OMK Santa Maria A Fatima - Pekanbaru

OMK Santa Maria A Fatima - Pekanbaru OMK hadir dengan semangat baru yang lebih Fresh dengan semangat One for all – all for God, kami t

09/06/2016

Berbeda pandangan terhadap partisipasi aktif yang kebanyakan orang kira:

“active participation does not preclude the active passivity of silence, stillness
and listening: indeed, it demands it. Worshippers are not
passive, for instance, when listening to the readings or the
homily, or following the prayers of the celebrant, and the
chants and music of the liturgy. These are experiences of
silence and stillness, but they are in their own way profoundly
active.”
- Saint Pope John Paul II

Doa kepada Malaikat Agung Sto. Mikhael
02/06/2016

Doa kepada Malaikat Agung Sto. Mikhael

Doa kepada Malaikat Agung Sto. Mikhael. Pada akhir zaman, ia akan menghunus pedang keadilan guna memisahkan yang baik dari yang jahat (Why 12:7).

Santo Mikhael,
Bantulah dan lindungilah kami dalam perang melawan kejahatan dan tipu daya setan. Kami mohon dengan rendah hati kiranya Allah menghukumnya. Dan engkau panglima bala tentara surga, dengan kekuatan Ilahi, usirlah kembali ke dalam neraka, setan dan roh jahat lainnya yang berkeliaran di atas bumi yang hendak membinasakan segala jiwa. Amen.

---
Pertanyaan seorang pembaca di Sterling:
< Saya ingat, semasa saya masih kanak-kanak, Doa kepada St Mikhael didaraskan setelah perayaan Misa. Lalu, sekitar tahun 1960-an kita berhenti mendoakannya. Sekarang, saya perhatikan di beberapa paroki mulai lagi didaraskan Doa kepada Malaikat Agung Sto Mikhael. Mohon tanggapan. >

Jawab:
Pertama-tama, marilah kita merenungkan Sto Mikhael dan perannya dalam sejarah keselamatan. Malaikat Agung Sto Mikhael, yang namanya berarti, “siapa yang seperti Allah,” memimpin balatentara para malaikat yang mencampakkan setan beserta para malaikat yang memberontak ke dalam neraka (lihat “Pertempuran Besar di Surga”); pada akhir zaman, ia akan menghunus pedang keadilan guna memisahkan yang baik dari yang jahat (bdk Why 12:7 dst).

Para Bapa Gereja awali mengenali peran penting para malaikat dan malaikat agung, teristimewa Sto Mikhael. Theodoret dari Cyr (393-466) dalam tulisannya Tafsiran Daniel mencatat, “Diajarkan kepada kita bahwa tiap-tiap kita dipercayakan ke dalam pemeliharaan seorang malaikat pribadi yang menjaga dan melindungi kita, serta membebaskan kita dari perangkap roh-roh jahat.

Para malaikat agung diserahi kepercayaan untuk melindungi bangsa-bangsa, seperti yang diajarkan Musa, dan yang selaras dengan kata-kata Daniel, sebab ia sendiri berbicara tentang `pemimpin orang Persia,' dan sesudahnya `pemimpin orang Yunani,' sementara ia menyebut Mikhael `pemimpin orang Israel.'”

Para Bapa Gereja juga beranggapan bahwa Sto Mikhael berdiri menjaga di pintu gerbang Firdaus setelah Adam dan Hawa diusir; St Mikhael adalah malaikat yang dengan perantaraannya Tuhan memaklumkan Sepuluh Perintah Allah, yang menghalangi jalan Bileam (Bil 22:20 dst), dan yang menumpas bala tentara Sanherib (2 Taw 32:21).

Sto Basilus dan para Bapa Yunani lainnya menempatkan Sto Mikhael sebagai Pemimpin segenap malaikat. Dengan munculnya teori dan gagasan mengenai “sembilan paduan suara malaikat,” sebagian mengatakan bahwa St Mikhael adalah pemimpin para Serafim, paduan suara pertama. (Tetapi, Sto Thomas Aquinas menempatkan Sto Mikhael sebagai pemimpin paduan suara terakhir para malaikat).

Sejak lama orang berseru kepada Malaikat Agung Sto Mikhael memohon perlindungannya dalam berbagai peristiwa. Pada tahun 590, suatu wabah hebat menyerang Roma. Paus Sto Gregorius Agung memimpin suatu arak-arakan melintasi jalan-jalan sebagai tindak penitensi, silih atas dosa dan memohon pengampunan.

