Salatiga Heritage

Salatiga Heritage warisan budaya untuk masa depan

11/01/2025

Ditempat kalian masih seperti ini juga kalau hajatan? Komen daerah mana yang masih ada adat ini ya

Heho Salatigenks,Kalian tau ngga sih gimana wujud lingkungan pemakaman Ngebong Salatiga jaman kolonial dulu?Nah, ada nih...
07/04/2024

Heho Salatigenks,
Kalian tau ngga sih gimana wujud lingkungan pemakaman Ngebong Salatiga jaman kolonial dulu?
Nah, ada nih salah satu koleksi negative film kami yg sudah diedit agar bisa kita lihat detil lingkungannya seperti apa pada masa itu.
Foto ini diambil dari Jalan Pemandangan I ya gaes. Pada background foto bisa kalian lihat Rawapening dengan keindahan alam disekitarnya. Nah, kalian pasti tahu d**g pohon ikonik yang di tengah foto itu? Ya, pohon itu hingga saat ini masih berdiri dengan kokoh. Makam-makam tertua justru ada di belakang pohon itu gaes, bukan di perbukitan sebelah kirinya lho. Namun saat ini memang telah beralih fungsi sebahai rumah-rumah penduduk.
Tahukah kalian, Ngebong Salatiga pada masa itu jauh lebih luas dari yang kita ketahui saat ini. Lokasinya pun ada di beberapa tempat termasuk di sekitar Pos Tingkir. Sedangkan Bongpay (nisan) makam Tionghoa tertua di Salatiga yang kita temukan adalah makam seorang pria berasal dari daerah Fujian, Tiongkok dan memiliki tarikh 1838. Bongpay ini berbahan dari batu andesit dan kami temukan di Kecamatan Argomulyo pada sebuah sumber air kecil yang mengering.
Nah siapa nih Salatigenks yang punya pengalaman di Ngebong? Ada yang s**a bolos dan nongkrong di situ ngga? 🙈




Makam seorang wanita Jawa di Salah satu sudut kota Salatiga yang meninggal pada 3 Desember  1935 dalam usia 27 tahun ber...
24/12/2023

Makam seorang wanita Jawa di Salah satu sudut kota Salatiga yang meninggal pada 3 Desember 1935 dalam usia 27 tahun bernama Bok Samikem. Makam ini memiliki keterangan dengan bahasa Belanda. Selain itu, terdapat p**a keterangan tahun Jawa pada marmer nisannya. Bok, adalah panggilan bagi wanita jawa yg sudah menikah maupun yang belum menikah, muda maupun yang sudah paruh baya dari kalangan masyarakat biasa oleh orang Eropa maupun Indo Eropa pada masa kolonial. Hari ini, Bok telah bergeser makna dan hanya diperuntukan bagi wanita dewasa yg telah lanjut usia.

Persis disamping makam tersebut, terdapat p**a sebuah makam balita yang lahir pada 4 Agustus 1935 dan meninggal pada tanggal 24 Oktober 1935 bernama Oentoeng. Kemungkinan besar, balita ini adalah putra dari Samikem.

Dengan berbagai keterangan serta bentuk nisan dan cungkup pada makam ini, diduga Samikem merupakan seorang Njai (Nyai) atau istri dari pria Eropa atau Indo Eropa.

Bok = Mbok

Salatigenk, masih ada ngga sih makam di daerah kalian yg seasri ini? Tag d**g lalo ada.. cuss gaesken..
03/12/2023

Salatigenk, masih ada ngga sih makam di daerah kalian yg seasri ini? Tag d**g lalo ada.. cuss gaesken..

Address

Jalan Sidomulyo RT. 05/RW. 16 Kel. Mangunsari, Kec. Sidomukti. Kota Salatiga/
Salatiga
50711

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Salatiga Heritage posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Salatiga Heritage:

Share