Indonesia Adil Makmur

Indonesia Adil Makmur Gerakan Bersama untuk Indonesia Raya, Adil, Makmur dan Sejahtera Pesantren ; Lembaga Pendidikan Kultural yang Mengindonesia

Iran dikabarkan setuju untuk mengurangi kadar uranium mereka yang sudah diperkaya (enriched uranium).Sejumlah pejabat se...
19/06/2026

Iran dikabarkan setuju untuk mengurangi kadar uranium mereka yang sudah diperkaya (enriched uranium).

Sejumlah pejabat senior AS mengatakan hal tersebut kepada AFP pada Rabu (17/6).

Menurut salah satu pejabat, persetujuan itu mencerminkan kemenangan besar bagi Washington. Persoalan uranium Iran yang telah diperkaya memang menjadi salah satu isu alot dalam perundingan AS-Iran.

"Fakta bahwa mereka mengalah adalah kemenangan yang sangat-sangat besar bagi Amerika Serikat," kata pejabat tersebut dalam percakapan telepon dengan wartawan.

AS-Iran akhirnya mencapai kesepakatan pada Minggu (14/6) usai berbulan-bulan pembicaraan berlangsung mandek. Kedua negara awalnya dijadwalkan meneken nota kesepahaman pada Jumat (19/6) di Swiss, namun akhirnya dimajukan menjadi Rabu (17/6).

Penekenan MoU dilakukan secara digital oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Trump menekennya di sela-sela pertemuan puncak G7 di Prancis.

Iran dan AS sudah mengungkap isi kesepakatan pasca penandatanganan ini. Dalam MoU, disebutkan bahwa Selat Hormuz akan dibuka secara cuma-cuma selama 60 hari.

AS juga disebut sepakat untuk mencairkan dana Iran yang selama ini dibekukan. Selain itu, AS dan sekutu juga berkomitmen memberikan kompensasi kepada Iran atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang.

Dalam kesepakatan itu, program nuklir Iran juga disebutkan. Iran disebut setuju untuk tidak memproduksi senjata nuklir.

Kedua negara juga disebut telah bersepakat terkait nasib material uranium Iran yang telah diperkaya, yang "akan ditangani" dalam perjanjian akhir.

Meski telah meneken MoU, AS dan Iran masih tetap akan melakukan pembicaraan teknis terkait kesepakatan dan akan merumuskan perjanjian akhir dalam waktu 60 hari sejak MoU diteken.

sc: CNN

Kantor berita Iran, IRNA, mengunggah foto Presiden Masoud Pezeshkian usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) damai an...
19/06/2026

Kantor berita Iran, IRNA, mengunggah foto Presiden Masoud Pezeshkian usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Foto tersebut dipublikasi pada Kamis (18/6) setelah Presiden AS Donald Trump juga menekennya pada Rabu (17/6).

Dalam foto-foto yang diunggah, terlihat momen Pezeshkian menggoreskan tinta di atas kertas yang telah tertera tanda tangan Trump. Foto-foto Pezeshkian memamerkan MoU yang sudah diteken juga ditunjukkan.

Pada Rabu, Trump meneken MoU kesepakatan damai AS-Iran di sela-sela pertemuannya dengan pemimpin negara G7 di Istana Versailles, Prancis. Penandatanganan dilakukan ketika Trump sedang santap malam dan duduk di antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Prancis Brigitte Macron.

"Sudah ditandatangani," kata Trump usai meninggalkan Versailles.

IRNA tak lama kemudian merilis isi MoU yang diteken oleh kedua pemimpin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan penandatanganan digital ini membuat pertemuan delegasi AS dan Iran di Swiss yang semua dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6) besok belum tentu berlangsung.

"Pertemuan Jumat terkonfirmasi sampai beberapa jam lalu, tapi ketika akhirnya kedua presiden (Iran dan AS) mau menandatangani (MoU secara digital), pertemuan Jumat pun diputuskan akan ditunda," ucap Baghaei.

Sementara itu, Al Jazeera melaporkan, pertemuan AS dan Iran di Swiss tetap berlangsung antara tim negosiasi kedua negara, namun tidak akan ada peresmian penandatanganan MoU lagi.

