Environmental Bamboo Foundation

Environmental Bamboo Foundation Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Environmental Bamboo Foundation, Nonprofit Organization, Jalan Moh. Yamin IX No. 15, Sumerta Kelod, Saba.

Perempuan Flores Pemegang SK PS Pelopor Ekosistem Ekonomi Restoratif NTT - Langit cerah memayungi Kampus Bambu Komodo di...
15/05/2026

Perempuan Flores Pemegang SK PS Pelopor Ekosistem Ekonomi Restoratif NTT - Langit cerah memayungi Kampus Bambu Komodo di Labuan Bajo, mengiringi ritme lincah permainan Rangkuk Alu dan entakan dinamis Tarian Caci khas Manggarai yang menyambut para tamu. Di bawah naungan arsitektur bambu yang artistik pada 7 hingga 9 Mei 2026, sebuah sejarah baru bagi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi diukir melalui Forum Ekonomi Restoratif bertajuk “Terbitnya Harapan”. Perhelatan yang digagas oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari bersama Kementerian PPPA dan Kementerian Kehutanan ini menjadi saksi perayaan terbitnya Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial yang diserahkan kepada kelompok perempuan di NTT.

Pemberian hak kelola ini merupakan sebuah terobosan bersejarah, mengingat dari 12,7 juta hektar hutan yang dialokasikan pemerintah secara nasional, sangat jarang pengelolaannya jatuh ke tangan perempuan. Di Flores, SK Perhutanan Sosial ini mencakup enam Kelompok Tani Hutan (KTH) Perempuan dengan total luas wilayah kelola mencapai 648,65 hektar dan di dominasi perempuan, yakni sebanyak 310 anggota perempuan atau 92,5 persen, berpadu dengan 25 anggota laki-laki.

SK Perhutanan Sosial tersebut bukan sekadar selembar kertas pengakuan, melainkan landasan bagi perempuan NTT untuk membangun Ekosistem Ekonomi Restoratif melalui rantai nilai yang utuh. Rantai ini mengalir dari agroforestri bambu dan komoditas bernilai tinggi di hulu, Kebun Pangan Perempuan di tengah, hingga ekowisata dan hilirisasi berbasis alam melalui Rumah Produksi Bersama Mosedia di hilir. Ekosistem ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi restoratif NTT sebesar 30 persen, menciptakan ketahanan pangan, mengurangi angka stunting, dan memulihkan kualitas alam. Inisiatif ini membutuhkan kolaborasi masif lintas sektor, mulai dari infrastruktur oleh PUPR, akses pengetahuan dari Kementan, dukungan pasar dari Kemendag, hingga kehadiran berbagai pihak seperti Wamen PPPA Veronica Tan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Pemerintah Provinsi NTT, Akademisi, Tokoh Perempuan, Conservana, Talasi, Yellow Boat, serta PT Astra International Tbk yang turut hadir mendukung acara ini.

Continued in comment.

Kedaulatan Pangan dari Tangan Para Mama Bambu di Desa Watu Galang – Pagi itu, suasana di SD Inpres Nara, Desa Watu Galan...
14/05/2026

Kedaulatan Pangan dari Tangan Para Mama Bambu di Desa Watu Galang – Pagi itu, suasana di SD Inpres Nara, Desa Watu Galang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terasa lebih riuh dari biasanya.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) Monica Tanuhandaru, bersama perwakilan Kementerian Kehutanan dan Akademisi hadir meninjau langsung inisiatif tersebut, Jumat (9/5/2026).

Kehadiran rombongan disambut melalui ritual adat setempat. Doa-doa dilantunkan dengan simbolisme ayam sebagai bentuk penghormatan dan keterbukaan hati warga terhadap tamu yang datang.

“Terima kasih Bapak-Bapak yang sudah menyambut dengan hati tulus. Saya melihat semangat luar biasa dari para Mama dan Papa di sini untuk keluarga,” ujar Veronica Tan.

Ia juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi perempuan melalui akses terhadap lahan.

“Semoga dengan adanya kerjasama ini, para Mama bisa memiliki lahan sendiri untuk menumbuhkan kemandirian dan kesehatan keluarga,” lanjut Veronica.

