18/04/2026
HAKEKAT KEIMANAN SESEORANG ADALAH PERCAYA BAHWA TUHAN SELALU BERSAMA KITA
Penulis : Hengky Sendyanto
Pendiri & Ketua Yayasan Banyu Biru Food Estate
Jum'at, 14 Juni 2024
Yayasan Banyu Biru Food Estate - Iman adalah kepercayaan yang dipercayai oleh seseorang yang berkenaan dengan agamanya, keyakinan maupun kepercayaan kepada Tuhan, nabi, kitab dan sebagainya. Dalam ajaran agama Islam, iman berarti kepercayaan, keyakinan kepada Allah, nabi-nabi-NYA serta kitab yaitu Al-Quran dan lain sebagainya.
Menurut ajaran agama Islam, umat muslim mengimani enam rukun iman. Keenam rukun iman tersebut wajib diimani dan diyakini oleh orang Islam.
Iman secara istilah, maknawi atau terminologis merupakan percaya dengan yakin akan keberadaan Allah, Malaikat Allah, Kitab-kitab – NYA, para Rasul – NYA, akhirat, hingga qadha dan qadar yang telah terangkum dalam rukun iman menurut ajaran agama Islam.
Menurut Mualim Kyai Muhamad Nasir selaku pembina dan penanggung jawab MDz TQN MIFTAAHUN NUURUL ANWAARI Kabupaten Pemalang Jawa Tengah, iman adalah mengikrarkan suatu hal dengan pikiran, lalu diucapkan dengan menggunakan lisan dan diyakini di dalam hati serta diaplikasikan dengan menggunakan anggota tubuh.
Dalam Islam, keimanan memiliki tingkatan-tingkatan. Tingkatan ini juga membedakan keimanan setiap orang. Menurut Mualim Kyai Muhamad Nasir tingkatan keimanan seseorang dapat dibagi menjadi lima tingkat. Antara lain : Iman Taqlid, Iman Ilmu atau Ilmul Yaqin, Iman Iyana atau Ainul Yaqin, Iman Haq atau Haqqul Yaqin, Iman Hakikat.
Selain tingkat iman menurut pandangan Mualim Kyai Muhamad Nasir tingkatan iman secara umum dapat dikategorikan p**a menjadi lima, yaitu muslim, mukmin, muhsin, mukhlis serta muttaqin.
Iman secara etimologi artinya mempercayai. Percaya berkaitan erat dan tidak bisa dipisahkan dari mengenal dan mengetahui (ma'rifat). Dalam arti kepercayaan terhadap sesuatu itu tumbuh dengan dilandasi dan didasari pengetahuan dan pengenalan terhadapnya. Jika seseorang mempercayai sesuatu maka dia mengetahui dan mengenalnya. Dalam Khasyiyah Jami' al-Shahih lil imam al-Bukhari disebutkan bahwa kadar dan tingkat keimanan seseorang kepada Allah itu tergantung pada sejauh mana kadar pengetahuan dan pengenalan (ma’rifatullah) orang tersebut kepada Allah. Jadi seseorang yang beriman kepada Allah, maka tentunya dia mengetahui dan mengenal Allah. Mengenal dan mengetahui Allah berbeda dengan mengenal makhluk-Nya. Mengenal dan mengetahui Allah adalah dengan mengenal sifat-sifat-Nya, perintah-Nya dan larangan-Nya yang dapat diperoleh dengan cara men-tadabburi dan men-tafakuri ayat-ayat-Nya, baik ayat kauniyat/tersirat di alam raya maupun ayat qur'aniyat/tersurat dan tertulis dalam Qur'an. Meskipun demikian, tidaklah merupakan kemestian orang yang mengetahui sesuatu otomatis mempercayai dan mengimaninya. Adakalanya mengetahui sesuatu tetapi tidak mengimaninya seperti iblis yang mengetahui (ma'rifat) terhadap Allah, tetapi dia tidak mengimani dan tidak mau tunduk pada perintah Allah SWT.
Sedangkan menurut terminologi, iman diformulasikan sebagai pembenaran dengan hati, pengakuan dengan lisan yang dibuktikan dengan perbuatan dan karya nyata (amal).
Saya Hengky Sendyanto dan Bang Arman Snip dari BANYU BIRU FOOD ESTATE percaya dan sangat yakin kalau Tuhan akan bukakan Jalan, di saat tiada jalan dan itu sudah beberapa kali kami lalui bersama dalam menghadapi masalah yang ada bisa terselesaikan atau ketemu dengan solusinya. Pastinya itu campur tangan Tuhan yang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Segala-galanya.
Dari hal ini saya bisa belajar dan menyadari bahwa penderitaan menyadarkan saya (manusia) bahwa diri saya (nya) rapuh, oleh karena itu kita membutuhkan kehadiran sosok Ilahi. Ada suatu momen penderitaan yang mengubah caraku memaknai imanku. Kejadian ini berlangsung pada awal-awal kita mulai projek yang akan menjadi besar ini
Di awal kita mulai tanggal 23 Februari 2024, saya dan bang Arman memulai projek di perkebunan yang telah kita namakan Banyu Biru Food Estate ini. Namun, tak disangka-sangka, cobaan datang tanpa pemberitahuan lebih dulu. Tepat di awal mulai kita tengah atau dalam kondisi finansial keluarga yang sedang tidak baik-baik saja alias tak punya modal. Artinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit, sekarang ditambah buka usaha di perkebunan yang bercita-cita ingin besar nantinya.
