Kota Purworejo

Kota Purworejo Kota Purworejo Terkini

PUTING BELIUNG DI PURWOREJO, 2 RUMAH RUSAK TERTIMPA POHON TUMBANG PURWOREJO – Angin puting beliung menyebabkan pohon tum...
29/12/2022

PUTING BELIUNG DI PURWOREJO, 2 RUMAH RUSAK TERTIMPA POHON TUMBANG

PURWOREJO – Angin puting beliung menyebabkan pohon tumbang di Kecamatan gebang, Kabupaten Purworejo. Bencana mengakibatkan dua rumah rusak parah, dan dua lainnya rusak ringan.

Sebelum angin puting beliung, terjadi hujan deras yang mengguyur Kecamatan Gebang. Angin kencang mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa rumah Budhi dan Indrawan hingga rusak parah.

Pohon kelapa dan beberapa pohon lainnya yang tumbang terletak di belakang rumah. Saat tumbang, pohon menimpa pas di tengah bangunan. Untungnya, peristiwa tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa maupun luka-luka.

“Kerusakan terjadi pada bagian atap, dan dinding ikut retak. Sebagian atap rumah induk turut terdampak, sehingga menyebabkan kuda-kuda dan usuk patah,” salah satu warga, Paiman, Rabu (28/12/2022).

Pascakejadian, BPBD Purworejo melakukan asessment dengan mendata dan mendokumentasi kerusakan bangunan. Sedangkan pemotongan pohon telah dilakukan warga bersama perangkat desa, TNI, Polri, dan BPBD.

Bantuan logistik untuk korban telah diberikan. Sedangkan kerugian material akibat kejadian ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

(INEWS)

KECELAKAAN TUNGGAL DI JALAN DEANDELS PURWOREJO SAAT MALAM NATAL, 2 ORANG DILAPORKAN TEWAS PURWOREJO - Dua orang meningga...
27/12/2022

KECELAKAAN TUNGGAL DI JALAN DEANDELS PURWOREJO SAAT MALAM NATAL, 2 ORANG DILAPORKAN TEWAS

PURWOREJO - Dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Daendels, Desa Pasarano, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (24/12/2022) pukul 22.17 WIB.

Kepala Basarnas Cilacap Adah Sudarsa mengatakan, informasi yang dihimpun minibus yang melaju dari Yogyakarta menuju Jakarta.

Setelah menerima informasi tersebut, tim rescue Basarnas Cilacap dan unit siaga SAR Congot menuju lokasi kejadian.

“Tim SAR Gabungan mengevakuasi ketiga korban yang terjepit sekira pukul 00.20," kata Adah.

Baca juga: Polri Catat Terjadi 43 Kecelakaan Pada Hari Kedua Operasi Lilin 2022, 6 Tewas dan 72 Luka-luka

Dikatakan Adah, satu di antara tiga korban yang dievakuasi tim SAR gabungan kondisinya luka berat pada bagian kepala.

Selanjutnya korban dilarikan ke RS Palang Biru.

Dua korban lain dalam kondisi meninggal dunia dan dibawa ke RSUD Purworejo.

Adapun korban meninggal dunia yakni AP (23) warga Magetan dan satu korban lainnya tidak diketahui identitasnya.

"Kemudian korban selamat adalah RM (24) warga Kota Surabaya," ungkap Adah.

(TRIBUN NEWS)

POLISI RINGKUS PENCURI SPESIALIS MESIN TRAKTOR DI PURWOREJO, SUDAH BERAKSI 18 KALIPURWOREJO - Widodo (56), warga Dusun S...
23/12/2022

POLISI RINGKUS PENCURI SPESIALIS MESIN TRAKTOR DI PURWOREJO, SUDAH BERAKSI 18 KALI

PURWOREJO - Widodo (56), warga Dusun Secang Kidul RT 07 RW 02 Desa Sucenjurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tidak pernah menyangka akan kehilangan mesin traktor yang sudah dirawat selama 10 tahun.

Mesin tersebut merupakan hibah dari pemerintah yang diberikan kepada Kelompok Tani Mahanani Desa Sucenjurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Dan Widodo adalah anggota yang menggunakan serta merawat traktor itu.

Widodo mengetahui mesin traktornya hilang dicuri orang tak bertanggung jawab pada Rabu (7/12/2022) lalu sekitar pukul 06.30 WIB.

"Saat itu saya mau meneruskan pekerjaan membajak sawah. Terus melihat traktor saya tinggal rangkanya saja. Saya tanyakan ke teman-teman yang lebih dahulu datang, mereka malah tidak nggeh (sadar) kalau mesin traktornya hilang," jelas Widodo saat ditemui Tribunjogja.com, Kamis (22/12/2022).

