09/11/2024
Yogyakarta, 6 November 2024 – Puji syukur kepada Allah Ta'ala atas keberhasilan tiga utusan Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy (YMAI) dalam meraih sertifikasi kompetensi sebagai Nadzir Wakaf melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Nadzir yang diadakan oleh Lemdiklat Badan Wakaf Indonesia (BWI).
Program ini menjadi langkah penting bagi YMAI dalam memperkokoh perannya untuk mengelola wakaf secara amanah dan profesional, dengan harapan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.
Kegiatan yang dibagi dalam dua tahapan ini dimulai dengan pelatihan daring melalui Zoom pada 24-25 Oktober 2024, diikuti oleh 73 peserta dari Jawa dan Bali, termasuk utusan YMAI. Berbagai materi berharga dibawakan oleh para pakar terkemuka, seperti Asep Irawan, MM; Prof. Dr. Nuruh Huda; Dr. Agus Priyanto; dan Prof. Dr. Waryono AG (Kemenag RI). Para peserta mendalami pengetahuan mengenai wakaf, mulai dari konsep dasar, strategi pemasaran wakaf, loyalitas wakif, hingga regulasi wakaf pemerintah, yang kesemuanya diikuti dengan tugas mandiri.
Tahap kedua, yakni Asesmen Kompetensi Nadzir Wakaf, diadakan pada 5 November 2024 di Ballroom Tower Hotel UNS Solo. Asesmen ini mencakup dua ujian tertulis dan satu wawancara yang ketat, menguji pengetahuan dan keterampilan peserta sebagai calon nadzir profesional. Alhamdulillah, tiga utusan YMAI – Luqman Supriyadi, Ahmad Muhadi, dan P. Aliy Luqman A. – dinyatakan kompeten dan resmi menyandang sertifikasi sebagai Nadzir Wakaf.
Keberhasilan ini adalah wujud komitmen YMAI untuk memberikan kontribusi optimal dalam bidang wakaf, dengan target menghadirkan manfaat yang signifikan dan keberlanjutan dalam setiap program wakaf yang diamanahkan. Kami percaya bahwa pengelolaan wakaf yang profesional adalah kunci utama dalam mencapai visi kami, yakni meningkatkan kesejahteraan umat melalui pemanfaatan potensi wakaf.
Semoga perjalanan baru YMAI dalam pengelolaan wakaf ini mendapat ridha Allah dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat.