29/05/2026
Semua berawal dari ketika kami makan di salah satu restoran di kawasan Pantai Kedonganan yang tetap menyuguhkan sedotan plastik meski kami memesan minuman tanpa sedotan.
Kami jengah, ingin membuktikan bahwa plastik sekali pakai yang digunakan di usaha bisa berakhir di pantai dan bocor ke lautan. Oleh karena itu, pada 14-20 Mei 2026, kami menyelenggarakan waste assessment dan brand audit.
Hasilnya, kami menemukan bahwa 44,5% sampah yang ditemukan di pantai Kedonganan adalah sisa usaha. Mulai dari sedotan, bungkus makanan, sendok garpu sekali pakai, hingga botol dan gelas plastik.
Kami tak berhenti di sana. Hasil WABA ini kemudian kami sosialisasikan kepada usaha dan pemuda di Kedonganan dengan cara yang partisipatif dan interaktif. Kami juga menyampaikan dampak penggunaan plastik sekali pakai terhadap perubahan iklim, hingga strategi pengurangan plastik sekali pakai.
Di akhir pelatihan kami menemukan makin banyak peserta yang menunjukkan perlunya mendukung penggunaan ulang sebagai stragegi pengurangan plastik sekali pakai.
Hasil ini lantas kami bawa ke ruang diseminasi bersama para pemangku kebijakan. Kami dan para peserta percaya bahwa kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, pemuda, dan pemerintah dibutuhkan untuk mencegah sampah sekali pakai di Kedonganan. πΏ
Kegiatan ini didukung oleh .id