Komunitas Kotheka

Komunitas Kotheka Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Komunitas Kotheka, Community Organization, Pamekasan.

Ombak, ombak itu sendiri, memiliki kapasitas untuk meruntuhkan atribut kematian: batu nisan, lubang galian yang masih se...
09/05/2026

Ombak, ombak itu sendiri, memiliki kapasitas untuk meruntuhkan atribut kematian: batu nisan, lubang galian yang masih segar, bunga tabur, dan dahan-dahan kamboja. Ini menjadi kekhasan tersendiri dalam hampir semua karya Virginia Woolf. Dari semua pengindra yang berjejal membangun sensasi, alat pendengar adalah unsur pembangkit memori tentang bunyi ombak. Kemudian tokoh-tokoh tertentu ada yang terlempar ke masa lalu, tersadar bahwa dirinya lepas dari tali kehidupan, terlempar dari tubuh sendiri, lalu meneriaki tubuh yang diam seperti balok kayu. Kemudian juga ada yang mendambakan kematian paling nasionalis, seperti Percival, atau malah menyayangkan kematian patriotik yang terlantar dari tanah kelahiran.

Bukan kebetulan kalau kisah Mowgli tak cuma dis**ai anak-anak, tapi juga orang dewasa. Kisah itu masyhur dari zaman ke z...
02/05/2026

Bukan kebetulan kalau kisah Mowgli tak cuma dis**ai anak-anak, tapi juga orang dewasa. Kisah itu masyhur dari zaman ke zaman. Ia menyuguhkan imaji petualangan dan kompleksitas pergolakan batin seorang anak manusia. Jangan-jangan, sejak awal, The Jungle Book memang tak dirancang sebagai fabel anak. Malah, ia adalah kisah dengan pesan terselubung—sebuah isyarat bagi pembaca untuk tumbuh dewasa bersama Mowgli.

“Mercon dalam berbagai variannya tak asal meledak. Baik di Tiongkok maupun Pontianak, ledakannya selalu lekat dengan mom...
29/04/2026

“Mercon dalam berbagai variannya tak asal meledak. Baik di Tiongkok maupun Pontianak, ledakannya selalu lekat dengan momentum. Ia menandai peristiwa penting bagi banyak orang, entah itu perayaan hari raya, ritus sosial, atau tradisi kultural. Artinya, ledakan mercon bisa berterima secara sosial karena ia fungsional. Dalam derap hidup sehari-hari, mercon membantu kita mengalami waktu. Ini fungsi yang tak sepele.”

Sudah menjadi tabiat para penjilat di mana pun itu, mereka tak ubahnya kodok buduk hiperaktif yang hobi melakukan proses...
25/04/2026

Sudah menjadi tabiat para penjilat di mana pun itu, mereka tak ubahnya kodok buduk hiperaktif yang hobi melakukan proses ampleksus pada kaki kursi kekuasaan. Layaknya amfibi yang s**a menyumbat aliran drainase hingga menyebabkan banjir cileuncang, mereka gemar menciptakan sebuah gelembung yang memisahkan pemimpin dari kenyataan riil di lapangan.

Maka, di rezim MBG, “Himne Guru” jatuh menjadi mitos menyesatkan. Menyalakan “pelita dalam kegelapan” dianggap tak butuh...
22/04/2026

Maka, di rezim MBG, “Himne Guru” jatuh menjadi mitos menyesatkan. Menyalakan “pelita dalam kegelapan” dianggap tak butuh bahan bakar. Walhasil, di rezim anti-pendidikan, kas negara tidak dikonversi jadi bahan bakar sang pelita. Ia dihamburkan-hamburkan untuk membuncitkan perut segelintir orang. Itulah mengapa, visi “Himne Guru” tak pernah mencapai tanah yang dijanjikan. Alih-alih menjadi “kandil kemerlap di malam gelap”, guru honorer justru “tinggal kerdip lilin di kelam sunyi”.

Pada akhirnya, tidak semua yang penting harus diunggah dan tidak semua yang diunggah mencerminkan yang penting. Pendidik...
18/04/2026

Pada akhirnya, tidak semua yang penting harus diunggah dan tidak semua yang diunggah mencerminkan yang penting. Pendidikan nyatanya sering kali terjadi dalam momen-momen kecil yang tidak fotogenik. Ketika seorang siswa akhirnya mengerti setelah tiga kali penjelasan. Ketika seorang guru memilih duduk di samping dan mendengarkan siswa yang menangis karena tak kunjung paham. Atau ketika kelas berjalan tidak sempurna, seisi kelas gagal menjawab satu pertanyaan, tetapi kemudian kepala mereka terbuka untuk belajar hal baru dari umpan balik yang disampaikan guru. Momen-momen ini mungkin tidak pernah masuk feed, tetapi justru di sanalah inti dari proses belajar berada.

