13/08/2026
Kantor Perdana Menteri Isr@3l menyebut proyek itu sebagai program percontohan yang didukung Uni Emirat Arab (UEA). Kawasan tersebut dirancang menyediakan hunian sementara yang diklaim "bebas dari pengaruh H@m@s".
Militer Isr@3l akan mengawasi pembangunan infrastruktur dasar, mulai dari jaringan air bersih, saluran pembuangan hingga listrik. Sementara itu, pekerja Pal3stin@ yang dilibatkan diwajibkan menjalani pemeriksaan keamanan ketat oleh badan intelijen Shin Bet.
Israel juga dilaporkan melarang masuknya rumah-rumah portabel atau caravan ke kawasan tersebut setidaknya hingga November mendatang.
Pada hari yang sama, Net@nyahu kembali menegaskan penolakannya terhadap rencana perdamaian 15 poin untuk G@z@ yang diumumkan Dewan Perdamaian pimpinan Amerika Serikat bulan lalu.
Rencana tersebut mengusulkan pelucutan senj@ta H@m@s secara bertahap disertai penarikan pasukan Isr@3l dari Jalur G@z@. Namun Net@nyahu menegaskan pasukan Isr@3l tidak akan mundur sebelum H@m@s benar-benar dilucuti.
Sumber: Serambi News