Ansor Kota Santri

Ansor Kota Santri Fanspage resmi PC GP Ansor Kab. Pekalongan yg dikelola oleh Dept. IPTEK, Informasi & Kajian Strategis

01/06/2026

Apa kabar Indonesia, negeri yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, tetapi sering kali hanya ramai di ruang hafalan dan sepi dalam keseharian. Lima sila begitu fasih diucapkan dalam upacara, ruang kelas, dan berbagai seremoni, namun tidak selalu tampak dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Pancasila bukan sekadar teks yang diingat atau slogan yang diucapkan. Ia adalah nilai yang seharusnya hidup dalam cara kita menghargai perbedaan, menolong sesama, bersikap jujur, bermusyawarah, dan memperjuangkan keadilan. Indonesia akan baik-baik saja ketika Pancasila tidak hanya menjadi pelajaran yang dihafalkan, tetapi juga kebiasaan yang dijalankan.

01/06/2026
Jalan Rusak dan Beban Ekonomi Rakyat Jadi Sorotan Diskusi Publik di PekalonganPEKALONGAN — Persoalan infrastruktur jalan...
24/05/2026

Jalan Rusak dan Beban Ekonomi Rakyat Jadi Sorotan Diskusi Publik di Pekalongan

PEKALONGAN — Persoalan infrastruktur jalan kembali menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Pekalongan. Jalan rusak dinilai tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi rakyat, mulai dari distribusi barang, biaya transportasi, hingga akses pelayanan publik.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Lubang di Jalan, Lubang di Penghasilan: Mengurai Dampak Infrastruktur terhadap Ekonomi Rakyat” yang digelar di Café Teman Cerita Wonopringgo, Ahad (24/5/2026) malam.

Dalam forum tersebut, H. Sukirman meminta masyarakat ikut terlibat dalam proses pendataan jalan rusak agar pemerintah memiliki basis data yang lebih akurat untuk menentukan prioritas pembangunan.

“Kami persilakan warga menginventarisir jalan rusak agar bisa kami cocokkan dengan data pemerintah daerah. Ketika datanya sama, maka segera kami eksekusi untuk diperbaiki,” ujar Sukirman.

Ia mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan pembangunan daerah. Namun, menurut dia, hal tersebut tidak boleh menjadi penghambat percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan.

Karena itu, pemerintah daerah juga membuka peluang kolaborasi dengan investor untuk mendukung pembangunan daerah, khususnya pada sektor infrastruktur yang dinilai menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.

Sementara itu, M. Yulian Akbar menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah melakukan inventarisasi kebutuhan perbaikan jalan melalui Dinas Pekerjaan Umum. Berdasarkan pemetaan sementara, kebutuhan anggaran perbaikan jalan di Kabupaten Pekalongan mencapai sekitar Rp300 miliar.

Di sisi lain, APBD Kabupaten Pekalongan sebesar Rp2,5 triliun masih harus dibagi untuk berbagai kebutuhan pelayanan publik lainnya. Meski demikian, pemerintah daerah disebut mulai memfokuskan perubahan anggaran pada sektor infrastruktur sesuai arahan pimpinan daerah.

“Plt. Bupati sudah mengalokasikan sekitar Rp100 miliar untuk tahun 2027 dan ditargetkan kebutuhan infrastruktur bisa terselesaikan pada 2028,” kata Yulian.

Pemerintah daerah juga berencana merilis daftar panjang jalan rusak di Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk transparansi publik sekaligus membuka ruang pengawasan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur.

Ketua GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Achmad Fawaid menilai jalan yang layak merupakan kebutuhan mendasar masyarakat karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan pelayanan sosial warga.

Menurut dia, masyarakat sebenarnya tidak selalu membutuhkan bantuan langsung, melainkan pemenuhan kebutuhan dasar yang telah diamanatkan kepada para pemangku kebijakan.

“Infrastruktur sangat penting karena tidak hanya menyangkut ekonomi rakyat, tetapi juga kesehatan dan kebutuhan sosial lainnya,” ujar Fawaid.

Ia juga mendorong para legislator untuk lebih memprioritaskan anggaran pembangunan infrastruktur jalan demi kepentingan masyarakat luas.

