PENDAHULUAN
Banyak ragam organisasi di Indonesia yang dapat untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa ini. Sebagai generasi muda kita perlu terjun salah satunya, tentu saja yang sesuai dengan usia, selera dan keyakinan agama kita. Karena kita tahu keyakinan adalah dasar utama untuk hidup, tanpa keyakinan hidup akan berlalu tanpa membuahkan perjuangan. Oleh karena itu untuk me
yakini suatu hal, kita perlu lebih dahulu mengetahui sebenarnya segala sesuatu, apa dan bagaimana hal tersebut, termasuk dengan IPNU. LATAR BELAKANG BERDIRINYA IPNU
Berdirinya suatu organisasi tentu didahului adanya sebab atau factor yang mendorong berdirinya suatu organisasi tersebut. Begitu p**a dengan IPNU, banyak sekali hal-hal yang mendorongnya, di antara yang melatar belakangi atau yang menjadi sebab berdirinya ada dua faktor utama:
1. Faktor aqidah / Ideology;
Indonesia mayoritas penduduknya adalah beragama islam dan berhaluan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sehingga untuk melestarikan faham tersebut diperlukan kader-kader penerus.
2. Pendidikan / Pedagogis;
Adanya keinginan untuk menjembatani kesenjangan antara pelajar dan mahasiswa di lembaga pendidikan umum dan pelajar di pondok pesantren
3. Faktor sosiologis;
Adanya persamaan tujuan, kesadaran dan keikhlasan akan pentingnya suatu wadah pembinaan bagi generasi penerus paa ulama dan penerus perjuangan bangsa
III. SEJARAH BERDIRINYA IPNU
Gagasan mendirikan IPNU ini terwujud pada tahun 1954 disaat berlangsungnya Kongres LP MA’ARIF di Semarang saat itu Kongres menerima gagasan tersebut dengan suara bulat dan mufakat, lahirlah organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul ‘Ulama yang bernama IPNU, yang diresmikan pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H / 24 Februari 1954 M dengan ketuanya Rekan Tolkhah Mansur yang sekarang Prof. Organisasi ini mulanya berpusat di Yogyakarta dan sejak tahun 1966 berpindah di Jakarta. IV. PERKEMBANGAN I P N U
Perjalanan IPNU pasca pendeklarasian mengalami kemajuan dan perkembangan mengiringi perkembangan masyarakat Indonesia. Perkembangan IPNU dari masa kemasa dapat ditelurkan pada keputusan-keputusan konggres. Perkembangan yang diikuti dengan perubahan dalam diri IPNU yang sangat berpengaruh antara lain
1. Pada Konggres IPNU ke X di Jombang pada tanggal 29-30 Januari 1988 terjadi Perubahan kepanjangan IPNU dari semula Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama. Hal tersebut dikarenakan adanya peraturan pemerintah yang berkaitan dengan ormas bahwa organisasi kepelajaran yang ada disekolah hanyalah OSIS dan Pramuka.
2. Pada Kongres IPNU ke XIV di Surabaya pada tanggal 18-22 Juni 2003 IPNU kembali ke Khitthohnya sebagai organisasi pelajar dengan kembalinya kepanjangan IPNU dari Ikatan Putra Nahdlatul Ulama kembali pada IPNU sebagai Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama. AQIDAH, ASAS, SIFAT, FUNGSI DAN TUJUAN
1. Aqidah dan Asas (Bab II pasal 3)
a. IPNU beraqidahkan Islam dengan menganut paham Ahlussunnah Wal Jamaah
b. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara IPNU berdasaekan Pancasila
2. Sifat (Bab III Pasal 4)
IPNU bersifat Keterpelajaran, Kekaderan, Kemasyarakatan, Kebangsaan dan Keagamaan.
3. Fungsi (Bab III Pasal 5)
a. Wadah perjuangan pelajar nahdlatul ulama dalam pendidikan dan kepelajaran. b. Wadah kaderisasi pelajar untuk mempersiapkan kader-kader penerus nahdlatul ulama dan pemimpin bangsa. c. Wadah penguatan pelajar dalam melaksanakan dan mengembangkan islam ahlussunah wal jamaah untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai nadhliyah. d. Wadah komunikasi pelajar untuk memperkokoh ukhuwah naddliyah, islamiyah, insaniyah dan wathoniyah.