Beberapa kesepakatan dalam MoU AS dan Iran di antaranya mencakup perjanjian untuk menghentikan perang di semua front, termasuk Lebanon; pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran; pembukaan kembali Selat Hormuz; hingga penyetopan semua jenis sanksi terhadap Iran.

sc: CNN

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkelakar di hadapan para pemimpin negara G7 dengan mengaku-aku sebagai pemi...
19/06/2026

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkelakar di hadapan para pemimpin negara G7 dengan mengaku-aku sebagai pemimpin utama.

Candaan Trump itu dilontarkan saat menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 di Prancis.

"Saya bosnya," ucap Trump saat tiba di pertemuan, Rabu (17/6).

Ucapannya tersebut lantas memancing tawa para pemimpin dunia yang hadir. Mereka di antaranya Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

KTT G7 tahun ini digelar di Évian-les-Bains, Paris, pada 15-17 Juni. Seluruh pemimpin negara G7, yakni AS, Prancis, Kanada, Italia, Jepang, Inggris, dan Jerman hadir dalam pertemuan puncak tersebut.

Sejumlah pemimpin lain juga hadir, seperti Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Perdana Menteri India Narendra Modi, hingga Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Dalam pertemuan, berbagai isu global dibahas, khususnya perang Rusia vs Ukraina. Trump pada momen tersebut juga menyempatkan meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Iran secara digital.

sc: CNN

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berada dalam posisi tercekik lantaran keputusan Amerika Serikat untuk meneken ...
19/06/2026

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berada dalam posisi tercekik lantaran keputusan Amerika Serikat untuk meneken nota kesepahaman (MoU) menghentikan perang dengan Iran tak sejalan dengan keinginannya.

Netanyahu berulang kali menegaskan bahwa Israel belum selesai memerangi Iran dan sekutunya Hizbullah, dengan melancarkan serangan ke Lebanon.

Sementara itu, Presiden AS Donald mengakui sikap Netanyahu mempersulit upayanya menghentikan perang. Ia bahkan mengaku frustrasi menghadapi Israel dan serangannya ke Lebanon yang bisa mengganggu perundingan AS-Iran.

Trump blak-blakan mengatakan jika bukan tanpa dirinya, tidak akan ada Israel dan Tel Aviv seharusnya manut dan berterima kasih karena keamanan negara Zionis itu bisa terjamin.

"Tanpa saya, tidak akan ada Israel karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang sudah saya lakukan," kata Trump kepada awak media pada Selasa (16/6) saat ditanya soal Netanyahu dikutip CNN.

Analis politik Israel Akiva Eldar mengatakan Netanyahu telah menempatkan dirinya dalam posisi sulit karena terlalu erat menyelaraskan diri dengan Trump.

Menurut Eldar, hal itu membuat Netanyahu saat ini tidak memiliki pilihan selain manut dan mengikuti game plan Trump terkait Iran. Salah satunya, menghentikan serangan ke Lebanon yang menjadi bagian dari syarat gencatan senjata AS-Iran.

"Menolak Presiden Trump secara terang-terangan dan tetap bertahan di Lebanon adalah langkah bunuh diri secara politik baginya," kata Eldar kepada Al Jazeera.

Ia menilai Netanyahu melihat situasi saat ini melalui kacamata pemilu Israel yang akan datang.

"Netanyahu sedang bermain, baik secara politik maupun diplomatik, dengan punggung menempel ke dinding," ujar Eldar.

"Jika ia menerima dikte Amerika Serikat, itu akan menjadi preseden, karena selama ini Netanyahu terus mengatakan bahwa dirinya adalah satu-satunya pemimpin yang mampu mengatakan tidak kepada Presiden Amerika Serikat," paparnya menambahkan.

Sementara itu, program-program komentar politik di televisi Israel dilaporkan mengalami kepanikan kolektif setelah teks MoU sementara AS-Iran mulai beredar di media Israel.

Bagi publik Israel, mereka meyakini perang yang didorong Tel Aviv agar dilancarkan AS terhadap Iran ini harus berakhir dengan perubahan rezim di Iran.

