Yayasan Pasir Hijau

Yayasan Pasir Hijau Revitalisasi ekosistem serta geologi dan income masyarakat lokal dengan sistem organik kampung Bambu Pemerintahan Daerah
2.

Pekerja penggali pasir dan batu di sepanjang jalan menuju batu godek dan pantai bambang ini ada beberapa kelompok dan diorganisir oleh beberapa keluarga mafia atau perusahaan yang di backup oleh oknum aparat lokal, Sebenarnya sudah dilarang oleh Perhutani, tapi bagaimana lagi inilah penghasilan mereka satu-satunya . Rakyat disana menyadari bahwa pekerjaannya tersebut merusak lingkungan. Tetapi bua

t mereka hidup lebih penting dari memelihara lingkungan. Bagaimana tidak hanya dengan bermodalkan uang sebesar 200 ribu rupiah atau sepotong fotocopy KTP, seorang penggali pasir dapat membeli kalau dengan modal tapi kalau ikut jaringan mafia mereka mendapatkan berbagai peralatan seperti pacul, sekop, linggis, pahat dan palu besar atau bodem dan hanya dengan dibantu oleh 3 orang rekannya, penambang tersebut yang tidak mengenyam pendidikan formal , setiap hari menggali batu dan pasir di sepanjang jalan menuju batu godek dan pantai bambang . Setiap hari mereka bisa mendapatkan satu truk pasir dan satu truk batu. Satu truk pasir bisa dijual seharga 150 ribu rupiah, sedangkan untuk batu kali dijual selitar 95 ribu rupiah. Penghasilan penjualan pasir dan batu itu kemudian dibagi rata. Walau 1 orang penggali pasir itu mempunyai istri dan 2 orang anak dan harus mengganti peralatannya yang dipakai, Misalnya pahat praktisnya harus diganti setiap 2 minggu. Itupun setiap harinya masing-masing dapat membawa p**ang uang sekitar 40 ribu rupiah, Kalau sedang musim hujan seperti sekarang ini, mereka tidak bisa bekerja setiap hari, karena jalan menuju tempat kerja menjadi licin. Tetapi disisi lain pasir jadi banyak, karena terbawa air dari hulu. Kalau kemarau lebih mudah menuju ke sungai, tetapi pasirnya tidak terlalu banyak, rupanya cara berpikir rakyat disana tidak beda dengan para pengusaha besar yang telah merambah hutan dan mengeruk hasil laut. Ini sebagai informasi tambahan saja bahwa kabupaten lumajang dikenal dengan pemerintahan double goverment atau pemerintahan ganda :
1. Pemerintahan bayangan yang dijalankan oleh organisasi mafia mafia lokal
Sehingga merekapun terus melaksanakan pekerjaannya dengan aman. Kita harapkan pemerintah khususnya pemerintahan pusat jangan hanya terpaku dengan masalah dunia pemanasan global, tetapi juga memperhatikan kerusakan lingkungan yang dihadapi oleh kita sendiri di tanah air. Mungkin kalau penambangan dilakukan secara manual dampaknya tidak begitu parah, tapi rata-rata di wilayah sana, banyak usaha penambangan pasir itu dilakukan dengan cara mekanik yaitu mengunakan paralon besar untuk menyedot pasir dengan mesin, yang tidak banyak membutuhkan tenaga kuli dan dampak dari sedotan tersebut membuat tanah pinggiran sungai yang ada disekitarnya ikut amblas longsor masuk kedalam sungai hingga mengakibatkan erosi, Dan bukan itu saja kondisi jalan lingkungan mau pun jalan poros yang ada disini rusak parah dan kalau di musim hujan jalan yang berlubang terlihat seperti kolam sehingga warga harus ekstra hati-hati kalau gak mau jatuh terperosok lubang. Juga jalan menjadi banyak yang berlubang-lubang rusak berat terkena dari dampak penambangan pasir liar. Ada yang sampai berkedalaman 20 cm hingga 25 cm, akibat kondisi jalan seperti itu mengharuskan warga atau masyarakat pengguna jalan yang melewatinya harus hati-hati jika tidak ingin jatuh karena kondisi jalan yang rusak, diakibatkan jalan tersebut tidak mampu dan tidak sanggup menahan muatan truk-truk yang memuat pasir basah, yang rata-rata beratnya melebihi tonase, dan juga mengeluarkan air dari bak truk dari hasil sedotan langsung tanpa ditampung atau diinapkan dulu, sehingga akibat rembesan air, jalan yang dilewatinya jadi semakin cepat rusak parah. Walaupun Pemerintah Desa, maupun Pemerintahan lokal sudah berupaya untuk memperbaiki sarana jalan yang ada di wilayah tersebut, tapi dengan banyaknya aktivitas penambangan pasir liar, dan tidak ada upaya dari pemerintah untuk menghentikannya kerusakan yang diakibatkan oleh para penambang pasir makin bertambah
Kerusakan DAS terjadi di semua lokasi yang ditelusuri tersebut. Dinding sungai amblas,batas laut makin dekat dengan daratan sehingga terjadi empang air laut sehingga menggerus lahan pertanian masyarakat, kerusakan sejumlah sungai dan muara tersebut telah juga menggerus lahan pertanian milik masyarakat dan berdampak p**a pada sistem pemetaan tanah warga dikarenakan terjadi akibat perubahan alur sungai karena maraknya penambangan pasir dan kerikil.Selain itu, sungai semakin dangkal, air sungai yang dulunya jernih kini menjadi keruh dan otomatis debu akibat penambangan pasir dan kerikil kian dirasakan. Maka dari itu organik kampung mengangkat issue sentral pemulihan bamboo dan pisang agung bagi solusi ekosistem yang telah rusak sehingga bukan saja untuk pemulihan ekosistem daerah setempat tetapi dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat kampung yang kelihatannya miskin, tidak ada pekerjaan, pengangguran structural sehingga cenderung tidak maju atau jalan ditempat dan merusak lingkungan sekitar tempat tinggal mereka karena 70% mata pencaharian mereka hidup dari penggali pasir atau penambang pasir sehingga dimana terjadi kerusakan yang serius di bantaran sungai yang digali dan adapun kedalaman bantaran sungai akibat galian yang di hasilkan dari penambangan pasir liar tersebut bisa mencapai 20 m. Ada yang lebih parah lagi disana terdapat lebih dari 10.000 kepala keluarga yang tiap harinya di tiap rumah nya memakai listrik PLN tanpa bayar alias NYOLONG bukan SPANYOL (Separuh Nyolong) dikarenakan jaringan PLN belum masuk kesana dan atas inisiatif warga dibuatlah kabel besar yang ditarik dari jalan utama pasirian ke desa mereka dan dari kabel tsb baru dialirkan ke tiap - tiap rumah mereka dan asal tau saja pemakaian listrik mereka seperti pemakaian listrik gedung per rumah ..jadi bisa dibayangkan berapa negara dirugikan dari listrik...

Address

Pasirian

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Pasir Hijau posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Yayasan Pasir Hijau:

Share