Ia mengaku, kala itu memang meninggalkan atau memarkir traktor di sawah.

Menurutnya, hal itu sudah menjadi kebiasaan petani serta untuk mempersingkat waktu ketika hendak membajak.

Selain itu, Widodo sudah memarkirkan traktor di tengah sawah, sehingga dinilai lebih aman karena akan menyusahkan maling.

Namun nahas, kehilangan mesin traktor tidak dapat Widodo hindari.

"Saya memarkir traktor seperti biasa di tengah sawah karena lebih aman dan di sebelahnya juga ada traktor lain. Cuma karena mesinnya sudah jelek jadi tidak diambil," ceritanya.

Kemudian, pada malam di hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB, Widodo iseng membuka akun media sosial Facebook.

Di sana, ia melihat satu postingan orang yang menawarkan mesin traktor mirip dengan miliknya.

Mesin itu dipasarkan ke daerah Kebumen.

Widodo yakin mesin itu adalah miliknya karena ada dua ciri-ciri kasat mata (terlihat) dalam postingan foto.

"Tanda-tanda khusus ada, yakni knalpot mesin disambung menggunakan plat, itu saya sendiri yang mengganti. Kemudian, pada penutup radiator saya ganti pakai plastik dan pentil. Kalau ciri-ciri lain di sebelah knalpot baut dalam tinggal 3 karena yang satu sudah patah," urai Widodo.

Setelah mengetahui hal itu, Widodo pun bergegas datang ke Polres Purworejo dan Polsek Bayan untuk melaporkan kejadian serta pelaku.

Seusai menerima laporan tersebut jajaran Satreskrim Polres Purworejo bertindak cepat memburu pelaku dan mengamankan barang curian.

Hingga Senin (12/12/2022), Satreskrim Polres Purworejo berhasil meringkus dua orang pelaku.

Mereka adalah Handoko alias Bakso (37), warga Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, dan Gesang Fajar (37), warga Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Kusen Martono, menyebut kedua tersangka merupakan pencuri spesialis mesin traktor di area persawahan.

Mereka diketahui sudah melakukan 18 kali pencurian di beberapa tempat kejadian perkara (TKP), yakni Kabupaten Purworejo (8 TKP), Kabupaten Klaten (5 TKP), Kabupaten Magelang (2 TKP), dan Kabupaten Kulon Progo (1 TKP).

Adapun delapan TKP di Kabupaten Purworejo meliputi Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Ngombol, Kecamatan Grabag, Kecamatan Kemiri, serta Desa Niten dan Desa Golok di Kecamatan Banyuurip.

"Dalam perkara ini kami berhasil mengamankan satu buah traktor yang akan dijual secara COD. Untuk hasil curian dari kecamatan lain masih kami dalami karena sudah terjual secara online sampai ke luar daerah," ucap Kusen kepada wartawan.

Lebih lanjut, Kusen mengungkapkan, para tersangka bergerak melakukan aksi pencurian pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB.

Sebelum beraksi, mereka sudah melakukan survei di TKP pada siang hari.

Berdasarkan keterangan pelaku (Gesang), mesin-mesin traktor tersebut dijual secara online lewat Facebook dengan harga mulai dari Rp6 juta. Hasil penjualan itu lalu dibagi dua dan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Idenya muncul dari bengkel," ungkapnya.

Atas tindakan itu, para pelaku disangkakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dan terancam pidana penjara selama 7 tahun.

(TRIBUNJOGJA)

DIKABARKAN HILANG 2 HARI, NENEK INI DITEMUKAN TEWAS DI SUNGAI BOGOWONTO PURWOREJO PURWOREJO - Warga Desa Mudalrejo, Keca...
21/12/2022

DIKABARKAN HILANG 2 HARI, NENEK INI DITEMUKAN TEWAS DI SUNGAI BOGOWONTO PURWOREJO

PURWOREJO - Warga Desa Mudalrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo tewas setelah 2 hari dikabarkan hilang. Jenazah Nenek bernama Lasminah yang lahir pada 1945 ini ditemukan di Pinggiran sungai Bogowonto.

Kapolsek Purworejo AKP Bruyi Rohman mengatakan, warga Kecamatan Purworejo, dihebohkan oleh penemuan mayat perempuan di Sungai Bogowonto, Sabtu (17/12/2022) sore pukul 17.40 WIB. Mayat itu saat ditemukan tanpa identitas.

"Iya tadi ada informasi dari masyarakat, lalu kita cek ternyata memang ada mayat disana tepatnya di Kelurahan Pangenrejo," kata Bruyi pada Minggu (18/12/2022).