Selain itu, perang AS ke Iran ini bukan hanya memastikan program nuklir Iran berhenti, tetapi juga kemampuan Teheran untuk memperkaya uranium dan memproduksi rudal balistik di masa depan turut berhenti.

Publik dan pejabat Israel bahkan menilai kesepakatan MoU AS-Iran ini sebagai mimpi buruk. Sebab, tidak satu pun dari tujuan-tujuan Israel tercantum dalam draf MoU yang bocor itu.

Dari sudut pandang Israel, tidak adanya kesepakatan justru dianggap lebih baik daripada kesepakatan yang ada saat ini.

Yang semakin membuat Israel ketar-ketir adalah dokumen tersebut tidak melarang Iran melakukan pengayaan uranium, tidak menyinggung program rudal balistik Iran, dan tidak membahas sekutu-sekutu regional Teheran, termasuk Hizbullah.

Sebaliknya, penghentian perang di Lebanon justru secara eksplisit dicantumkan dalam kesepakatan.

Semua hal itu dinilai tidak menguntungkan bagi Netanyahu, mitra-mitra koalisinya, maupun opini publik Israel yang mayoritas masih menentang penghentian perang terhadap Iran dan Lebanon.

Terkait konflik antara Israel dan Hizbullah, Netanyahu memiliki taruhan yang sangat besar, baik secara politik maupun pribadi.

Diketahui, Netanyahu juga masih menghadapi berbagai tuduhan yang berpotensi berujung pada proses hukum pidana korupsi, yang kemungkinan harus ia hadapi jika kalah dalam pemilu berikutnya.

sc: CNN

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Massoud Pezeshkian resmi meneken nota kesepahaman (MoU) dengan u...
19/06/2026

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Massoud Pezeshkian resmi meneken nota kesepahaman (MoU) dengan untuk mengakhiri perang.

Kedua presiden meneken MoU secara digital menjelang pertemuan delegasi AS-Iran di Swiss pada Jumat (19/6).

Tak lama setelah Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi penandatanganan MoU ini, Washington merilis isi MoU AS-Iran tersebut.

Dokumen itu berjudul "Nota Kesepahaman Islamabad antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran."

Salah satu pejabat AS mengatakan MoU ini merupakan kesepakatan yang memungkinkan pembukaan Selat Hormuz hingga mewajibkan Iran untuk menghancurkan nuklir.

"Dan kemudian memberi kita kendali di mana jika Iran meningkatkan perilaku baik mereka, kita akan merespons dengan meningkatkan jenis keringanan ekonomi dan sanksi yang dapat menjadikan mereka negara yang lebih makmur," kata dia, dikutip CNN.

Berikut isi MoU AS-Iran yang sudah dirilis Washington:

Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah sepakat bersama dengan itikad baik pada tanggal [_masih kosong_] mengenai hal-hal berikut

1. Amerika Serikat dan Republik Islam Iran beserta sekutu-sekutunya dalam perang saat ini menandatangani Nota Kesepahaman ini untuk menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon, dan berjanji mulai sekarang untuk tidak memulai perang atau operasi militer apa pun terhadap satu sama lain, dan untuk menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap satu sama lain, serta menjamin integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon.

Kesepakatan akhir akan mengonfirmasi penghentian permanen perang di semua front, termasuk di Lebanon dan ketentuan lain dalam paragraf ini.

2. Amerika Serikat dan Republik Islam Iran berjanji untuk saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing serta menahan diri dari campur tangan dalam urusan internal masing-masing.

3. Amerika Serikat dan Republik Islam Iran berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan akhir dalam waktu maksimal 60 hari, yang bisa diperpanjang dengan persetujuan bersama.

4. Segera setelah penandatanganan MOU ini, Amerika Serikat akan mulai mencabut blokade angkatan lautnya dan segala gangguan atau hambatan terhadap Republik Islam Iran, dan akan sepenuhnya mengakhiri blokade angkatan laut dalam waktu 30 hari.

Selama periode ini, lalu lintas kapal akan sebanding dengan jumlah lalu lintas pra-perang yang dipulihkan oleh Republik Islam Iran. Amerika Serikat selanjutnya berjanji untuk menarik pasukannya dari dekat Republik Islam Iran dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan akhir.