Di makam Hadrian (sekarang Kastil Sant'Angelo dekat Basilika Sto Petrus), Sto Mikhael menampakkan diri dan menyarungkan pedangnya sebagai tanda berakhirnya wabah. Sesudahnya, Bapa Suci membangun sebuah kapel di puncak makam tersebut dan sebuah patung besar Sto Mikhael yang berdiri di sana hingga sekarang.

Dalam tradisi Gereja Katolik, Sto Mikhael dikenal memiliki empat tugas penting:
(1) terus melanjutkan pertempurannya melawan setan dan para malaikat yang memberontak lainnya;
(2) menyelamatkan jiwa-jiwa kaum beriman dari kuasa setan, teristimewa pada saat ajal;
(3) melindungi Umat Allah, baik bangsaYahudi dari Perjanjian Lama maupun Umat Kristiani dari Perjanjian Baru;
(4) dan akhirnya, menghantar jiwa-jiwa orang yang meninggalkan dunia ini dan membawa mereka ke hadapan Tuhan kita untuk pengadilan khusus, dan pada akhir jaman, untuk pengadilan terakhir.

Karena alasan-alasan di atas, gambar-gambar Kristiani melukiskan Sto Mikhael sebagai seorang laskar ksatria, mengenakan perlengkapan perang, menghunus pedang atau tombak, sementara berdiri penuh kemenangan di atas ular atau lambang setan lainnya. Terkadang, Sto Mikhael digambarkan memegang timbangan keadilan atau Kitab Kehidupan, keduanya melambangkan pengadilan terakhir.

Sebagai umat Katolik, melalui ritus-ritus liturgis, kita mengenangkan peran penting Sto Mikhael dalam melindungi kita terhadap setan dan kuasa-kuasa kejahatan. Suatu madah persembahan kuno dalam Misa Arwah meneguhkan peran Sto Mikhael ini, “Tuhan Yesus Kristus, Raja Kemuliaan, bebaskanlah jiwa-jiwa segenap umat beriman yang telah meninggal dunia dari siksa neraka dan jurang yang dalam; bebaskanlah mereka dari mulut singa agar neraka jangan sampai menelan mereka dan agar jangan sampai mereka jatuh ke dalam kegelapan, melainkan kiranya Sto Mikhael, sang pembawa panji-panji, membimbing mereka ke dalam terang mulia, seperti yang dulu Engkau janjikan kepada Abraham dan keturunannya. Kami persembahkan kepada-Mu, ya Tuhan, kurban-kurban dan doa; sudilah Engkau menerimanya demi jiwa-jiwa yang kami kenangkan pada hari ini. Perkenankanlah mereka, ya Tuhan, melewati kematian menuju kehidupan seperti yang dulu Engkau janjikan kepada Abraham dan keturunannya.”

Dalam Misa Tridentine yang kini populer dengan nama Misa Forma Extraordinaria (FE), sejak tahun 1200-an, umat beriman berseru kepada Sto Mikhael dalam Seruan Tobat, bersama dengan seruan kepada Santa Perawan Maria, Sto Yohanes Pembaptis, serta Sto Petrus dan Paulus; seruan kepada para kudus ini mengilhami umat beriman untuk ingat akan panggilan kepada kekudusan dan ketakbercelaan Gereja Jaya di surga.

Hampir sepanjang abad ke-20, umat beriman mendaraskan Doa kepada Sto Mikhael pada akhir Misa. Pada akhir 1800-an, Paus Leo XIII (wafat 1903) mendapat penglihatan yang menubuatkan datangnya abad penderitaan dan perang. Usai mempersembahkan Misa Kudus, Bapa Suci sedang bercakap-cakap dengan para kardinal, ketika tiba-tiba beliau jatuh tak sadarkan diri. Segera para kardinal memanggil dokter. Denyut nadi Bapa Suci tak dapat dideteksi; orang takut kalau-kalau Bapa Suci telah berpulang.

