GP Ansor Ponorogo

GP Ansor Ponorogo Official Account PC. GP Ansor Ponorogo
(275)

GP Ansor Ponorogo

Follow Sosial Media
Twitter :
Instagram :
TikTok :
Youtube: https://www.youtube.com/c/AnsorPonorogo

🔥 AYO BERGABUNG MENJADI KADER ANSOR & BANSER! 🔥Saatnya mengambil peran untuk agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama melalui ...
01/06/2026

🔥 AYO BERGABUNG MENJADI KADER ANSOR & BANSER! 🔥

Saatnya mengambil peran untuk agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama melalui Diklat Kader Ansor Banser di Ponorogo. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga proses pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, loyalitas, serta pengabdian kepada masyarakat.

Mari menjadi bagian dari generasi muda yang siap menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, memperkuat persatuan, serta hadir memberikan manfaat bagi umat dan bangsa. Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk menambah wawasan, memperluas jaringan persaudaraan, dan menguatkan semangat perjuangan bersama GP Ansor dan Banser.

📞 Segera daftarkan diri Anda melalui panitia terdekat.

Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026 🇮🇩Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga jiwa yang mempersatukan ke...
01/06/2026

Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026 🇮🇩

Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga jiwa yang mempersatukan keberagaman bangsa Indonesia. Melalui tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, kita diajak untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Keluarga Besar Gerakan Pemuda Ansor mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila. Mari bersama merawat kebhinekaan, memperkokoh persaudaraan, dan menghadirkan semangat gotong royong demi Indonesia yang damai, maju, dan berkeadilan.

Sejarah Lahirnya Warog INTIPada masa lampau, citra Warog dalam kesenian Reyog Ponorogo sering kali diidentikkan dengan k...
28/05/2026

Sejarah Lahirnya Warog INTI
Pada masa lampau, citra Warog dalam kesenian Reyog Ponorogo sering kali diidentikkan dengan kekuatan fisik (kanuragan), kesaktian supranatural, laku prihatin yang berat, serta stereotip kehidupan dunia kekerasan atau premanisme lokal.

Melihat adanya pergeseran persepsi masyarakat modern yang mulai memandang negatif citra warok tradisional, Kyai Mujab Tohir yang tumbuh di lingkungan pesantren namun memiliki kecintaan mendalam pada budaya lokal mengambil langkah spiritual dan kultural. Beliau ingin mengembalikan marwah warok sebagai pemimpin masyarakat yang disegani, berbudi luhur, dan religius.

Maka, dibentuklah paguyuban dan konsep baru yang disebut Warog INTI. Melalui gerakan ini, kesaktian warok tidak lagi diukur dari kekebalan tubuh atau senjata, melainkan dari keteguhan iman, ketajaman rasio, dan kontribusinya bagi masyarakat (kasunyatan dan akhlakul karimah).

Senyum dulu, berkah kemudian!” 🕶️🐮🐑Ekspresi para calon hewan kurban aja sebahagia ini menyambut hari raya, masa kita yan...
26/05/2026

Senyum dulu, berkah kemudian!” 🕶️🐮🐑
Ekspresi para calon hewan kurban aja sebahagia ini menyambut hari raya, masa kita yang mau beribadah kalah semangat? 😄

Mari siapkan kurban terbaikmu dengan modal keikhlasan dan ketulusan hati yang paling dalam. Semoga Allah SWT menerima amalan ibadah kita dan melipatgandakan pahalanya. Amin ya Rabbal Alamin.
Selamat menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H dari PC GP Ansor Ponorogo! 💚

Hari Raya Idul Adha sudah semakin dekat di depan mata. Saatnya kita kembali merefleksikan pengorbanan dan keikhlasan dal...
26/05/2026

Hari Raya Idul Adha sudah semakin dekat di depan mata. Saatnya kita kembali merefleksikan pengorbanan dan keikhlasan dalam berkhidmah serta berbagi.

Yuk, jadikan momentum Idul Adha 1447 H ini sebagai sarana memperkuat solidaritas kemanusiaan dan mempertebal rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Malam Selasa, Waktunya Cari Keringat Sekaligus Bahagia! ⚽✨Bukan cuma soal cetak gol, tapi soal seru-seruan bareng sahaba...
25/05/2026

Malam Selasa, Waktunya Cari Keringat Sekaligus Bahagia! ⚽✨

Bukan cuma soal cetak gol, tapi soal seru-seruan bareng sahabat. Tim Olahraga dan Seni Budaya PC GP Ansor Ponorogo sukses menggelar Fun Minisoccer malam ini di Gontor Minisoccer. Fisik dapet, kompaknya makin erat!

Siapa nih yang tadi malam tendangannya paling maut? 😎👇

Polarisasi Budaya: Reog Lekra vs Gajah-Gajahan NUPada awal tahun 1960-an, PKI melalui Lekra berhasil melakukan penetrasi...
25/05/2026

Polarisasi Budaya: Reog Lekra vs Gajah-Gajahan NU
Pada awal tahun 1960-an, PKI melalui Lekra berhasil melakukan penetrasi yang sangat kuat ke dalam basis-basis seniman tradisional di Ponorogo. Mereka merangkul para seniman Reyog, memberikan bantuan alat, dan memodifikasi pakem cerita Reyog untuk disisipi propaganda politik komunis (seperti tema perjuangan kelas atau anti-borjuis).