Mayat nenek itu ditemukan warga dengan posisi tengkurap dan mengambang di pinggiran sungai. Penemuan itu sempat menghebohkan warga sekitar lokasi kejadian.

Mayat nenek itu kemudian dievakuasi dan dibawa ke Kamar Jenazah RSUD Dr Tjitrowardojo untuk dilakukan Identifikasi oleh Inavis Polres Purworejo.

"Sebelumnya memang ada kabar kalau yang bersangkutan dikabarkan hilang selama 2 hari," kata dia.

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian nenek Lasminah ini. Polisi menduga korban terpeleset dan hanyut disungai Bogowonto.

"Korban sempat dinyatakan hilang oleh keluarga. Hari ini juga setelah kita identifikasi kita serahkan ke pihak keluarga," tutupnya.

Bruyi berharap kepada masyarakat agar selalu mengawasi keluarganya yang sudah lanjut usia. Di musim penghujan seperti ini ia berharap tidak ada lagi kasus orang yang hanyut disungai lagi. "Kita harapkan keluarga saling menjaga terutama kepada lansia dirumah masing-masing," kata dia.

(KOMPAS)

DIDUGA TERSAMBAR PETIR, SEORANG PEMUDA ASAL PURWOREJO DITEMUKAN TEWAS DI DANAU BINTANG ALAM KARAWANGWarga Perumahan Bint...
19/12/2022

DIDUGA TERSAMBAR PETIR, SEORANG PEMUDA ASAL PURWOREJO DITEMUKAN TEWAS DI DANAU BINTANG ALAM KARAWANG

Warga Perumahan Bintang Alam, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang dibuat geger dengan penemuan mayat seorang pemuda. Diduga pemuda tersebut meninggal dunia akibat tersambar petir.

Mayat pemuda tersebut ditemukan di sekitaran Danau Bintang Alam setelah hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.

Adapun mayat pemuda tersebut ditemukan dengan ciri-ciri memakai kaos hitam dan celana panjang berwarna hijau. Saat ditemukan kondisinya telungkup dengan memakai helm.

Tak jauh dari mayat pemuda tersebut ditemukan sebuah motor sport dengan nomor polisi AA 62** MC berwarna putih dan biru dan sebuah kartu identitas atau KTP.

Berdasarkan KTP korban yang ditemukan di lokasi, pemuda tersebut bernama Achmad Burhanuddin asal Dusun Ngabean RT13/RW04, Desa Winong Kidung, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

Dilansir dari akun Instagram , mayat pemuda tersebut ditemukan pada Sabtu (17/12/2022) sore.

"Diduga tersambar petir, warga Perumahan Bintang Alam digegerkan dengan penemuan jasad seorang laki-laki di area sekitaran Danau Bintang Alam," tulisnya pada Sabtu (17/12/2022).

Mayat pemuda itu saat ini sudah ditangani oleh petugas berwenang untuk selanjutnya dievakuasi.

"Saat ini sudah dalam penanganan petugas berwenang. Dilihat dari identiasnya berasal dr kab purworejo jateng. Cc admin ," tulisnya.

(PURWASUKA)

TAK SEMPAT SELAMATKAN DIRI, WARGA DI PURWOREJO TEWAS TERTIMBUN LONGSOR Ngatiman (54), warga Desa Kalijambe, Kecamatan Be...
15/12/2022

TAK SEMPAT SELAMATKAN DIRI, WARGA DI PURWOREJO TEWAS TERTIMBUN LONGSOR

Ngatiman (54), warga Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, tewas tertimbun longsor pada Rabu (14/12/2022) pukul 17.00 Wib.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, bencana longsor dipicu hujan deras di sekitar lokasi kejadian.

Akibatnya, tebing yang berada di dekat rumah korban longsor. Diduga korban tak sempat menyelamatkan diri saat longsor menerjang.

"Benar, longsor telah menimpa rumah Pak Ngatiman yang terjadi sore tadi," kata Kepala BPBD Purworejo Budi Wibowo pada Rabu.

Atas kejadian itu, pihaknya pun mengimbau warga di daerah rawan longsor untuk tetap waspada.

"Kalau tempat rawan longsor, warga bisa mencari tempat yang aman untuk sementara," katanya.

Evakuasi selama 5 jam

Seperti diberitakan sebelumnya, usai kejadian itu petugas dan warga segera melakukan pencarian untuk menolong korban. Proses evakuasi korban membutuhkan waktu lima jam.

"Alhamdulillah berkat kerja sama dari tim gabungan, korban dapat dievakuasi pada jam 21.30 malam," pungkasnya.