4. Tujuan (Bab IV Pasal 6)
Tujuan IPNU adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia, dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya syariat islam dengan faham ahlussunah wal jamaah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
V. Hakikat IPNU
IPNU adalah wadah perjuangan pelajar NU untuk mensosialisasikan komitmen, nilai-nilai kebangsaan, keislaman, keilmuan, kekaderan, dan keterpelajaran dalam upaya penggalian dan pembinaan potensi sumberdaya anggota yang senantiasa mengamalkan kerja nyata demi tegaknya ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamah dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. VI. Orientasi IPNU
Orientasi IPNU berpijak pada kesemestaaan organisasi dan anggotanya untuk senantiasa menempatkan pergerakan pada zona keterpelajaran dengan kaidah belajar, berjuang dan bertaqwa yang bercorak dasar dengan wawasan kebangsaan, keislaman, keilmuan, kekaderan, dan keterpelajaran.
1. Wawasan Kebangsaan, adalah wawasan yang dijiwai oleh asas kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan, yang mengakui kebhinnekaan sosial budaya, yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, hakikat dan martabat manusia, yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap nasib bangsa dan negara berlandaskan prinsip keadilan, persamaan, dan demokrasi.
2. Wawasan Keislaman, adalah wawasan yang menempatkan ajaran agama Islam sebagai sumber motivasi dan inspirasi dalam memberikan makna dan arah pembangunan manusia, sehingga IPNU dalam bermasyarakat bersikap:
1. Tawasuth dan I’tidal yakni menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kejujuran, bersikap membangun dan menghindari tindakan dan kehendak dengan menggunakan kekuasaan dan kedhaliman,
2. Tasamuh yaitu toleran terhadap perbedaan pendapat,
3. Tawazun yaitu seimbang dalam menjalin hubungan antara manusia dan Tuhannya, serta manusia dan lingkungannya.
4. Amar Ma’ruf Nahi Mungkar yaitu memiliki kecenderungan untuk melaksanakan usaha perbaikan, serta mencegah kerusakan harkat manusia dan kerusakan lingkungan, mandiri, bebas, terbuka, dan bertanggung jawab, bersikap dan bertindak.
3. Wawasan Keilmuan, adalah wawasan yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk mengembangkan kecerdasan anggota dan kader.
4. Wawasan Kekaderan, Wawasan yang menempatkan organisasi sebagai wadah untuk membina anggota agar menjadi kader-kader yang memiliki komitmen terhadap ideologi, cita-cita perjuangan organisasi, bertanggung jawab dalam mengembangkan dan membentengi organisasi. Membentuk pribadi yang menghayati dan mengamalkan ajaran islam ala Ahlussunah Wal Jama’ah, memiliki komitmen terhadap ilmu pengetahuian serta memiliki kemampuan teknis mengembangkan organisasai kepemimpinan, kemandirian dan kepopuleran.
5. Wawasan Keterpelajaran, adalah wawasan yang menempatkan organisasi dan anggota pada pementapan diri sebagai centre of excellence pemberdayaan sumbrer daya terdidik yang berilmu, berkeahlian dan visioner, memiliki strategi dan operasionalisasi yang berpihak kepada kebenaran, kejujuran serta amar ma’ruf nahi mungkar. VII. LAMBANG ORGANISASI
1. Lambang IPNU yang berbentuk bulat, artinya kontinyu atau terus menerus;
2. Warna dasar hijau dilingkari warna kuning berarti kebenaran dan hikmah yang tinggi;
3. Warna putih suci, warna kuning di antara putih adalah hikmah dan cita-cita yang tinggi;
4. Tiga titik di antara tulisan I . P. N .U adalah iman islam dan ihsan;
5. Enam sirip mengapit huruf I . P . N . U adalah rukun iman;
6. Bintang adalah cita-cita;
7. Satu bintang besar adalah Nabi Muhammad SAW;
8. Empat bintang dikanan dan kiri adalah khulafaur rosyidin;
9. Empat bintang di bawah adalah empat madzhab;
10. Dua kitab adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits;
11. Bulu angsa adalah pena (ilmu), bulu bersilang adalah ilmu agama dan umum;;
12. Sudut bintang lima adalah rukun Islam. Citra Diri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama
Citra diri IPNU & IPPNU dilandasi oleh pokok-pokok pikiran bahwa manusia bertanggung jawab melaksanakan misi khalifah, yaitu memelihara, mengatur, dan memakmurkan bumi. Makna dan fungsi manusia sebagai khalifah memiliki dua dimensi, yaitu dimensi sosial (horizontal) dan dimensi ilahiah (vertikal)
1. Sosial bermakna mengenal alam, memikirkannya, dan memanfaatkan alam demi kebaikan dan ketinggian derajat manusia sendiri.