Di kebun ini p**a, praktik pertanian lestari mulai berakar. Para perempuan desa belajar memproduksi pupuk kompos secara mandiri dan menjaga tanah agar tidak tercemar residu kimia. Ada keyakinan kolektif yang mereka pegang teguh, yakni jika tanah dirawat dengan baik, maka tanah p**alah yang akan menjaga anak cucu mereka di masa depan.

Menurut penuturan Monika Udis (52), dalam sambutannya Ia menyampaikan rasa haru dan bangga atas praktik Kebun Pangan Perempuan yang telah berdampak pada kehidupan para perempuan desa. Melalui inisisi tersebut telah tercipta kemandirian pangan yang mengubah pola konsumsi anak-anak desa secara perlahan. Mereka kini mulai terbiasa mengonsumsi pangan lokal hasil kebun sendiri. Pola ketergantungan pada pasar yang selama ini membebani ekonomi keluarga pun mulai terkikis secara perlahan.

Continued in comment.

Angin Segar dari Belang Turi: Kala ‘Mama Bambu’ NTT Resmi Menjadi Penjaga Hutan – Raut bahagia terpancar dari wajah para...
13/05/2026

Angin Segar dari Belang Turi: Kala ‘Mama Bambu’ NTT Resmi Menjadi Penjaga Hutan – Raut bahagia terpancar dari wajah para perempuan asal Desa Belang Turi, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Penantian panjang untuk mendapatkan kepastian hukum atas tanah yang mereka kelola akhirnya berbuah manis.

Melalui fasilitasi Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), sebanyak enam Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial (PS) baru resmi diserahkan khusus untuk Kelompok Tani Perempuan di Provinsi NTT.

Langkah ini menandai babak baru bagi masyarakat adat, di mana peran perempuan kini berada di garis depan dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani, menegaskan bahwa program SK PS ini lahir dari dinamika kebutuhan masyarakat adat yang masih sangat kental di wilayah perhutanan. Di NTT, skema perhutanan sosial tetap mengedepankan kearifan lokal meski belum ada yang mengajukan melalui jalur hutan adat secara formal.

“Enam SK PS kepada perempuan ini sebagai simbol bahwa mereka kini legal mengelola area perhutanan sosial. Kami memberikan kepercayaan selama 35 tahun,” ujar Catur dalam Forum Ekonomi Restoratif bertajuk “Terbitnya Harapan”, Jumat (8/5).

Catur menegaskan, ia sebagai perwakilan pemerintah berkomitmen mendampingi para petani perempuan ini melalui prinsip 5K: yaitu Kebutuhan Pasar, Kualitas , Keberlanjutan, Kearifan Lokal, dan Kelestarian. Harapannya, komoditas lokal seperti Sorgum, Jewawut, hingga Rebung Bambu tidak hanya lestari secara budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi.

Salah satu sosok di balik gerakan ini adalah Natalia Rida. Sehari-harinya ia menjabat sebagai Kepala Dusun, namun di sela kesibukannya, ia adalah seorang petani yang gigih. Sejak akhir 2025, Natalia bersama 23 anggota Mama Bambu lainnya mulai menggarap lahan Gereja seluas 0,8 hektare dengan konsep unik membangun Kebun Pangan Perempuan menyerupai jaring laba-laba.

Continued on comment.

Kelompok Mama Bambu Asal Manggarai Barat Siap Berdaya dengan SK Perhutanan Sosial — Sinar matahari pagi menembus celah-c...
12/05/2026

Kelompok Mama Bambu Asal Manggarai Barat Siap Berdaya dengan SK Perhutanan Sosial — Sinar matahari pagi menembus celah-celah arsitektur bambu yang megah di Kampus Bambu Komodo, Labuan Bajo, Kamis (7/5/2026). Langit cerah tanpa awan seakan selaras dengan senyum yang merekah di wajah para perempuan penerima SK Perhutanan Sosial yang hadir di tengah-tengah Forum Ekonomi Restoratif bertajuk “Terbitnya Harapan”, sebuah harapan baru bagi perempuan penggerak ekonomi dan penjaga kehidupan.

