BMU Peureulak Raya

Call Directions

BMU Peureulak Raya BMU Peuereulak Raya merupakan perpanjangan dari BARISAN MUDA UMMAT Asuhan TU SOP JEUNIEB yang berpusat di Jeunieb Bireuen Aceh.

BMU merupakan organisasi nirlaba lokal Aceh yang bergerak dibidang sosial puduli duafa.

seharusnya jangan diberi panggung....
25/09/2026

seharusnya jangan diberi panggung....

Delegasi dari negara-negara Eropa dan Arab berdiri diam untuk anak-anak Palestina yang hidupnya terdampak perang dan kek...
25/09/2026

Delegasi dari negara-negara Eropa dan Arab berdiri diam untuk anak-anak Palestina yang hidupnya terdampak perang dan kekerasan. Momen itu berlangsung dalam pertemuan “Call to Action for Palestinian Children” di sela Sidang Umum PBB di New York.

Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prévot bilang, mereka memang baru saja diam satu menit… tapi diam tidak boleh jadi jawaban dunia.

Kadang satu menit terasa singkat.
Tapi untuk mengingat anak-anak yang hidupnya berubah selamanya, satu menit itu berarti.

Semoga setelah hening, ada tindakan nyata. 🇵🇸

A400M Indonesia Bertambah? Kekuatan Armada Angkut Strategis RI Jadi SorotanIndonesia mulai memperkuat kemampuan angkutan...
25/09/2026

A400M Indonesia Bertambah? Kekuatan Armada Angkut Strategis RI Jadi Sorotan

Indonesia mulai memperkuat kemampuan angkutan udara strategis melalui pengoperasian Airbus A400M Atlas oleh TNI Angkatan Udara. Indonesia memesan dua unit A400M dalam kontrak yang ditandatangani pada 2021. Unit pertama diserahkan pada November 2025, sementara pada Mei 2026 Kementerian Pertahanan menyatakan satu unit A400M telah diterima dalam rangkaian penerimaan alutsista strategis.

Kehadiran A400M menambah kemampuan TNI AU dalam mengangkut personel, peralatan dan logistik dalam jumlah besar, sekaligus mendukung misi kemanusiaan serta penanggulangan bencana. Pesawat ini memiliki kemampuan angkut hingga sekitar 37 ton dan dapat dikonfigurasi untuk sejumlah misi, termasuk evakuasi medis dan pengisian bahan bakar di udara. Dalam latihan PEGASE 2026, A400M TNI AU juga digunakan untuk latihan penerjunan taktis bersama Angkatan Udara Prancis.

Di kawasan Asia Tenggara, Malaysia lebih dahulu mengoperasikan A400M. TUDM mulai menggunakan pesawat tersebut pada 2015 dan memiliki pengalaman operasional selama satu dekade, termasuk penggunaan dua A400M dalam misi kemanusiaan di Myanmar pada 2025. Dengan Indonesia kini ikut mengoperasikan platform yang sama, A400M semakin menjadi bagian dari kemampuan angkut strategis dua negara ASEAN tersebut—bukan sekadar soal jumlah pesawat, tetapi juga bagaimana masing-masing negara mengembangkan kesiapan, interoperabilitas, dan pemanfaatannya untuk berbagai misi.
Courtesy of Airforcedotmil
Foto ditingkatkan dengan Ai

Fenomena melihat kapal-kapal tongkang (barge) dan kapal kargo raksasa yang berbaris panjang mengangkut batubara dari tan...
25/09/2026

Fenomena melihat kapal-kapal tongkang (barge) dan kapal kargo raksasa yang berbaris panjang mengangkut batubara dari tanah Kalimantan atau Sumatra sering kali memunculkan pertanyaan kritis di benak publik: "Jika kekayaan alam kita dikeruk sebanyak ini, mengapa sebagian dari kita masih merasa hidup dalam kemiskinan?"

Secara resmi, Bank Dunia (World Bank) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengklasifikasikan Indonesia ke dalam kelompok negara berpendapatan menengah ke atas (upper-middle income country), bukan negara miskin (low-income country). Ekonomi Indonesia berada di jajaran Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di Asia Tenggara dan masuk dalam G20.

Secara ilmiah, fenomena di mana negara yang kaya akan sumber daya mineral justru sering kali mengalami pertumbuhan ekonomi yang lambat, ketimpangan sosial yang tinggi, dan kemiskinan dikenal sebagai "The Resource Curse" (Kutukan Sumber Daya Alam) atau Paradoks Kelimpahan.

