Persatuan Warga Sumba di Salatiga (PERWASUS)

Persatuan Warga Sumba di Salatiga (PERWASUS) Persatuan Warga Sumba di Salatiga (PERWASUS) Selain sebagai organisasi kekeluargaan etnis, PPMS juga melakukan peranan yang lain. Melky Oemboe Nganggoe.

Persatuan Warga Sumba di Salatiga atau dengan singkatan PERWASUS merupakan sebuah oraganisasi Komunitas Keluarga bagi orang-orang dari Sumba yang berdomisili di kota Salatiga. PERWASUS Punya Sejarah
Sekitar tahun 1980-an, didirikan sebuah organisasi oleh warga Sumba di Salatiga, yang pada waktu itu dinamakan sebagai Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Sumba (PPMS). PPMS didirikan untuk menjadi wadah y

ang mempersekutukan pelajar dan mahasiswa Sumba, yang sedang menunaikan tugas belajar di Salatiga. PPMS mempunyai andil yang berarti dalam usaha pengembangan ketrampilan berorganisasi bagi anggota-anggotanya. Ini dimaksudkan agar PPMS dapat berperan dalam mempersiapkan anggota-anggotanya untuk dapat terjun dalam organisasi-organisasi kemahasiswaan, organisasi-organisasi kepemudaan gereja, maupun organisasi-organisasi kemasyarakatan, untuk suatu tujuan, agar PPMS mampu berkontribusi juga secara luas, khususnya di Salatiga. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pertengahan 1984, PPMS tidak berjalan sesuai dengan harapan. Secara keseluruhan aktifitas organisasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ada beberapa kendala penyebab tidak berjalannya PPMS pada waktu itu. Pertama, PPMS tidak memiliki aturan organisasi formal. Padahal, pengalaman menunjukkan bahwa suatu organisasi “modern” (apapun itu bentuknya) tidak dapat bertahan hidup dalam jangka waktu yang panjang tanpa suatu dasar aturan formal, yang tentunya selalu menyesuaikan dengan dinamika perkembangan organisasi. Kedua, menurunnya konsolidasi di tingkatan anggota yang mengakibatkan tidak terlaksananya sebagian besar kegiatan yang telah direncanakan. Ini terjadi karena koordinasi dikalangan Badan Pengurus dan ketersediaan sarana yang sangat minim. Ditambah lagi dengan jarak tempat tinggal anggota-anggota yang cukup jauh, sehingga sulit untuk bertemu. Ketiga, frekuensi, variasi dan intensitas kegiatan atau kesibukkan anggota semakin banyak, terutama pada kesibukan studi. Keempat, lemahnya konsistensi antara masa jabatan seorang anggota dalam kepengurusan dengan jatuh tempo penyelesaian studinya, sehingga terpaksa harus meninggalkan tugas kepengurusannya sebelum tiba waktunya. Namun demikian, ketika PPMS (pada waktu itu) tidak berjalan, tidak berarti bahwa PPMS telah bubar. Dengan bertanggung jawab, para anggota (pada waktu itu) mencari alternatif lain untuk dapat membentuk organisasi baru yang mampu melanjutkan tanggung jawab PPMS. Sehingga PPMS kemudian tetap dijunjung sampai terbentuknya organisasi baru yaitu Ikatan Keluarga Sumba Salatiga (IKSS). Melihat kondisi yang lebih realistis, guna mengedepankan hubungan komunikasi yang baik antar seluruh warga Sumba di Salatiga (orang tua-orang tua atau senior, para mahasiswa, dan pelajar di Salatiga), IKSS dirasa perlu untuk diubah menjadi sebuah organisasi yang mampu mewadahi seluruh warga Sumba tersebut. Maka dalam masa transisi organisasi yang cepat dan untuk mengembalikan semangat PPMS (sebagai organisasi awal), IKSS langsung diganti namanya menjadi Persatuan Warga Sumba di Salatiga (PERWASUS), yang akhirnya tetap eksis berdiri sampai dengan saat ini. Pada waktu itu, PERWASUS diketuai oleh Bpk. Dan saat itu juga, sebagai organisasi modern, PERWASUS membuat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, yang dijadikan landasan aturan dalam rangka menjalankan fungsi dan peranannya di Salatiga. Dari berbagai dinamika dan perkembangan organisasi, PERWASUS selalu berbenah diri dan beradaptasi dengan konteksnya. Awal tahun 1990-an, PERWASUS menjadi contoh bagi organisasi – organisasi kekeluargaan etnis yang ada di Salatiga, dan juga menjadi contoh bagi organisasi kekeluargaan etnis Sumba di luar Salatiga. Banyak aktifitas organisasi yang kemudian dikembangkan pada organisasi kemasyarakatan maupun organisasi intra kampus (terutama UKSW). Salah satu yang tercatat adalah di tahun 1991 PERWASUS memprakarsai Forum Komunikasi Warga Sumba Se-Jawa Bali, yang diarahkan untuk berkontribusi bagi pembangunan di Sumba. Inilah membuktikan bahwa selain mempersekutukan keluarga besar Sumba (orang tua-orang tua atau senior, para mahasiswa, dan pelajar) di Salatiga, PERWASUS telah berpikir dan bertindak untuk berkontribusi bagi pembangunan Sumba. Pada tahun 2001, ketika PERWASUS dipimpin oleh Bpk. Umbu Rauta, PERWASUS lebih berbenah diri lagi menjadi organisasi yang mengikuti perkembangan zaman. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PERWASUS, dirumuskan kembali dan juga visi misi PERWASUS pun ikut terumuskan kembali, karena mengikuti kondisi saat itu. Setelah kepengurusan tahun 2001 tersebut, banyak aktivitas organisasi (baca: PERWASUS) yang lebih realistis dikontribusikan bagi masyarakat Salatiga dan khusus bagi pembangunan di Sumba. Beberapa aktivitas tersebut antara lain: Curah Pikir Warga Sumba dengan topik Pemekaran Kabupaten di Sumba tahun 2002 dan Natal Warga Sumba Se-Jawa Bali tahun 2002 atau Pertemuan Warga Sumba Se-Jawa Bali tahun 2002. Kemudian, sejak tahun 2000-an PERWASUS selalu ikut ambil bagian dalam Perayaan HUT Kota Salatiga dengan menampilkan kebudayaan Sumba. Pertengahan Tahun 2006, PERWASUS juga ikut ambil bagian dalam membantu korban Gempa Bumi yang menimpa Propinsi Jogjakarta dan sekitarnya, dan diakhir tahunnya PERWASUS mengadakan Pertemuan Warga Sumba Se-Jawa Bali serta Curah Pikir Warga Sumba Se-Jawa Bali dengan topik Pendidikan di Sumba. Dan masih banyak lagi aktivitas organisasi yang telah mampu meletakkan keberadaan PERWASUS, baik di Salatiga maupun kegiatan-kegiatan yang dikontribusikan bagi pembangunan Sumba dan masyarakat pada umumnya.

Address

Salatiga
50711

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Persatuan Warga Sumba di Salatiga (PERWASUS) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Persatuan Warga Sumba di Salatiga (PERWASUS):

Share