5. Setelah penandatanganan MOU ini, Republik Islam Iran akan melakukan upaya terbaiknya untuk memastikan kelancaran lalu lintas kapal dagang tanpa biaya, hanya selama 60 hari, dari Teluk Persia ke Laut Oman dan sebaliknya.

Lalu lintas kapal dagang akan segera dimulai, dan dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menghilangkan hambatan teknis dan militer, serta pembersihan ranjau oleh Republik Islam Iran akan dilakukan dalam waktu 30 hari.

Republik Islam Iran akan melakukan dialog dengan Kesultanan Oman untuk menentukan administrasi dan layanan maritim di masa depan di Selat Hormuz dalam diskusi dengan negara-negara pesisir Teluk Persia lainnya sesuai dengan hukum internasional yang berlaku dan hak kedaulatan negara-negara pesisir Selat Hormuz.

6. Amerika Serikat bersama mitra regionalnya berkomitmen untuk mengembangkan rencana pasti yang disepakati bersama dengan dana setidaknya USD 300 miliar untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Republik Islam Iran. Mekanisme pelaksanaan rencana ini akan diselesaikan sebagai bagian dari kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari. Semua lisensi, pengecualian, dan izin yang diperlukan untuk transaksi keuangan terkait akan diberikan oleh Amerika Serikat.

7. Amerika Serikat berjanji untuk mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Republik Islam Iran, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB, resolusi Dewan Gubernur IAEA, dan semua sanksi unilateral AS, baik primer maupun sekunder, sesuai jadwal yang disepakati sebagai bagian dari kesepakatan akhir.

Republik Islam Iran dan Amerika Serikat mengakui pentingnya isu pengakhiran sanksi yang disebutkan di atas, dan menyatakan niat mereka untuk segera membahas isu-isu ini dalam negosiasi guna mencapai kesepakatan bersama.

8. Republik Islam Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir.

Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah sepakat untuk menyelesaikan pembuangan material yang diperkaya yang ditimbun sesuai dengan mekanisme yang akan disepakati bersama sesuai dengan jadwal yang disebutkan dalam paragraf tujuh, dengan metodologi minimum berupa pencampuran di tempat di bawah pengawasan IAEA.

Kedua pihak juga sepakat untuk membahas masalah pengayaan dan hal-hal lain yang disepakati bersama terkait dengan kebutuhan nuklir Republik Islam Iran, berdasarkan kerangka kerja yang memuaskan yang disepakati dalam kesepakatan akhir. Kesepakatan akhir akan mengonfirmasi ketentuan paragraf ini.

Amerika Serikat dan Republik Islam Iran mengakui pentingnya isu-isu nuklir yang disebutkan di atas. Mereka menyatakan niat mereka untuk segera membahas isu-isu ini dalam negosiasi untuk mencapai kesepakatan bersama.

9. Sembari menunggu kesepakatan akhir, Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sepakat untuk mempertahankan status quo. Republik Islam Iran akan mempertahankan status quo program nuklirnya saat ini, dan Amerika Serikat tidak akan memberlakukan sanksi baru dan tidak akan mengerahkan pasukan tambahan di kawasan tersebut.

10. Amerika Serikat berjanji bahwa segera setelah penandatanganan MOU ini dan hingga pencabutan sanksi, Kementerian Keuangan AS akan mengeluarkan pengecualian untuk ekspor minyak mentah Iran, produk minyak bumi dan turunannya, serta semua layanan terkait, termasuk transaksi perbankan, asuransi, transportasi, dll.

11. Amerika Serikat berjanji untuk sepenuhnya menyediakan dana dan aset Republik Islam Iran yang dibekukan atau dibatasi untuk digunakan setelah implementasi Nota Kesepahaman ini.

Amerika Serikat dan Republik Islam Iran akan saling menyepakati prosedur terkait pelepasan dana tersebut selama negosiasi. Dana tersebut, baik yang disimpan di rekening asli maupun yang ditransfer, akan sepenuhnya dapat digunakan untuk pembayaran kepada penerima manfaat akhir yang ditunjuk oleh Bank Sentral Republik Islam Iran.