Kekayaan komoditas sering kali menciptakan ekonomi rente (rent-seeking), korupsi, melemahkan sektor manufaktur (efek Dutch Disease), dan gagal mendistribusikan kesejahteraan secara merata ke masyarakat akar rumput di wilayah penghasil tambang.

Akibatnya, meskipun secara makroekonomi negara terlihat kaya dari nilai ekspor, masyarakat di daerah sekitar tambang kerap menghadapi kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan, dan ketimpangan pendapatan.

Baterai KF-21 Jadi Sorotan, Benarkah Buatan Indonesia?Komponen baterai pada jet tempur KF-21 Boramae kembali menjadi per...
25/09/2026

Baterai KF-21 Jadi Sorotan, Benarkah Buatan Indonesia?

Komponen baterai pada jet tempur KF-21 Boramae kembali menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai pemasok baru untuk pesawat tempur tersebut. Namun, informasi yang tersedia hingga September 2026 menunjukkan bahwa baterai tersebut bukan berasal dari industri Indonesia. Korea Aerospace Industries (KAI) dilaporkan memilih perusahaan rintisan Korea Selatan, U-Bet, sebagai pemasok baterai untuk produksi lanjutan KF-21. U-Bet disebut akan memasok sel baterai, sementara perakitan menjadi battery pack dilakukan oleh perusahaan Korea lainnya.

Kabar tersebut menarik karena Indonesia memang memiliki keterlibatan panjang dalam program KF-21. Melalui kerja sama pengembangan dengan Korea Selatan, Indonesia memperoleh pengalaman dan transfer teknologi di bidang industri pertahanan. PT Dirgantara Indonesia (PT DI) juga sebelumnya ditargetkan masuk ke dalam rantai pasok KF-21, dan pada Juni 2026 KAI menyatakan harapan agar PT DI dapat menjadi bagian dari supply chain pesawat tersebut. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Indonesia tidak melanjutkan rencana produksi bersama atau final assembly KF-21 di dalam negeri dan memilih skema pembelian langsung dari Korea Selatan.

Dengan demikian, klaim “baterai KF-21 buatan Indonesia” belum memiliki dasar yang kuat berdasarkan informasi terbaru yang tersedia. Yang dapat dipastikan adalah industri Indonesia masih memiliki peluang untuk terlibat dalam rantai pasok KF-21 pada tahap berikutnya, sementara pemasok baterai yang diberitakan saat ini adalah perusahaan asal Korea Selatan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa keterlibatan Indonesia dalam KF-21 masih menjadi bagian penting dari hubungan industri pertahanan kedua negara, tetapi jenis komponen dan bentuk keterlibatannya perlu dibedakan secara jelas agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Courtesy of KoreaIndonesia
Foto ditingkatkan dengan Ai

RI Percepat Modernisasi Alutsista, Kekuatan Pertahanan Jadi SorotanIndonesia terus mendorong modernisasi alat utama sist...
24/09/2026

RI Percepat Modernisasi Alutsista, Kekuatan Pertahanan Jadi Sorotan

Indonesia terus mendorong modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) sebagai bagian dari penguatan kemampuan pertahanan nasional. Dalam RAPBN 2026, pemerintah menempatkan pertahanan sebagai salah satu prioritas, termasuk pengadaan dan pemeliharaan alutsista strategis, penguatan industri pertahanan, serta pembangunan sarana-prasarana pertahanan. Anggaran pertahanan yang disepakati untuk Kemhan dan TNI pada pembahasan 2026 juga mencapai Rp187,1 triliun.

Perubahan tersebut mulai terlihat dari bertambahnya sejumlah platform modern. Pada Mei 2026, pemerintah menerima enam jet tempur Rafale, satu pesawat angkut strategis A400M Atlas, serta sejumlah sistem radar dan persenjataan pendukung. Kemhan juga menyebut modernisasi tidak hanya berorientasi pada penambahan platform, tetapi pada peningkatan kemampuan pertahanan yang terintegrasi.

