17/09/2026
Al-Agha menyebut berbagai sektor produksi pertanian, termasuk peternakan dan perikanan, mengalami kerusakan antara 85 hingga 90 persen. Semua ini terjadi di tengah dampak per@ng yang terus berlanjut dan sulitnya mengakses sebagian besar lahan pertanian.
Menurut data terbaru yang dikutip Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), hanya sekitar 3 persen lahan pertanian terbuka yang bisa diakses dengan aman. Luasnya sekitar 4.480 dunum tanah yang tidak rusak dan dapat dijangkau dengan selamat.
Sekitar 2.240 dunum rumah kaca, setara hampir 16 persen dari total luasnya, juga bisa diakses dengan aman. Jika lahan terbuka dan rumah kaca yang dapat diakses dihitung bersama, area yang benar-benar tersedia untuk akses aman dan budidaya tidak melebihi sekitar 4 persen dari total lahan pertanian G@z@.
Situasi semakin rumit karena lebih dari 70 persen lahan pertanian berada di dalam area yang dikendalikan Isr@3l dalam apa yang disebut “Garis Kuning.” Hal ini membatasi kemampuan petani untuk mencapai tanah mereka dan melanjutkan pekerjaan.
Pembatasan tidak hanya soal akses ke lahan. Menurut al-Agha, Isr@3l menerapkan pembatasan ketat terhadap masuknya input produksi pertanian, termasuk pupuk, benih, bibit, dan pestisida. Ini menghambat upaya memulai kembali sektor pertanian bahkan di area yang masih bisa ditanami.
Sumber: Mina News