(KOMPAS)

MIRIS, 2 PEKAN MENCURI DI 11 LOKASI, 2 BOCAH AKHIRNYA DIAMANKAN POLSEK PURWODADIPURWODADI, Nekat betul kelakuan dua boca...
08/12/2022

MIRIS, 2 PEKAN MENCURI DI 11 LOKASI, 2 BOCAH AKHIRNYA DIAMANKAN POLSEK PURWODADI

PURWODADI, Nekat betul kelakuan dua bocah yakni O (12) warga Kecamatan Banyuurip dan A (13) warga Kulonprogo. Di usianya yang masih sangat belia, keduanya sudah melakukan 11 kali aksi pencurian di tiga kecamatan di Purworejo dalam jangka waktu tak kurang dari dua pekan.

10 aksi pencurian dilakukan dengan cara menyantroni sekolah dan satu lainnya berupa pencurian sepeda motor. Aksi kedua bocah itu terhenti setelah diamankan oleh petugas Polsek Purwodadi pada Selasa (6/11) siang.

Dalam keterangannya kepada Purworejo News Kapolsek Purwodadi Iptu Ponijo menjelaskan, kedua bocah tersebut yakni O, tercatat sebagai warga Kecamatan Banyuurip, dan A merupakan warga Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo.

“10 sekolah yang disantroni yakni delapan SD dan dua TK di wilayah Kecamatan Purwodadi, Banyuurip, dan Purworejo. Diantaranya di Desa Sukomanah, Ketangi, dan Pangenjurutengah. Keduanya mencuri uang yang disimpan di sekolah dan juga aneka jajanan yang ada di kantin. Kalau laptop malah tidak diambil,” kata kapolsek.

Berdasarkan keterangan, uang yang mereka curi pun nominalnya bervariasi, antara Rp 90.000 di SD Sukomanah hingga Rp 2,5 juta yakni di SDN 2 Pangenjurutengah.

Mereka naik ke atap sekolah dan membobol eternit ruangan untuk keluar masuk lokasi pencurian. Seperti yang dilakukan di SDN 2 Pangenjurutengah pada Minggu (4/12) malam.

Selain mencuri uang yang kemudian dipakai untuk makan-makan, keduanya juga mencuri sepeda motor di Desa Jenarlor Kecamatan Purwodadi. Aksi itu mereka lalukan pada Senin (/12) malam bersamaan dengan aksi pembobolan eternit sekolah di Desa Ketangi dan menggondol uang Rp 2 juta.

Terkait dengan kejadian tersebut Kapolsek Purwodadi merasa prihatin serta menghimbau kepada orang tua untuk lebih memperhatikan dan mengawasi putra putri mereka.

“Diketahui, salah satu anak ini orang tuanya bercerai sehingga dia kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari ibu bapaknya. Akibat kurang kasih sayang dan pengawasan orang tua, anak-anak bisa melakukan perbuatan yang tidak hanya merugikan orang lain tetapi juga diri sendiri,” tandasnya.

(PURWOREJO NEWS)

WASPADA, PENIPUAN CATUT NAMA BUPATI PURWOREJOPURWOREJO - Upaya penipuan mengatas namakan Bupati Purworejo RH Agus Bastia...
06/12/2022

WASPADA, PENIPUAN CATUT NAMA BUPATI PURWOREJO

PURWOREJO - Upaya penipuan mengatas namakan Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM kembali terjadi. Kali ini pesan melalui Whatsapp itu diterima pengurus salah satu sekolah swasta di Kecamatan Purwodadi pada Senin (05/12/2022).

Menurut keterangan MI (penulisan nama menggunakan inisial atas permintaan yang bersangkutan), pelaku mengirim pesan melalui Whatsapp dan mengaku sebagai Bupati Purworejo dengan menggunakan foto profil RH Agus Bastian SE MM.

Pesan itu berisi pemberitahuan bahwa sekolah tersebut mendapat bantuan dana dari Pemkab Purworejo. Pelaku meminta nomer rekening dengan dalih nantinya dana bantuan itu akan dikirimkan lewat nomor rekening tersebut.

"Saya menerima pesan dari nomor asing yang mengatasnamakan Bupati Purworejo, namun setelah saya cek ternyata itu bukan nomor Bapak Bupati” jelas MI saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Sementara itu Kepala Dinkominfostasandi Yudhie Agung Prihatno SSTP MM menjelaskan bahwa kejadian serupa juga pernah beberapa kali terjadi dengan mengatasnamakan Bupati, Wakil Bupati maupun beberapa pejabat lainnya.

Untuk itu dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan adanya pesan demikian.

Yudhie menegaskan, Bupati atau Wakil Bupati dalam menyalurkan bantuan akan melalui prosedur yang benar dan instansi yang berwenang. ”Itu semua tidak benar, Bapak Bupati maupun Ibu Wakil tidak pernah melakukan chat untuk meminta atau menjanjikan sesuatu” terangnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya dengan pesan-pesan sejenis. Beberapa cara bisa dilakukan oleh masyarakat manakala menerima pesan terindikasi sebagai penipuan.

Pertama, selalu konfirmasikan kebenaran informasi yang diterima. “Masyarakat agar selalu waspada dan tidak mudah percaya apabila mendapati hal seperti itu. Konfirmasi kebenarannya kepada pihak terkait atau mungkin bisa ditanyakan ke pejabat atau ASN yang dikenal,” katanya.

Ditambahkan, warga juga dapat menyampaikan aspirasi, pengaduan, dan sejenisnya, melalui sarana yang sudah disiapkan dan sudah berjalan, yakni aplikasi pengaduan PORJO dan aplikasi PORJO Smart City. Kedua aplikasi tersebut dapat diunduh di Google Play Store.

(PITUTUH)

KECELAKAAN TEWASKAN WANITA DI PURWOREJO, SAKSI LIHAT KORABN TIBA-TIBA HILANG SAAT KA MELINTASPURWOREJO - Kecelakaan maut...
05/12/2022

KECELAKAAN TEWASKAN WANITA DI PURWOREJO, SAKSI LIHAT KORABN TIBA-TIBA HILANG SAAT KA MELINTAS

PURWOREJO - Kecelakaan maut menewaskan seorang wanita berinisial YNW (22), warga Dusun Buduk, Desa Malangrejo, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Wanita itu meninggal dunia setelah tertabrak kereta api pada Jumat (2/12/2022).

Kapolsek Banyuurip, AKP Beni Murtopo, menduga, korban tertabrak Kereta Api 159B Lodaya jurusan Solo - Bandung, saat hendak menyeberangi lintasan rel Kereta Api di Petak Jalan 485 + 9/7 ikut Dusun Tegalkuning, Kecamatan Banyuurip, Purworejo.

"Dari keterangan saksi, ia melihat korban sedang berdiri di samping Rel Kereta Api hendak menyeberang sekitar pukul 09.05 WIB.

Ketika Kereta Api melintas, saksi tersebut melihat korban tiba-tiba menghilang," ungkap Beni kepada Tribunjogja.com, Sabtu (03/12/2022).

Melihat hal itu, lanjut Beni, saksi berpikiran bahwa korban terseret Kereta Api.

Saksi pun bergegas mendekat ke arah Rel Kereta Api.

Dan benar saja, ia melihat potongan tubuh korban sudah berserakan di sepanjang Rel Kereta Api sejauh kurang lebih 100 meter.

Tak lama kemudian, anggota Polsek Banyuurip, tim Inafis Polres Purworejo, dan petugas Kesehatan dari Puskesmas Banyuurip mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan evakuasi tubuh korban.

"Korban diperkirakan langsung meninggal di tempat. Jenazah korban sempat dibawa ke RSUD Tjitrowardojo sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga," ucapnya.

Lebih lanjut, Beni mengungkapkan bahwa telah mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga korban.

Dari usaha itu, pihaknya mendapatkan konfirmasi bahwa korban tidak memiliki riwayat sakit jasmani ataupun kejiwaan.

"Pihak keluarga korban juga mengatakan bahwa korban tidak ada permasalahan baik pribadi maupun masalah keluarga.

Kondisi fisik dan kejiwaannya juga baik, sehingga kejadian itu murni kecelakaan," katanya.

Terpisah, Narti (32), Kakak korban menceritakan bahwa kejadian nahas itu menimpa adiknya saat hendak mencari keong di sawah.

Pasalnya, beberapa jam sebelum kejadian yakni sekitar pukul 06.00 WIB, YNW sempat membahas ingin makan serundeng keong.

Narti pun menyuruh YNW (korban) untuk membeli bahan-bahan semisal kelapa parut dan bumbu, serta mencari keong sendiri.

Kemudian, Narti berencana memasak serundeng keong menggunakan bahan yang sudah disiapkan adiknya.

"Waktu jam 6 pagi itu (2/12/2022), adik saya ngomong pengen makan serundeng keong.

Terus saya bilang, 'kamu yang cari saya yang masak'.

Saya juga sudah kasih uang untuk beli bahannya.

Mungkin dari situ, dia langsung cari keong di sawah," cerita Narti saat ditemui di rumahnya di Dusun Karangwaru, Desa Kliwonan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (03/12/2022).