Dari perspektif keagamaan, KH. Hasan Suaidi menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah harus berorientasi pada kemaslahatan umat. Menurut dia, pembangunan infrastruktur berkaitan erat dengan prinsip Maqashid Syariah yang menempatkan perlindungan agama, jiwa, harta, keturunan, dan akal sebagai prioritas utama.

“Apapun yang berkaitan dengan infrastruktur tidak lepas dari kebutuhan pokok manusia,” kata Hasan.

Ia juga mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi tetap harus mempertimbangkan kepentingan bersama dan disampaikan secara konstruktif.

Adapun Abdul Khafid atau yang dikenal dengan nama Cicer Klawu, Lipeng, dan Nuzaik menyampaikan keresahan masyarakat terhadap kondisi jalan yang dinilai belum banyak berubah.

Menurut dia, masyarakat telah memenuhi kewajibannya membayar pajak, namun kebutuhan dasar seperti infrastruktur jalan masih belum terpenuhi secara maksimal.

“Masyarakat sudah terlalu muak dengan keadaan jalan. Warga juga butuh transparansi publik,” ujarnya.

Meski demikian, Abdul Khafid menegaskan bahwa forum diskusi tersebut bukan sekadar ruang kritik, melainkan bentuk kepedulian pemuda untuk ikut membangun Kabupaten Pekalongan secara bersama-sama.

Live stream
24/05/2026

Live stream

Teman Cerita, 24 Mei 2026

Lubang di jalan, lubang di penghasilan: Mana yang lebih bikin resah?Jalanan yang rusak menghambat mobilitas, sementara e...
23/05/2026

Lubang di jalan, lubang di penghasilan: Mana yang lebih bikin resah?

Jalanan yang rusak menghambat mobilitas, sementara ekonomi yang belum stabil membuat kantong semakin menipis. Keduanya bukan masalah sepele yang bisa dibiarkan begitu saja.

Yuk, kita kupas tuntas solusinya! Mari hadir dan bersuara dalam diskusi publik bersama Pemda Pekalongan, DPRD Kab. Pekalongan dan beberapa tokoh lainnya.

Saatnya mendengar rencana nyata dan menyampaikan aspirasi kita langsung kepada para pengambil kebijakan.

📍 Teman Cerita Coffee and Space
🗓️ 24 Mei 2026
⏰ Pukul 19.00 WIB
✅ HTM beli produk dari Teman Cerita

Sampai jumpa di lokasi, mari kawal perubahannya!

🔪✨ *H-1 PELATIHAN JULEHA V* ✨🔪Menyembelih bukan sekadar tradisi, tetapi ibadah yang harus dilakukan dengan ilmu, adab, d...
20/05/2026

🔪✨ *H-1 PELATIHAN JULEHA V* ✨🔪

Menyembelih bukan sekadar tradisi, tetapi ibadah yang harus dilakukan dengan ilmu, adab, dan penuh kasih sayang kepada hewan.

PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan hadir menyiapkan kader muda yang terampil, syar’i, dan profesional melalui Pelatihan JULEHA (Juru Sembelih Halal). 🐐📖

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
*"Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal."*

Mari belajar menjadi juru sembelih halal yang amanah, humanis, dan sesuai syariat.
Karena halal bukan hanya hasilnya, tetapi juga prosesnya. 💚






AstaBISA
JuruSembelihHalal
KabupatenPekalongan

Bangkitnya sebuah bangsa tidak selalu dimulai dari hal besar.Kadang justru lahir dari kepedulian kecil yang terus dijaga...
20/05/2026

Bangkitnya sebuah bangsa tidak selalu dimulai dari hal besar.
Kadang justru lahir dari kepedulian kecil yang terus dijaga bersama.

Dari pemuda yang tetap mau bergerak,
dari masyarakat yang masih peduli sekitar,
dan dari semangat untuk menjaga persatuan di tengah banyak perbedaan.

Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa Indonesia akan tetap kuat selama rasa memiliki terhadap negeri ini tidak hilang.
Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118.

Mari terus tumbuh, bergerak, dan menjaga Indonesia dengan cara kita masing-masing.



Address

Jalan Jetak Kidul/Sokosari No. 34 RT. 01 RW. 01 Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan
Pekalongan
51181

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ansor Kota Santri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Ansor Kota Santri:

Share