Di salah satu meja bundar, mata Yasinta Ludia Piun (46th) tampak berkaca-kaca. Ketua Kelompok Tani Hutan Ca Nai asal Desa Tanjung Boleng, Kabupaten Manggarai Barat itu tak henti mengucap syukur. Setelah berhasil mengantongi selembar Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial Perempuan berskema Hutan Kemasyarakatan menjadi bukti sah perjuangan panjang mereka.

SK tersebut resmi diterbitkan oleh Kementerian Kehutanan tepat pada Peringatan Hari Kartini, 21 April 2026 lalu. Hari itu, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memfasilitasi perayaan enam SK Perhutanan Sosial baru di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) khusus untuk Kelompok Tani Perempuan. Di dukung Kementerian Kehutanan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Saat pengurusan, semua menggunakan KTP istri atau para perempuan. Program ini memang khusus untuk kami,” kisah Yasinta membuka obrolan pagi itu.

Ia tak menampik, pada awalnya cibiran kerap datang dari sesama warga kampung. “Banyak tanggapan miring. Namun kebetulan, teman-teman YBLL yang mendampingi kami terus memberi pemahaman. Jadi, selagi pemerintah memberi kepercayaan, kami terima dengan baik dan penuh rasa syukur.”

Kelompok Mama Ca Nai, kata Yasinta, sudah terbentuk sejak 2018 dengan anggota 32 Kepala Keluarga (KK). Melalui SK tersebut, mereka kini memegang hak kelola hutan sosial seluas 64 hektare selama 35 tahun.

Continued on comment.

Aksi Gotong-Royong Warga Papring Tanam 200 Bibit Bambu - Masyarakat Lingkungan Papring, di Kelurahan Kalipuro, Banyuwang...
05/05/2026

Aksi Gotong-Royong Warga Papring Tanam 200 Bibit Bambu - Masyarakat Lingkungan Papring, di Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus merawat identitas daerahnya melalui aksi penanaman bambu secara gotong royong, Sabtu dan Minggu, 2-3 Mei 2026.

Lokasi ini merupakan salah satu titik pengembangan program-program agroforestri berbasis bambu yang digalakan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) berkolaborasi bersama PT. Pertamina (Persero) ().

Fasilitator Desa (YBLL), Meyco Danu Pradana terlibat aktif mendampingi kegiatan gotong-royong penanaman bambu yang dilaksanakan bersama Warga Papring. Menurut pemaparan Danu, selain warga setempat, kegiatan ini juga mengikutsertakan Pemuda Paras Batu dan Pengurus RT dan RW yang bahu-membahu melakukan penanaman di sepanjang jalan Lingkungan Papring.

Dari aktivitas tersebut, terlihat tidak ada batasan antara anak-anak, pemuda, dan warga desa satu dengan lainnya. Kekompakan mereka tercermin saat sorak gembira mengangkut bibit bambu ke mobil pick up, saat penggemburan tanah, dan berakhir saat penyiraman bibit bambu dari p**a di sepanjang jalur jalan.

Sebanyak 200 bibit bambu berhasil ditanam, yakni 100 bibit Bambu Nagin atau Bambu Botol dan 100 bibit Bambu Kuning. Secara sederhana mereka memaknai aksi ini untuk memberikan dampak positif terhadap perubahan iklim, sekaligus menciptakan suasana desa yang lebih sejuk, alami, dan asri dalam jangka panjang.

“Langkah penghijauan ini bukan sekadar aksi lingkungan biasa, kami melihat ini sebuah upaya untuk mengembalikan esensi historis Lingkungan Papring,” ujar Danu (3/5/2026).

“Jadi seperti nama dusunnya itu diambil dari kata ‘Papre atau Papring’, artinya banyak bambu yang tumbuh disini. Jadi dari kegiatan ini kami ingin mengembalikan esensi itu, apalagi warga setempat juga mendukung untuk terus kita lakukan,” lanjutnya.

