PW Pemuda Muslim Sulawesi Tengah

PW Pemuda Muslim Sulawesi Tengah Agus Salim dkk. dan Pemuda Muslim adalah Oraganisasi Otonom Syarikat Islam.

Pemuda Muslim (Pemud Muslimin Indonesia) merupakan organisasi Pemuda dan Keagamaan tertua di Indonesia dan didirikan di Jogyakarta 25 November 1928 yang di prakarsai oleh H.

Keikhlasan selalu menjadi tema central dalam Mentadabburi kisah Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.sDalam bentangan seja...
28/06/2023

Keikhlasan selalu menjadi tema central dalam Mentadabburi kisah Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s
Dalam bentangan sejarah dan peradaban manusia, spirit pengorbanan Nabi Ibrahim a.s tidak akan pernah tertandingi oleh siapa pun. Dikisahkan secara berulang dan masif khususnya pada hari raya Idul Adha, untuk me-refresh ingatan umat, dengan harapan menjadi pemantik sikap dan perilaku positif dalam realitas kehidupan.
Semoga kita selalu ikhlas dan bersyukur atas segala pemberian dari Allah SWT. Amin


๐—๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ธ ๐—›๐—ข๐—ฆ ๐—ง๐—ท๐—ผ๐—ธ๐—ฟ๐—ผ๐—ฎ๐—บ๐—ถ๐—ป๐—ผ๐˜๐—ผ, ๐—ฅ๐—ฎ๐—ท๐—ฎ ๐—๐—ฎ๐˜„๐—ฎ ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ฝ๐—ฎ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ธ๐—ผ๐˜๐—ฎ ๐—š๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฆ๐—ผ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ป๐—ผ, ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ผ, ๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐˜‚๐—ป, ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐˜๐—ผ๐˜€๐˜‚๐˜„๐—ถ๐—ฟ๐˜†๐—ผโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขNamanya ...
03/06/2023

๐—๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ธ ๐—›๐—ข๐—ฆ ๐—ง๐—ท๐—ผ๐—ธ๐—ฟ๐—ผ๐—ฎ๐—บ๐—ถ๐—ป๐—ผ๐˜๐—ผ, ๐—ฅ๐—ฎ๐—ท๐—ฎ ๐—๐—ฎ๐˜„๐—ฎ ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ฝ๐—ฎ ๐— ๐—ฎ๐—ต๐—ธ๐—ผ๐˜๐—ฎ ๐—š๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฆ๐—ผ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ป๐—ผ, ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ผ, ๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐˜‚๐—ป, ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐˜๐—ผ๐˜€๐˜‚๐˜„๐—ถ๐—ฟ๐˜†๐—ผ
โ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข
Namanya begitu harum, dikenang sebagai Raja Jawa Tanpa Mahkota. Dia adalah Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto. Pendiri Sarekat Islam ini, juga indung semang para pejuang. Dari tangan dinginnya, tokoh nasional bermunculan.

Nama Raja Jawa Tanpa Mahkota pertama kali dilontarkan Pemerintah Hindia Belanda. Waktu itu mereka menyebut "De Ongekroonde van Java" atau Raja Jawa Tanpa Mahkota yang mengiringi perjalanan penuh heroik HOS Tjokroaminoto. Nafas perjuangannya tak pernah putus dan selalu memberikan warna dalam dimensi perjuangan kemerdekaan.

Ketika mendengar nama Tjokroaminoto, Belanda selalu gemetaran. Semua itu tak lepas dari besarnya pengaruh Tjokroaminoto di kalangan masyarakat dan juga menggambarkan rasa khawatir Belanda terhadap tokoh yang membentuk karakter B**g Karno sejak muda ini.

Waktu itu, B**g Karno datang ke Surabaya di usia 15 tahun dan tinggal di rumah kos milik Tjokroaminoto. Di saat taring Belanda begitu kuat di masyarakat untuk menebar teror, Tjokroaminoto dikenal dengan pidato yang menyentuh hati untuk menggerakan massa. Peracik siasat yang jitu, serta bapak pergerakan nasional yang ulung.

