Yayasan WeBe Konservasi Ketapang

Yayasan WeBe Konservasi Ketapang edukasi satwa di lindungi dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau pulau kecil

Pada Jumat, 21 Agustus 2026, Yayasan WeBe turut menghadiri kegiatan Soft Launching dan Reaktivasi Perlintasan Indonesia–...
24/08/2026

Pada Jumat, 21 Agustus 2026, Yayasan WeBe turut menghadiri kegiatan Soft Launching dan Reaktivasi Perlintasan Indonesia–Malaysia melalui Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk–Pos Kawasan Sempadan (PKS) Melano. Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan perbatasan Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konektivitas antara Indonesia dan Malaysia. Peresmian tersebut dihadiri oleh Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Komjen Pol. Makhruzi Rahman, S.I.K., M.H., Bupati Sambas, jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat, serta perwakilan Pemerintah Malaysia. Kehadiran Yayasan WeBe merupakan bentuk dukungan terhadap terbukanya kembali akses dan kerja sama lintas batas yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

Reaktivasi perlintasan Temajuk–Melano diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas, aktivitas sosial dan ekonomi, serta pengembangan potensi pariwisata dan sumber daya daerah di kawasan perbatasan. Melalui momentum ini, Yayasan WeBe melihat peluang untuk mendorong kolaborasi dan pengembangan wilayah perbatasan yang berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Bersama, mari menjadikan kawasan perbatasan bukan hanya sebagai garis pemisah, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun konektivitas, kolaborasi, dan masa depan yang lebih baik.

Pada 19–20 Agustus 2026, Yayasan WeBe turut mendampingi Tim Vendor dalam proses pengambilan video promosi potensi wisata...
24/08/2026

Pada 19–20 Agustus 2026, Yayasan WeBe turut mendampingi Tim Vendor dalam proses pengambilan video promosi potensi wisata Pulau Cempedak, Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Selama dua hari, kamera tidak hanya merekam keindahan pulau, tetapi juga berbagai aktivitas masyarakat pesisir. Hari pertama dimulai dengan pengambilan video aktivitas nelayan, mulai dari pemotongan jaring atau pukat renjong, proses pembuatan lepeh, panen lobster, hingga mengolah dan menikmati hasil laut bersama di tepi pantai sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Sementara itu, hari kedua dilanjutkan dengan pengambilan video opening, aktivitas snorkeling untuk memperlihatkan keindahan bawah laut, serta pemantauan satwa laut dilindungi.

Melalui proses ini, kami ingin memperkenalkan bahwa Pulau Cempedak bukan hanya tempat untuk dikunjungi, tetapi juga ruang hidup masyarakat, rumah bagi keanekaragaman hayati, serta kekayaan alam yang perlu dijaga bersama. Video promosi ini diharapkan dapat memperluas pengenalan Pulau Cempedak, membuka peluang bagi masyarakat lokal, dan mendorong tumbuhnya wisata bahari berbasis masyarakat yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Karena pada akhirnya, wisata yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak orang datang, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang tinggal bagi masyarakat dan seberapa baik alam tetap terjaga.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan potensi wisata dan kreativitas masyarakat, Yayasan WeBe Konservasi Ke...
21/08/2026

Sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan potensi wisata dan kreativitas masyarakat, Yayasan WeBe Konservasi Ketapang turut mendukung pelaksanaan KPC Anniversary Photo Fest & Workshop Dasar Pengetahuan Fotografi dalam rangka Special HUT Kayong Photography Community (KPC) ke-18. Kegiatan ini mengangkat tema “Mengabadikan Surga Pesisir Kinjil dalam Ragam Karya”, sekaligus menjadi ruang untuk belajar fotografi dan mengenalkan potensi Desa Wisata Kinjil Pesisir melalui karya visual.

📚 Workshop Dasar Pengetahuan Fotografi akan dilaksanakan pada:
📅 Selasa, 25 Agustus 2026
⏰ 09.00 WIB – selesai
📍 Aula Pertemuan, Desa Kinjil Pesisir
🎤 Narasumber: Irman (IrmandFoto) – Profesional Photographer
💰 Gratis dan terbuka untuk umum
⚠️ Kuota terbatas

Selain workshop, rangkaian kegiatan juga menghadirkan Photo Fest dengan konsep Landscape, Human Interest, dan Model Showcase. Fotografi bukan hanya tentang menghasilkan gambar, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk mendokumentasikan cerita, mengenalkan potensi desa, serta membangun apresiasi terhadap keindahan alam dan kehidupan masyarakat pesisir.

Yayasan WeBe Konservasi Ketapang bersama Wira Wisata Khatulistiwa (WIATA) mendukung ruang-ruang kolaborasi seperti ini agar kreativitas, pariwisata, dan potensi lokal dapat terus berkembang bersama masyarakat.

📲 Pendaftaran & informasi: 0896-9356-6404
Instagram: KAYONG PHOTOGRAPHER COMMUNITY

Mari belajar, berkarya, dan mengabadikan cerita dari pesisir Kinjil!