Bibit-bibit bambu yang ditanam diperoleh dari hasil budidaya mandiri Kelompok Pembibitan Bambu Lokal Papring yang menjadi binaan YBLL. Secara konsisten, kelompok ini telah mengembangkan berbagai jenis varietas seperti: Bambu Batu, Bambu Kuning, Bambu Nagin, dan Bambu Benel

Next in comment

KADO KARTINI UNTUK PEREMPUAN NTT: Para perempuan desa di NTT mendapat kejutan manis tahun ini berupa terbitnya SK Perhut...
04/05/2026

KADO KARTINI UNTUK PEREMPUAN NTT: Para perempuan desa di NTT mendapat kejutan manis tahun ini berupa terbitnya SK Perhutanan Sosial (PS) untuk enam kelompok perempuan di 4 kabupaten di Flores. Ini merupakan untuk pertama kalinya SK PS diterbitkan khusus untuk kelompok perempuan sejak dimulainya fase akselerasi PS pada 2014 lalu.

Dalam SK yang ditandatangani tepat pada Hari Kartini, 21 April 2026, Kementerian Kehutanan memberikan hak pengelolaan Hutan Kemasyarakatan dengan luas total 648,65 hektar tersebar di Kabupaten Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur kepada enam Kelompok Tani Hutan (KTH) Perempuan. Enam KTH ini memiliki 310 anggota perempuan (92,5%) dan 25 anggota laki-laki.

“Ini peristiwa historis yang luar biasa, kado Hari Kartini yang jelas-jelas menunjukkan pengakuan resmi pemerintah atas dedikasi dan kerja keras para perempuan ini dalam menjaga dan merawat hutan,” ujar Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Monica Tanuhandaru.

Monica menyampaikan bahwa terbitnya SK PS tersebut tidak lepas dari andil besar dua perempuan hebat, yaitu Wamen PPPA, Veronica Tan serta Dirjen PS Kemenhut, Catur Endah Prasetiani.

“Apresiasi kami untuk kedua pemimpin perempuan ini yang cepat tanggap dan kerja keras untuk memastikan akselerasi PS untuk perempuan NTT.”

Alokasi SK PS untuk kelompok perempuan ini menjadi salah satu topik utama dalam Belajar Silang Lintas Sektor untuk Ekonomi Restoratif yang diselenggarakan YBLL pada Oktober, 2025, lalu. Dalam acara inilah tercapai kesepakatan antara Wamen PPPA, Dirjen PS, dan YBLL untuk melakukan akselerasi bagi permohonan PS dari kelompok perempuan.

“YBLL membantu mendampingi KTH Perempuan dalam mengajukan permohonan PS dan penyusunan Rencana Kerja Perhutanan Sosial. Kami juga memfasilitasi tim verifikasi lapangan Kemenhut untuk pengecekan lapangan. Semua Koordinator Kabupaten dan Fasilitator Desa YBLL kami libatkan dalam proses ini,” tambah Kepala Program YBLL, Nurul Firmansyah.

Koordinator Kabupaten Sikka, Yuyun Darti Baetal mengungkapkan bahwa terbitnya SK PS itu memberi kelegaan luar biasa bagi para perempuan petani desa.

Continued in comment.

“Kerja paling mulia adalah yang menghidupi manusia sekaligus memulihkan bumi.” Selamat Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2...
01/05/2026

“Kerja paling mulia adalah yang menghidupi manusia sekaligus memulihkan bumi.”

Selamat Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026.

Terima kasih untuk setiap perempuan yang bekerja bersama alam, penjaga warisan untuk generasi mendatang.

RUMAH ADAT PENGOLAHAN HASIL HUTAN - Sebuah langkah besar dalam menjaga kearifan lokal dan kelestarian hutan baru saja tu...
30/04/2026

RUMAH ADAT PENGOLAHAN HASIL HUTAN - Sebuah langkah besar dalam menjaga kearifan lokal dan kelestarian hutan baru saja tuntas di lereng Gunung Welirang. Hanya dalam waktu satu bulan sejak pembangunannya dimulai pada Maret lalu, bangunan “Omah Mbah Kung” di Dukuh Sendi, Desa Pacet, Kabupaten Mojokerto, kini telah resmi berdiri kokoh dan siap menjadi jantung aktivitas warga.