Dokumentasi Koloman Budaya 113 Sivitas Kothèka: Pekik Satwa di Roman Dunia.Terima kasih kepada pemateri Asief Abdi  , mo...
18/04/2026

Dokumentasi Koloman Budaya 113 Sivitas Kothèka: Pekik Satwa di Roman Dunia.

Terima kasih kepada pemateri Asief Abdi , moderator Wardedy Rosi , Kafe Balada .balada yang telah memberikan ruang, serta teman-teman yang hadir.

Kegiatan ini merupakan bagian rangkaian ultah Balada.

Sampai jumpa di Koloman Budaya 116 Sivitas Kothèka bulan Maret 2025. 🙌

Foto dan tata letak: Moh Mahrus Shofi/Sivitas Kothèka

Kematian memang menjadi momok paling menyeramkan sepanjang hidup manusia. Bukan sebab tragedinya yang insidental, melain...
15/04/2026

Kematian memang menjadi momok paling menyeramkan sepanjang hidup manusia. Bukan sebab tragedinya yang insidental, melainkan konsekuensi di baliknya. Safari panjang setelah kematian itulah yang membingkai konsep kematian menjadi semakin mengerikan.

Pembunuh akhir-akhir ini adalah angkatan perang bersenjata yang sudah dilindungi, dibekali, dilatih, dan diagungkan nega...
11/04/2026

Pembunuh akhir-akhir ini adalah angkatan perang bersenjata yang sudah dilindungi, dibekali, dilatih, dan diagungkan negara. Angkatan bersenjata saat ini, tidak bakal bisa mati, tapi sasaran peledaklah yang bakal musnah. Penembak dan pengebom berada bermil-mil jauhnya, berjarak fisik lintas samudra dan benua.

Dunia satwa, dalam fabel-fabel Aesop, adalah cermin "bumi manusia". Itulah mengapa, aneka fauna yang bermain dalam donge...
10/04/2026

Dunia satwa, dalam fabel-fabel Aesop, adalah cermin "bumi manusia". Itulah mengapa, aneka fauna yang bermain dalam dongeng-dongeng tersebut menjadi maujud antropomorfis dari watak insani, yang baik, nan jahat. Singkat kata: Fabel diciptakan sebagai panggung alegoris atas tindak-tanduk manusia di dunia. Lalu, bagaimana fiksi modern menempatkan hewan-hewan dalam cerita? Apakah ia tampil sebagai res cogitans sebagaimana yang dipajankan fabel? Atau, ia masihlah res extensa di bawah supremasi manusia? Di Koloman Budaya "Seri Sastra Dunia" dan rangkaian ulang tahun Kafe Balada, Asief Abdi akan memaparkan bacaannya atas Moby Dick (Herman Melville), The Jugle Book (Rudyard Kipling), The Old Man and the Sea (Ernest Hemingway), serta The Story of Doctor Dolittle (Hugh Lofting). Forum ini terbuka untuk umum.

Dunia satwa, dalam fabel-fabel Aesop, adalah cermin "bumi manusia". Itulah mengapa, aneka fauna yang bermain dalam donge...
10/04/2026

Dunia satwa, dalam fabel-fabel Aesop, adalah cermin "bumi manusia". Itulah mengapa, aneka fauna yang bermain dalam dongeng-dongeng tersebut menjadi maujud antropomorfis dari watak insani, yang baik, nan jahat. Singkat kata: Fabel diciptakan sebagai panggung alegoris atas tindak-tanduk manusia di dunia. Lalu, bagaimana fiksi modern menempatkan hewan-hewan dalam cerita? Apakah ia tampil sebagai res cogitans sebagaimana yang dipajankan fabel? Atau, ia masihlah res extensa di bawah supremasi manusia? Di Koloman Budaya "Seri Sastra Dunia", Asief Abdi akan memaparkan bacaannya atas Moby Dick (Herman Melville), The Jugle Book (Rudyard Kipling), The Old Man and the Sea (Ernest Hemingway), dan The Story of Doctor Dolittle (Hugh Lofting). Forum ini terbuka untuk umum.

Address

Pamekasan
69321

Telephone

081519275014

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komunitas Kotheka posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share