21/08/2026

Pada 9 Agustus 2026, Bapak Pendi, salah satu anggota Pokmaswas Cempedak Lestari sekaligus nelayan dari Dusun Pulau Cempedak, melakukan patroli pemantauan keanekaragaman hayati di Pulau Lagan, Laut Malang Pinggan. Patroli ini dilakukan untuk memantau keberadaan dugong, penyu, dan biota laut lainnya yang menjadi bagian penting dari ekosistem pesisir dan laut. Pemantauan dilakukan dengan menyusuri wilayah perairan sambil mengamati kondisi laut dan keberadaan satwa secara langsung.

Dalam pemantauan kali ini, kondisi laut cukup menantang dengan angin bertiup dari arah tenggara dan gelombang yang cukup besar. Meskipun belum ditemukan dugong, penyu, maupun temuan keanekaragaman hayati lainnya, kegiatan patroli tetap menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi perairan. Sebagai nelayan sekaligus anggota Pokmaswas, bapak Pendi percaya bahwa menjaga laut tidak selalu tentang menemukan satwa, tetapi juga tentang terus hadir, memantau, dan menjaga laut sebagai sumber kehidupan bersama.

Pada 8 Agustus 2026, Pokdarwis Cempedak Jaya bersama Pokmaswas Cempedak Lestari melaksanakan kegiatan penebalan Go-Go Ma...
20/08/2026

Pada 8 Agustus 2026, Pokdarwis Cempedak Jaya bersama Pokmaswas Cempedak Lestari melaksanakan kegiatan penebalan Go-Go Mangrove di Pulau Cempedak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perawatan dalam Program Asuh Mangrove, dengan melakukan penebalan pada struktur Go-Go Mangrove agar semakin kuat dan mampu mendukung proses rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir.

Melalui keterlibatan kelompok masyarakat, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan pesisir Pulau Cempedak. Go-Go Mangrove tidak hanya menjadi bagian dari upaya rehabilitasi mangrove, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi masyarakat untuk merawat dan menjaga lingkungan pesisir secara berkelanjutan. Dari perawatan yang dilakukan hari ini, kita berharap mangrove dapat terus tumbuh, pesisir semakin terlindungi, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat serta ekosistem di sekitarnya.

Supported by SEA Grants.
SEA Grants is an initiative of the GEF/UNEP/UNOPS
SCS SAP Project in partnership with COBSEA.

Pada 18 Agustus 2026, Yayasan WeBe Konservasi Ketapang bersama pemerhati budaya daerah Ketapang melaksanakan pertemuan d...
19/08/2026

Pada 18 Agustus 2026, Yayasan WeBe Konservasi Ketapang bersama pemerhati budaya daerah Ketapang melaksanakan pertemuan di Kopikoe untuk menggali masukan dan rekomendasi dalam pengembangan wisata sejarah dan budaya berbasis teknologi WEB AR. Pertemuan ini membahas sejumlah tantangan, salah satunya keterbatasan pemandu wisata yang mampu menyampaikan cerita sejarah dan budaya secara singkat, menarik, serta mudah dipahami. Dalam pengembangan destinasi, Ketapang memiliki beberapa potensi yang dapat diangkat sebagai pilot project, yaitu Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura/Makam Keramat, Rumah Adat Dayak, dan Kelenteng Tua Pekkong Ketapang. Identifikasi juga diarahkan pada berbagai potensi seperti situs sejarah, bangunan adat, tradisi, serta aktivitas budaya masyarakat.

Melalui rencana WEB AR, pengunjung nantinya dapat mengikuti rute dari satu titik ke titik lainnya sekaligus memperoleh informasi sejarah dan budaya di setiap lokasi. Cerita akan disampaikan oleh narator yang direkomendasikan dari tokoh atau pelaku budaya setempat, menggunakan bahasa daerah dengan subtitle dua bahasa, serta dikemas dalam durasi sekitar 2–5 menit agar informatif dan menarik. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata budaya secara berkelanjutan tanpa menghilangkan nilai, identitas, dan kearifan lokal Ketapang. Ketua Yayasan WeBe Konservasi Ketapang berharap masukan dari para pemerhati budaya dapat membantu menentukan lokasi pilot project sekaligus merekomendasikan tokoh/narator yang tepat untuk menjadi bagian dari pengembangan wisata budaya Ketapang.

Supported by SEA Grants.
SEA Grants is an initiative of the GEF/UNEP/UNOPS
SCS SAP Project in partnership with COBSEA.

SELAMAT HARI ORANG UTAN 2026Hari Orang Utan mengingatkan kita bahwa menjaga orang utan berarti menjaga hutan sebagai rum...
19/08/2026

SELAMAT HARI ORANG UTAN 2026

Hari Orang Utan mengingatkan kita bahwa menjaga orang utan berarti menjaga hutan sebagai rumah dan sumber kehidupan. Namun, menjaga hutan tidak berhenti di daratan. Hutan yang sehat membantu menjaga aliran sungai, kualitas air, serta membawa nutrien yang penting bagi ekosistem pesisir dan laut.