Memasuki September 2026, pemerintah kembali menekankan pentingnya interoperabilitas alutsista dan kemampuan operasi gabungan. Kemhan menyatakan bahwa perkembangan ancaman modern membuat kemampuan berbagi informasi, komando-kendali, dan situational awareness menjadi semakin penting. Dengan demikian, peningkatan kekuatan pertahanan Indonesia lebih tepat dilihat sebagai bagian dari proses modernisasi jangka panjang, bukan semata-mata perlombaan jumlah persenjataan dengan negara lain di kawasan.
Courtesy of Kemenkeumedia
Foto ditingkatkan dengan Ai

Drone AS Muncul di Kopassus, V-BAT Jadi SorotanKopassus diketahui telah mengoperasikan V-BAT, drone buatan perusahaan te...
24/09/2026

Drone AS Muncul di Kopassus, V-BAT Jadi Sorotan

Kopassus diketahui telah mengoperasikan V-BAT, drone buatan perusahaan teknologi pertahanan Amerika Serikat, Shield AI. Perusahaan tersebut menyatakan pada Januari 2025 bahwa Kopassus telah menjalankan operasi V-BAT secara mandiri. Informasi ini kemudian kembali menjadi perhatian karena V-BAT tercatat sebagai salah satu sistem nirawak yang digunakan untuk misi pengintaian dan pemantauan.

V-BAT memiliki desain vertical take-off and landing (VTOL), sehingga dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa membutuhkan landasan pacu konvensional. Karakteristik tersebut membuat platform ini dapat digunakan dari area terbatas dan dibawa menggunakan kendaraan untuk mendukung mobilitas operasi. Shield AI juga menyebut V-BAT dirancang untuk menjalankan misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR), termasuk dalam kondisi ketika sinyal GPS maupun komunikasi mengalami gangguan.

Kehadiran V-BAT menambah pilihan teknologi nirawak dalam kemampuan pengintaian Kopassus. Namun, klaim bahwa setiap unit drone tersebut bernilai sekitar Rp16 miliar belum ditemukan konfirmasi resmi yang kuat dalam sumber yang ditelusuri, sehingga angka tersebut sebaiknya tidak diperlakukan sebagai harga pasti. Yang terkonfirmasi adalah keterkaitan V-BAT dengan operasi Kopassus dan kemampuan VTOL yang menjadi salah satu fitur utama platform tersebut.
Courtesy of LinkedIn
Foto ditingkatkan dengan Ai

Kopassus kini memiliki tambahan kemampuan pengintaian udara yang datang dari Amerika Serikat. Platform tersebut adalah V...
24/09/2026

Kopassus kini memiliki tambahan kemampuan pengintaian udara yang datang dari Amerika Serikat. Platform tersebut adalah V-BAT, drone VTOL buatan Shield AI yang dirancang untuk menjalankan misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian atau Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (ISR).

Keberadaan V-BAT di lingkungan Kopassus bukan sekadar soal penambahan jumlah drone. Shield AI secara terbuka menyebut bahwa Kopassus telah melakukan operasi V-BAT secara mandiri. Fakta ini menunjukkan bahwa teknologi tersebut sudah masuk ke tahap penggunaan operasional, bukan hanya sebatas demonstrasi atau pengujian.

Salah satu keunggulan utama V-BAT adalah kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal. Dengan konsep ini, drone tidak membutuhkan landasan pacu konvensional. Sistem tersebut membuat V-BAT dapat dioperasikan dari area yang terbatas dan dipindahkan dengan relatif mudah menggunakan kendaraan.

Shield AI menyebut V-BAT mampu bertahan terbang lebih dari 12 jam dengan konfigurasi tertentu. Drone ini juga memiliki kapasitas muatan hingga sekitar 18 kilogram serta dapat membawa berbagai jenis sensor dan perangkat misi.

Yang membuat V-BAT semakin menarik adalah kemampuan operasinya di lingkungan peperangan elektronik. Platform ini dirancang untuk tetap menjalankan misi ketika sinyal GPS maupun komunikasi mengalami gangguan. Shield AI juga menawarkan integrasi perangkat lunak otonomi Hivemind, yang memungkinkan tingkat otomatisasi lebih tinggi dalam navigasi dan pelaksanaan misi.

Bagi pasukan khusus, kemampuan seperti ini memiliki arti penting. Drone tidak harus selalu beroperasi dari pangkalan udara besar. Dengan ukuran yang relatif ringkas, sistem V-BAT dapat dipindahkan ke lokasi operasi dan disiapkan untuk menjalankan misi pengamatan dari medan yang lebih terbatas.

