Sadulur Najan Beda Lembur

Sadulur Najan Beda Lembur Salila hirup keneh di alam dunya, lobakeun dulur sanajan beda lembur, tetep akur supaya hirup makmur.

Apa hukum suntik bagi orang yang berpuasa ?Boleh jika dalam keadaan darurat. Namun ulama’ berbeda pendapat dalam masalah...
19/03/2024

Apa hukum suntik bagi orang yang berpuasa ?

Boleh jika dalam keadaan darurat. Namun ulama’ berbeda pendapat dalam masalah suntik membatalkan puasa atau tidak ?
1. Pendapat pertama : Membatalkan secara mutlak. Karena sampai ke dalam tubuh.
2. Pendapat kedua : Tidak membatalkan secara mutlak. Karena sampainya ke dalam tubuh bukan melalui lubang yang terbuka
3. Pendapat ketiga : diperinci sebagai berikut :
a. Jika suntikan tersebut berisi suplemen, sebagai pengganti makanan atau penambah vitamin, maka membatalkan puasa. Karena ia membawa makanan yang dibutuhkan ke dalam tubuh.
b. Jika tidak mengandung suplemen (hanya berisi obat), maka diperinci :
- Apabila disuntikkan lewat pembuluh darah maka membatalkan puasa.
- Disuntikkan lewat urat-urat yang tidak berongga maka tidak membatalkan puasa.

Taqrirotus sadidah juz 1 hal 452

Hukum Menelan ludah saat puasaMenelan ludah tidak membatalkan puasa karena sulit dihindari. Tetapi ada tiga syarat :1. T...
19/03/2024

Hukum Menelan ludah saat puasa

Menelan ludah tidak membatalkan puasa karena sulit dihindari. Tetapi ada tiga syarat :

1. Tidak bercampur benda lain. Jika bercampur benda asing misalnya pastagigi atau bekas air kumur yg belum dikeluarkan atau sisa makanan yg terselip di sela gigi maka batal.

2. Tidak terkena najis. Jika tercampur najis misalnya darah dari gusi atau muntah sebelum berkumur maka membatalkan puasa.

3. Belum keluar sampai menyentuh merahnya bibir. Jika sudah sampai pada bagian bibir lalu ditelan kembali maka membatalkan puasa

Taqrirotus sadidah juz 1 hal 453

Hukum masuknya air ke tubuh tanpa disengaja ketika mandi.1. Jika mandi yang dilakukan adalah mandi yang diperintahkan sy...
19/03/2024

Hukum masuknya air ke tubuh tanpa disengaja ketika mandi.

1. Jika mandi yang dilakukan adalah mandi yang diperintahkan syariat baik mandi wajib atau mandi sunnah dan dilakukan dengan menyiramkan air ke badan, bukan menyelam, maka masuknya air ke dalam tubuh tidak membatalkan puasa. Jika mandinya dengan berendam atau menyelam maka masuknya air membatalkan puasa.

2. Jika bukan mandi yang diperintahkam, bukan mandi wajib dan bukan mandi sunnah, misalnya mandi biasa untuk membersihkan badan, maka masuknya air ke tubuh membatalkan puasa meskipun tidak sengaja baik mandi dengan mngguyurkan air (shower) maupun dengan menyelam.

Taqrirotus sadidah juz 1 hal 453

Hukum air kumur yang tertelan, juga memasukkan air ke rongga hidung.1. Jika kumur² dan menghisap air dengan hidung itu d...
19/03/2024

Hukum air kumur yang tertelan, juga memasukkan air ke rongga hidung.
1. Jika kumur² dan menghisap air dengan hidung itu diperintahkan, seperti saat mengawali wudhu dan mandi maka :
a. Jika dalam berkumur atau menghisap air biasa saja tidak dilebih lebihkan maka air yg tidak sengaja tertelan tidak membatalkan puasa
b. Jika berlebihan maka air yang tertelan membatalkan puasa, sebab berlebihan dalam berkumur hukumnya makruh saat puasa.
2. Jika kumur² tidak diperintahkan oleh syariat misalnya sudah kali keempat, atau dilakukan bukan untuk mengawali wudhu dan mandi maka air yang tidak sengaja tertelan tetap membatalkan puasa meskipun tidak berlebihan dalam berkumur

Taqrirotus sadidah juz 1 hal 454

Kenapa harus puasa 30 hari / 1 bulan ?Para Sahabat bertanya; Berikan kita kebenaran wahai Nabi Muhammad, mengapa umat mu...
19/03/2024

Kenapa harus puasa 30 hari / 1 bulan ?

Para Sahabat bertanya; Berikan kita kebenaran wahai Nabi Muhammad, mengapa umat mu di wajibkan berpuasa selama 30 hari ?

Nabi Menjawab; Sesungguhnya Nabi Adam AS ketika memakan buah Khuldi. buah tersebut berada di perutnya perkiraan selama 30 hari, oleh sebab itu Allah memerintahkan kepada para anak-anak nya Adam (Bani Adam) untuk merasakan kelaparan selama 30 hari.
Dan ketika malam mereka bisa makan karena hal itu merupakan Rahmat dari Allah SWT kepada para Makhluk-Nya

والله اعلم

25/10/2023

Menuju Haul Tuan Syeikh Abdul Qodir Al-Jilani Q.S.A ke-65

Cilongok, Minggu, 29 Oktober 2023

Anugerah sempurna, indahnya pencipta. 🤍

26/08/2023

MENGHIDUPKAN HATI YANG MATI

Luqman al-Hakim berpesan kepada putra beliau seraya berkata :

‏‏‎يَا بُنَيَّ جَالِسِ الْعُلَمَاءَ وَزَاحِمْهُمْ بِرُكْبَتَيْكَ فَإِنَّ اللَّهَ يُحْيِي الْقُلُوبَ بِنُورِ الْحِكْمَةِ كَمَا يُحْيِي اللَّهُ الأَرْضَ الْمَيْتَةَ بِوَابِلِ السَّمَاءِ

Wahai anakku, duduklah bersama ulama', dan dekatkan kedua lututmu pada mereka. Karena sesungguhnya Allah menghidupkan hati dengan cahaya hikmah, sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang mati dengan hujan yang lebat.

