04/05/2026
Semalam (3/5) torehan manis kala melumat Liverpool 3-2 di North West-Derby bikin Manchester United kian berdaya di bawah Michael Carrick. King MU is Back, dan ngamanin tempat di UCL musim depan.
Pemain gemilang di match tersebut, ialah Kobbie Mainoo, pemain akademi, binaan United yang sempat tersisih di era Amorim, direbuild-up Carrick, dan nunjukin tajinya sebagai baller. “It’s a blessing to play for this club and i could die for MU,” tuturnya. MANU is Mainoo.
Mainoo, dan begitu p**a Carrick adalah kader tulen United yang utun, tumakninah bersikeras untuk membangkitkan nama klubnya dengan nawaitu himmatul ulya, the boys who plays for the badge. DNA United terangkat oleh Carrick, mewarisi legacy gemilang Sir Alex Ferguson.
Sama halnya dalam ber-Ansor, organisasi besar yang didirikan atas restu muassis NU, Hadratussyaikh, Kiai Bisri, dan Kiai Wahab merupakan heritage platform untuk anak-anak muda NU mewarnai corak dunia hari ini.
Ahlussunnah wal Jamaah tetap jadi tuntunan, dan para kader, fardu menyelaraskan diri, bersatu, dan punya nawaitu yang tinggi untuk membuat Ansor berdaya.
Bukan Ansor yang butuh kita, tapi kita yang butuh Ansor. Maka ber-ansor-lah dengan tumakninah berjibaku untuk mem-BISA-kan Ansor.