Dari sisi kemampuan, V-BAT memang berada di kelas yang berbeda dengan drone komersial kecil. Platform ini dirancang sebagai sistem ISR militer dengan sensor modular, komunikasi jarak jauh, serta kemampuan untuk membawa berbagai payload sesuai kebutuhan operasi. Shield AI juga mencantumkan opsi seperti radar aperture sintetis, sensor elektro-optik/inframerah, SATCOM, dan perangkat peperangan elektronik.

Lalu bagaimana dengan harganya?

Angka sekitar US$1 juta atau kurang lebih Rp16 miliar per unit pernah dilaporkan Reuters sebagai kisaran harga V-BAT. Namun angka tersebut harus dipahami sebagai patokan harga platform, bukan sebagai harga kontrak pembelian Kopassus yang telah diumumkan secara resmi. Nilai paket militer dapat berbeda karena dapat mencakup sensor, sistem kendali, perangkat komunikasi, pelatihan, suku cadang, serta dukungan lainnya.

Dengan demikian, keberadaan V-BAT di Kopassus lebih menarik jika dilihat dari kemampuan yang dibawanya daripada sekadar angka harga. Drone ini memberikan opsi pengintaian yang dapat bergerak cepat, tidak bergantung pada landasan pacu, dan dirancang untuk tetap beroperasi dalam kondisi ketika sistem navigasi atau komunikasi menghadapi gangguan.

Perkembangan tersebut juga memperlihatkan bagaimana teknologi drone semakin menjadi bagian penting dalam operasi militer modern. Pertempuran masa kini tidak hanya ditentukan oleh jumlah kendaraan tempur atau daya tembak, tetapi juga oleh kemampuan memperoleh informasi lebih cepat, mempertahankan kesadaran situasional, dan mengirimkan data dari medan operasi tanpa menempatkan personel secara langsung di area berisiko.

Bagi Kopassus, V-BAT memberikan satu lapisan tambahan dalam kemampuan pengintaian. Dan dengan karakteristik VTOL, endurance panjang, sensor modular, serta sistem otonomi, drone buatan Amerika ini menjadi salah satu teknologi yang menarik untuk diperhatikan dalam perkembangan kemampuan pasukan khusus Indonesia.



Ancaman drone dalam peperangan modern semakin mendapat perhatian serius. Benda terbang tanpa awak yang berukuran relatif...
24/09/2026

Ancaman drone dalam peperangan modern semakin mendapat perhatian serius. Benda terbang tanpa awak yang berukuran relatif kecil kini dapat digunakan untuk melakukan pengintaian hingga membawa muatan serangan. Kondisi tersebut membuat kemampuan pertahanan udara jarak pendek menjadi semakin penting.

Situasi inilah yang menjadi salah satu gambaran menarik dalam rangkaian Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026. TNI Angkatan Darat bersama militer Amerika Serikat melakukan latihan kemampuan pertahanan udara dengan melibatkan dua sistem rudal yang cukup dikenal, yakni Mistral dan Stinger.

Latihan penembakan berlangsung pada 9 September 2026 di Lapangan Tembak Staling Armed, Pusat Latihan Tempur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan. Dalam kegiatan tersebut, Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya mengoperasikan rudal Mistral, sementara unsur pertahanan udara US Army menggunakan rudal Stinger.

Drone Disiapkan sebagai Target

Yang menarik dari latihan ini bukan sekadar penggunaan dua rudal pertahanan udara tersebut. Sebelumnya, personel TNI, US Army, dan US Marine Corps melakukan persiapan untuk penembakan sasaran udara berupa pesawat nirawak atau target drone.

Persiapan itu mencakup penyamaan pemahaman mengenai sistem persenjataan, koordinasi teknis, hingga prosedur pengoperasian senjata. Target drone kemudian digunakan sebagai sasaran dalam latihan untuk memberikan gambaran terhadap skenario menghadapi ancaman dari udara.

Penggunaan drone sebagai sasaran latihan menjadi relevan dengan perkembangan medan perang saat ini. Berbagai konflik dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan bahwa drone dapat digunakan dalam jumlah besar dan dengan berbagai fungsi.

Karena itu, pertahanan terhadap drone tidak cukup hanya mengandalkan sistem pertahanan udara jarak jauh. Lapisan pertahanan yang mampu menghadapi sasaran udara berukuran lebih kecil juga menjadi bagian penting dari konsep pertahanan modern.

Mistral TNI Bertemu Stinger Amerika

Dalam latihan SGS 2026, masing-masing pihak menggunakan sistem yang mereka operasikan sendiri.