Terpaku di ketinggian 900 hingga 1.100 meter di atas permukaan laut, Dukuh Sendi bukanlah sekadar titik di peta Mojokerto. Menjadi desa tertinggi di wilayahnya, Sendi menyimpan memori kolektif yang merentang jauh hingga era keemasan Majapahit, sebelum akhirnya badai sejarah mengubah segalanya. Pada tahun 1948, akibat gejolak politik Agresi Militer Belanda II, desa adat ini terpaksa melakukan penggabungan wilayah atau merger yang mengakibatkan kekosongan penduduk. Ruang-ruang kehidupan di sana sempat senyap selama puluhan tahun, meninggalkan tanah leluhur yang tak berpenghuni akibat anomali politik masa perang.

Kini, denyut nadi Dukuh Sendi kembali berdetak seiring kep**angan para keturunan warga asli yang bertekad menghidupkan kembali tanah warisan mereka. Salah satu langkah nyatanya adalah inisiasi pembangunan Omah Mbah Kung, yang didirikan bukan sekadar sebagai bangunan fisik, melainkan sebagai upaya memfungsikan kembali nilai-nilai adat dusun yang sempat luruh. Semangat revitalisasi ini kemudian bertransformasi menjadi pengelolaan hutan yang bijak di zona penyangga gugusan Arjuno-Welirang, di mana lansekap alam yang megah dimanfaatkan untuk tujuan ekowisata agroekologi.

Melalui sebutan “Dream Land” yang mulai aktif kembali pada tahun 2023, kawasan ini kini bertransformasi menjadi ruang edukasi terintegrasi. Fokusnya tidak hanya pada keindahan alam, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat melalui pengump**an Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di wilayah setempat. Upaya ini menjadi pembuktian bahwa dengan mengombinasikan kearifan lokal dan pengelolaan ekosistem yang tepat, warga asli Sendi berhasil merajut kembali sejarah mereka yang sempat terputus, sekaligus menjaga kelestarian hutan demi masa depan.

Continued on comment.

ANYAMAN TRUNTUM KAMPOENG BATARA - Di bawah naungan Rumah Bambu, di Kampoeng Batara, Kelurahan Papring, Kalipuro, Banyuwa...
29/04/2026

ANYAMAN TRUNTUM KAMPOENG BATARA - Di bawah naungan Rumah Bambu, di Kampoeng Batara, Kelurahan Papring, Kalipuro, Banyuwangi, aroma bambu basah menguar di antara jemari yang sibuk bekerja. Di lingkungan tersebut, sebuah tradisi lama sedang diberi nyawa baru. Selama lima hari di bulan April 2026, mulai dari tanggal 11 hingga 19 April, suasana di sana terasa lebih hidup dari biasanya. Fasilitator Desa YBLL, Meyco Danu Pradana turut membersamai aktivitas dua puluh orang perajin lokal tersebut. Di dampingi 5 orang pelatih anyaman bambu dari Banywangi, mereka berkumpul bukan sekadar bercengkerama seperti biasanya, melainkan untuk mempertajam keterampilan dalam sebuah pelatihan pembuatan anyaman Truntum Bambu.

Bambu apus menjadi primadona dalam lokakarya ini. Bukan tanpa alasan, jenis bambu ini dipilih karena karakternya yang istimewa, yakni memiliki tekstur yang lentur, elastis, dan ketebalan yang pas sehingga memudahkan proses mengirat atau menipiskan bilah bambu. Bagi para perajin di Papring, bambu bukan lagi sekadar tanaman pagar, melainkan serat kehidupan yang jika diolah dengan estetika yang tepat, mampu menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi.

Perjalanan sebilah bambu menjadi karya seni bukanlah proses instan. Para peserta harus melewati tiga tahapan teknis yang menuntut ketelatenan tinggi. Dimulai dengan teknik mengirat, di mana bambu disayat tipis dengan perasaan. Tahap kedua adalah pembuatan mata puru, sebuah detail krusial yang menentukan kekuatan pola. Puncaknya adalah menganyam pola truntum yang telah diberi warna, menyatukan bilah demi bilah hingga membentuk motif yang rapi dan artistik.