Sekonyong-konyong, Paus Leo bangun dan mengatakan, “Betapa aku diperkenankan melihat suatu penglihatan yang amat mengerikan!” Dalam penglihatan tersebut, Tuhan mengijinkan setan memilih suatu abad di mana ia boleh melancarkan serangan-serangannya yang paling dahsyat melawan Gereja. Iblis memilih abad ke-20. Bapa Suci begitu tergerak hatinya oleh penglihatan ini hingga beliau menyusun suatu doa kepada Malaikat Agung Sto Mikhael,

“Malaikat Agung Sto. Mikhael, belalah kami dalam peperangan. Jadilah pelindung kami dalam melawan segala kejahatan dan jebakan setan. Kami mohon dengan rendah hati agar Allah menaklukkannya, dan engkau, O panglima balatentara surgawi, dengan kuasa Ilahi, usirlah ke neraka setan dan semua roh jahat yang berkeliaran di seluruh dunia yang hendak menghancurkan jiwa-jiwa. Amen.”

Pada tahun 1886, Paus Leo menginstruksikan agar doa ini didaraskan pada akhir Misa. (Ketika Paus Paulus VI menerbitkan “Novus Ordo” Misa pada tahun 1968, Doa kepada Sto Mikhael dan pembacaan “injil terakhir” pada akhir Misa dihapuskan.)

Peran Sto Mikhael amat menonjol dalam Ritus Eksorsisme (= Pengusiran Setan), khususnya dalam masalah infestatio diabolica (= pendudukan setan) atas tempat. Di sini imam berdoa,

“Pemimpin Balatentara Surgawi yang mulia, Malaikat Agung St Mikhael yang kudus, belalah kami dalam pertempuran melawan pemimpin dan kuasa-kuasa dan penguasa-penguasa kegelapan di dunia ini, melawan roh-roh jahat yang dulunya adalah para malaikat.
Sudi datanglah menolong manusia yang diciptakan Tuhan menurut gambar-Nya Sendiri dan yang ditebus-Nya dari tirani setan dengan harga yang sangat mahal. Gereja menghormati engkau sebagai penjaga dan pelindungnya.
Tuhan mempercayakan ke dalam pemeliharaanmu segenap jiwa-jiwa yang telah ditebus, agar engkau menghantar mereka ke dalam kebahagiaan di surga.
Mohonkanlah kepada Raja Damai agar Ia meremukkan setan di bawah kaki kami; sehingga setan tak lagi dapat menawan manusia dan dengan demikian melukai Gereja. Persembahkanlah doa-doa kami kepada Allah yang Mahatinggi, agar belas kasihan-Nya segera dicurahkan atas kami.
Tawanlah Binatang itu, si Ular Tua, yang adalah musuh dan Roh Jahat, dan rendahkanlah ia hingga ke ketiadaan abadi, agar ia tak lagi membujuk bangsa-bangsa.”

Pada musim semi tahun 1994, Bapa Suci Yohanes Paulus II mendorong umat beriman untuk mendaraskan Doa kepada Malaikat Agung Sto Mikhael. Beliau juga mendesak demi dipraktekkannya kembali pendarasan doa tersebut dalam Misa Kudus. (Harap diperhatikan bahwa Bapa Suci tidak mengamanatkan pendarasan doa tersebut dalam Misa.)

Jelas, Bapa Suci bermaksud menanggapi kejahatan-kejahatan hebat yang kita lihat terjadi di dunia kita ini - dosa-dosa aborsi, eutanasia, pornografi, percabulan, penyiksaan anak, terorisme, pembantaian bangsa-bangsa tertentu dan lain sebagainya. Tak diragukan lagi, setan dan para malaikat lainnya yang memberontak sedang melakukan yang terbaik guna menjerumuskan jiwa-jiwa ke dalam neraka.

Kita membutuhkan pertolongan Sto Mikhael. Oleh sebab itulah, kini banyak paroki mendirikan tempat doa demi menghormati Sto Mikhael ataupun mendaraskan Doa kepada Malaikat Agung Sto Mikhael di akhir Misa.

[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. -Thomas A Kempis. 'De Imitatione Christi', II, 2, 2]

Oleh: Romo William P. Saunders, pastor of Our Lady of Hope Parish in Potomac Falls and a professor of catechetics and theology at Christendom's Notre Dame Graduate School in Alexandria.

Sumber: http://yesaya.indocell.net/id903.htm

Sepertinya sobat muda di sini tidak ada ya yg booking2 tempat duduk. Bagaimana dengan agt keluarga kita? Ah.... juga ga ...
17/03/2016

Sepertinya sobat muda di sini tidak ada ya yg booking2 tempat duduk. Bagaimana dengan agt keluarga kita? Ah.... juga ga ada tuh.