Amerika Serikat berjanji untuk menerbitkan semua lisensi dan otorisasi yang diperlukan sesuai dengan ketentuan.

12. Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sepakat bahwa mekanisme eksekutif akan dibentuk untuk memantau keberhasilan pelaksanaan MOU ini dan kepatuhan di masa mendatang terhadap kesepakatan akhir.

13. Setelah penandatanganan MOU ini, dan dengan syarat dimulainya pelaksanaan paragraf 1, 4, 5, 10 dan 11 dari MOU ini, serta kelanjutan pelaksanaan langkah-langkah tersebut, Amerika Serikat dan Republik Islam Iran akan memulai negosiasi mengenai kesepakatan akhir secara eksklusif pada paragraf-paragraf lainnya.

14. Kesepakatan akhir akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat.

sc: CNN

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan cukup lama dengan Ibu Negara Prancis Brigitte Macron dalam pertemu...
19/06/2026

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan cukup lama dengan Ibu Negara Prancis Brigitte Macron dalam pertemuan puncak G7 di Evians Les Bains.

Dalam rekaman video, Trump tampak mengenakan setelan jas lengkap. Sementara itu, Brigitte mengenakan pakaian putih.

The Independent pada Rabu (17/6) melaporkan Trump menjabat tangan Brigitte sekitar 13 detik, waktu yang jauh lebih lama dibanding saat salaman dengan Macron.

Dalam rekaman itu p**a, mereka tampak mengobrol sembari Trump tetap memegang tangan Brigitte.

Trump, Macron dan Brigitte kemudian berpose untuk foto bersama.

Trump terkenal dengan jabat tangannya yang lama dan kuat, salah satunya saat bertemu Macron di Prancis pada 2017. Saat itu salaman berlangsung hampir 30 detik.

Selama KTT NATO di tahun yang sama, Trump juga tampak memelintir lengan Macron dan mencengkeram cukup keras hingga dia terdorong ke samping.

Jabat tangan Trump kali ini dengan Brigitte terjadi usai Presiden AS itu mengkritik ibu negara Prancis pada April lalu.

Saat itu, Trump menilai Brigitte memperlakukan Macron secara buruk.

"Saya menghubungi Prancis, Macron, yang istrinya memperlakukannya dengan sangat buruk," kata Trump saat itu.

"Masih dalam masa pemulihan dari pukulan di rahang kanan," imbuh dia.

Komentar Trump kala itu menanggapi video Briggite yang diduga mendorong Macron turun dari pesawat di Vietnam.

Setelah viral, Macron mengatakan tindakan tersebut cuma bercanda.

sc: CNN

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron memba...
19/06/2026

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron membahas sepak bola di sela pertemuan konferensi tingkat tinggi (KTT) G7.

KTT G7 digelar di Evians Les Bains, Prancis pada 15-17 Juni. Kepala negara anggota beserta tamu undangan termasuk Emir Qatar hadir dalam pertemuan itu.

Sebelum memulai pembahasan serius, samar-samar mereka terdengar membahas Champion League dan Ultimate Fighting Championship (UFC).

"Liga champion," kata Macron pada Selasa (16/6), dalam video yang diunggah AFP.

"Iya, Anda menang di Liga Champion," kata Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

Pernyataan Carney merujuk ke klub sepak bola asal Prancis, Paris Saint Germain yang menjuarai Liga Champion.

"Dia tak senang. Dia pura-pura bahagia, tapi di dalam hatinya.. " ujar Al Thani tak melanjutkan kalimatnya.

"Tidak. Saya senang. Mereka tim Prancis. Jangan bilang begitu. Mereka tim Prancis," jawab Macron.

Macron lalu berbisik ke Trump yang duduk di sebelah kanan dia.

"Tamim dan Qatar, mereka pemilik Paris Saint German," kata dia ke Trump.

Macron lalu menerangkan PSG mempertahankan gelar di Liga Champion usai di musim sebelumnya juga jadi juara.

"Mereka menang dua kali," ujar dia.

Macron lalu mengalihkan pembicaraan soal Ultimate Fighting Championship (UFC), organisasi yang kerap menggelar pertarungan Mixed Martial Art atau bela diri campuran di Amerika Serikat.