23/08/2023

TANDA-TANDA ORANG CELAKA

عَلَامَةُ الشَّقَاوَةِ اَرْبَعَةٌ : نِسْيَانُ الذُّنُوْبِ الْمَاضِيَةِ وَهِىَ عِنْدِ اللهِ محْفُوْظَةٌ وَذِكْرُ الحَسَنَاتِ الْمَاضِيَةِ وَلَا يَدْرِى اَقُبِلَتْ اَمْ رُدَّتْ وَنَظَرَهُ إِلَى مَنْ فَوْقَهُ فِى الدُّنْيَا وَنَظَرُهُ إِلَى مَنْ دُوْنَهُ فِى الدِّيْنِ

1. Melupakan dosa dosa yang telah berlalu, padahal semuanya itu tercatat di sisi Allah.

2. Mengingat² kebaikan yang telah berlalu, padahal ia tidak mengetahui, apakah kebaikannya itu diterima atau tidak (oleh Allah SWT.).

3. Mengaca kpd orang yang lebih tinggi dalam urusan dunia.

4. Mengaca kpd orang yang lebih rendah dalam urusan agama.

طُوْبَى لِمَنْ شَغَلَهُ عَيْبُهُ عَنْ عُيُوْبِ النَّاسِ، وَوَيْلٌ لِمَنْ نَسِىَ عَيبَهُْ وَتَفَرَّغَ لِعُيُوْبِ النَّاسِ، فَالاوَّلُ عََلامَةُ السَّعَادَةِ، وَالثَّانِى عَلامَةُ الشَّقَاوَةِ

Alangkah beruntung orang yang sibuk dengan kekurangan dirinya sehingga tidak pernah memikirkan dan membicarakan kekurangan orang lain.
Sungguh celaka orang yang lupa atas kekurangan dirinya sendiri lantas fokus memikirkan dan membicarakan kekurangan orang lain.
Sikap pertama adalah tanda orang yang beruntung dan bahagia.
Sedangkan sikap kedua merupakan tanda orang yang sengsara lagi celaka.

17/08/2023

الحر حران حر الظاهر وحر الباطن

● Merdeka dzohir yaitu merdeka dari penjajah dan merdeka dari sifat keabidan.
● Merdeka batin yaitu merdekanya diri dari nafsu yg telah menjajah dan memperbudak kita.

أَنْتَ حُرٌّ مِمَّا أَنْتَ عَنْهُ آيِسٌ , وَعَبْدٌ لِمَا أَنْتَ لَهُ طَامِعٌ

Merdeka adalah kondisi dimana kita menjadi pemenang dari pertempuran sengit melawan hawa nafsu, terbebas dari belenggu nafsu yg selalu mengharap keinginan semu.

لأن الحرية المطلقة لا تنبع إلا من العبودية الصحيحة لله وحده

Kerna saenya enya na merdeka anu mutlak eta moal bijil anging tina benerna panghambaan ka Dzat Allah anu maha tunggal

Merdeka 🇮🇩

Sudahkah kita merdeka secara hakiki ?

29/07/2023

Selama kita hidup di dunia, kehidupan akan terus berubah², kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti.
Datang dan pergi adalah hal biasa dalam kehidupan
Yang datang akan pergi, yang pergi akan berganti.
Semua kesedihan dan kebahagiaan akan tiba di saatnya masing².

Slalu bahagia tanpa ada kesedihan itu mustahil, sedih terus tanpa kebahagiaan itu tak mungkin.

Maka bersyukurlah saat bahagia dan bersabarlah saat dilanda kesedihan.

Dauh abah :
Jangan takut dengan rezeki yang belum ada, tapi takutlah jika tidak bisa mensyukri apa yang ada.

28/07/2023

Cara Mengusap Kepala Anak Yatim

1. Diusap dengan penuh kelemah lembutan dan kasih sayang.

2. Cara mengusapnya adalah dengan mengusapkan telapak tangan kanan dari bagian kepala atas (ubun²) ke arah depan (jidat).

3. Mengucapkan doa saat mengusap dengan doa ini:

جَبَّرَ اللهُ يُتْمَكَ وَجَعَلَكَ خَلْفًا مِنْ أَبِيْكَ

Semoga Allah menutup keyatimanmu dan menjadikanmu pengganti yang baik dari ayahmu.

تلطفا وايناسا - أن اليتيم يمسح رأسه من أعلاه إلى مقدمه قال زين الحافظ العراقي : وورد في حديث ابن أبي أوفى أنه يقال عند مسح رأسه جبر الله يتمك وجعلك خلفا من أبيك .

فيض القدير جــ ١ صــ ١٠٨

Address

Menes
Pandeglang
42262

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sadulur Najan Beda Lembur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Sadulur Najan Beda Lembur:

Share