Aku tahu betul bahwa tabungan kami berdua tidak ada‼️Dan hanya bermodalkan Bismillah kami niat jalan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membiayai pendidikan dan masa depan keluarga kami. Dan “Pasrah” menjalani usaha ini adalah satu-satunya kata yang terlintas dibenak kami saat itu.
“Saya Yakin sekali Jika Tuhan sudah menempatkanku di garis start, maka Tuhan pasti akan menyertai hingga titik finish,” gumamku di dalam hati.
“Karena itu, saudara-saudaraku semua nya, yuk mulai saat ini kita harus berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan‼️ Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak akan sia-sia”. Semua jerih lelah tidak akan luput dari pandangan Tuhan. Mungkin perjalanan hidup mempertemukanku dengan awan hitam, bahkan badai, tetapi aku beriman pada waktu-Nya badai akan berlalu dan awan hitam akan digantikan pelangi di langit yang cerah.
Memang hari-hari terasa sulit kita jalani ketika mengetahui kondisi ekonomi kami berdua tidak baik-baik saja. Dalam kondisi seperti ini hanya Allah SWT Tuhan Semesta Alam inilah harapan kita satu-satunya.
Mendengar jawaban dari lubuk hati ini, saya terdiam sejenak dan berkata:
“Ya Allah Tuhan kami berikan lah kami kemudahan dalam segala sesuatunya nanti, Amin”
Ketika saya memohon seperti itu, terdengar suara lantang istri saya dan berkata; “Dari mana mau memulai projek impian mu...⁉️ Buat makan aja ini kita kekurangan uang. Jangan maksain keadaan‼️”
Mendengar kalimat tersebut aku hanya terdiam. Setelah pembicaraan berakhir, tangisku dan harapanku kepada Allah tidak bisa lagi dibendung. Selain Tuhan ternyata hanya ibuku satu-satunya orang yang mempercayai dan selalu mensupport cita-cita dan projek impian ini. Aku tidak dapat menyangka, ibuku tetap mensupport walau beberapa kali usaha ku sering mengalami kegagalan. Ibuku melakukan hal yang bertolak belakang dengan banyak orang saat ini. Ketika mayoritas anggota keluarga menghantarku ke tepian untuk mengorbankan impian ku, ibuku tetap mempercayai bahwa Allah SWT akan membantu mempermudah langkah-langkahku ini tepat pada waktu-Nya dan aku tetap harus melanjutkan projek impianku ini kata seorang ibu yang selalu mengasihi aku sebagai anaknya ini.
Saat ini dan selamanya pelarianku hanyalah doa, dengan percaya bahwa “God’s plan is always the best plan”. Terpatri benar di dalam ingatan saat ini, “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, inilah keyakinan, kepercayaan, dan pengharapan itu akhirnya kembali datang. Aku mulai mengerti bahwa seberat apapun penderitaan hidup yang sedang dialami, aku harus tetap setia untuk mempercayakan hidup ini kepada Tuhan semata.
Tanggal 23 Februari 2024 tepatnya pada hari Jum'at kami berdua mulai menjalankan mahakarya besar yang kita namakan Banyu Biru Food Estate ini. Dan ternyata tak terduga masih banyak saudara, teman dekat membantu secara diam-diam. Tanpa pikir panjang “orang baik” tersebut bersedia membantu projek kami. Mereka membantu tanpa membicarakan kepada seorangpun tentang apa yang telah mereka lakukan.
Tiba-tiba saja dalam kesulitan yang sedang kami hadapi, dan saat aku berpikir tidak ada lagi kemungkinan untuk melanjutkan projek impian ini, Tuhan menunjukkan kuasa-Nya tepat pada waktu-Nya. Tuhan mempertemukan kami dengan orang-orang baik yang ikut mensupport cita-cita kami. Keadaan dan kejadian menyadarkan kami bahwa seberat apapun cobaan hidup yang dihadapi, pengharapan kepada Tuhan tidak boleh sirna.
Hampir tidak ada sepatah katapun yang dapat keluar dari mulutku, karena rasa syukur atas kebaikan Tuhan. Sedari saat itu hingga saat ini, kami selalu mengingat bahwa kami pernah melalui awal yang berat bersama Tuhan. Insyaallah awal yang berat ini memberi kami akan keyakinan kekuatan iman untuk menghadapi penderitaan lainnya di kemudian hari nantinya.
Mudah-mudahan kita semua sebagai hamba Allah dan umat Baginda Rasulullah Saw selalu diberi kekuatan iman dan Islam oleh Allah sehingga termasuk orang yang memiliki kualitas keimanan yang baik, namun tentunya untuk meraih dan mewujudkan hal itu perlu ada upaya sungguh-sungguh (mujahadah) dan keinginan kuat (iradah) yang diwujudkan dengan semangat menggebu (himmat 'adzimah) untuk mendalami, mempelajari dan mengamalkan ajaran agama Islam itu sendiri tentunya. (BBFE)