Dalam buku B**g Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang ditulis oleh Cindy Adams menjelakan, tiap malam di rumah Peneleh gang VII itu selalu datang para tokoh pergerakan nasional untuk bertemu dengan Tjokroaminoto. Mereka meracik siasat, berdiskusi tentang kebangsaan dan menyegarkan perlawanan.

B**g Karno kecil waktu itu tak mau melewatkan momen itu, ia duduk di lantai sambil mendengarkan berbagai percakapan Raja Jawa Tanpa Mahkota itu pada para pejuang. Diskusi itu banyak dilakukan malam hari sampai larut yang begitu dingin. B**g Karno kecil saja waktu itu masih tetap memasang mata, tanpa melewatkan sedikitpun percakapan. "Berapa banyak yang diambil Belanda dari Indonesia?" cletuk B**g Karno.

"Anak ini sangat ingin tahu," kata Tjokroaminoto. Kemudian menambahkan, "De Vereenigde Oost Indische Compagnie atau mencuri kira-kira 1.800 juta gulden dari tanah kita setiap tahunnya untuk memberi makan Den Haag".

Api perlawanan terus bangkit ketika Raja Jawa Tanpa Mahkota itu membuka banyak tabir kekejaman penjajahan. Begitulah tiap malam. Dalam pekat kopi yang tersaji sampai pagi bersama dengan obrolan berbagai macam jenis tokoh yang ditemuinya di rumah Tjokroaminoto.

Tjokroaminoto sendiri lahir di Desa Bakur, Tegalsari, Ponorogo pada 1883. Ayahnya adalah Raden Mas Tjokroamiseno, bangsawan yang sangat disegani oleh masyarakat karena bekerja sebagai wedana di Kleco, Madiun. Sedangkan kakeknya, Raden Mas Tjokronegoro adalah mantan Bupati Ponorogo.

Tjokroaminoto menempuh pendidikan pada Sekolah Dasar. Setelah tamat, sesuai dengan keinginan ayahnya, ia melanjutkan petualangan ke Opleiding School voor Inlandse Ambtenaren (OSVIA) di Magelang. Ia selesai menempuh pendidikan di OSVIA pada 1902.

Tjokroaminoto kemudian memulai kehidupan dengan bekerja sebagai juru tulis pangrehpraja di Ngawi. Tiga tahun kemudian, Tjokroaminoto pindah ke perusahaan swasta Firma De Kooy di Surabaya. Sambil bekerja, dia bersekolah sore hari di Burgerlijke Avond School (sekolah teknik) dengan mengambil jurusan teknik mesin. Sesudah lulus, dia bekerja sebagai ahli kimia pada sebuah pabrik gula di daerah Surabaya.

Pada tahun 1912, titik balik dalam perjuangan politiknya dimulai. Ia sudah tidak pernah bekerja lagi sebagai pegawai. Pada tahun itu dirinya bertemu Haji Samanhudi, pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI) di Surabaya. Tjokroaminoto mengusulkan agar nama SDI diubah menjadi Sarekat Islam, tanpa meninggalkan misi dagang. Tujuannya adalah agar cakupannya lebih luas dan berkembang.

Haji Samanhudi memberikan kata sepakat atas usulan itu. Ia kemudian meminta Tjokroaminoto menyusun Anggaran Dasar SI. Tjokroaminoto bergerak cepat. Tugas yang diberikan Haji Samanhudi pun diselesaikannya. Dalam anggaran dasar itu disebutkan bahwa tujuan SI ialah memajukan perdagangan, menolong anggotanya yang mengalami kesulitan, memajukan kepentingan rohani dan jasmani kaum bumiputera, dan memajukan kehidupan agama Islam.

SI berkembang dengan pesat dan dalam waktu singkat jumlah anggotanya bertambah. Pada 1913, SI mengajukan permohonan kepada Pemerintah Hindia Belanda supaya diakui sebagai badan hukum untuk seluruh Indonesia. Permohonan itu pun ditolak.

Pada 1915, istilah Central Comitte diganti dengan Central SI. Bersamaan dengan itu, Tjokroaminoto diangkat sebagai Ketua Central SI, sedangkan Samanhudi sebagai Ketua Kehormatan. Pada Maret 1916, Anggaran Dasar SI akhirnya diakui oleh pemerintah.

Sejak aktif dalam SI, Tjokroaminoto tidak mempunyai penghasilan tetap. Untuk membantu keperluan rumah tangganya, ia menerima beberapa orang pemuda mondok di rumahnya yang kecil yang terletak di sebuah gang sempit di kawasan Peneleh, Surabaya.

Selain sibuk memimpin SI, Tjokroaminoto juga banyak menulis di berbagai majalah dan surat kabar. Ia menjadi pembantu tetap majalah Bintang Surabaya. Untuk kepentingan SI, ia mendirikan NV Setia yang menerbitkan harian Utusan Hindia yang dipimpinnya sendiri.

Tulisan-tulisan dalam harian itu sangat tajam mengecam pemerintah kolonial. Karena itulah, tahun 1923 harian tersebut dilarang terbit. Namun, dua tahun kemudian, bersama Agus Salim, Tjokroaminoto menerbitkan harian Fajar Asia di Yogyakarta.

Tjokroaminoto bercita-cita agar bangsa Indonesia kelak memiliki pemerintahan sendiri dan terbebas dari belenggu penjajah. Demi mewujudkan cita-citanya itu, ia memiliki gagasan membentuk parlemen yang diharapkan bisa melahirkan perundang-undangan. Gagasan Tjokroaminoto ini dilontarkan di tengah-tengah Kongres Nasional Pertama Central Sarekat Islam pada 1916.

Tak lama setelah Tjokroaminoto mengusulkan pembentukan parlemen, tepatnya pada 1918, pemerintah kolonial Belanda bersedia membentuk Dewan Rakyat (Volksraad). Tjokroaminoto dan tokoh SI lainnya, yakni Abdul Muis dan Agus Salim terpilih sebagai anggota Dewan itu.

Sampai akhir hayatnya, Tjokroaminoto tak pernah lelah untuk terus mendidik anak muda dalam perjuangan. Pada 17 Desember 1934, Tjokroaminoto wafat di Yogyakarta dan dimakamkan di TMP Pekuncen, Yogyakarta. Dari tangan dinginnya, banyak pejuang yang terus menanamkan nasionalisme dan mampu mengusir penjajah.

Trilogi Sarekat Islam :
Sebersih-bersih Tauhid,
Setinggi-tinggi ilmu, dan Sepandai-pandai siasah.

๐Ÿ“ท Dok. PW Pemuda Muslim Sulteng, menjadi pemeran para tokoh Bangsa.

๐——๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ธ ๐—ž๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ต ๐Ÿฏ ๐—บ๐˜‚๐—ฟ๐—ถ๐—ฑ ๐—›๐—ข๐—ฆ ๐—ง๐—ท๐—ผ๐—ธ๐—ฟ๐—ผ๐—ฎ๐—บ๐—ถ๐—ป๐—ผ๐˜๐—ผ: ๐—ฆ๐—ผ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ป๐—ผ, ๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ผ๐—ฒ๐—ป, ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐˜๐—ผ๐˜€๐—ผ๐—ฒ๐˜„๐—ถ๐—ฟ๐—ท๐—ผยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐJauh sebelum me...
03/06/2023

๐——๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ธ ๐—ž๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ต ๐Ÿฏ ๐—บ๐˜‚๐—ฟ๐—ถ๐—ฑ ๐—›๐—ข๐—ฆ ๐—ง๐—ท๐—ผ๐—ธ๐—ฟ๐—ผ๐—ฎ๐—บ๐—ถ๐—ป๐—ผ๐˜๐—ผ: ๐—ฆ๐—ผ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ป๐—ผ, ๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ผ๐—ฒ๐—ป, ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐˜๐—ผ๐˜€๐—ผ๐—ฒ๐˜„๐—ถ๐—ฟ๐—ท๐—ผ
ยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐยฐ
Jauh sebelum memilih jalan hidupnya masing-masing, tiga tokoh pergerakan Soekarno, Semaoen, dan Kartosoewirjo pernah tinggal bersama. Mereka menjadi murid dari pemimpin Sarekat Islam Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto.

Di sebuah jalan kecil bernama Gang Paneleh VII, di tepi Sungai Kalimas, Surabaya, rumah Tjokroaminoto berada. Rumah itu bernomor 29-31.

Setelah menjadi pemimpin SI yang anggotanya 2,5 juta orang, Tjokroaminoto yang saat itu berusia 33 tahun tidak memiliki penghasilan lain, kecuali dari rumah kos yang dihuni 10 orang itu. Setiap orang membayar Rp 11. Istri Tjokro, Soeharsikin, yang mengurus keuangan mereka.

Banyak alumni rumah kos tersebut yang menjadi tokoh pergerakan sebelum kemerdekaan. Soekarno yang kemudian mendirikan Partai Nasional Indonesia. Semaoen, Alimin, dan Musso menjadi tokoh-tokoh utama Partai Komunis Indonesia serta SM Kartosoewirjo yang kemudian menjadi pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Di rumah itu juga, tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti KH Ahmad Dahlan dan KH Mas Mansyur sering bertukar pikiran.

๐™Ž๐™ค๐™š๐™ ๐™–๐™ง๐™ฃ๐™ค
โ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข
Soekarno 'mondok' di rumah Tjokroaminoto pada usia 15 tahun. Ayah Soekarno, Soekemi Sosrodihardjo, menitipkan Soekarno yang melanjutkan pendidikan di Hoogere Burger School (HBS). Saat itu, tahun 1916, Tjokroaminoto sudah menjadi Ketua Sarekat Islam, organisasi politik terbesar dan yang pertama menggagas nasionalisme.

Dalam salah satu biografinya yang ditulis Cindy Adams, Soekarno mengenang Tjokroaminoto sebagai idolanya. Dia belajar tentang menggunakan politik sebagai alat mencapai kesejahteraan rakyat. Dia belajar tentang bentuk-bentuk modern pergerakan seperti pengorganisasian massa dan perlunya menulis di media. Sesekali Soekarno menulis menggantikan Tjokro di Oetoesan Hindia dengan nama samaran Bima. Soekarno juga kerap menirukan gaya Tjokroaminoto berpidato.

๐—ฆ๐—  ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐˜๐—ผ๐˜€๐—ผ๐—ฒ๐˜„๐—ถ๐—ฟ๐—ท๐—ผ
โ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo muda mulai tertarik pada dunia pergerakan saat bersekolah di Nederlandsch Indische Artsen School atau biasa disebut Sekolah Dokter Jawa yang berlokasi di Surabaya pada 1923. Dia gemar membaca buku-buku milik pamannya, Mas Marco Kartodikromo yang sebagian besar buku beraliran kiri dan sosialisme.

Marco dikenal sebagai wartawan dan aktivis Sarikat Islam beraliran merah. Terpengaruh berbagai bacaan itu, Kartosoewirjo terjun ke politik dengan bergabung dengan Jong Java dan kemudian Jong Islamieten Bond.

Guru utamanya di dunia pergerakan sekaligus guru agamanya adalah Hadji Oemar Said Tjokroaminoto. Kartosoewirjo begitu mengagumi dan terpesona dengan Tjokroaminoto yang sering berpidato dalam berbagai pertemuan. Kartosoewirjo melamar menjadi murid dan mulai mondok di rumah Ketua Sarekat Islam itu di Surabaya.

Untuk membayar uang pondokan, Kartosoewirjo bekerja di surat kabar Fadjar Asia milik Tjokroaminoto. Ketekunan dan kecerdasan membuatnya menjadi sekretaris pribadi Tjokroaminoto.

Tulisan-tulisan yang berisi penentangan terhadap bangsawan Jawa (termasuk Sultan Solo) yang bekerjasama dengan Belanda menjadi ciri khas Kartosoewirjo. Dalam artikelnya tampak pandangan politiknya yang radikal. Dia juga sering mengkritik pihak nasionalis. Kartosoewirjo bersama Tjokroaminoto hingga tahun 1929.

