THE FKTR CONNECTION

THE FKTR CONNECTION THE FKTR CONNECTION menghubungkan para pengurus, anggota dan simpatisan Forum Kajian Tazkiyatur Ruha

kisah teladan  #90*RUMAH KUNO DI POROS BUMI*Dari ayat yang terdapat dalam surat Ali Imran, dapat diketahui bahwa ternyat...
09/04/2024

kisah teladan #90

*RUMAH KUNO DI POROS BUMI*

Dari ayat yang terdapat dalam surat Ali Imran, dapat diketahui bahwa ternyata Ka'bah sudah berumur sangat tua sehingga dinamakan juga Baitul 'Atiq atau Rumah Kuno, karena Ka'bahlah yang didirikan mula-mula sebagai bangunan tempat ibadah.

Ka'bah sudah ada sebelum Nabi Adam muncul di muka bumi, dan sudah dipergunakan oleh para malaikat untuk thawaf dan ibadah.
Ketika Adam dan Hawa diusir keluar dari taman surga, mereka bertemu di padang Arafah dalam rangka menunaikan ibadah di tempat Ka'bah berdiri.

Ka'bah kemudian hanyut dan runtuh akibat taufan serta banjir pada zaman Nabi Nuh.
Baru dibangun kembali pada masa Ibrahim.

Bersama dengan putranya, Ibrahim memperbaiki Ka'bah sampai berdiri kokoh kembali.
Namun ada bagian lowong yang tidak dijumpai reruntuhannya, mungkin terbawa air bah yang dahsyat dulu.

Untunglah tatkala mereka sedang kesulitan mencari-cari, Ismail menemukan sebuah batu hitam yang indah, Hajar Aswad, yang ternyata persis masuk di tempat lowong tersebut.
Saking gembiranya sampai tak sadar Ismail mencium batu itu berulang-ulang kali.
Ibrahim ayahnya juga melakukan perbuatan yang sama.
Inilah asal mula disunahkan mencium Hajar Aswad bagi para haji.

Ibrahim dan Ismail adalah orang pendatang.
Sebab penghuni asli tanah Hijaz merupakan bangsa tersendiri, yaitu bangsa Jurhum.
Namun karena kemudian Ismail yang orang Kanaan itu mengawini salah seorang putri asli, dan beranak-pinak dengan subur, maka muncullah keturunan Ismail yang menganut agama Ismail dari ajaran yang melengkapi agama bapaknya, Ibrahim.

• • •

Ibadah haji sudah dilakukan sejak dahulu kala dan merupakan ibadah tauhid yang tidak mengandung kemusyrikan atau khurafat yang menyeleweng.
Sampai akhirnya pengelolaan atas Baitullah itu diserahkan kepada seorang hartawan terkemuka, Amar bin Lahyin.
Dia orang berpengaruh dan dermawan.
Pernah ia memberi pakaian di samping makanan kepada ribuan jamaah haji serta menyembelih 10.000 ekor sapi untuk kepentingan mereka.

Akibat kebaikannya itu menyebabkan Amar bin Lahyin dianggap makhluk suci.
Terhadap anggapan ini Amr bin Lahyin merasa sangat s**a cita, dan ia begitu melambung dalam pujian serta penghormatan masyarakat.
Ia bahkan yakin sekarang bukan lagi Ka'bah yang merupakan Kiblat bagi hubungan manusia dengan Tuhan, karena ia mulai merasakan dirinya sebagai kiblat dari kedatangan manusia yang berduyun-duyun ke Mekah.
Ia merasa dirinya menjadi sangat penting dan seolah-olah yakin tidak akan pernah tertimpa derita atau kesakitan sebagaimana dialami manusia lain.
Masyarakat begitu p**a anggapannya kepada Amar.
Tragisnya ia sangat terpengaruh dan berubah wataknya lantaran anggapan itu.
la malah mempercayai dan menyebarkan takhyul-takhyul.

• • •

Pada suatu hari Amar bin Lahyin jatuh sakit.
Menurut kabar di Balqan Palestina terdapat sumber air panas yang bisa menyembuhkan segala penyakit.
Ia diiringkan pengikutnya pergi ke tempat itu dan secara kebetulan penyakitnya sembuh seketika.

Amar bin Lahyin mendapati orang-orang setempat menyembah berhala-berhala.
la pun bertanya,
_"Apakah ini?"_

Mereka menjawab,
_"Berhala. Kami meminta hujan bahkan meminta menang perang kepadanya. Permintaan kami selalu dikabulkan."_

Amar bin Lahyin sangat tertarik.
Lalu ia minta diberi salah satu berhala yang mereka sembah.
Ia memperoleh berhala terbesar yang bernama Hubal.
Oleh Amar bin Lahyin berhala itu dipajang di Ka'bah.
Lantas ia mengimpor berhala-berhala lain dari negeri-negeri yang berbeda untuk mendapatkan keberkahan yang lebih banyak, katanya.
Sehingga Ka'bah sarat sekali dengan ratusan patung berhala.
Sebab para jamaah haji pun ikut-ikutan memajang sesembahan suku atau negerinya di Ka'bah, tidak mau kalah dengan golongan lain.