Melihat Reyog telah menjadi alat politik PKI yang efektif untuk mengumpulkan massa, Kyai Mujab Tohir (kyai NU ponorogo) menyadari bahwa mereka tidak bisa melawan gerakan tersebut hanya dengan ceramah di dalam masjid. Mereka harus melawannya dengan kontra-strategi kebudayaan. Maka dengan kepiawiaan dan kecerdikan beliau kemudian menciptakan tandangan dengan lewat seni budaya p**a dicptakanlah seni Gajah Gajahan dengan iringan musik nuansa khas santri yaitu iringan Kompang dan Bedug dengan lagu2 yang dinyanikan selama iringan gajah berlasung dengan lagu2 religi khas santri di era itu.

Seni Gajah-Gajahan yang dikembangkan oleh Kyai Mujab Tohir (bersama para ulama/tokoh NU di Ponorogo) memang memegang per...
25/05/2026

Seni Gajah-Gajahan yang dikembangkan oleh Kyai Mujab Tohir (bersama para ulama/tokoh NU di Ponorogo) memang memegang peranan politik dan kultural yang sangat krusial pada era 1960-an, khususnya menjelang peristiwa tahun 1965.

Pada masa itu, kesenian ini secara sengaja digunakan sebagai instrumen strategi kebudayaan untuk mengimbangi dan menandingi dominasi Reog Ponorogo yang saat itu telah disusupi serta dikuasai oleh Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) yang berafiliasi dengan PKI.

Berikut adalah dinamika sejarah dan strategi di balik penciptaan serta pop**aritas Gajah-Gajahan pada masa persaingan ideologi tersebut:

1. Polarisasi Budaya: Reog Lekra vs Gajah-Gajahan NU
Pada awal tahun 1960-an, PKI melalui Lekra berhasil melakukan penetrasi yang sangat kuat ke dalam basis-basis seniman tradisional di Ponorogo. Mereka merangkul para seniman Reog, memberikan bantuan alat, dan memodifikasi pakem cerita Reog untuk disisipi propaganda politik komunis (seperti tema perjuangan kelas atau anti-borjuis).

Melihat Reog telah menjadi alat politik PKI yang efektif untuk mengumpulkan massa, Kyai Mujab Tohir dan para tokoh Muslim (khususnya dari kalangan Nahdlatul Ulama/Banser) menyadari bahwa mereka tidak bisa melawan gerakan tersebut hanya dengan ceramah di dalam masjid. Mereka harus melawannya dengan kontra-strategi kebudayaan.

2. Memilih Gajah sebagai Simbol Tandingan
Dipilihnya bentuk gajah bukanlah tanpa alasan filosofis dan taktis:

Simbol Kekuatan Islam: Gajah sering dikaitkan dengan peristiwa sejarah Islam, yaitu Tahun Gajah (`Amul Fiil), tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, di mana pasukan gajah Abrahah yang sombong dihancurkan oleh kekuasaan Allah. Simbol ini digunakan untuk membakar semangat moral umat Islam dalam menghadapi tekanan politik saat itu.

Tumpangan para Santri: Jika Reog Lekra menampilkan visualisasi singa (Barongan) dan dadak merak yang garang, Gajah-Gajahan menampilkan figur gajah besar yang tampak tenang namun kuat. Di atas punggung gajah, diletakkan kursi untuk mengarak anak-anak santri yang khitan atau tokoh ulama, menyimbolkan kejayaan dan kehormatan generasi muda Islam.

3. Mengubah Pola Hiburan Rakyat
Kyai Mujab Tohir memodifikasi pertunjukan ini agar memikat hati masyarakat bawah yang menyukai keramaian, namun tetap menjaga batasan syariat:

Alat Musik: Musik pengiringnya diganti dari saron dan selompret khas Reog (yang saat itu identik dengan panggung Lekra) menjadi jedor, terbang (rebana), dan kendang yang bernuansa islami.

Lirik dan Syair: Sepanjang arak-arakan, lagu yang dikumandangkan bukan lagi lagu rakyat biasa, melainkan sholawat nabi dan syair-syair perjuangan (jihad) berbahasa Jawa dan Arab untuk membentengi akidah masyarakat dari ideologi ateisme.

4. Dampak Sosial-Politik di Ponorogo
Strategi kebudayaan Kyai Mujab Tohir ini terbukti sangat berhasil. Kesenian Gajah-Gajahan menjadi wadah konsolidasi massa yang luar biasa bagi umat Islam, khususnya warga nahdliyin di pedesaan Ponorogo. Setiap kali Gajah-Gajahan keluar, ribuan masyarakat berkumpul, yang secara otomatis memetakan kekuatan massa untuk mengimbangi pawai-pawai politik yang dilakukan oleh pihak PKI/Lekra.

Melalui modifikasi seni Gajah-Gajahan ini, Kyai Mujab Tohir berhasil membuktikan bahwa seni tradisional bisa menjadi benteng pertahanan ideologi dan agama yang sangat efektif di tingkat akar rumput tanpa harus kehilangan fungsi utamanya sebagai hiburan rakyat.

Rugi banget kalau dilewatkan! Yuk, Puasa Tarwiyah & Arafah! 🕋 Doa-doa terbaik menanti untuk dikabulkan.Hanya dua hari, n...
24/05/2026

Rugi banget kalau dilewatkan! Yuk, Puasa Tarwiyah & Arafah! 🕋 Doa-doa terbaik menanti untuk dikabulkan.
Hanya dua hari, namun fadilahnya luar biasa besar. Menghapus dosa, mendekatkan diri pada takwa, dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

👉 Senin, 25 Mei 2026: Puasa Tarwiyah
👉 Selasa, 26 Mei 2026: Puasa Arafah

Siapkan alarm sahurmu nanti malam, ya! Mari jemput keberkahan di bulan mulia ini bersama PC GP Ansor Ponorogo.

Address

Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 60
Ponorogo
63411

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GP Ansor Ponorogo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share