SUARA UMAT - Gereja Katolik Milik Semua Umat

Menjelang hari raya Natal dan Paskah, gereja Katolik penuh sesak. Selain karena jam misa yang dipadatkan, umat Katolik yang datang hanya saat Natal dan Paskah juga memenuhi Gereja. Sebagai umat Gereja Katedral Jakarta saya selalu berusaha datang lebih awal karena biasanya 2 jam sebelum misa, antrian umat sudah mengulir panjang di pintu masuk gereja.

Ketika pintu dibuka, umat berlari-larian mencari tempat duduk. Kalau kita pergi ke bioskop aja sepertinya ga lari-larian deh. Saking serunya, kita sampai lupa memberi hormat pada Sakramen Mahakudus. Sedihnya saya yang tidak kebagian tempat duduk di dalam gereja melihat banyak bangku kosong yang di "booking" oleh umat yang duluan datang. Mirisnya ada yang menempatkan asisten rumah tangga nya untuk booking kursi duluan. Lebih miris lagi kalau ternyata "PEMILIK" bangku datang terlambat, atau beberapa menit sebelum Misa dimulai berseliweran hilir mudik mencari kursi yang telah di booking.

Suatu ketika saya pernah iseng bertanya kepada yang menjaga bangku, "Ibu, disini ada orangnya?". Jawabnya "Ada, nanti sebentar lagi datang, masih di jalan."

Sadarkah kita? Semua umat yang datang terlebih dahulu berhak untuk mendapatkan kursi. Kita tidak "membeli" kursi gereja untuk kita duduki. Atau kita tidak menyewanya supaya orang lain tidak bisa duduk disitu.

Saya sebagai seorang anak juga kerap kali mengingatkan ibu saya sendiri yang dulu s**a booking kursi. "Mama, kursi ini punya semua umat, kasihan mereka sudah datang duluan, tapi ga bisa duduk." Awalnya mama saya marah, tapi lambat laun mengerti juga dan sekarang kami rela duduk terpisah tidak 1 baris. Tidak lagi booking-booking kursi.

Yuk, biasakan untuk tidak booking kursi di gereja dan berbelarasalah pada umat, khususnya orangtua yang sudah datang terlebih dahulu.

- Deo Gratias -

Kapan terakhir sobat muda ngaku dosa?
25/02/2016

Kapan terakhir sobat muda ngaku dosa?

Halo Sobat YOUCAT,
Tantangan hari ini adalah:

"Mengaku Dosa"

Seberapa rutin kamu mengaku dosa? Kapan terakhir kali kamu mengaku dosa?

Seberat apapun dosa kita (YA! Kamu boleh bayangkan dosa yg SUPER berat!) atau dosa kita ringan (tapi berulang), Tuhan Yesus amat rindu mengampuni SEMUA itu dan memberi lagi kesempatan baru untuk hidup kudus.

Mari kita coba periksa batin kita:
Bagaimana hubunganku dengan Tuhan? Dengan diri sendiri? Dengan orang sekitarku: orang tua, saudara, teman, rekan kerja, bahkan musuhku? Atau dengan alam sekitar?
Apakah ada sesal akan suatu dosa yang masih mengganjal dalam hati kita?

Yuk jangan ragu untuk mengakukan dosa kita! Datanglah ke pastor terdekat dan mintalah pengakuan dosa. Beliau akan dengan senang hati melayanimu.

Ada tantangan buat sobat muda selama masa prapaskah ini.
13/02/2016

Ada tantangan buat sobat muda selama masa prapaskah ini.

Hai Sobat YOUCAT,
40 hari kita berpuasa dan pantang. Kali ini YOUCAT menantang kamu untuk melakukan ini!

40 hari niat baik ini, supaya masa pra paskah mu lebih bermakna..
Tag teman-temanmu yang membutuhkan

Hi hi hi sobat-sobat semua :D :DDalam rangka merayakan Valentine Day OMK Se-Paroki Santa Maria a Fatima Pekanbaru, akan ...
12/02/2016

Hi hi hi sobat-sobat semua :D :D

Dalam rangka merayakan Valentine Day OMK Se-Paroki Santa Maria a Fatima Pekanbaru, akan dilaksanakan misa dan acara kebersamaan pada :

Hari/Tanggal : Minggu,14Februari 2016
Pukul : 10.00 WIB-Selesai
Tempat : Gereja Katolik Stasi Santo Stefanus-Pantai Raja.