"Teman-teman, Anda tidak berinvestasi di UFC," kata Macron.

"Tidak. Saya sudah memberi tahu tim Anda, reaksinya akan lebih besar dan terus membesar," jawab Al Thani.

Emir Qatar itu kemudian mengatakan dulu tinju adalah olahraga populer yang digemari.

"Tapi kini beralih ke UFC," ucap dia.

sc: CNN

KTT G7 selesai digelar di Evians Les Bains, Prancis pada 15-17 Juni. Meski sudah rampung, pertemuan ini menyisakan momen...
19/06/2026

KTT G7 selesai digelar di Evians Les Bains, Prancis pada 15-17 Juni. Meski sudah rampung, pertemuan ini menyisakan momen unik selama acara berlangsung.

Kepala negara anggota G7 seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang, turut hadir dalam KTT. Mereka membahas berbagai isu regional dan global terutama perang Rusia-Ukraina.

Namun, di sela pertemuan tersebut ada momen unik yang menyertainya.

Terkejut PM Italia berhenti merokok
Perdana Menteri Italia Giorgio Melani terkenal sebagai perokok aktif. Dalam beberapa pertemuan di waktu istirahat, dia kedapatan merokok.

Namun di KTT G7 ini, Meloni mengaku sudah berhenti merokok. Pernyataan ini terungkap saat dia sedang ngobrol santai bersama kepala negara lain.

"Saya harus mengambil kopi," kata Meloni di tengah kerumunan kepala negara G7.

Ketua Uni Eropa Ursula von der Leyen ikut hadir dalam pertemuan dan tertangkap kamera bersama mereka.

"Pagi ini, untuk bangun?" samber Von der Leyen.

"Dan rokok?" tanya Kanselir Jerman Friedrich Merz.

"Tidak. Saya sudah berhenti," jawab Meloni.

Mereka lalu bertanya kapan Meloni mulai berhenti.

"Satu bulan lalu," jawab PM Italia itu.

Pada Mei lalu, Meloni mengumumkan berhenti merokok karena alasan kesehatan.

Euforia piala dunia
Dalam pertemuan puncak yang berfokus soal geopolitik, sepak bola tetap menjadi bahan diskusi.

Para pemimpin menyelipkan percakapan informal di sela makan siang.

"Allez les bleus!" teriak seseorang, menyemangati tim nasional Prancis, dikutip India Today.

Pemimpin lain memuji kemenangan Paris Saint-Germain baru-baru ini di Liga Champions.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menyatakan kekagumannya atas hasil imbang 0-0 Cape Verde melawan juara dunia bertahan Spanyol.

Trump diberi jersey Jerman
Kanselir Jerman Friedrich Merz memberi jersey Jerman untuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai hadiah ulang tahun ke-80.

Dia memberi jersey yang menampilkan nama Trump dan nomor 47, yang merupakan referensi untuk masa jabatan presiden AS ke-47.

Trump tersenyum, mengangkat kemeja itu ke arah fotografer, dan berpose sebentar.

Kemudian, Merz membagikan foto momen tersebut di media sosial.

"Selamat ulang tahun yang ke-80. Lagip**a, kita berada di tim yang sama," tulis Merz di akun Instagram.

Macron lupa pakai jam tangan
Momen lain yang tak kalah unik adalah saat sang tuan rumah Presiden Prancis Emmanuel Macron lupa memakai jam.

Saat para pemimpin bersiap untuk makan siang, Perdana Menteri Kanada Mark Carney memperhatikan bahwa Macron tampaknya lupa membawa jam tangan.

"Dia meninggalkan jam tangannya di sini. Kami punya jam tangannya," canda Carney.

sc: CNN

Senat Amerika Serikat kembali menolak resolusi yang bertujuan membatasi wewenang Presiden Donald Trump melanjutkan peran...
18/06/2026

Senat Amerika Serikat kembali menolak resolusi yang bertujuan membatasi wewenang Presiden Donald Trump melanjutkan perang di Iran, sampai disahkan oleh Kongres.

Resolusi ini merupakan upaya kesembilan yang dilakukan oleh Partai Demokrat, sejak AS dan Israel meluncurkan serangan udara ke Iran pada Februari lalu.