TNI AD menurunkan Mistral melalui Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya. Rudal ini merupakan sistem pertahanan udara jarak pendek yang dirancang untuk menghadapi berbagai ancaman udara pada ketinggian rendah.

Sementara itu, US Army membawa sistem FIM-92 Stinger. Rudal tersebut juga merupakan sistem pertahanan udara jarak pendek yang telah lama digunakan militer Amerika Serikat.

Latihan bersama seperti ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menembakkan rudal. Ada aspek lain yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana personel dari dua negara dapat memahami prosedur, berkoordinasi, dan bekerja dalam satu skenario latihan.

TNI menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan interoperabilitas serta menyelaraskan prosedur penggunaan sistem persenjataan antara kedua negara.

Mengapa Kemampuan Anti-Drone Semakin Penting?

Drone telah mengubah cara militer melakukan pengamatan dan serangan. Ukurannya yang relatif kecil, kemampuan terbang tanpa awak, serta biaya yang dapat lebih rendah dibandingkan pesawat tempur membuat drone menjadi tantangan tersendiri bagi sistem pertahanan udara.

Namun, menghadapi drone juga tidak selalu berarti menggunakan rudal. Dalam perang modern, sistem anti-drone dapat terdiri dari berbagai lapisan, mulai dari radar dan sensor elektro-optik hingga senjata kinetik dan sistem peperangan elektronik.

Latihan yang dilakukan TNI dan Amerika Serikat memberikan pengalaman bagi personel untuk menghadapi skenario ancaman udara dalam lingkungan latihan yang terkendali.

Dengan kata lain, fokusnya bukan hanya pada apakah sebuah rudal mampu mengenai sasaran, tetapi juga bagaimana seluruh unsur pertahanan udara dapat bekerja secara terkoordinasi.

Bagian dari Latihan Multinasional

Latihan Mistral dan Stinger tersebut merupakan salah satu bagian dari Super Garuda Shield 2026.

SGS tahun ini melibatkan 4.743 personel dari 21 negara dan berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia. Materinya tidak hanya mencakup pertahanan udara, tetapi juga berbagai kemampuan operasi lainnya.

Bagi TNI, latihan seperti ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan prajurit sekaligus memperluas pengalaman bekerja bersama militer negara mitra.

Bagi Amerika Serikat, latihan tersebut juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan interoperabilitas dengan pasukan Indonesia dalam lingkungan operasi yang berbeda.

Bukan Sekadar Latihan Menembak Rudal

Hal yang paling menarik dari latihan ini sebenarnya bukan hanya Mistral dan Stinger yang ditembakkan.

Pesan yang lebih besar adalah bagaimana pertahanan udara menghadapi perubahan ancaman. Jika dahulu perhatian utama banyak tertuju pada pesawat tempur dan rudal, kini drone juga menjadi salah satu sasaran yang harus diperhitungkan.

TNI dan Amerika Serikat melalui SGS 2026 menunjukkan bahwa kemampuan menghadapi ancaman udara membutuhkan kombinasi antara sistem senjata, kemampuan personel, koordinasi, dan prosedur yang teruji.

Latihan tersebut juga memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi drone membuat sistem pertahanan udara jarak pendek tetap memiliki peran penting dalam peperangan modern.

Seluruh rangkaian latihan penembakan Mistral dan Stinger dilaporkan berlangsung dengan baik tanpa insiden.

Dengan semakin banyaknya drone yang digunakan dalam konflik modern, kemampuan mendeteksi dan menghadapi sasaran udara berukuran kecil kemungkinan akan menjadi salah satu kemampuan yang semakin diperhatikan oleh banyak negara, termasuk Indonesia.

Dari reruntuhan Gaza, lahir sebuah ucapan terima kasih. ❤️🇵🇸Seniman Gaza melukis mural Macklemore sebagai penghargaan at...
24/09/2026

Dari reruntuhan Gaza, lahir sebuah ucapan terima kasih. ❤️🇵🇸

Seniman Gaza melukis mural Macklemore sebagai penghargaan atas dukungannya untuk Palestina. Macklemore juga berjanji menyumbangkan US$1 juta dari pendapatan turnya untuk enam organisasi bantuan Gaza.

Kadang, satu suara dari jauh bisa terasa sangat dekat bagi mereka yang sedang berjuang.

Menurut kalian, pantaskah lebih banyak artis dunia ikut bersuara?

Address

Bandrong
Peureulak
24453

Telephone

+6281370207651

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BMU Peureulak Raya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share