• • •

Menjelang kelahiran Nabi, Yaman yang berada dalam kekuasaan Negus atau Hajasyi dari Habsyi atau Ethiopia.
Sebagai wakil Negus di Yaman diangkatlah seorang panglima yang ambisius.
Abraham bin Arsyam.
Ketika beberapa waktu kemudian dia diperintahkan oleh Negus untuk menyerbu Ka'bah dalam rangka menghancurkan berhala-berhala syirik yang bertentangan dengan ajaran Nasrani Timur yang dipeluk oleh Negus dan masih berkeyakinan tauhid, kesempatan itu dimanfaatkan oleh Abrahah untuk melaksanakan keinginannya.

la mau mengubah kiblat rakyat Arab ke Shan'a ibu kota Yaman.
Untuk itu ia telah mendirikan gereja besar yang diberi nama Quraisy, buat mengambil simpati bangsa Quraisy di daratan Arab.
Karena tidak berhasil dengan cara itu maka ia berniat menghancurkan Ka'bah dan meratakannya dengan tanah.

Berangkatlah Abrahah membawa tentara sebanyak 60.000 infantri dan ribuan lainnya kavaleri bergajah.
Sepanjang perjalanan ia mendapat perlawanan hebat dari penduduk negeri-negeri yang dilewati kecuali di Thaif yang masyarakatnya menyambut ramah.

Sebelum memasuki Mekah mereka berkemah di luar kota untuk istirahat dan memata-matai situasi dalam kota.
Mereka sempat merampok 400 ekor unta milik Abdul Muthalib kakek Nabi yang waktu itu berkedudukan sebagai pemimpin suku Quraisy, dan penguasa yang mengelola Ka'bah.

Kurir Abrahah mendatangi Abdul Muthalib untuk menyampaikan tantangan.
Apabila penduduk Mekah hendak melawan supaya segera bersiap-siap.
Abdul Muthalib bukannya mempersiapkan tentara, malah menyuruh rakyatnya mengungsi atau menyingkir dari Mekah.
Kemudian ia berangkat menghadap Abrahah di kemahnya.

Sebagai kepala suku ia disambut baik juga oleh Abrahah.
Panglima Nasrani itu menanyakan maksud kedatangannya.
Abdul Muthalib menjawab bahwa ia hendak meminta kembali unta yang dirampas anak buah Abrahah.

Abrahah tertawa mengejek,
_"Ka'bah akan segera kami hancurkan. Engkau datang hanya untuk meminta untamu? Di mana kejantananmu?"_

Dengan tenang Abdul Muthalib menyahut,
_"Tentu saja. Sebab unta itu kepunyaanku dan menjadi tanggung jawabku. Sedangkan Ka'bah adalah milik Allah. Dialah yang akan melindungi keselamatannya."_

Pernyataan Abdul Muthalib ini terbukti kemudian dengan hancurnya tentara Abrahah oleh burung-burung Ababil yang datang dari langit sebagaimana diabadikan dalam surat Al-Fiil.

_"Tidakkah kau lihat betapa dilakukan Tuhanmu terhadap pas**an bergajah? Tidakkah Tuhanmu menjadikan daya upaya mereka sia-sia belaka? Dan dikirimkan-Nya atas mereka burung-burung Ababil, yang melontari mereka dengan batu-batu penuh wabah? Maka dijadikan-Nya mereka bagaikan daun-daun dimakan ulat.”_

• • •

Walaupun Ka'bah telah selamat dari angkara murka manusia, Ka'bah terpaksa roboh juga oleh erosi usia.
Sudah lama rusak bangunannya oleh gerogotan alam, lantaran Ka'bah juga makhluk Tuhan.
Masyarakat ingin memperbaiki tetapi mereka tidak berani.
Takut kuwalat.

Barulah tatkala di Jiddah kebetulan ada sebuah kapal Romawi yang terdampar kandas, dipimpin oleh Baqum yang ahli pertukangan, maka ia diminta oleh penduduk Quraisy untuk memperbaiki Ka'bah bersama seorang tukang bangsa Qibty yang tinggal di Mekah.

Orang Quraisy baru berani membantu tatkala pemimpin mereka Walid bin Mughirah terjun sendiri dan ternyata tidak terjadi bencana atasnya.
Untuk biaya mereka hanya mengambil dari harta yang halal, padahal penghasilan orang Quraisy kebanyakan haram semua.
Jadinya Hijir Ismail hanya diberi dinding sekadarnya saja.
Kesulitan terjadi ketika para pemimpin kabilah saling berebut untuk mengangkat Hajar Aswad sampai mereka menghunus pedang masing-masing.

Nyaris berkecamuk pertumpahan darah seandainya tidak muncul Muhammad yang kala itu baru berusia 35 tahun.
Karena kejujuran dan terpercayanya, Muhammad diminta menghakimi.
Hajar Aswad ditaruh di atas selembar kain yang lebar dan diangkat bersama-sama oleh para pemimpin kabilah itu.
Keutuhan dan kerukunan suku Quraisy terjaga kembali.

Sejak itulah Muhammad makin menanjak namanya di kalangan bangsa Arab sebagai tokoh muda yang tidak menonjol-nonjolkan diri, namun memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan yang tinggi.