Pada masa perang kemerdekaan 1945-1949, Kartosoewirjo terlibat aktif tetapi sikap kerasnya membuatnya sering bertolak belakang dengan pemerintah. Kekecewaannya terhadap pemerintah membulatkan tekadnya untuk membentuk Negara Islam Indonesia yang diproklamirkan pada 7 Agustus 1949. Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Aceh bergabung.

Perjuangan Kartosoewirjo berakhir ketika aparat keamanan menangkapnya setelah melalui perburuan panjang di wilayah Gunung Rakutak di Jawa Barat pada 4 Juni 1962. Soekarno yang menjadi presiden, teman kosnya semasa di Surabaya, adalah orang yang menandatangani eksekusi mati Kartosoewirjo pada September 1962

๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ผ๐—ฒ๐—ป
โ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข
Semaoen adalah Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) pertama. Kemunculannya di panggung politik pergerakan dimulai di usia belia, 14 tahun. Saat itu, tahun 1914, ia bergabung dengan Sarekat Islam (SI) wilayah Surabaya.

Pertemuannya dengan Henk Sneevliet tokoh komunis asal Belanda pada 1915, membuat Semaoen bergabung dengan Indische Sociaal-Democratische Vereeniging, organisasi sosial demokrat Hindia Belanda (ISDV) cabang Surabaya.

Aktivitasnya yang tinggi dalam dunia pergerakan membuatnya berhenti bekerja perusahaan kereta Belanda. Saat pindah ke Semarang, dia menjadi redaktur surat kabar VSTP berbahasa Melayu, dan Sinar Djawa-Sinar Hindia, koran Sarekat Islam Semarang.

Pada tahun 1918 dia juga menjadi anggota dewan pimpinan di Sarekat Islam (SI). Sebagai Ketua SI Semarang, Semaoen banyak terlibat dengan pemogokan buruh. Bersama-sama dengan Alimin dan Darsono, Semaoen mewujudkan cita-cita Sneevliet untuk memperbesar dan memperkuat gerakan komunis di Hindia Belanda.

Sikap dan prinsip komunisme yang dianut Semaoen membuat renggang hubungannya dengan anggota SI lainnya. Pada 23 Mei 1920, Semaoen mengganti ISDV menjadi Partai Komunis Hindia. Tujuh bulan kemudian, namanya diubah menjadi Partai Komunis Indonesia dan Semaoen sebagai ketuanya.

PKI pada awalnya adalah bagian dari Sarekat Islam, tapi akibat perbedaan paham akhirnya membuat kedua kekuatan besar di SI ini berpisah pada bulan Oktober 1921.

Pada akhir tahun itu juga dia meninggalkan Indonesia untuk pergi ke Moskow, dan Tan Malaka menggantikannya sebagai Ketua Umum. Setelah kembali ke Indonesia pada bulan Mei 1922, dia mendapatkan kembali posisi Ketua Umum dan mencoba untuk meraih pengaruhnya kembali di SI tetapi kurang berhasil.

https://m.kaskus.co.id/thread/000000000000000016310643/sejarah-dibalik-kisah-3-murid-hos-tjokroaminoto-soekarno-semaoen-kartosoewirjo/

๐Ÿ“ท Dok. PW Pemuda Muslim saat berkunjung di Kediaman HOS TJOKROAMINOTO

03/06/2023

PW dan PC Pemuda Muslimin Indonesia Prov. Sulawesi Tengah, berkunjung di Jl. Peneleh Kota Surabaya tepatnya diKediaman H.O.S Tjokroaminoto (bapak dan Guru Para Pendiri Bangsa) dan pendiri Sarekat Islam (SI).
Raden Haji Oemar Said Tjokroaminoto adalah tokoh panutan yang kharismatik. Pemikirannya menjadi ispirasi banyak anak muda pergerakan kemerdekaan kala itu. Tak salah jika Tjokroaminoto dianggap sebagai guru dari para pendiri republik Indonesia.