Ketika hutan terjaga, sungai tetap sehat dan ekosistem pesisir dapat terus menopang padang lamun, yang menjadi salah satu habitat penting dan sumber makanan bagi dugong. Artinya, upaya menjaga orang utan di hutan juga memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga dugong dan kehidupan di lautan.

Di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi di berbagai wilayah, mari kita terus menjaga hutan, mencegah kerusakan, dan merawat alam dari hulu hingga ke laut.

Semoga karhutla segera berlalu.
Semoga hutan kembali hijau, udara kembali bersih, dan kita semua selalu dalam keadaan sehat.

Mari bersama menjaga hutan, sungai, pesisir, dan laut demi kehidupan yang berkelanjutan.

Pada 6 Agustus 2026, Garda Emak Cempedak melaksanakan kegiatan penyiraman bibit mangrove yang telah ditanam di Pulau Cem...
18/08/2026

Pada 6 Agustus 2026, Garda Emak Cempedak melaksanakan kegiatan penyiraman bibit mangrove yang telah ditanam di Pulau Cempedak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan upaya menjaga keberlangsungan pertumbuhan bibit mangrove, khususnya dalam menghadapi kondisi lingkungan yang cenderung kering.

Melalui penyiraman secara rutin, bibit mangrove diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan semakin kuat dalam mendukung pemulihan ekosistem pesisir. Garda Emak Cempedak terus mengambil peran melalui aksi sederhana namun bermakna untuk menjaga lingkungan bersama masyarakat. Karena merawat mangrove bukan hanya tentang menanam, tetapi juga tentang merawat dan memastikan keberlanjutannya untuk masa depan.

Supported by SEA Grants.
SEA Grants is an initiative of the GEF/UNEP/UNOPS
SCS SAP Project in partnership with COBSEA.

Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Ketua Yayasan WeBe Konservasi Ketapang, Setra Kusumardana, menjadi salah satu narasumber da...
18/08/2026

Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Ketua Yayasan WeBe Konservasi Ketapang, Setra Kusumardana, menjadi salah satu narasumber dalam Talkshow Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Provinsi Kalimantan Barat yang mengangkat tema “Menjaga Laut, Menjaga Sumber Kehidupan”. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Pekan Produk Kelautan dan Perikanan ini dilaksanakan di tenda utama Kompleks Halaman Rumah Radank, Area Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak. Talkshow menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dan diikuti mahasiswa serta siswa bidang kelautan dan perikanan dari MIPA UNTAN, Kelautan UNTAN, UNOSO, dan SUPM Pontianak. Diskusi membahas pentingnya pengelolaan kawasan konservasi yang seimbang antara perlindungan ekosistem dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Dalam pembahasan, dijelaskan bahwa kawasan konservasi perairan pada dasarnya memiliki zona inti, zona pemanfaatan terbatas, dan zona lainnya. Zona pemanfaatan terbatas tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya laut dengan memperhatikan aturan, daya dukung lingkungan, dan prinsip keberlanjutan. Kalimantan Barat memiliki 5 KKPD dengan target konservasi yang berbeda, yaitu Kubu Raya – mangrove Kendawangan – dugong Paloh – penyu Randayan – terumbu karang serta Kubu Raya–Kayong Utara – pesut, mangrove, dan perikanan. Melalui pengelolaan yang tepat, kolaboratif, dan berkelanjutan, kawasan konservasi diharapkan mampu menjaga ekosistem sekaligus mendukung sumber kehidupan dan penghidupan masyarakat pesisir hingga generasi mendatang.

KalimantanBarat

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81Semangat Menjaga Pesisir dan Laut Indonesia Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang ...
17/08/2026

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81
Semangat Menjaga Pesisir dan Laut Indonesia

Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang meneruskan perjuangan untuk menjaga negeri yang kita cintai.

Laut dan pesisir adalah bagian penting dari Indonesia. Mangrove, lamun, terumbu karang, serta keanekaragaman hayati di dalamnya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekaligus warisan bagi generasi mendatang. Dugong, penyu, pesut, dan berbagai satwa laut lainnya merupakan bagian dari kekayaan alam yang perlu kita lindungi bersama.

Di usia 81 tahun Indonesia merdeka, mari kita kobarkan semangat untuk terus bergerak bersama menjaga kebersihan pesisir, melindungi ekosistem laut, merawat mangrove dan lamun, menjaga habitat dugong dan satwa laut lainnya, melestarikan keanekaragaman hayati, serta mendorong pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Karena menjaga laut adalah bagian dari menjaga Indonesia.

Merdeka untuk alam.
Merdeka untuk masyarakat pesisir.
Merdeka untuk dugong dan seluruh keanekaragaman hayati laut.
Merdeka untuk generasi mendatang.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81!
Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.

Address

Pontianak

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan WeBe Konservasi Ketapang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share