~^°^~

kisah teladan  #89 *BAHAGIA DALAM ISLAM*Di Amerika ada seorang bintang cantik yang jadi pujaan segala macam tingkatan ma...
08/04/2024

kisah teladan #89

*BAHAGIA DALAM ISLAM*

Di Amerika ada seorang bintang cantik yang jadi pujaan segala macam tingkatan manusia.
Namanya Jodie Foster.
Ia dilimpahi harta kekayaan yang juga melimpahi ibunya, Nyonya Foster.
Tetapi perempuan separo baya itu tidak merasakan ketenteraman dan selalu gelisah.
Malah nyaris ia ingin melakukan bunuh diri.

Pada suatu hari, tanpa sengaja ia membuka-buka sebuah buku aneh yang berjudul The Glorious Qur'an.
Membaca kalimat pertama ia tidak mengerti maksudnya.
Tetapi setelah beberapa halaman ditekuninya, ia makin tertarik dan merasakan kedamaian tanpa batas.
Akhirnya dibelinya buku itu lalu dipelajarinya dengan tekun.
Sesudah yakin akan kebenarannya, ia pun lantas masuk Islam dan menikmati kedamaian yang indah di dalam Islam.

• • •

Demikian p**a yang dialami Profesor muda, Miss Samiah Karberain, yang dilahirkan di Distrik Cambridge, Britania Raya.
Iseng-iseng ia membaca beberapa halaman Al-Qur'an.
Dengan rasa takjub hampir ia tidak bisa percaya, bahwa dalam kitab tua yang diturunkan pada abad ke-VII Masehi itu tercantum beberapa penjelasan yang tepat mengenai pengetahuan yang menyangkut geografi dan biologi.
Karena dua macam ilmu itu merupakan keahliannya, akhirnya ia masuk Islam pada tahun 1978 di mesjid kota London.

• • •

Adapun Marmaduke Pickthall lain p**a ceritanya.
Ia ingin menerjemahkan Al-Qur'an ke dalam bahasa Inggris untuk menyebarkan kelemahan dan cacat-cacatnya.
Ia lalu mempelajari bahasa Arab sampai matang.
Sesudah itu dikerjakannya penerjemahan Al-Qur'an siang malam.

Belum sampai sepertiga, ia sudah terpukau oleh keindahan Al-Qur'an dan keagungan maknanya.
Ia lantas masuk Islam, dan namanya menjadi Muhammad Mermaduke Pickthall.
Dalam pernyataan yang ditulisnya sebagai Mukadimah buku The Meaning of The Glorious Quran, ia mengatakan,
_"Buku ini telah diterjemahkan hampir kata per kata. Segala daya upaya telah dilakukan untuk memilih penggunaan bahasa yang setepat-tepatnya. Namun hasilnya tetap bukan Al-Qur'an yang mulia. Suatu simponi yang tidak tertandingi keindahannya, yang desah nadanya saja mampu menghanyutkan manusia ke dalam simbahan air mata._

• • •

Sedangkan pendeta dan ahli teologi dari Jerman bernama Johannes Lehmann masuk Islam pada tahun 1968 dari pengamatan teologis, bahwa akidah tauhid yang diungkapkan oleh Al-Qur'an begitu mudah, masuk akal, dan tidak rumit.
Orang tidak perlu berputar-putar untuk mengetahui dan meyakini siapakah Tuhannya.

• • •

Pastor Katholik dari Manila bernama Lauroi de Leon sempat menggegerkan masyarakatnya karena ia memeluk Islam pada tahun 1953.
Ia lalu mendirikan organisasi dakwah yang disebut Convertsto Islam Society of The Philippines atau disingkat menjadi Convislam.

Dalam perkembangannya hingga saat-saat terakhir, Convislam telah mempunyai sepuluh ribu anggota lebih yang semuanya adalah para mualaf.

• • •

Karena di dalam Al-Qur'an terdapat segala masalah dibicarakan secara benar, termasuk masalah gaya tarik matahari.
Stephen Prowse akhirnya memutuskan untuk memilih Islam sebagai agamanya.
Ia adalah sarjana elektro dari Lembaga Voluntary Service Overseas, London.

• • •

Noa Jo Ann Gilrease kelahiran Fort Worth, Texas, yang tadinya di samping guru Injil pada sekolah Minggu, juga pianis dan pemimpin musik pada gereja Baptis di kotanya.
Ia masuk Islam setelah mengenyam pendidikan Kristen Baptis Fundamental selama dua puluh tahun dan menjadi guru Injil selama sepuluh tahun.
Kini ia merasa bahagia sebagai Muslimat.

• • •

Margaret Marcus adalah wanita Yahudi yang fanatik.
Namun setelah berkenalan dengan AlQur'an, ia tunduk di bawah kedamaian Islam dan menulis dalam bukunya yang berjudul Islam VS The West,
_"Meskipun Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab kepada Nabi yang berbahasa Arab, namun ajarannya berlaku untuk seluruh umat manusia._

~°^°~

kisah teladan  #88*JANGAN ASAL MEMBEBEK*Pada zaman bioskop menjual karcis separo harga untuk para anggota tentara dan po...
07/04/2024

kisah teladan #88

*JANGAN ASAL MEMBEBEK*

Pada zaman bioskop menjual karcis separo harga untuk para anggota tentara dan polisi, calon-calon penonton sebuah film India berjubel di depan loket.
Seorang haji yang baru pertama kali mengunjungi kota besar, ikut antri di belakang seorang tentara dan polisi.
Tiba giliran tentara dilayani, ia berkata,
_"Tentara dua."_

Sesudah diberi tiket dan membayar, tentara itu keluar barisan.
Lalu polisi pun menyodorkan uangnya dan berkata,
_"Polisi tiga."_

Sampailah sekarang giliran Pak Haji dari kampung itu.
la berkata,
_"Haji satu. Jangan banyak-banyak."_

Maka untuk Pak Haji pun diberikan sebuah tiket.
Setelah itu, mengikuti yang lain-lain, ia pun menyerahkan karcisnya kepada portir, petugas bioskop tersebut.

Oleh portir, karcis itu disobek.
Pak Haji terperanjat.
Ia mengomel sendirian.
_"Kurang ajar. Karcisku tidak terpakai, disobeknya."_

Maka ia antri kembali dan membeli tiket selembar lagi.
Setelah ia menuju ke portir dan kembali karcisnya disobek, ia mengumpat dalam hati,
_"Kurang ajar. Disobek lagi karcisku. Tapi aku bukan orang bodoh. Aku akan beli karcis dua. Yang satu akan kusembunyikan."_

Lantas Pak Haji membeli dua karcis.
Tatkala karcis yang satu disobek portir, sedang yang satu disembunyikannya dan tidak disobek, haji itu tertawa gembira,
_"Nah, engkau kena tipu."_

• • •

Di dalam bioskop, orang sudah duduk di kursi masing-masing.
Sesuai kebiasaan di kampungnya, ia menyalami mereka satu persatu, barulah kemudian ia duduk di bangku paling depan, meskipun karcisnya kelas utama di balkon.
Haji itu menggumam,
_"Paling afdal kan berada di saf yang paling depan? Pahalanya lebih besar._

Sebelum film diputar, ditayangkan dulu film cerita yang dibuat oleh PFN, Produksi Film Negara.
Lambangnya adalah gambar bola dunia.
Haji itu dengan s**acita berseru,
_"Oh, rupanya rapat NU."_

NU adalah Nahdlatul Ulama yang lambangnya juga bola dunia diikat tambang.
Waktu itu NU merupakan suatu partai politik besar di samping Masyumi, PNI, dan PKI.

Kebetulan yang muncul mula-mula gambar Presiden Soekarno sedang berpidato.
Haji itu kian gembira:
_"Hebat. B**g Karno ikut menyambut rapat NU."_

• • •

Untung sesudah itu ia tertidur sampai pemutaran film India berakhir.
Sehingga dengan lega Pak Haji p**ang tanpa menyaksikan goyang pinggul bintang-bintang film India dalam cerita yang berjudul _Laila Majnun_ itu.

~°^°~

Kisah Teladan  #87*BUKAN TEMPATNYA*Terrnasuk zalim adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Misalnya sapu dileta...
07/04/2024

Kisah Teladan #87

*BUKAN TEMPATNYA*

Terrnasuk zalim adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.
Misalnya sapu diletakkan dalam lemari pakaian.
Atau memakai dasi tetapi lidak memakai baju.

Adil bukanlah berarti sama rasa sama rata.
Bukanlah memberi semua orang dengan yang sama, łnelainkan memberi setiap orang sesuai dengan kebutuhan dan haknya.

Tuhan pun menetapkan perintah dan larangan diselaraskan dengan kemampuan manusiawi hamba-Nya, dan kesanggupan alamiah makhluknya.

Sungguh tidak bertanggung jawab, kalau hendak menyuguhi makan tamu kebetulan tidak ada mangkok tempat sayur, lalu mengambil pispot sebagai gantinya, walaupun pispot itu baru dibeli dari toko, dan sama sekali belum pernah dipergunakan.
Sebab pispot adalah untuk wadah najis.

• • •

Seorang petani bodoh akan naik kereta api,
Menurut kebiasaan di kampungnya, kalau akan memasuki rumah orang, diadatkan untuk membuka sandal atau sepatu.
Petani tersebut lalu melepas sandalnya pada waktu akan menaiki tangga kereta api menuju ke Jakarta.
Sandalnya ditinggalkan di emplasemen stasiun Tegal.
Pada saat turun di stasiun Senen, ia mencari-cari sandalnya di emplasemen.
Tentu saja sandalnya tidak terbawa.

Dengan bersungut-sungut ia mengomel,
_"Kurang ajar. Sandalku ada yang mengambil. Keterlaluan. Orang kota jahat-jahat."_

la sebetulnya tidak patut menyalahkan orang lain.
la menderita kerugian lantaran kebodohannya.
Memang mencari kambing hitam amat mudah.
Jauh lebih gampang bila dibandingkan harus mencari kuman di mata sendiri.

• • •

Semasa jadi Khalifah, pemimpin umat dan negara, Umar bin Khathab menyediakan buku catatan amal.
Setiap hari Jumat diperiksanya.
Jika ia menjumpai perbuatan buruk dalam catatannya, ia mengambil cemeti dan dicambuknya punggung sendiri sampai menghitam.

Pada waktu meninggal dunia, saat jenazahnya akan dimandikan, orang melihat di punggung Umar bin Khathab penuh dengan bekas-bekas pukulan berwarna hitam meratai sekujur badannya.

Di masa hidupnya, apabila mendengar ayat tentang azab dan neraka, Umar bin Khatab menangis tersedu-sedu.

Berbuat benar bukanlah tidak pernah berbuat salah.
Berbuat benar adalah menyesal andaikata berbuat salah, dan berniat tidak akan mengulangi kembali kesalahan itu.

~°^°~

kisah teladan  #86*TEKA-TEKI TIDAK BERJAWAB*Dr. Andrew Conway Ivy mengatakan, _"Boleh saja orang menangkal adanya Tuhan ...
05/04/2024

kisah teladan #86

*TEKA-TEKI TIDAK BERJAWAB*

Dr. Andrew Conway Ivy mengatakan,
_"Boleh saja orang menangkal adanya Tuhan dengan mulutnya, sebab lidah tidak bertulang. Tetapi para Atheis semacam Karl Marx dan Engels tidak pernah memiliki bukti yang rasional untuk mendukung pengingkaran mereka terhadap wujud Tuhan. Selama ini, bukti-bukti yang dapat ditemui justru menguatkan keyakinan tentang ada dan berkuasanya Tuhan secara mutlak."_

• • •

Karl Marx, anak seorang rahib Yahudi yang kemudian jadi pendeta itu, terkenal sebagai pemuka kaum Atheis, yang sepanjang hidupnya dipenuhi dengan usaha menghapus Tuhan dari kehidupan umat manusia.
Namun dalam keadaan sekarat menjelang kematiannya, dengan wajah ketakutan, ia menjerit-jerit sambil menyebut-nyebut nama Tuhan.

• • •

Seorang anak balita bertanya kepada bapaknya,
_"Pak, lebih dulu mana ayam dibandingkan telur?"_

Tanpa berpikir bapaknya menjawab pertanyaan yang mudah itu,
_"Ayam kan datangnya dari telur. Tentu saja lebih dulu telur daripada ayam."_

_"Telurnya dari mana, Pak?"_

_"Dari ayam."_

_"Jadi, lebih dulu mana ayam daripada telur?"_

_"Iya ya. Lebih dulu ayam kalau begitu."_

_"Ayamnya dari mana?"_

_"Dari telur."_

_"Jadi?"_

Jika diusut terus-menerus, berlembar-lembar halaman buku pun tidak akan dapat memberikan jawaban yang memuaskan.
Tetapi dengan iman kepada Tuhan, jawaban tersebut dapat langsung dipungkasi kepada Tuhan, sebagai asal dari segala kejadian.

• • •

Seorang kiai yang baru saja menceritakan perihal keadaan neraka dan surga kepada sejumlah jamaah pendengarnya, ditanya oleh seorang lelaki muda bermata beringas.
_"Kiai. Boleh saya bertanya?"_

_"Silakan,"_
jawab Kiai.

_"Dari tadi Kiai bercerita begitu terang benderangnya mengenai surga dan neraka, apakah Kiai sudah pernah ke sana?"_

Meskipun perih, dengan ramah kiai itu menjawab sejujurnya,
_"Belum. Saya belum pernah ke sana."_

Laki-laki muda itu lantas mengomel,
_"Belum pernah ke sana, ceritanya seperti sudah pernah ke sana?"_

Kiai tetap bersikap ramah walaupun hatinya amat mendongkol.
Dengan lembut kiai bertanya,
_"Bagaimana dengan Saudara?"_

_"Maksud Kiai?"_

_"Saudara percaya atau tidak, akan adanya surga dan neraka?"_

Dengan sombong laki-laki muda itu menyahut,
_"Tidak. Saya tidak percaya. Di sana tidak ada apa-apa. Tidak ada surga. Tidak ada neraka. Manusia kalau sudah mati habis perkara. Tidak ada apa-apa lagi."_

Kiai kemudian bertanya,
_"Saudara yakin bahwa di sana tidak ada surga dan tidak ada neraka?"_

_"Yakin betul."_

_"Saudara yakin betul di sana tidak ada surga dan neraka, apakah Saudara sudah pernah ke sana?"_

_"Belum,"_
jawab anak muda itu terlengak.

_"Belum pernah ke sana, seolah-olah sudah pernah ke sana."_

Akhirnya laki-laki muda itu mengakui kekeliruan dan kesesatannya.
Karena memang demikian kenyataannya.

Yang percaya bahwa di sana ada alam keabadian dengan surga dan nerakanya, belum pernah ke sana.
Yang percaya di sana tidak ada apa-apa, juga belum pernah ke sana.

_"Bukankah jika direnungkan, lebih baik percaya daripada tidak percaya?"_

~°^°~

kisah teladan  #85*SYAIKH SITI JENAR*Dia adalah seorang zahid ahli tasawuf dari Parsi. Nama aslinya Sidi Dzinnar, artiny...
04/04/2024

kisah teladan #85

*SYAIKH SITI JENAR*

Dia adalah seorang zahid ahli tasawuf dari Parsi.
Nama aslinya Sidi Dzinnar, artinya Tuan yang memiliki api.
Dalam lidah Jawa akhirnya menjadi Siti Jenar.
Kedatangannya di tanah Jawa mula-mula disambut gembira, karena dia seorang alim yang tekun.
Para wali mengangkat saudara kepadanya.
Bagi mereka tasawuf adalah suatu aliran dalam Islam yang dapat dipergunakan untuk melancarkan dakwah bagi orang yang tadinya menganut agama Budha dan Hindu.
Mereka juga mengikuti paham itu dalam batas-batas yang tidak bertentangan dengan syariat.

Maka Syaikh Siti Jenar diberi keleluasaan dan dibantu untuk menyebarkan pahamnya.
Ia bebas keluar masuk istana dan daerah-daerah kekuasaan Demak seperti wali-wali lainnya.
Nama Syaikh Siti Jenar ditransformasikan menjadi arti Jawa Syaikh Lemah Bang.

Ajarannya cepat memperoleh banyak pengikut.

Bahkan Bupati Pengging, Ki Kebo Kenanga, menjadi salah seorang penganut paham Syaikh Siti Jenar yang amat setia.
Daerah Panjang dan sekitarnya menyambut dengan antusias.
Namun Sunan Kudus mulai menampakkan tanda yang kurang beres.
Suluk-suluk itu tampaknya akan bisa berbahaya.
Karena Syaikh Siti Jenar membawa ajaran yang sepaham dengan Al-Hallaj (858-992 M).
Amalannya, aku adalah kebenaran abadi, aku adalah Dzat Ilahi, Allah berada di dalam aku sebagaimana aku berada di dalam Allah.
Ini adalah ajaran Wihdatul Wujud manunggaling kawula dan gusti, yang hanya bisa diresapi oleh orang-orang yang sudah makrifat, kaum khawashul-khawash.
Sunan Kudus buru-buru memperingatkan Raden Fatah.
Namun Sultan menganggap keadaan jangan dipergawat dulu dengan pertentangan-pertentangan di dalam sebab Demak masih menghadapi perjuangan yang lebih berat,
yakni menjadikan Demak sebagai kerajaan Islam terbesar di Asia Tenggara,
untuk mendukung dakwah dan agama.

Akibatnya Syaikh Siti Jenar makin berani berterang-terangan membuka rahasianya.
Di depan murid-muridnya ia berkata :

_"Syaikh Lemah Bang Yektinipun,_
_ing kene ora ono,_
_amung pangeran sejati . . . "_

Lebih tegas ia menyatakan :

_"Awit Syaikh Lemah Bang iku,_
_wajahing pangeran jati,_
_nadyan sira ngaturana,_
_ing pangeran kang sejati,_
_lamun Syaikh Lemah Bang ora,_
_mangsa kelakon yekti . . . . "_

Sunan Kudus sekali lagi melihat bahaya mengancam,
ketika dirasakannya akibat ajaran Siti Jenar,
kepatuhan sementara punggawa kepada Sultan semakin mengendor.
Militasi dan disiplin yang diperlukan dalam membina kekuatan telah goyah akibat masing-masing pribadi mempunyai kebebasan mutlak tanpa kekuasaan tunduk kepada orang lain.
Suatu penghayatan yang salah dari ajaran Siti Jenar yang sebenarnya.
Pengikut Siti Jenar banyak yang meremehkan syariat,
termasuk perintah jihad,
karena mereka berpendapat,
Tuhan yang bersatu dengan aku tidak memerlukan formalitas,
yang penting gerak batin.
Jihad bukanlah dengan sengaja,
tetapi memerangi hawa nafsu dan menyingkirkan diri dari duniawi.

Ki Kebo Kenanga,
Bupati Pengging,
dipanggil menghadap ke Demak untuk mempertanggungjawabkan kepercayaan yang dianutnya.
Di muka para wali ia diminta bertobat dari kesesatannya agar tidak membentangkan paham yang dianutnya kepada rakyat umum,
terutama untuk mencegah pengaruh buruk yang akan menimpa masyarakat luas.
Padahal Demak sedang menghadapi ancaman dari kanan-kiri,
baik dari kaum pembangkang di sebelah barat dan timur,
maupun Portugis di lautan.
Demak memerlukan jiwa para pejuang yang dilandasi ketaatan terhadap hukumhukum syariat,
termasuk kewajiban berjihad.

Ki Kebo Kenanga alias Ki Ageng Pengging tetap bersikeras pada pendiriannya.
Maka dengan terpaksa sekali dijatuhkanlah hukuman mati atasnya dalam suatu sidang yang dipimpin oleh Sunan Kudus,
sesuai usul Sunan Kalijaga yang disetujui oleh Sunan Giri.

Setelah itu diputuskan p**a hukuman yang sama kepada gurunya,
Syaikh Siti Jenar,
karena dia inipun tidak bersedia mengekang dirinya agar pahamnya itu tidak disebarluaskan ke masyarakat umum.
Sudah digelarkan betapa ajaran tersebut telah mengakibatkan banyak rakyat yang menolak patuh kepada perintah pimpinan,
lantaran mereka beranggapan mempunyai hak mutlak atas dirinya masing-masing.
Mereka menganggap sebagai insan kamil,
manusia sempurna yang harus menolak kewibawaan orang lain,
meskipun terhadap sultan,
guru atau pemimpin.
Dapatkah Demak menggerakkan kekuatan kalau wibawanya tidak ditaati oleh rakyatnya?

Syaikh Siti Jenar pun memilih mati daripada menghentikan kegiatannya.
Ia mengerti pengaruh jelek yang ditimbulkan oleh pahamnya.
la mengakui,
ajarannya telah menyebabkan banyak akibat buruk yang merongrong semangat perjuangan rakyat.
Tapi ia menganggap,
kewajiban menyampaikan terus paham itu,
tidak boleh dihentikannya.
Adapun akibat buruk itu bukan kesalahannya,
hanya kebodohan orang yang menerima ajarannya saja.