ุฅู†ู‘ูŽุง ูู„ู„ู‡ู ูˆุฅู†ู‘ูŽุง ุฅู„ูŽูŠู‡ ุฑุงุฌุนูˆู†Innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun..... Telah berpulang ke rahmatullah, Bapak H. Hasan ...
01/06/2023

ุฅู†ู‘ูŽุง ูู„ู„ู‡ู ูˆุฅู†ู‘ูŽุง ุฅู„ูŽูŠู‡ ุฑุงุฌุนูˆู†

Innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun.....

Telah berpulang ke rahmatullah, Bapak H. Hasan Zainal Abidin EZ (Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia/ Masa Bhakti 2000-2010).

๏บูŽ๏ปŸ๏ป ูŽู‘๏ปฌู๏ปขูŽู‘ ๏บ๏ปู’๏ป”ู๏บฎู’ ๏ปŸูŽ๏ปชู ๏ปญูŽ๏บ๏บญู’๏บฃูŽ๏ปคู’๏ปชู ๏ปญูŽ๏ป‹ูŽ๏บŽ๏ป“ู๏ปชู ๏ปญูŽ๏บ๏ป‹ู’๏ป’ู ๏ป‹ูŽ๏ปจู’๏ปชูุŒ ๏ปญูŽ๏บƒูŽ๏ป›ู’๏บฎู๏ปกู’ ๏ปงู๏บฐู๏ปŸูŽ๏ปชูุŒ ๏ปญูŽ๏ปญูŽ๏บณูู‘๏ปŠู’ ๏ปฃูŽ๏บชู’๏บงูŽ๏ป ูŽ๏ปชูุŒ ๏ปญูŽ๏บ๏ปู’๏บดู๏ป ู’๏ปช-ู ๏บ‘ู๏บŽ๏ปŸู’๏ปคูŽ๏บŽ๏บ€ู ๏ปญูŽ๏บ๏ปŸ๏บœูŽู‘๏ป ู’๏บžู ๏ปญูŽ๏บ๏ปŸู’๏บ’ูŽ๏บฎูŽ๏บฉูุŒ
๏ปญูŽ๏ปงูŽ๏ป˜ูู‘๏ปชู ๏ปฃู๏ปฆูŽ ๏บ๏ปŸู’๏บจูŽ๏ป„ูŽ๏บŽ๏ปณูŽ๏บŽ ๏ป›ูŽ๏ปคูŽ๏บŽ ๏ปงูŽ๏ป˜ูŽู‘๏ปดู’๏บ–ูŽ ๏บ๏ปŸ๏บœูŽู‘๏ปฎู’๏บูŽ ๏บู’๏ปทูŽ๏บ‘ู’๏ปดูŽ๏บพูŽ ๏ปฃู๏ปฆูŽ ๏บ๏ปŸ๏บชูŽู‘๏ปงูŽ๏บฒูุŒ ๏ปญูŽ๏บƒูŽ๏บ‘ู’๏บชู๏ปŸู’๏ปชู ๏บฉูŽ๏บ๏บญู‹๏บ ๏บงูŽ๏ปดู’๏บฎู‹๏บ ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏บฉูŽ๏บ๏บญู๏ปฉูุŒ ๏ปญูŽ๏บƒูŽ๏ปซู’๏ปผู‹ ๏บงูŽ๏ปดู’๏บฎู‹๏บ ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏บƒูŽ๏ปซู’๏ป ู๏ปชูุŒ
๏ปญูŽ๏บฏูŽ๏ปญู’๏บŸู‹๏บŽ ๏บงูŽ๏ปดู’๏บฎู‹๏บ ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏บฏูŽ๏ปญู’๏บŸู๏ปชูุŒ ๏ปญูŽ๏บƒูŽ๏บฉู’๏บงู๏ป ู’๏ปชู ๏บ๏ปŸู’๏บ ูŽ๏ปจูŽู‘๏บ”ูŽุŒ ๏ปญูŽ๏บƒูŽ๏ป‹ู๏บฌู’๏ปฉู ๏ปฃู๏ปฆู’ ๏ป‹ูŽ๏บฌูŽ๏บ๏บู ๏บ๏ปŸู’๏ป˜ูŽ๏บ’ู’๏บฎู ๏ปญูŽ๏ป‹ูŽ๏บฌูŽ๏บ๏บู ๏บ๏ปŸ๏ปจูŽู‘๏บŽ๏บญู

Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin

Turut berdukacita,
๐—ฃ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ช๐—ถ๐—น๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ต
๐—ฃ๐—˜๐— ๐—จ๐——๐—” ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—Ÿ๐—œ๐— ๐—œ๐—ก ๐—œ๐—ก๐——๐—ข๐—ก๐—˜๐—ฆ๐—œ๐—”
๐—ฃ๐—ฟ๐—ผ๐˜ƒ๐—ถ๐—ป๐˜€๐—ถ ๐—ฆ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐˜„๐—ฒ๐˜€๐—ถ ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ต

Hari Lahir Pancasila ini menjadi pengingat, ketika sebuah ideologi mampu menyatukan keanekaragaman bangsa menjadi satu k...
01/06/2023

Hari Lahir Pancasila ini menjadi pengingat, ketika sebuah ideologi mampu menyatukan keanekaragaman bangsa menjadi satu kesatuan berupa persatuan Indonesia..

Selamat Hari Lahir PANCASILA

๐— ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฅ๐—” ๐—ž๐—ข๐—ก๐—š๐—ฅ๐—˜๐—ฆ ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐— ๐˜‚๐˜€๐—น๐—ถ๐—บ๐—ถ๐—ป ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ. ๐——๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—ฃ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ช๐—ถ๐—น๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—–๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป...
24/05/2023

๐— ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฅ๐—” ๐—ž๐—ข๐—ก๐—š๐—ฅ๐—˜๐—ฆ ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐— ๐˜‚๐˜€๐—น๐—ถ๐—บ๐—ถ๐—ป ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ. ๐——๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—ฃ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ช๐—ถ๐—น๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—–๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—บ๐˜‚๐˜€๐—น๐—ถ๐—บ ๐˜€๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ.

#๐—บ๐—ฎ๐—ท๐—ฒ๐—น๐—ถ๐˜€๐˜€๐˜†๐˜‚๐—ฟ๐—ผ๐—ซ๐—ฉ๐—œ๐—œ
#๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฏ

24/05/2023

Sukseskan MAJELIS SYURO XVII
PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA
di Kota Surabaya- Jawa Timur
24-26 Mei 2023


๐—ฃ๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐˜€ ๐—œ๐—ก๐—ง๐—œ๐—  (๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ง๐—ถ๐—บ๐˜‚๐—ฟ) ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฆ๐—จ๐—Ÿ๐—”๐—ช๐—˜๐—ฆ๐—œ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—”๐—ฃ๐—จ๐—”. ๐—ฆ๐—ถ๐—ฎ๐—ฝ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ฏ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ "๐—˜๐—บ๐—ฝ๐—ผ๐˜„๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฌ๐—ผ๐˜‚๐˜๐—ต ๐— ๐˜‚๐˜€๐—น๐—ถ๐—บ"...
23/05/2023

๐—ฃ๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐˜€ ๐—œ๐—ก๐—ง๐—œ๐—  (๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ง๐—ถ๐—บ๐˜‚๐—ฟ) ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฆ๐—จ๐—Ÿ๐—”๐—ช๐—˜๐—ฆ๐—œ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—”๐—ฃ๐—จ๐—”. ๐—ฆ๐—ถ๐—ฎ๐—ฝ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ฏ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ "๐—˜๐—บ๐—ฝ๐—ผ๐˜„๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฌ๐—ผ๐˜‚๐˜๐—ต ๐— ๐˜‚๐˜€๐—น๐—ถ๐—บ" ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ด๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ผ๐—ป๐—ด๐—ฟ๐—ฒ๐˜€ ๐—ก๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐— ๐˜‚๐˜€๐—น๐—ถ๐—บ๐—ถ๐—ป ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ž๐—ผ๐˜๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ต๐—น๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ.