2. Ilahiah yaitu mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di hadapan Allah SWT. Secara sosiologis manusia merupakan suatu komunitas yang memiliki nila-nilai kemanusiaan (moral, nilai sosial dan nilai keilmuan)
VII. Trilogi Perjungan IPNU
Belajar – Berjuang – Bertaqwa
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
=============================================
KE - I P P N U - AN
A. PENDAHULUAN
Keberadaan dan nama besar organisasi akan nampak nyata jika penggerak organisasi mampu membawa dan menempatkan organisasi pada posisi strategis dengan system administrasi dan manajemen yang proposional dan professional. Jika kita sadari pesan dari Buya Hamka “ janganlah kita memasukkan emas dan permata kedalam gubuk kita, tetapi bangun dulu gubuk kita menjadi gedung yang megah baru kita masukkan emas dan permata tersebut “
IPPNU sebagai wadah pembinaan bagi generasi muda NU dalam membangun idiologi, moral, wawasan, ketrampilan dan bakat mempunyai konsekuensi dalam kepentingan dan cita-cita berdasarkan nilai-nilai agama islam. Dalam usaha merealisasikan gagasan organisasi, maka perlu perencanaan yang matang, penyelerasan arah tujuan serta kebijaksanaan organisasi secara berkelanjutan dalam mekanisme system organisasi. B. SEJARAH BERDIRI DAN PERKEMBANGAN I P P N U
IPPNU sengaja dilairkan untuk menggalang adanya persatuan dan kesatuan generasi muda NU dengan faham Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yangb tidak hanya bersifat local atau kedaerahan tetapi bersifat Nasional. Gagasan tersebut dapat direalisasikan pada konggres IPNU yang pertama di Solo tanggal 8 Rojab 1374 H yang bertepatan dengan tanggal 2 Maret 1955 M, maka dibentuklah organisasi IPPNU dengan kepanjangan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama dengan ketuanya rekanita UMROH MAHKUDHOH. Namun pada perkembangan selanjutnya disebabkan karena tuntutan perkembangan zaman serta peraturan yang ada tentang ormas maka pada konggres IPPNU ke XI di Jombang pada tanggal 29-30 Januari 1988 maka kepanjangan IPPNU diubah menjadi Ikatan Putri Putri Nahdlatul Ulama. Namun pada era reformasi keadaan bangsa semakin tidak menentu, maka IPPNU dituntut untuk lebih tanggap dalam menghadapi hal seperti itu. Pada era ini muncul kesadaran institusi untuk mengembalikan IPPNU kepada Khittohnya yaitu sebagai organisasi yang berbasis pelajar dan santri. Keinginan tersebut bisa terwujud ketika Konggres IPPNU ke XV di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Dengan demikian IPPNU yang semula kepanjangannya Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama kembali lagi menjadi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama dengan konsekuensi-konsekuensi yang ada, antara lain :
3. IPPNU harus memperjelas visi kepelajarannya
4. IPPNU harus menumbuh kembangkan pada basis perjuangan disekolah dan pondok pesantren
C. DASAR, TUJUAN DAN SIFAT IPPNU
a. Dasar, Azas dan Aqidah
IPPNU berazaskan pada pancasila dengan aqidah islam menerut faham Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang mengikuti salah satu madzab empat yaitu Hanafi, Maliki, Hambali dan Syafi’i
b. Tujuan
Membentuk pelajar putrid yang bertaqwa pada Allah, berilmu dan berakhlak mulia dan bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya ajaran islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dalam kehidupan masyarakat Indionesia dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sifat dan Fungsi
Sifatnya kekeluargaan dan kemasyarakatan. Sedangkan fungsinya:
1. Wadah menghimpun putra-putri NU untuk melanjutkan semangat dn nilai Nahdliyah.
2. Wadah putra-putri NU untuk menggalang ukhuwah Islamiyah.
3. Wadah kaderisasi putra-putri NU untuk mempersipkan kader-kader bangsa. D. LAMBANG ORGANISASI IPPNU
1. Lambang organisasi bernbentuk segi tiga adalah iman, islam dan ihsan dua garis tepi berarti dua kalimah syahadat;
2. Warna dasar hijau adalah kebenaran, putih adalah kesucian, kuning adalah hikmah yang tinggi;
3. Bintang sembilan adalah:
- Satu bintang besar adalah Nabi Muhammad SAW;
- Empat bintang atas kanan kiri adalah khulafaur rosyidin;
- Empat bintang bawah kanan kiri adalah empat madzhab.
4. Dua kitab adalAh Al-Qur’an dan Al-Hadis;
5. Bulu ayam bersilang adalah aktif menuntut ilmu baik umum maupun agama serta rajin membaca atau menulis;
6. Dua kumtum melati warna putih adalah kepaduan antara agama dan umum;
7. Lima titik antara I . U . adalah rukun islam.