Ia pun menegaskan bahwa adiknya tidak memiliki gangguan jiwa ataupun depresi.

Bahkan, sang adik sudah janjian mau jalan-jalan dengan teman-temannya.

Sang adik (YNW) juga telah merencanakan acara perayaan ulang tahun anaknya dan peringatan hari pernikahan pada 27 Desember 2022 yang akan datang.

Perayaan itu rencananya akan diadakan di rumah suami YNW di Desa Malangrejo, Kecamatan Banyuurip, Labupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Namun, takdir berkata lain. YNW lebih dahulu dipanggil Yang Maha Kuasa.

Korban diketahui meninggalkan suami dan seorang bayi berusia sekitar 10 bulan.

Lantas, jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Jumat (2/12/2022) sore.

"Kami (pihak keluarga) sudah ikhlas kalau apa yang menimpa YNW (korban) merupakan suatu musibah," ungkapnya.

Narti menambahkan, di tempat kejadian perkara (TKP) juga pernah terjadi peristiwa serupa.

Saat itu, korban yang tertabrak kereta merupakan seorang petani yang sedang menggembala kambing.

Sehingga musibah yang menimpa adiknya bukanlah kali pertama.

Dari pantauan di lapangan, lokasi TKP memang sedikit berbahaya.

Sebab, di lintasan rel yang bisa dilewati kendaraan bermotor tidak ada palang pintu Kereta Api dan penjaga.

Sehingga, sangat berbahaya untuk warga yang hendak menyeberang, namun tidak mengetahui jika ada Kereta Api sedang melintas.

(TRIBUN JATENG)

DUDUK PERKARA SEKDES CANTIK DI PURWOREJO RESMI DIPECAT, BERAWAL DARI VIDEO DI Club MalamDuduk perkara kasus sekretaris d...
04/12/2022

DUDUK PERKARA SEKDES CANTIK DI PURWOREJO RESMI DIPECAT, BERAWAL DARI VIDEO DI Club Malam

Duduk perkara kasus sekretaris desa (Sekdes) cantik di Purworejo, Jawa Tengah yang membuatnya kini resmi dipecat.

Andika Sari, Sekdes Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo resmi dipecat.

Pemecatan Andika Sari ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pemberhentian yang dikeluarkan Kepala Desa Banyuasin Kembaran, Ahmad Abdul Aziz.

"Hari ini (30/11/2022), kami menyerahkan SK Pemberhentian Andika Sari dari Sekdes Banyuasin Kembaran."

"Akan tetapi, karena yang bersangkutan tidak hadir, maka kami haturkan (berikan) SK tersebut langsung kepada orang tua Andika Sari," ungkap Ahmad kepada Tribunjogja.com, Rabu (30/11/2022).

Duduk Perkara: Berawal dari Video Kelab Malam

Lantas, apa yang melatarbelakangi Andika Sari dipecat?

Kasus ini bermula dari video yang merekam Andika Sari di sebuah kelab malam di Yogyakarta.

Video itu beredar pada bulan September lalu.

Dari video tersebut, Andika Sari tampak berada di sebuah kelab malam.

Terekam juga ia diduga tengah meminum miras.

Terkait beredarnya video tersebut, Andika Sari tidak membantah bahwa sosok dalam video itu adalah dirinya.

Ia mengungkapkan, video itu diambil pada 14 Juni 2022 saat merayakan hari ulang tahunnya yang ke-30.

Ia mengunggah video tersebut ke story akun Instagram namun tidak berlangsung lama, karena sekitar 3 (tiga) jam kemudian ia menghapus unggahan tersebut.

"Kalau videonya memang diambil pas hari itu (14/6/2022). Cuma saya tidak tahu kenapa sudah lewat lama (2 bulan) baru beredar."

"Kalau meresahkan, harusnya dipermasalahkan saat itu juga. Bukan sudah lewat lama, tapi baru dibilang meresahkan," katanya, Sabtu (12/11/2022).

Terkait beredarnya video itu, Andika Sari mengungkapkan telah meminta maaf secara terbuka dengan masyarakat saat ada perkumpulan di rumah Kepala Desa Banyuasin Kembaran.

Ia telah mendapat teguran secara lisan dan tertulis dari Kepala Desa, hingga dinonaktifkan dari tugas Sekdes.

"Sejauh ini saya memang tidak diperbolehkan ngantor. Ya saya hanya tugas di luar, semisal kalau ada pertemuan Sekdes, saya masih hadir."

"Kemarin, surat tagihan PBB juga masih dialamatkan ke rumah saya. Kemudian saya serahkan kepada Pak Kadus Sebelik," terangnya.