Dilansir Reuters, Senat memberikan suara 48-47 yang memblokir resolusi itu berdasarkan undang-undang kekuasaan perang.

Anggota partai Republik Bill Cassidy dari Louisiana, Susan Collins dari Maine, Lisa Murkowski dari Alaska, dan Rand Paul dari Kentucky memberikan suara bersama sebagian besar Partai Demokrat yang mendukung resolusi itu.

Sementara Senator Demokrat John Fetterman dari Pennsylvania memberikan suara menolak resolusi, bersama dengan sebagian besar senator dari Partai Republik.

Pemungutan suara digelar saat para anggota parlemen menunggu Presiden Donald Trump untuk memberikan rincian isi kesepakatan dengan Iran, yang akan ditandatangani pada 19 Juni ini di Swiss.

Partai Demokrat dan beberapa dari Republik telah meminta pemerintah Trump untuk memberi rincian spesifik kesepakatan itu. Partai Demokrat mengaku merasa dibiarkan dalam ketidakjelasan.

Partai Republik pimpinan Trump memegang mayoritas tipis di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. DPR AS juga baru-baru ini mendukung resolusi yang akan mengakhiri perang Iran.

Resolusi DPR AS itu disebut sebagai teguran keras terhadap Trump yang menyeret Washington dalam keterpurukan karena perang melawan Iran.

Dengan demikian, Trump dipaksa harus mengajukan dan mendapat persetujuan dari Kongres terkait kebijakannya dalam perang melawan Iran.

sc: CNN

Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap melanjutkan aksi militer, jika Iran tidak mematuhi kewaj...
18/06/2026

Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap melanjutkan aksi militer, jika Iran tidak mematuhi kewajibannya.

Ancaman terbaru Trump dilontarkan menjelang penandatanganan kesepakatan AS dan Iran untuk perdamaian, yang akan digelar pada Jumat 19 Juni di Swiss.

"Tidak, ini belum final. Ini adalah nota kesepahaman," kata Trump saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Prancis.

"Jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka. Jika mereka tidak berperilaku baik, kami akan kembali menjatuhkan bom tepat di atas kepala mereka. Karena mereka berperilaku buruk selama 47 tahun," imbuh Trump, merujuk pada usia didirikannya revolusi Islam usai Shah digulingkan.

AS hingga kini belum merilis teks resmi nota kesepahaman dengan Iran. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan penundaan itu terkait permintaan Qatar dan Pakistan, selaku mediator.

"Ada beberapa prosedur diplomatik yang sedang berjalan di sini, di mana Qatar dan Pakistan menjadi mediator dalam seluruh negosiasi ini dengan Iran, dan mereka pada dasarnya meminta kami mengatur urutan bagaimana kami menjalankan proses ini," kata Vance pada Selasa (16/6) dalam acara The Five Fox News.

"Kami akan senang merilis perjanjian itu hari ini atau besok. Kami mungkin merilisnya paling lambat hari Jumat, tetapi pada dasarnya, dalam konteks yang lebih luas, itu tidak masalah," imbuh dia.

Penandatangan MoU akan digelar di Burgenstok, Swiss pada 19 Juni.

Delegasi Iran akan dipimpin ketua DPR sekaligus mantan komandan Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammed Bagher Ghalibaf.

Sementara itu, dari pihak AS belum ada kepastian siapa yang bakal memimpin delegasi. Sebelumnya, Trump mengatakan Vance bakal menghadiri upacara penandatanganan MoU.

Awal pekan ini, Vance turut mengonfirmasi akan ikut merayakan upacara tersebut di Swiss. Dia juga mengatakan tak menutup kemungkinan Trump ikut hadir.

MoU AS dan Iran berisi pembukaan Selat Hormuz, pencabutan sanksi terhadap Iran, hingga masa depan program nuklir Iran.

Kesepakatan itu juga diharapkan menjadi jangkar negosiasi kedua negara untuk betul-betul mengakhiri perang dan mencapai perdamaian abadi.

sc: CNN

Address

Jalan RE Martadinata
Purwakarta
41111

Telephone

+6288279473675

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Indonesia Adil Makmur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share