Daripada perkataan yang menyejukkan hati menyucikan jiwa. Adakah perkataan yang lebih indah. Dari perkataan cinta kepada saudaranya karena Allah. Apalah perasaan hati, dicintai yang terkasih walau tersirat hanya sebaris ucapan penuh makna. Ialah cinta sejati, cinta kepada Allah dan Rasulnya. Ialah cinta sejati, cinta karena ketaatan kepadaNya. Ialah cinta sejati, tatkala bertaut, saling memadu kas
ih dalam bahtera yang selalu menyeru kepadaNya. Manakah perkataan yang lebih baik dari perkataan yang menyeru kepada cintaNya? Maka cinta sejati termakna jelas dalam kisah-kasih perjalanan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam berserta para sahabat. Mungkin ini sedikit peristiwa yang kita bisa uraikan permaknaan menjadi cinta yang hakiki. Maka cinta manakah yang lebih tulus. Tatkala Ali Ibn Abi Thalib dengan rela tulus ikhlas berbaring, menggantikan Rasulullah yang hendak di bunuh ditempat tidurnya. Walau ia tahu tersebab itu nyawanya dapat terbunuh. Tak mengapa, demi terkasih ia rela. Inilah cinta sejati
Maka cinta manakah yang lebih indah. Tatkala Ali Ibn Abi Thalib mendapat jawab dari pertanyaan keraguannya dari Sang Kekasih. “Wahai Ali, kedudukanmu disisiku ibarat Musa dan Harun. Hanya saja, tidak ada nabi setelahku”. Sebait kisah diatas merupakan segelintir kecil dari kisah cinta para pecinta Allah di jalanNya. Kisah percintaan seperti itu takkan asing disini, di bahtera FKMI IBNU SINA. Ketertautan hati menyirnakan segala sekat perbedaan. Tak lagi ada perbedaan Suku dan Ras. Kota dan Desa. Kaya dan Miskin. Semua sama
FKMI IBNU SINA ialah perwujudan cinta dari para pecintaNya. Sebagai satu-satunya UKM Keislamaan yang ada di FK UNTAN. Maka takkan ditemukan disini selain orang yang selalu mencintaNya. Tak jua ditemukan orang-orang yang bersia-sia dalam kesehariannya. Semua bertaut saling menjaga. Maka dengan segala kefakiran dan kemiskinan ilmu. Kami mengajak antum wa antunna yang beruntung diberi kesempatan oleh yang Maha Berilmu untuk membaca secarik tulisan yang sedikit makna ini. Untuk kenal dan dekat bersama FKMI IBNU SINA. Sekira berkenan, pintu-pintu FKMI IBNU SINA selalu terbuka lebar dalam setiap kesempatan untuk antum wa antunna. Uhibbukum Fillah
Bumi Allah, 25 Shawwal 1437H