Sejak saat itu, Andika tidak lagi menerima upah atau gaji.

Ia pun juga bukan seorang pegawai negeri sipil (PNS).

Lebih jauh, Andika Sari membantah air yang ada dalam botol yang ia minum adalah miras.

Ia menyebut punya penyakit asam lambut parah, sehingga tidak diijinkan meminum minuman keras.

"Enggak, itu air putih. Sebelum dituang saya tanya dulu kepada waitresnya, ini minuman apa? dan dia menjawab air putih."

"Sebenarnya video itu ada suara, tapi tidak tahu kok jadi tanpa suara. Saya ada sakit asam lambung parah, sering kumat. Jadi tidak mungkinlah, saya mendzolimi diri sendiri," jelas Andika Sari.

Lagipula, kejadian itu berlangsung di luar jam kerja dan tempatnya bukan di lingkungan Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

Didemo Warga

Sebelum akhirnya kini dicopot, desakan agar Andika Sari dicopot datang dari sejumlah warga.

Warga menggelar demo di depan kantor Bupati Purworejo pada Selasa (8/11/2022).

Mereka membawa poster sang Sekdes dan diberikan tanda silang berwarna merah.

Diberitakan Kompas.com, sebelum demo di Kantor Bupati Purworejo, massa juga menggeruduk kantor desa pada Senin (12/9/2022).

Darinah, salah satu pengunjuk rasa mengaku sudah bosan dengan proses pemberhentian yang memakan waktu yang cukup lama.

Proses pemberhentian sekdes tersebut sudah berjalan selama 3 bulan lamanya.

"Yang kami tuntut sesegera mungkin kepala desa kami segera menandatangani surat pemberhentian, bila perlu hari ini kita tunggu," kata Darinah saat audiensi dengan pejabat Pemkab Purworejo.

Andika Sari Sempat Nyatakan Bakal Lawan Pemecatan

Beberapa waktu lalu sebelum SK pemecatan turun, Andika Sari sempat bertemu dengan Tribunjogja

Kala itu, Andika Sari menanggapi aksi warga yang berdemo dan menuntut dirinya dipecat dari jabatan sekdes.

Andika Sari mengaku kecewa dengan gelaran aksi yang dilakukan warga.

Ia merasa aksi tersebut sudah sangat keterlaluan dan menilai ada provokator yang mendalangi.

"Ya kalau demo pertama, saya memang diam tidak memberikan statment apapun."

"Tetapi demo kedua pada 8 November 2022 itu, menurut saya sudah sangat-sangat keterlaluan."

"Saya pasti akan menindaklanjuti dan melaporkan dalang provokator aksi tersebut ke pihak hukum polisi yakni Polda Jateng," ucap Andika Sari, Sabtu (12/11/2022).

Ia mengaku telah memegang bukti dan nama orang yang diduga sebagai provokator.

Andika Sari juga menegaskan akan mengajukan banding apabila SK Pemecatannya telah rilis.

Ia mengatakan akan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Pasti saya akan mengajukan banding, karena sudah diberikan SK tanpa ada kejelasan masalah. Sebab, tindakan saya tidak merugikan negara."

"Saya tidak melakukan korupsi atau pen*staan agama, yang jelas saya tidak melakukan tindak pidana," tegasnya.

(TRIBUN NEWS)

DEITK-DETIK SOPIR TAKSI ONLINE PURWOREJO DIANIAYA HINGGA TEWAS SETELAH ANTAR PENUMPANG TEREKAM CCTVPURWOREJO - Detik-det...
03/12/2022

DEITK-DETIK SOPIR TAKSI ONLINE PURWOREJO DIANIAYA HINGGA TEWAS SETELAH ANTAR PENUMPANG TEREKAM CCTV

PURWOREJO - Detik-detik sopir taksi online di Purworejo dianiaya hingga tewas terekam kamera CCTV.

Peristiwa itu terjadi di halaman parkir salah satu cafe di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Dalam rekaman CCTV tersebut, tampak korban yang diduga seorang supir taksi online sedang berjalan ke arah mobil sambil melihat layar telepon gengam.

Tiba-tiba dari arah belakang datang laki-laki tak dikenal yang langsung memukul kepala korban menggunakan sebuah botol kaca sebanyak dua kali.

Akibat serangan itu, korban jatuh terduduk di sebelah kanan mobil, sementara pelaku tampak ditahan oleh beberapa orang.

Namun tak lama kemudian, pelaku kembali mendatangi korban dan memukul botol kaca sebanyak tiga kali ke kepala korban hingga jatuh terlentang tak sadarkan diri.