Dengan biaya kontribusi :
*Rp 20.000,- utk SMA
*Rp 25.000,- utl Mahasiswa/Pekerja
*dresscode sesuai dengan undangan dari Panitia OMK St.Stefanus (Pantai Raja) yang diberikan kepada teman-teman paroki/stasi.

Mari bergabung, kita rayakan Valentine Day bersama orang muda Katolik lainnya...Nambah teman, nambah kenalan, nambah relasi...sesuai pepatah banyak teman banyak rezeki enteng jodoh... :D

NB: Untuk orang muda di paroki yang ingin mendaftar, harap hubungi Sdri. Veronica Moyanti
No.HP 0823 8786 1868
BBM. 587949a8

25/12/2015

Kami Keluarga Besar OMK Paroki St. Maria A Fatima Pekanbaru mengucapkan Selamat Hari Natal 25 Desember 2015 kepada seluruh anggota OMK dimanapun berada.

Kiranya Natal membawa Damai, Sukacita, dan Berkat buat kita semua. Salam sejahtera. Tuhan memberkati.

Halo guysss!!! Ga terasa hari Natal yang kita nantikan, sudah dekat. Mari kita bersama-sama mengikuti perayaan misa di G...
24/12/2015

Halo guysss!!! Ga terasa hari Natal yang kita nantikan, sudah dekat. Mari kita bersama-sama mengikuti perayaan misa di Gereja kita tercinta Paroki St. Maria A Fatima Pekanbaru. Oh ya..sekedar menginformasikan jadwal misa sebagai berikut :

24 Desember 2015
*Misa Malam Natal I Pkl 19.00
*Misa Malam Natal II Pkl 22.00
(OMK tugas koor)

25 Desember 2015
*Misa Natal I Pkl 06.30
*Misa Natal II Pkl 08.30
*Misa Natal III Pkl 10.30
*Misa Natal IV Pkl 17.00
(OMK tugas parkir)

Don't miss it ya guysss!!

Ada seekor Siput yang selalu memandang sinis terhadap Katak. Suatu hari, Katak yang sudah kehilangan kesabarannya akhirn...
15/12/2015

Ada seekor Siput yang selalu memandang sinis terhadap Katak.
Suatu hari, Katak yang sudah kehilangan kesabarannya akhirnya berkata kepada Siput:

~Katak:
"Tuan Siput, apakah aku telah melakukan kesalahan, sehingga kamu begitu membenci aku???"

~Siput:
"Kalian kaum katak mempunyai. 4kaki dan bisa melompat ke sana ke mari. Tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah. Jadi saya merasa sangat sedih."

~Katak:
"Setiap Kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu selalu melihat Kegembiraan aku, tetapi kamu tidak melihat penderitaan aku (katak)."

~Tiba-tiba ada seekor Elang besar yang terbang ke arah mereka, Siput dengan cepat memas**an badannya ke dalam cangkangnya, sedangkan Katak dimangsa oleh Elang. Siput terharu...

Akhirnya Siput baru sadar, bahwa cangkang yang ia miliki bukanlah merupakan suatu beban, tetapi adalah merupakan suatu Kelebihannya atau Anugerah.

Untuk itu nikmatilah kehidupan Kita, tidak perlu Kita membandingkan dengan kelebihan orang lain. "KEIRIAN HATI Kita kepada orang lain hanya akan membawa lebih banyak PENDERITAAN untuk diri Kita Sendiri".

So, JADIKAN KEBERHASILAN ORANG LAIN SEBAGAI PEMANDU SEMANGAT DALAM MELALUI TAHAPAN HIDUP KITA. Smangattt buat teman-teman OMK :) :) Tuhan Memberkati....

Point terutama yang paling atas
15/12/2015

Point terutama yang paling atas

Hai, Sobat YOUCAT! Udah tau belum harus ngapain aja selama Tahun Yubileum Luar Biasa Kerahiman?

Address

Jalan Ahmad Yani No. 48
Pekanbaru
28134

Telephone

0761 21031

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when OMK Santa Maria A Fatima - Pekanbaru posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share