Karena itulah satu-satunya jalan,
Sunan Kudus memerintahkan hukuman mati atas diri Syaikh Siti Jenar.
Bukan karena benci,
atau memusuhi ajarannya.
Tapi lantaran mengambil suatu alternatif,
Lebih baik
menumpas madlarat yang lebih besar daripada mempertimbangkan manfaat yang lebih kecil.

Maka, tatkala pelaksanaan eksekusi itu dijalankan,
pada hakikatnya yang dibunuh bukan Syaikh Siti Jenar, tapi pengaruh sesat dari ajarannya.
Wali ini pun dengan ikhlas menerima keputusan itu, sebab ia yakin dengan demikian akan bertemu dengan Tuhannya.
Demikian p**a Sunan Kudus, setelah peristiwa tersebut terjadi, ia berkata dengan penuh kepercayaan,
_“Siti Jenar kafir di kalangan manusia, tapi mukmin di hadapan Allah.”_
Ucapan itu menirukan dan membenarkan apa yang dikatakan oleh Sunan Giri pada saat kepala Syaikh Siti Jenar terpisah dari badannya.

~^°^~

kisah teladan  #84*SUNAN KUDUS*Ketika Raden Rahmat atau Sunan Ampel akan berangkat ke Surabaya, ia sempat bertemu dengan...
02/04/2024

kisah teladan #84

*SUNAN KUDUS*

Ketika Raden Rahmat atau Sunan Ampel akan berangkat ke Surabaya, ia sempat bertemu dengan Maulana Ibrahim Asmarakandi, seorang pedagang Parsi keturunan Samarkand yang giat menyebarkan dakwah dalam usianya yang sudah lanjut sekali.
Pedagang ini mempunyai cucu laki-laki dari anaknya yang bernama Raden Pandeta.
Cucu itu adalah Raden Usman Haji bergelar Sunan Ngudung dan berkedudukan di Jipang Panolan sebelah utara Blitar.
Dari Raden Usman Haji inilah lahir Dewi Sujinah istri Sunan Muria, dan Ja'far Shadik yang lebih tenar dengan julukan Sunan Kudus.

Sebagai keturunan seorang pengembara yang menghabiskan waktunya untuk agama, Sunan Kudus mewarisi sifat itu juga.
Dari muda ia berkelana ke seluruh pelosok sampai akhirnya tiba di Kudus.
Waktu itu yang berpengaruh di daerah tersebut adalah seorang kakek tua bernama Mbahter Kyai Telingsing, nama aslinya The Ling Sing, putra seorang pemahat Cina Muslim dari aliran Sun Ging.

Kyai Telingsing disegani oleh segenap rakyat, karena kakek tersebut terkenal mempunyai kebijaksanaan dan kesaktian.
Sebagai seorang arif yang banyak pengalaman, begitu Sunan Kudus tiba dan bertatapan mata dengannya, tahulah dia bahwa sudah waktunya menyerahkan kota Kudus kepada angkatan muda.
Pilihannya jatuh kepada anak muda itu, Ja'far Shadik.
Semenjak itulah namanya menjadi Sunan Kudus.
Dialah yang memelopori penyebaran Islam di seluruh bagian utara Jawa Tengah.
Ketinggian ilmunya menyebabkan para ulama menggelarinya Waliyul 'ilmi.
Sangat tinggi pengetahuannya dalam bidang agama, terutama bagian _fan-fan ushul_, tauhid, hadis, mantik dan fikih.
Ia juga seorang pujangga yang banyak mengarang cerita-cerita pendek bernafaskan agama.
Dialah pencipta gending Maskumambang dan Mijil.

Sunan Kudus adalah seorang wali yang pendekar dan menguasai ilmu kemiliteran.
Ia menjabat Senopati Demak di samping mengendalikan pemerintahan di kota Kudus.
Pada tahun 956 H, Sunan Kudus membangun sebuah mesjid, yang kemudian terkenal dengan nama Mesjid Menara Kudus.

Di atas pengimaman terdapat sebilah batu bertulis yang berasal dari Baitul Maqdis, hadiah seorang amir di tanah Arab karena ia berhasil menghentikan wabah di sana.
Dari nama Baitul Maqdis itulah diambil nama kota Kudus.
Ia adalah seorang wali yang keras pendiriannya.
Untuk toleransi kepada Budha yang masih banyak ketika itu, sengaja di atas delapan lubang padasan mesjid Kudus dipasang delapan ukiran kepala arca yang melambangkan delapan ajaran sang Budha yang disebut Asta Sanghika Marga atau Jalan berlipat Delapan, yang disampaikan kepada siswa-siswanya waktu di Benares.
Secara garis besar ajaran itu menuntun manusia kepada kepercayaan yang benar, keputusan yang benar, penghidupan yang benar, semadi yang benar, usaha yang benar, dan mengheningkan cipta yang benar.

