seiring berjalannya waktu tercipta teknologi-teknologi, yang mampu menyederhanakan tugas-tugas duniawi manusia. semakin banyak teknologi-teknologi diciptakan untuk menyederhanakan kegiatan manusia, lebih mengefektifkan waktu yang mereka gunakan , agar mereka leluasa mengerjakan kegiatan lainnya dari hidup mereka, dengan segala upaya tidak lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. namun sangat di say
angkan banyak pihak yang melupakan dari "proses", dan mengembangkan hasil dari kegiatan-kegiatan yang serba "instan", hal itu menciptakan pribadi-pribadi yang instan p**a, yang takut merasa capek, takut kelelahan, ragu untuk berkeringat, dan gengsi dengan hal-hal yang berbau sederhana. serta dengan maraknya perkump**an-perkump**an yang berbau "geng" yang mendoktrin dengan berkedok solidaritas yang mengancam mental dan moral remaja
kami bercita-cita untuk mengembangkan potensi remaja kec. pangalengan , memperbaiki moral bangsa, mencipatkan remaja-remaja yang menghargai proses, menciptakan lingkungan yang lebih positif dan menjauhkan remaja-remaja saat ini dari maraknya geng motor dengan aksi-aksi negatifnya serta masih banyak cita-cita positif lainnya yang ingin kami realisasikan yang tidak lain adalah cita-cita kita bersama sebagai bagian dari bangsa indonesia yang beragam budayanya. menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira-kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat dan perkembangan karakteristik seksual. pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga, Oleh sebab itu orang tua dan pendidik sebagai bagian masyarakat yang lebih berpengalaman memiliki peranan penting dalam membantu perkembangan remaja menuju kedewasaan. masa remaja menunjukan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Remaja juga diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Setiap orang di dunia butuh berolahraga. Tubuh kita membutuhkan olahraga sama saat tubuh kita membutuhkan tidur. Olahraga merupakan salah satu syarat untuk bisa mendapatkan kesehatan tubuh yang lebih baik. Olahraga bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, yang terpenting adalah kemauan. Remaja Pangalengan tidak banyak lagi yang masih antusias untuk berolahraga, mereka terlena dengan kegiatan yang serba instan. Mereka hanya tertarik dengan melakukan sesuatu yang tidak rumit dan lebih sering menghabiskan waktu bersama teman-teman mereka dengan kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat. Sepak bola yang dianggap olahraga terpopuler pun kurang mereka minati, malah mereka cenderung lebih memilih menjadi supporter bola, bukan karena s**a berolahraga tetapi karena senang dengan hal-hal yang berbau anarkis yang menjerumuskan kedalam pemahaman solidaritas yang salah kaprah. Kenapa seperti itu? Karena kurangnya wadah untuk menghimpun mereka menuju arah yang lebih positif. Alangkah bahagianya jika diri pribadi telah manjadi sehat dan bugar dengan olahraga di lengkapi dengan berbagi kebahagiaan melalui kegiatan sosial, yang mampu menjadikan mental Remaja untuk berbuat tanpa pamrih. Dan alangkah lebih lengkap lagi jika semua itu telah menjadi kebiasaan dan lebih akrab dengan sebutan Hobi, dan bukan sekedar hobi tetapi bisa menjadi sebuah profesi yang memberikan penghasilan dan mampu menjadi pekerjaan yang excellent. Form Pendaftaran : https://docs.google.com/forms/d/1DWrdUPDeTHkQ2sjxLAMZqcbN2EnQtCYWLhAHxmnQ3xs/viewform