
Teknik ini baru-baru saja saya gunakan, dan tadi sore, hasil pengomposan daun utuh yang cara melembabkannya dengan cara ini cukup efektif. Daun utuh segar yang telah 'ngelindi' dicampur arang secara merata, diperam di dalam wadah weetmad dengan kapasitas volume 1,5 m3, awalnya mengalami kenaikan suhu, lambat laun suhunya cukup tinggi dan bertahan lama. Seiring berjalannya waktu, suhu turun, warna daun menjadi gelap, diremas mudah hancur, kadar air berkurang drastis. Sore tadi dimasukkan ke dalam mesin chooper dengan pisau tumpul, dan keluar cukuo halus, dengan diameter terbesar sekitar 10 mm, lebih banyak yang halus.
Sumber gambar: Foto Ketika awal mengompos (dulu), dan tangkapan layar wikipedia - kompos
Mesin chooper dalam gambar waktu ekonomis 10% (tidak bisa digunakan lagi).
Keterangan, ada beberapa kata kunci dari artikel wikipedia terkait kompos dan pengomposan pada awal halaman, bolehlah ditulis di dalam pikiran.