Sunan Kudus juga menghormat sesembahan orang lain.
Ia memberitahu pengikut-pengikutnya supaya untuk sementara waktu jangan memotong lembu dulu sebab ketika itu masih banyak orang Kudus yang beragama Hindu.
Dari kebijaksanaannya p**a Sunan Kudus membangun menara dengan bentuk seperti candi-candi di Bali yang berasal dari Majapahit.
Dalam segi arsitektur menara tersebut mempunyai tiga bagian yang merupakan ciri-ciri seni bangunan Hindu Jawa;
kaki, badan, serta puncak bangunan, yang berarti empat dengan pondasinya.
Hal ini melambangkan ajaran tasawuf, syariat, tharigat, hakekat, dan makrifat, sama seperti susunan atap mesjid.

Sewaktu kecil Sunan Kudus bernama Raden Undung.
Setelah kawin dengan Dewi Rukhil, putri Sunan Bonang, ia mendapat seorang anak laki-laki yang dinamainya Amir Hamzah.
Ketika ia menunaikan ibadah haji, namanya dikenal dengan Raden Amir Haji.
Dalam perkawinannya dengan bangsawan Majapahit Pangeran Pecat Tandaterung, ia memperoleh delapan keturunan, yaitu Nyai Ageng Pembayun, Panembahan Palembang, Panembahan Makaos Honggokusumo, Panembahan Kadhi, Panembahan Karinum, Panembahan Joko, Ratu Pajoko dan Ratu Prodobinalar yang kelak menjadi istri panglima perangnya, Pangeran Poncowati.

la wafat tahun 1550 M dan dikebumikan di tengah kota Kudus.

~°^°~

Kisah Teladan  #83*MAULANA MALIK IBRAHIM*la adalah putra raja. Ayahnya, Sultan Zainul Abidin Bahian Syah, memerintah seb...
02/04/2024

Kisah Teladan #83

*MAULANA MALIK IBRAHIM*

la adalah putra raja.
Ayahnya, Sultan Zainul Abidin Bahian Syah, memerintah sebuah kerajaan yang aman dan makmur.
Semenjak tahun 1395 M ia dipercayakan ayahnya untuk melaksanakan tugas suci, menyebarkan Islam di tanah Jawa.
Istrinya adalah putri raja Tapasi dari kerajaan Campa, namanya Candawulan, adik Dyah Dwarawati, yang kawin dengan raja Majapahit Bhre Kertabumi Brawijaya V, dan biasa dipanggil Ratu Mas.

Dari putri Campa itu ia mempunyai seorang anak, Raden Rakhmat.
Anak tersebut sejak kecil tinggal bersama ibu serta neneknya di negeri Campa yang dihuni oleh pemeluk agama Budha, dan penyembah berhala.

Segera setelah mendarat di Gresik, Jawa Timur, Malik Ibrahim mendirikan pusat pendidikan Islam dan pesantren di mana-mana.
Anggotanya tersebar ke seluruh pelosok, antara lain di Giri dan Leren.
Sedang dia sendiri memimpin langsung pesantren Ampel Denta di dekat Surabaya.
Namanya tersohor, dan disebut sebagai Syaikh Maghribi.
Ia bukan orang Jawa.
Tetapi sikapnya yang ramah, sopan, dan baik hati, didukung oleh ajaran-ajaran agamanya yang menekankan keadilan serta persamaan derajat antara semua manusia, menyebabkan orang Jawa tertarik, lantas berduyun-duyun menyatakan diri masuk Islam.

Dalam tempo yang pendek, orang Majapahit meninggalkan candi dan kuil-kuilnya, untuk bersama-sama menyembah Allah yang tunggal.
Terutama golongan rendahan yang di mana-mana dinajiskan, semacam kaum Sudra atau Paria misalnya.
Mereka gembira menyambut Islam dengan s**acita, sebagai gerbang kelepasan diri dari belenggu perbudakan oleh sesama manusia.

Tidak demikian para bangsawan dan pendeta-pendeta yang berasal dari kasta-kasta ningrat.
Lantaran tidak kuat menderita tekanan jiwa akibat diperlakukan sama dengan golongan di bawahnya, dari pantai mereka mengungsi ke pedalaman, sambil menghasut penduduk untuk membenci Islam dan umatnya.
Sebagian lagi lari ke Bali, membangun masyarakat tersendiri yang beragama Hindu Bali.
Padahal sebenarnya, baik dalam cara mengajar maupun isi pelajarannya, Malik Ibrahim tidak secara keras mendongkel-dongkel adat istiadat lama.
Halus pembawaannya, tinggi budi pekertinya serta sopan dan teratur bahasanya, karena ia datang dari tengah-tengah keluarga bangsawan.
Hal ini menimbulkan kharisma yang besar, sehingga besar p**a pengaruhnya terhadap keberhasilan usahanya.

Ia adalah orang terpelajar.
Makanya waktu seseorang bertanya,
_"Apakah yang dinamakan Allah itu?"_
Dengan bijaksana sekali ia menjawab,
_"Allah adalah yang betul-betul diperlukan adanya."_

• • •

Lebih dari 20 tahun Malik Ibrahim berjuang.
Pada tahun 1419 M (882 H), ia pun wafat, meninggalkan dunia yang tua ini.
Jenazahnya dikebumikan di kampung Gapura, Gresik.

~°^°~

Address

Sayudan/Kebulen
Pekalongan
51112

Telephone

+6281548024599

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when THE FKTR CONNECTION posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share