ISMU KAB Media

ISMU KAB Media (ISSMU-KAB) IKATAN SANTRI & SIMPATISAN AL-MUNTAHY KALIMANTAN BARAT

06/07/2026

📍PPS NURUL HUDA 2

Selamat Datang di Bumi Khatulistiwa, KH. Ushuluddin Emha, S.Ag.Ada tamu istimewa yang kembali menginjakkan kaki di Bumi ...
29/06/2026

Selamat Datang di Bumi Khatulistiwa, KH. Ushuluddin Emha, S.Ag.

Ada tamu istimewa yang kembali menginjakkan kaki di Bumi Khatulistiwa. Beliau adalah KH. Ushuluddin Emha, S.Ag., Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda K. Jeruk, Banyuates, Sampang. Kehadiran beliau tentu menjadi kabar yang membahagiakan bagi keluarga besar ISMU-KAB, para alumni, santri, hingga masyarakat yang telah lama menantikan kesempatan untuk kembali bersilaturahmi dan mengikuti majelis ilmu bersama beliau.

Setelah mendarat di Bandara Supadio sekitar jam 14:15 WIB, beliau langsung menuju ke kediaman salah seorang alumni Khairul Umam di darah Parwasal. Dari sana, beliau kemudian menuju Posko ISMU-KAB di Gang Remis 2, Kelurahan Siantan Hulu, Kec. Pontianak Utara, yang menjadi tempat persinggahan sekaligus pusat koordinasi selama berada di Kalimantan Barat.

Perjalanan dakwah beliau tidak berhenti di sana. Pada Rabu, 1 Juli, KH. Ushuluddin Emha dijadwalkan berangkat menuju Malaysia Timur melalui jalur darat dari Kalimantan Barat. Dalam perjalanan tersebut, beliau akan didampingi oleh beberapa pengurus ISMU-KAB untuk melaksanakan agenda silaturahmi ke alumni yang ada di sana dan dakwah yang telah disiapkan.

Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Malaysia Timur, beliau dijadwalkan kembali ke Kalimantan Barat pada 4 Juli. Keesokan harinya, 5 Juli, para alumni kembali memiliki kesempatan untuk menghadiri Kajian Kitab Al-Hikam, sebuah majelis ilmu yang selalu dinantikan karena sarat dengan hikmah dan nilai-nilai kehidupan.

Usai kajian, acara akan dilanjutkan dengan acara Silaturahmi Anggota ISMU-KAB bersama KH. Ushuluddin Emha dan para wali santri Pondok Pesantren Nurul Huda 2, yang berlokasi di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Momentum ini diharapkan menjadi ajang mempererat ukhuwah, memperkuat hubungan antara para alumni, santri, wali santri, dan masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk saling berbagi semangat dalam menuntut ilmu dan berdakwah.

Semoga seluruh rangkaian agenda ini berjalan dengan lancar, membawa keberkahan bagi semua pihak, serta menjadi wasilah tersebarnya ilmu yang bermanfaat dan semakin kokohnya tali persaudaraan. Selamat datang di Kalimantan Barat, KH. Ushuluddin Emha, S.Ag. Semoga setiap langkah dakwah yang ditempuh senantiasa berada dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT.

Jejak Perjuangan KH. Imam Ubaidillah Tahun 2017Foto lama ini mengabadikan momen peletakan batu pertama pembangunan Pondo...
22/06/2026

Jejak Perjuangan KH. Imam Ubaidillah Tahun 2017

Foto lama ini mengabadikan momen peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Nurul Huda 2 yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Mei 2017. Kegiatan yang menjadi bagian dari perjuangan dan cita-cita besar KH. Imam Ubaidillah dalam mengembangkan pendidikan Islam ini menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan pesantren dan dihadiri oleh berbagai tokoh dari beragam latar belakang.

Tampak hadir sejumlah ulama dan tokoh agama, di antaranya Habib Toha Aljufri, KH. Hafiludin, KH. Ushuluddin yang merupakan adik KH. Imam Ubaidillah, Habib Muhammad Aljufri, para alumni Al-Muntahy, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Dari kalangan pemerintahan dan politik hadir p**a Muda Mahendrawan yang saat itu menjabat sebagai Bupati Kubu Raya bersama wakilnya Sujiwo, serta Alfian Aminardi yang saat itu merupakan anggota DPRD Kota Pontianak.

Melihat daftar tamu yang hadir, foto ini tidak hanya merekam sebuah seremoni pembangunan fisik pesantren. Foto ini juga menunjukkan luasnya jaringan silaturahmi yang dimiliki KH. Imam Ubaidillah. Beliau mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai kalangan, mulai dari para kiai, habaib, santri, alumni, tokoh masyarakat, hingga pejabat pemerintahan.

Bagi para santri, hal ini juga menjadi pelajaran bahwa dunia pesantren tidak mengajarkan seseorang untuk hidup dalam lingkungannya sendiri. Seorang santri dituntut mampu bergaul dengan berbagai kalangan, memahami kondisi masyarakat, serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah diajarkan para guru.