Menurut informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (26/11/2022) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Korban adalah Yusuf (35), warga Desa Besole, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Peristiwa itu terjadi seusai korban yang diketahui sebagai supir taksi online, mengantarkan penumpang ke Cafe Ratan Miring di Jalan Kutoarjo-Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

"Setelah mengalami penganiayaan, korban tidak sadarkan diri, lalu dibawa ke Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo dan langsung masuk ICU," kata kuasa hukum keluarga korban, Agus Triatmoko, saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (1/12/2022).

Namun nahas, setelah tidak sadarkan diri selama tiga hari, korban pun dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (29/11/2022) pagi sekitar pukul 6.45 WIB. Rupanya, korban meninggal karena mengalami pendarahan dan pergeseran di bagian otak.

"Dari hasil CT Scan terjadi pendarahan di otak dan ada pergeseran juga, semacam gegar otak. Korban meninggal Selasa pagi dan langsung dimakamkan siangnya," ungkap Agus.

Korban dimakamkan di pemakaman setempat. Ia meninggalkan istri dan seorang anak perempuan yang baru duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa korban dan pelaku tidak saling kenal. Mereka diketahui baru bertemu di tempat itu (cafe Ratan Miring) saat aksi penganiayaan terjadi.

Saat ini, pelaku masih berkeliaran di luar sana. Pelaku berhasil kabur setelah melakukan aksi penganiayaan kepada korban.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Ryan Eka Cahyamasih belum mengetahui motif pelaku pelakukan penganiayaan.

Meski demikian, pihaknya mengaku sudah mengantongi ciri-ciri pelaku dan sedang melakukan pengejaran.

"Masih kami selidiki. Pelaku sudah kabur tapi kami sedang lakukan pengejaran, semoga cepat tertangkap," ucapnya.

(TRIBUN JATENG)

EVAKUASI TRUK NYEMPLUNG SUNGAI JALI PURWOREJO, 2 CRANE DIKERAHKANPurworejo - Satu unit truk tercebur dari atas jembatan ...
02/12/2022

EVAKUASI TRUK NYEMPLUNG SUNGAI JALI PURWOREJO, 2 CRANE DIKERAHKAN

Purworejo - Satu unit truk tercebur dari atas jembatan di Purworejo, Jawa Tengah. Sopirnya selamat. Truknya harus dievakuasi menggunakan crane.

Truk dump bernomor polisi AA 1565 NC itu terjun bebas dari atas jembatan Kali Jali di Desa Winong, Kecamatan Kemiri pada dini hari tadi. Sopir truk itu Eris Setiawan (35) warga Dukuh Kalicebong, Desa Dilem, Kecamatan Kemiri, Purworejo.

"Kejadian sekitar jam 02.00 WIB," kata pemilik truk Agus Riyadi (40) saat ditemui detikJateng di lokasi kejadian, Kamis (1/12/2022).

Sopir truk itu dapat menyelamatkan diri dan meminta pertolongan warga setempat. Mendapatkan informasi dari warga tentang kejadian itu, Agus bersama rekan lain langsung meluncur ke lokasi.

Korban Eris akhirnya dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan. Peristiwa bermula saat truk bermuatan pasir itu berangkat dari Muntilan, Magelang, menuju Desa Karang Duwur, Kecamatan Kemiri.

Tiba-tiba truk yang melaju dari timur ke barat itu oleng ke kanan saat melintas di atas jembatan hingga terjun ke sungai .

"Itu sopirnya sempat istirahat di SPBU Lugosobo sekitar 2 jam terus melanjutkan perjalanan lagi. Pas jatuhnya itu katanya nggak sadar, tahu-tahu sudah di sungai, di dalam air. Terus buka pintu truk, renang ke tepi dan teriak minta tolong warga setempat," jelas Agus.

Truk yang tenggelam hingga ke dasar sungai itu sempat dievakuasi oleh warga namun gagal. Akhirnya pemilik truk mendatangkan dua unit truk crane untuk mengangkatnya.

Selama proses evakuasi, arus lalu-lintas sempat macet, ditambah banyaknya warga yang ikut menyaksikan jalannya evakuasi. Truk akhirnya dapat dievakuasi sekitar pukul 12.00 WIB.

"Jalur sementara ditutup dari dua arah selama proses evakuasi. Untuk saat ini truk sudah berhasil dievakuasi," kata Kapolsek Kemiri, AKP Miswanto di lokasi.

(DETIK JATENG)

Address

Jalan Proklamasi No. 2 Kabupaten Purworejo Telephone : (0275)2
Purworejo
32101

Telephone

+62275321012

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kota Purworejo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Kota Purworejo:

Share