12/06/2026
Saat dunia menikmati kemegahan stadion dan pertandingan sepak bola bernilai miliaran rupiah, ada kisah berbeda yang datang dari G@za.
Karena harga kebutuhan yang terus melambung dan keterbatasan akibat blokade, seorang ayah terpaksa membuat bola mainan sendiri dari potongan busa dan kardus untuk anak-anaknya. Bukan karena ingin berbeda, tetapi karena membeli bola sungguhan menjadi sesuatu yang sulit dijangkau.
Meski hidup dalam kondisi yang serba terbatas, anak-anak G@za tetap mencari cara untuk bermain dan menikmati masa kecil mereka. Dengan kreativitas sederhana, mereka mengubah barang-barang bekas menjadi sumber kebahagiaan.
Kisah ini menunjukkan bahwa blokade dan kesulitan hidup mungkin dapat membatasi banyak hal, tetapi tidak mampu memadamkan semangat, harapan, dan mimpi anak-anak untuk tetap bermain seperti anak-anak di seluruh dunia.
Sumber: eye.on.palestine