Kini, setelah hampir satu dekade berlalu dan KH. Imam Ubaidillah telah wafat pada tahun 2019, foto ini menjadi salah satu dokumentasi berharga yang mengingatkan kita pada perjuangan beliau dalam membangun pendidikan, memperkuat jaringan silaturahmi, dan menyatukan banyak pihak untuk mendukung perkembangan pendidikan pesantren.

Mumgkin foto ini tampak sederhana, tetapi menyimpan jejak yang lahir dari ketulusan perjuangan, yang semuanya bermuara pada satu tujuan mulia: li i’lai kalimatillah melalui pendidikan, dakwah, dan mendidik generasi generasi masa depan yang berilmu serta berakhlak..

Dari Singkawang Mengalir Doa dan Rindu untuk Masyayikh Al-MuntahyMalam di Kota Singkawang terasa berbeda pada 13 Oktober...
15/10/2025

Dari Singkawang Mengalir Doa dan Rindu untuk Masyayikh Al-Muntahy

Malam di Kota Singkawang terasa berbeda pada 13 Oktober 2025. Di kediaman Ustaz Zubairi, suasana penuh kehangatan menyambut ratusan jamaah yang datang berduyun-duyun mulai dari para alumni Al-Muntahy, simpatisan, hingga masyarakat sekitar. Lampu-lampu kecil di halaman rumah berpadu dengan lantunan doa dan shalawat, menciptakan suasana teduh dan khusyuk.

Malam itu, menggelar Haul Masyayikh Al-Muntahy, yang dirangkai dengan Tasyakuran Madrasah Sirojul Mubtadi’in dan TPQ Miftahul Ulum.

Dzikir, doa, dan shalawat mengalun dari hati-hati yang rindu, rindu kepada baginda Nabi, dan kepada para guru yang telah menanamkan ilmu dan adab dengan kasih yang tak pernah pudar. Tak ada kemewahan di acara itu, hanya wajah-wajah sederhana yang memantulkan ketulusan dan cinta kepada para masyayikh Al-Muntahy. Bagi banyak alumni, malam haul bukan sekadar acara tahunan, melainkan waktu untuk p**ang; bukan ke tempat, tapi ke kenangan dan makna yang dulu mereka temukan di pesantren.

Keesokan harinya, Selasa pagi 14 Oktober 2025 pukul 08.00 WIB, suasana di rumah Ustaz Zubairi kembali hidup. Para santri dan alumni berkumpul dalam Kajian Kitab Al-Hikam yang dipimpin oleh KH. Ushuluddin Emha, S.Ag. Dengan tutur lembut dan penuh makna, beliau mengurai hikmah-hikmah ketuhanan dalam setiap bait kitab yang sejak lama menjadi rujukan para sufi dan santri.

Kajian Al-Hikam ini merupakan agenda rutin ISSMU-KAB yang digelar setiap tiga bulan sekali. Tujuannya sederhana namun mendalam, menjaga kesinambungan tradisi keilmuan dan spiritualitas santri di tengah derasnya arus zaman. Sebab, tradisi mengaji kitab adalah warisan yang tak boleh putus; di sanalah ruh pesantren hidup, menghubungkan hati para santri dengan ulama dan, pada akhirnya, dengan Allah.

Karena keesokan paginya digelar kajian kitab, beberapa alumni dari daerah jauh seperti Kubu Raya, Mempawah, dan Pontianak memilih untuk bermalam di Singkawang. Malam itu menjadi kesempatan langka untuk berbincang, bernostalgia, dan mempererat kembali silaturahmi antaralumni yang sudah lama tak bersua.

Menjelang siang, kajian ditutup dengan doa bersama. Langit Singkawang tampak teduh, seolah ikut mendengarkan setiap doa yang terucap pelan. Tak ada yang p**ang dengan tangan kosong, sebab semua membawa sesuatu yang jauh lebih berharga: dada yang penuh rindu, hati yang sarat ilmu, dan jiwa yang dipenuhi rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk menjaga tradisi dan warisan para guru.

Kisah Gus Fayyad Zafran Azmi di MQK Internasional 2025. Santri Nusantara yang MenduniaMusabaqah Qiraatil Kutub (MQK) ke-...
07/10/2025

Kisah Gus Fayyad Zafran Azmi di MQK Internasional 2025. Santri Nusantara yang Mendunia

Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) ke-8 tahun 2025 menjadi catatan penting dalam sejarah dunia pesantren Indonesia. Diselenggarakan di Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan, ajang ini tampil dalam wajah yang berbeda. Jika sebelumnya MQK hanya berskala nasional dan diikuti oleh santri pilihan dari 33 provinsi di Indonesia, maka tahun ini langkahnya melampaui batas. Untuk pertama kalinya, MQK naik tingkat menjadi MQK Nasional & Internasional, diikuti oleh 10 negara Asia Tenggara.