Upaya ini bukan sekadar mengisi waktu luang. Kerjasama yang terjalin antara Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) dengan Kampoeng Batara (.id) ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perajin lokal. Dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia melimpah di sekeliling tempat tinggal, para perajin diajak untuk tidak hanya terpaku pada produk konvensional, tetapi berani mengembangkan inovasi baru yang memiliki daya saing di pasar.

Continued on comment!

Perjuangan Kelompok Tani Wolokoli Jaga Ketahanan Pangan - Ditengah ancaman kekeringan kelompok tani Desa Wolokoli terus ...
28/04/2026

Perjuangan Kelompok Tani Wolokoli Jaga Ketahanan Pangan - Ditengah ancaman kekeringan kelompok tani Desa Wolokoli terus berproduksi dan meraup pendapatan kolektif dari hasil kebun Mama. Pagi itu belum sepenuhnya terang saat para perempuan anggota kelompok tani Desa Wolokoli, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, sudah berjongkok di antara bedengan sayuran. Tangan-tangan mereka bergerak cekatan menyiangi gulma yang mengitari batang kangkung dan kacang panjang.

Inilah rutinitas yang mereka jalani setiap Sabtu, bagian dari program “Kebun Mama” yang lahir dari semangat kemandirian pangan para perempuan, didampingi oleh Yuyun Darti Baetal, Koordinator Kabupaten Sikka dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), yang bermitra dengan Amati Indonesia ( ) dalam program pemberdayaan perempuan melalui pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut.

Menurut keterangan Yuyun, Sabtu, 18 April 2026 para perempuan itu berjalan dengan tiga agenda utama: pembersihan rumput di sekitar tanaman, penggemburan lahan untuk persiapan perluasan kebun, serta bersiap memanen kangkung dan kacang panjang.

“Sebagian dikonsumsi kelompok, sebagian dijual, sebagian dijadikan bibit,” kata Yuyun.

Hasil panennya sebagian dikonsumsi langsung oleh anggota kelompok, sebagian lagi dibeli oleh anggota dan ada juga yang di jual ke tetangga sekitar kebun. Lainnya sisa-sisa tidak terpakai akan dijadikan bibit. Akumulasi pendapatan dari penjualan sejak pertengahan April tercatat mencapai Rp 640.000.

“Uang yang ada di Kas Kelompok sekarang ini sekitar dua ratus ribu. Yang lainnya sudah terpakai untuk kebutuhan perawatan kebun,” ungkap Yuyun. Meski nominalnya tergolong kecil, bagi kelompok, angka tersebut adalah bukti nyata bahwa kebun komunal mereka berjalan dan menghasilkan.

Meskipun sebagian di jual, ketercukupan kebutuhan konsumsi harian tetap diutamakan oleh kelompok. Beberapa komoditas yang telah di panen antara lain: Ubi Jalar, Buncis, Kacang Panjang dan Kangkung.

Sepekan kemudian, hari Sabtu, 25 April 2026, kelompok kembali turun ke kebun dengan agenda yang berbeda, selain memanen kacang panjang untuk konsumsi rumah tangga, mereka juga melakukan penggemburan tanah.

Tau nggak? Ulat bambu mengandung protein tinggi yang lebih tinggi dari daging sapi. Di balik tampilannya yang dianggap k...
27/04/2026

Tau nggak? Ulat bambu mengandung protein tinggi yang lebih tinggi dari daging sapi. Di balik tampilannya yang dianggap kurang familiar untuk di konsumsi, ternyata ia adalah superfood lokal yang kaya akan asam amino esensial. Ulat bambu dapat diolah menjadi beragam olahan dengan nama lokalnya masing-masing. Rasanya gurih dan enak, namun keberadaannya hanya dapat ditemukan di musim rebung.

Penasaran? swipe!

Address

Jalan Moh. Yamin IX No. 15, Sumerta Kelod
Saba
80239

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Environmental Bamboo Foundation posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Environmental Bamboo Foundation:

Share