Perangkat yang dibutuhkan yakni sebuah mobil, seorang pengemudi dan seorang navigator (petunjuk arah) yang memenuhi kriteria tertentu. Kini sudah ada Indonesian Off Road Federation (IOF) Komisariat Daerah Riau, sebuah lembaga yang menaungi semua Club Off Road di Provinsi Riau. Bulan Februari 2002 lalu IOF Komda Riau didirikan dan dipimpin oleh Toto Mayori saat diadakannya event Off Road di Ibukota
Kabupaten Kampar - Bangkinang. Di kawasan Riau saat ini ada 15 (lima belas) Club yang dibawahi IOF Komda Riau :
Pekanbaru : Riau American Jeep, Jimmy Club, Riau Off Road Club, Blue White Club, Land Rover Club Riau, Telkom Jeep Club, Galileo Jeep Club, Taft Diesel Indonesia dan Trail Adventure Pekanbaru (motor). Sedangkan daerah lain di luar Pekanbaru ada Dumai Off Road Club, Duri Off Road Club, Duri Land Cruisser Club, Bangkinang Lakkeko, Double Gardan Bangkinang dan Rengat Jeep Community. “Sekarang tambah banyak club-nya karena sudah ada tempat latihan yang baru dibuat dan setiap bulan diadakan 1X Adventure dan 1X Exhebisi (Event) ” ujar Agus Purnomo, Sekretaris Umum IOF. Tapi yang biasa dipakai mobil berpenggerak 4 x 4. Mobil off road ini juga dibagi atas beberapa cc atau daya, ada yang di bawah 2500 cc, ada juga di atas 2500 cc. Kelasnya juga terbagi lima, yaitu kelas 3000 cc, dan kelas bebas (unlimited). Bagi Eddy, Ketua Divisi Adventure Riau American Jeep, itu semua tidak penting. “Yang terpenting keamanan berkendara,” ujar lelaki yang juga seorang pecinta jip ini. Ia telah mengenal dunia off road sejak lulus Sekolah Menengah Kejuruan. Ia juga seorang mekanik di bengkel miliknya. Ia pun pernah tujuh kali menang di berbagai lomba off road. Namun kemenangan tak begitu penting baginya. “Yang paling membanggakan kalau mobil yang kita modif nggak ada masalah dari awal hingga akhir pertandingan,” ujar alumnus SMK Muhammadiyah ini. Off Road mengenal dua pola pertandingan, Country Road (CR) dan Special competition stage (SCS). Bedanya, CR bermain di arena luas (hutan dan sungai) dengan dibekali peta tulip dengan arah dan petunjuk dalam jangka waktu tertentu, sedangkan SCS arena permainannya tak begitu luas disertai beberapa petunjuk, namun banyak rintangan (handy cap) yang harus dilalui. “Yang melintas pertama kadang2 akan beruntung karena jalan masih bagus, tapi kadang2 peserta terakhir yg akan diuntungkan karena handycapnya sudah tidak extreme lagi” ujar Eddy Black – sapaan akrab Eddy. Otomatis dalam Off Road tak hanya kepintaran menyetir yang diuji, teknik menentukan jalan dan kekuatan mobil juga turut mempengaruhi kemenangan. “Faktor keberuntungan 50 persen, kekuatan mobil 20 persen, kepintaran menyetir 10 persen, dan navigator 20 persen,” ujar Edy Black. Riau boleh dikatakan ‘anak kemarin sore’ di dunia Off Road. Namun untuk urusan prestasi, tak bisa dianggap sepele. Beberapa club sudah banyak memenangkan berbagai lomba baik di lokal Sumatra maupun Event Nasional. Tahun 2004 lalu, IOF KOMDA Riau menyelenggarakan dua perlombaan : Bhayangkara dan Wirabima. “Hadiah paling besar yang pernah diterima Off Roader berupa mobil dan motor,” ujar Agus Purnomo. Kini, IOF Komda Riau sedang sibuk mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan lomba Riau Challenges sekitar bulan Juni 2010.