Suasana pesantren As’adiyah pun berubah menjadi lautan peci dan sorban, suara kitab kuning bergema di aula, dan lantunan doa dari berbagai bahasa berpadu menjadi satu irama. Inilah momen ketika ilmu, adab, dan budaya santri bertemu di satu titik yang sama, semangat meneguhkan peran pesantren sebagai penjaga ilmu dan peradaban.

MQK sendiri dihelat setiap tiga hingga empat tahun sekali oleh Kementerian Agama RI. Ajang ini bukan semata perlombaan, tapi juga ruang silaturahmi keilmuan antarpesantren, wadah menjaga sanad, dan bukti bahwa kitab kuning bukan warisan masa lalu, melainkan napas peradaban Islam yang masih hidup hingga kini.

Tahun ini, MQK menghadirkan 13 bidang lomba utama, terbagi dalam tiga jenjang (marhalah) dan dua kategori (putra dan putri).

1. Marhalah Ula (tingkat dasar): Fiqh, Tauhid, Nahwu, Akhlak

2. Marhalah Wustha (tingkat menengah): Fiqh, Tauhid, Hadis, Tafsir

3. Marhalah Ulya (tingkat tinggi): Fiqh, Tafsir, Hadis, Ushul Fiqh, Tarikh Tasyri’

Dari seluruh marhalah itu, lahir nama-nama juara yang membawa harum pesantren dan daerah asalnya. Salah satunya adalah Gus Fayyad Zafran Azmi, santri yang usianya masih muda sukses menorehkan prestasi gemilang sebagai Juara 1 Majlis Nahwu Marhalah Ula (Putra).

Gus Fayyad merupakan delegasi Provinsi Jawa Timur, mewakili Madrasah Hidayatul Mubtadi’in, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Namun jejak keilmuannya tak berhenti di sana. Beliau merupakan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Muntahy, Kembang Jeruk, Banyuates, Sampang, Madura. Cucu almarhum KH. Abdul Mannan Muntaha, putra dari KH. Muktamar Zuhri, Lc dan Nyai Hj. Aisyah Abdul Mannan Muntaha.

Prestasi yang diraih Gus Fayyad bukan sekadar kemenangan pribadi. Ia membawa nama Lirboyo, Jawa Timur, dan tentu Indonesia ke hadapan para ulama dan santri dari 10 negara Asia Tenggara. Dalam ajang yang mempertemukan intelektualitas dan spiritualitas, Gus Fayyad menunjukkan bahwa ilmu yang lahir dari kesungguhan, disiplin, dan adab akan selalu menemukan jalannya menuju pengakuan dunia.

Selain Gus Fayyad, MQK 2025 juga menobatkan santri-santri berprestasi dari berbagai negara. Sebut saja Muhammad Habib Yusra (Indonesia) yang menjadi Juara I Fiqh Internasional, Mohd Fauzan Bin Abdullah (Malaysia) Juara I Tafsir Internasional, serta Chalisa Hasibuan yang menyabet Juara I Tafsir Marhalah Wustha. Keberagaman ini menegaskan bahwa pesantren bukan hanya milik bangsa Indonesia, melainkan bagian dari khazanah Islam global yang menghubungkan umat lewat ilmu.

Di tanah Madura, kabar kemenangan Gus Fayyad disambut haru dan bangga. Para alumni dan santri Al-Muntahy menyebutnya sebagai bukti nyata bahwa benih ilmu yang ditanam para kiai tidak pernah sia-sia. Dari sebuah kampung kecil Nanggher Desa Kembang Jeruk Banyuates, muncul santri muda yang kini dikenal di panggung internasional.

Perjalanan Gus Fayyad menjadi cermin bahwa tradisi keilmuan pesantren tetap relevan, bahkan semakin berharga di tengah arus modernitas. Pesantren bukan tempat yang tertinggal, tetapi ruang yang menyiapkan masa depan dengan bekal ilmu, akhlak, dan keteguhan niat.

Dan bagi para santri di seluruh penjuru negeri, kisah ini menjadi pesan yang lembut tapi kuat, bahwa jalan ilmu tak mengenal batas. Setiap lembar kitab yang dibaca dengan ikhlas adalah langkah menuju kemuliaan. Setiap doa kiai yang dipanjatkan adalah jembatan menuju keberkahan.

Semoga dari tangan-tangan santri seperti Gus Fayyad Zafran Azmi, lahir generasi baru ulama yang tak hanya pandai membaca kitab, tapi juga mampu membaca zaman dan menulis ulang sejarah peradaban Islam dengan pena keilmuan dan tinta ketulusan.

Author: Abdul Latif Malik

24/05/2025
❤️
10/02/2025

❤️

Pesan KH. Zainal Abidin Muntaha kepada alumni. Intisarinya yaitu aktif dalam kegiatan alumni
04/02/2025

Pesan KH. Zainal Abidin Muntaha kepada alumni. Intisarinya yaitu aktif dalam kegiatan alumni

Address

Jalan Gusti Situt Mahmud Gang Remis 2 Siantan Pontianak Utara
Pontianak
78242

Telephone

+6281553943376

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ISMU KAB Media posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share