#๐—บ๐—ฎ๐—ท๐—ฒ๐—น๐—ถ๐˜€๐˜€๐˜†๐˜‚๐—ฟ๐—ผ
#๐—ซ๐—ฉ๐—œ๐—œ
#๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฏ

๐—ฆ๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐—ป, ๐Ÿฎ๐Ÿฎ ๐— ๐—ฒ๐—ถ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฏ๐—ฃ๐—ช ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—บ๐˜‚๐˜€๐—น๐—ถ๐—บ ๐—ฆ๐˜‚๐—น๐˜๐—ฒ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐Ÿณ ๐—ฃ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ฐ๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด ( ๐—ฃ๐—– ๐—ฃ๐—ฎ๐—น๐˜‚, ๐—ฃ๐—– ๐—ฆ๐—ถ๐—ด๐—ถ, ๐—ฃ๐—– ๐——๐—ผ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ฎ, ๐—ฃ๐—– ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—บ๐—ผ, ๐—ฃ๐—– ๐—ง๐—ผ๐—น๐—ถ...
23/05/2023

๐—ฆ๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐—ป, ๐Ÿฎ๐Ÿฎ ๐— ๐—ฒ๐—ถ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฏ

๐—ฃ๐—ช ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐—บ๐˜‚๐˜€๐—น๐—ถ๐—บ ๐—ฆ๐˜‚๐—น๐˜๐—ฒ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐Ÿณ ๐—ฃ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ฐ๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด ( ๐—ฃ๐—– ๐—ฃ๐—ฎ๐—น๐˜‚, ๐—ฃ๐—– ๐—ฆ๐—ถ๐—ด๐—ถ, ๐—ฃ๐—– ๐——๐—ผ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ฎ, ๐—ฃ๐—– ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—บ๐—ผ, ๐—ฃ๐—– ๐—ง๐—ผ๐—น๐—ถ๐˜€, ๐—ฃ๐—– ๐—ฃ๐—ผ๐˜€๐—ผ, ๐—ฃ๐—– ๐—ง๐—ผ๐˜‚๐—ป๐—ฎ) ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐˜ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ท๐˜‚ ๐—”๐—ฟ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ ๐—ž๐—ผ๐—ป๐—ด๐—ฟ๐—ฒ๐˜€ ๐—ก๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น / ๐— ๐—ฎ๐—ท๐—ฒ๐—น๐—ถ๐˜€ ๐—ฆ๐˜†๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ ๐—ซ๐—ฉ๐—œ๐—œ ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ ๐— ๐˜‚๐˜€๐—น๐—ถ๐—บ๐—ถ๐—ป ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ž๐—ผ๐˜๐—ฎ ๐—ฆ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ.

๐—œ๐—ป๐˜€๐˜†๐—ฎ๐—”๐—น๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐˜‚๐˜€๐˜‚๐—น ๐Ÿฎ ๐—ฃ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—–๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด (๐—ฃ๐—– ๐—•๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—ถ, ๐—ฃ๐—– ๐— ๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐˜„๐—ฎ๐—น๐—ถ) ๐—ฝ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—น ๐Ÿฎ๐Ÿฐ ๐— ๐—ฒ๐—ถ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฏ.

"๐—˜๐—บ๐—ฝ๐—ผ๐˜„๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฌ๐—ผ๐˜‚๐˜๐—ต ๐— ๐˜‚๐˜€๐—น๐—ถ๐—บ"๐— ๐—ฎ๐—ท๐—ฒ๐—น๐—ถ๐˜€ ๐˜€๐˜†๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ ๐—ซ๐—ฉ๐—œ๐—œ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฏ ๐—ฆ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ
23/05/2023

"๐—˜๐—บ๐—ฝ๐—ผ๐˜„๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฌ๐—ผ๐˜‚๐˜๐—ต ๐— ๐˜‚๐˜€๐—น๐—ถ๐—บ"
๐— ๐—ฎ๐—ท๐—ฒ๐—น๐—ถ๐˜€ ๐˜€๐˜†๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ ๐—ซ๐—ฉ๐—œ๐—œ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฏ ๐—ฆ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ

Address

Palu

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PW Pemuda Muslim Sulawesi Tengah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to PW Pemuda Muslim Sulawesi Tengah:

Share